Ketua Osis Galak

Ketua Osis Galak
Gosip


__ADS_3

****


"Jangan lari kalian!" teriak buk April sambil berlari dan memegang sapu di tangannya, bersiap untuk memukul yang di kejar.


"Cepat, Feb!" Aurin menarik tangan Febby dan Bianca untuk berlari sekuat tenaga.


"Kalian mau kemana, anak cewek sukanya bolos!" Suara nyaring tersebut berasal dari buk April yang masih setia mengejar Aurin dan teman-temannya.


"Rin, perut gue sakit!" kesal Febby dan memegangi perutnya.


"Haduh, Feb, kita harus lari." Bianca membantu Febby berdiri dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Cepat woi!" perintah Aurin.


"Lo aja yang lari, Rin. Gue udah gak sanggup," ujar Bianca dan ikut duduk di dekat Febby.


"Kalian jangan lari!" teriak buk April dari kejauhan. Namun, mereka masih mendengar suara nyaring tersebut.


Aurin berlari sekuat tenaga menuju WC.


"Haduh, moga aja gak ketauan," ujar Aurin yang bersembunyi di WC laki-laki.


"Woi!" Seseorang memukul pundak Aurin membuat Aurin berteriak.


"Ahk! Jangan apa-apain aku, aku mohon. Aku belum kawin!" teriak Aurin sambil menutup kedua matanya.


"Ngawur banget lo, ngapain lo di sini beg0k!" ketus lelaki tersebut yang bername-tag Adijaya Sky Laraska.


"Aurin, Bianca, Febby, di mana kalian!" Suara itu kembali terdengar di telinga Aurin, membuat Aurin menutup mulutnya.


"Jangan berusaha buat kabur, awas aja kalian. Saya gak akan biarin kalian lolos!" oceh buk April.


Setelah di rasa cukup lama, akhirnya suara ocehan tersebut tidak ada lagi. Aurin mengelus dadanya bersyukur karna tidak ketahuan, bahwa dia bolos.


"Lo bolos?" tanya Sky kepada Aurin.


"Kepo!" ketus Aurin.


'Ini semua gara-gara gak ngerjain tugas Matematika semalam!' batin Aurin dan mengingat kejadian semalam.


Pukul 19.15 WIB.


Call On.


"Rin, lo udah tugas Matematika?" tanya Bianca di sebrang telpon.


"Belum, cuy. Gue gak tau rumusnya gimana, makanya gak gue kerjain."


"Duh, gimana, ya. Keyra gak sekolah besok, katanya dia lagi sakit. Jadi gak bisa nyontek kita," ujar Bianca di sebrang sana.


"Kita bolos aja," balas Aurin.


"Lo g1la, Rin? Gak mau gue!" gerutu Bianca.


"Eitss! Besok pelajaran pak Wisnu guru galak itu, gue gak mau di hukum lagi sama dia gara-gara belum Pr!" jelas Aurin.

__ADS_1


"Gue ikut," ucap Bianca.


"Ngokeyy!"


Tutt!


Telpon di matikan secara sepihak.


"Ending yang sangat membang0ngkan!" ucap Aurin berbicara sendiri.


"Ngomong sama siapa lo?" tanya Sky.


"Sama set4n!" jawab Aurin yang sudah kesal.


"Kenalin, gue Sky, anak kelas 12 IPA B." Sky menjulurkan tangannya dan di balas anggukan oleh Aurin.


"Aurin, 12 IPA A," jawab Aurin.


Mereka berbincang-bincang di belakang sekolah, Aurin merasa nyaman saat berbicara dengan Sky. Namun, saat melihat kalung salip di leher Sky, Aurin berhenti berharap untuk menjadi kekasih Sky.


'Beda keyakinan, tapi Sky baik. Gak kek Bintang, cuma bisa nyakitin gue,' batin Aurin melihat kalung Sky.


"Lo udah punya pacar?" tanya Sky.


Aurin menggeleng. "Belum."


"Padahal lo cantik, masa gak punya pacar."


"Gak peduli, gue sukanya berantem dan nyari keributan," jawab Aurin.


"Agak laen," ucap Sky.


***


Bintang mengajak Aurin untuk bertemu di kantin saat jam istirahat.


"Lo dari mana aja?" tanya Bintang memulai percakapan.


Aurin melotot. "Gak dari mana-mana."


"Kenapa gak masuk kelas?" tanya Bintang lagi.


"Gue bolos, abisnya gue bosen sama pelajaran pak Wisnu," ucap Aurin.


"Nakal banget lo! Perbaiki, Rin. Gue hukum lo tau rasa nanti," ancam Bintang.


"B0do amat, wlek!" Aurin menjulurkan lid4hnya ke arah Bintang.


"Ck." Bintang menatap datar ke arah Aurin.


"Wah, itu bukannya yang ham1l di luar nikah itu, ya."


"Itu dia Aurin, orang yang ham1l di luar nikah. Parah sih, padahal masih sekolah dan dikit lagi mau tamat. Udah gak tahan pengen di sentuh, gatel banget!"


"Gila, jadi cewe kegatelan banget."

__ADS_1


Semua siswa mengosipkan Aurin, sedangkan yang di gosipin merasa heran.


"Mereka kenapa?" tanya Aurin kepada Bintang.


Bintang berdiri dan mengambil poster yang tertempel di dinding kantin.


"Lo liat poster ini." Aurin meraih poster tersebut. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat tulisan di poster tersebut beserta foto dirinya.


Tulisan poster "HAM1L DI LUAR NIKAH!"


"Si--siapa yang buat ini?!" Aurin terkejut dan ingin menangis sejadi-jadinya.


"Gue gak tau, Rin. Lo beneran ham1l?" tanya Bintang.


Aurin menggeleng. "Aku gak tau apa-apa, hiks ... hiks kenapa gini, Bin."


"Siapa yang buat poster ini!" teriak Aurin.


"Wih, aku gak nyangka lho Kak Aurin ham1l duluan." Suara tersebut berasal dari Cindy yang menghampiri meja Aurin.


"Lo yang buat poster ini?!" tanya Aurin dengan geram.


"Tentu. Kenapa? Gak terima?" Aurin men4mpar Cindy membuat semua siswa berkumpul dan mendekat ke arah meja Bintang.


Cindy yang merasa mereka menjadi pusat perhatian, dia pun langsung melakukan actingnya.


"Aduh, pipi aku sakit banget gara-gara di tonj0k sama Kak Aurin," ucap Cindy dan berpura-pura menangis.


"Wah, parah sih, Aurin."


"Emang Aurin gak punya urat malu, ya."


"Jahat banget, Aurin."


"Iya, jahat banget."


Begitulah omongan pedas para siswa.


'Yes, akhirnya mereka percaya,' batin Cindy.


"Denger, ya! Gue tu gak ham1l. Ini fitnah, kalian tau?! Fitnah lebih kejam dari pada pembvnuhan!" bentak Aurin.


"Halah, jelas-jelas poster itu ada foto lo dan tulisannya ham1l di luar nikah!" ujar salah satu siswa.


"Huhh, gak punya urat malu!"


"Gat3l banget!"


"Dasar cewek kegat3lan, malu dikit dong."


Semua siswa melempari Aurin samp4h dan bersorak ke arah Aurin.


Aurin terduduk dan menangis di lantai.


Cindy menghampiri Aurin dan menaikkan dagu Aurin. "Jangan pernah nyari masalah sama gue, kalo gak mau kena akibatnya."

__ADS_1


Aurin tersenyum smirk. "Mungkin sekarang lo buat gue hancur, tapi tidak dengan nanti."


HAPPY READING


__ADS_2