
***
Aurin turun dari mobil Lucas dengan rambut yang terurai dan di tiup oleh angin, membuat dirinya menjadi pusat perhatian.
"Yuk masuk," ajak Lucas dan Aurin mengangguk.
Semua siswa menatap mereka berdua dan menggosipkan Aurin.
"Emang cewek kegat3lan, padahal udah ham1l masih aja berduaan sama cowok lain."
"Gak punya urat malu banget, lagi ham1l juga masih deketin Lucas."
"Wah, emang lont*h sih Aurin."
Aurin hanya menunduk mendengar gosipan itu, dia berusaha menghiraukan itu semua.
Lucas mengengam tangan Aurin. "Lo gak usah takut, ada gue di sini." Aurin mengangguk.
Di tengah perjalanan, ada segerombol kerumunan siswa yang sedang berkumpul.
"Ada apa itu?" tanya Aurin kepada Lucas.
"Samperin, yuk!" ajak Lucas dan mereka menghampiri kerumunan tersebut.
"Aurin itu ham1l di luar nikah, tapi dia masih mesraan sama cowok lain. Emang dia tuh lont*h, ya." Suara nyaring tersebut berasal dari Cindy dan gengnya yang menyebarkan berita hoax.
"Emang lont*h sih Aurin."
"Parah sih, selingkuh sama cowok lain."
"Lont*h abadi Aurin."
Aurin yang tidak tahan dengan ocehan tersebut, ia pun menghampiri Cindy.
"Mungkin lo yang lont*h!" sindir Aurin.
Cindy menatap Aurin tajam. "Nyindir diri sendiri, Mbak? Punya kaca gak di rumah?!"
__ADS_1
"Punya, gede lagi kaca di rumah gue! Mungkin lo yang gak punya kaca, keknya lo ngaca dulu deh." Cindy melotot, bagaimana bisa Aurin melawan dirinya!?
"Emang lo itu kegat3lan, udah punya anak juga masih aja gandengan sama cowok lain!" Cindy mendorong tvbuh Aurin. Namun, Aurin bisa menyeimbangkan tvbuhnya agar tidak terjatuh.
"Padahal situ sendiri yang kegat3lan, mandi yuk sayang biar gak gat3l. Apa perlu gue beliin obat biar terhindar dari penyebab kegat3lan!" sindir Aurin lagi dan lagi.
Cindy kembali melotot dan terkejut.
Lucas tersenyum saat melihat keberanian Aurin. "Kena mental gak tuh," timpal Lucas, membuat Cindy menatap ke arahnya tajam.
"Ini semua gak benar!" umpat Cindy kesal.
"Aurin yang ham1l di luar nikah, bukan gue!" murka Cindy.
"Ngatai diri sendiri, Mbak? Gak ngaca? Sadar diri woi!" bentak Aurin.
"Berani banget lo sama gue!" Cindy menAmpar Aurin dan menarik rambut Aurin.
"Gue gak nyari ribut sama lo, Cin. Lo kasar, gue juga kasar." Aurin menatap Cindy dengan tatapan tajam.
"Lepasin tangan gue, Aurin, hiks ... hiks IBUKKK!" teriak Cindy.
"Berhenti!" Suara bentakan itu berasal dari ketua OSIS dan wakil OSIS.
"Lepasin tangan Cindy, Aurin!" bentak Bintang membuat Aurin berhenti melakukan aktivitasnya.
"Sakit tangan aku, dia jahat Bintang! Hiks ... hiks," tangis Cindy.
"Caper banget lo!" ucap Febby.
"Haus pujian, Mbak? Gak drama gak makan," timpal Bianca.
"Udah berapa kali gue harus bilang sama lo, Rin. Lo gak usah nyari ribut di sekolah, lo bandel banget sih!" sentak Bintang.
"Dia mulai duluan. Sih Nenek lampir ini yang nuduh gue ham1l, padahal situ sendiri yang ham1l. Gak nyadar!" sindir Aurin.
"Lo gak usah balikin fakta, ya!" ucap Cindy tak terima.
__ADS_1
"Lo yang balikin fakta g0blok," balas Aurin.
"LO!" Cindy ingin menAmpar Aurin lagi. Namun, tangannya di cegah oleh Lucas.
"Gak usah gangguin Aurin, kalo lo gangguin dia sekali lagi. Lo berurusan sama gue, paham?" ucap Lucas.
'Ihkk! Dasar kegat3lan,' batin Cindy geram.
'Dia siapa?' batin Bintang bertanya-tanya sambil menatap Lucas.
"Sekarang kalian semua ikut gue ke ruang BK," ucap Bintang dan mereka mengangguk.
"Semuanya bubar!" teriak Heksa dan mengikuti Bintang.
"Kepala ku pusing," ucap Cindy dan memegangi kepalanya.
Dengan sigap, Bintang menahan tvbuh Cindy yang hampir terjatuh. "Kepala ku sakit," lirih Cindy.
"Halah, palingan pura-pura!" timpal Febby.
"Caper teros idup lo, heran gue," tambah Bianca.
"Kak, sebaiknya kita bawa Cindy ke UKS deh," ujar Nataylia.
"Iya, keknya Cindy sakit deh," sambung Aluna.
Bintang menggendong tvbuh Cindy ala bridal style menuju ruang UKS. 'Yess! Akhirnya gue bisa di perhatiin sama kak Bintang,' batin Cindy dengan senang.
'Apaan sih, lebay!' kesal Aurin membatin.
"Sa, lo anterin Aurin ke ruang BK duluan, ya. Gue mau anterin Cindy," ucap Bintang dan Heksa mengangguk.
"Yuk!" ajak Heksa.
***
HAPPY READING
__ADS_1