
***
Pagi pun tiba.
Aurin terbangun dari siumannya, ia memegangi kepalanya yang terasa sakit dan menatap Lucas yang tertidur pulas.
Aurin tersenyum dan mengelus rambut Lucas. "Ganteng banget jodoh aku," ucap Aurin.
"Kok aku bisa ada di rumah sakit sih? Ahkk, sakit." Aurin mencoba mengingat kejadian semalam.
Ia samar-samar saat mengingat kejadian semalam.
"Yang datang kemarin Bintang, 'kan?" gumam Aurin bertanya-tanya.
"Bintang yang bawa aku ke sini, hm."
Lucas terbangun dari tidurnya dan terkejut saat melihat Aurin sudah siuman. "My Princess ku udah bangun?" tanya Lucas membuat Aurin tersenyum.
Hati Aurin berdetak lebih kencang dari biasanya, apa ini yang di namakan cinta? Ah, romantis sekali dia.
"Alhamdulillah badan aku udah agak mendingan," jawab Aurin.
"Kamu kemana kamarin gak angkat telfon dari aku, hah?" terang Aurin.
"Maaf, ya. Gue ada urusan sama teman, kemarin yang bawa lo ke sini Bintang. Maaf banget," balas Lucas.
"Hm, iyaa," ucap Aurin.
Lucas memeluk Aurin, membuat Aurin terkejut. "You Mine," bisik Lucas.
Ahkk! Demi apa! Ahkk tolongg, baper gak tuh?!
'Woi, mimpi apa gue semalam?' batin Aurin bertanya-tanya.
Aurin mendorong tvbuh Lucas dan tersenyum salting. "Idih, bisa aja deh," lanjut Aurin.
"Oh, iya, kamu hari ini ada jadwal 0perasi." Senyum Aurin memudar saat mendengar perkataan Lucas.
__ADS_1
"A--ku 0p--perasi?" tanya Aurin terbata-bata.
"Iya, kamu kena penyakit vsus bvntu. Dan, segera di 0perasi secepatnya," terang Lucas.
Aurin menatap depan dengan tatapan kosong, ia bukan mengkhwatirkan keadaanya. Tapi, ia memikirkan biaya 0perasinya, pasti itu sangat mahal bukan? Bagaimana ia akan membayar itu semua?
"Hm, keknya aku gak usah di 0perasi deh," ucap Aurin sendu.
"Lah? Kok gitu?"
"Biayanya pasti mahal banget, aku gak ada uang buat gantinya. Lagi pula aku gak papa kok," jawab Aurin.
"Gak, gak! Gue gak suka lo bilang kek gini, gue mau lo sembuh. Jangan bilang itu lagi!" ketus Lucas.
"Makasih, ya."
"Iyaa."
***
Aurin mengangguk.
"Dok, tolong lakukan yang terbaik buat pasien kuat kami," ucap Dokter, dan Dokter Jia mengangguk.
"Saya akan melakukan yang terbaik buat, Aurin. Serahkan semuanya kepada saya," ucap Dokter Jia, kemudian dia mengangguk dan dua suster mendorong blankar Aurin.
"Harus kuat, ya. Aku sayang kamu!" teriak Lucas.
Setelah beberapa jam.
Lucas mondar-mandir di depan pintu ruang 0perasi Aurin, ia sangat khawatir dengan keadaan Aurin.
"Bin, berapa lama 0perasinya selesai?" tanya Lucas kepada Bintang.
"Seharusnya dari tadi udah selesai sih, soalnya udah hampir 2 jam kita nunggu." Bintang berkata sambil menatap jam di tangannya.
"Moga aja Aurin selamat," ujar Bianca.
__ADS_1
"Gue tau lo pasti kuat, Rin. Gue gak mau lo pergi, nanti gak ada lagi yang contekin gue!" oceh Febby membuat semua yang di sana menatapnya datar.
"Stres!" timpal Heksa.
"Hehh, apa lo bilang? Gue gak stres, ya. Mungkin lo yang stres!" gerutu Febby.
"Banyak bac0t, b0kong gue udah panas nih. Dari tadi nunggu, lumutan gue woy!" ujar Heksa membuat Bianca dan Febby terkekeh.
'Selain ganteng, nih anak juga lucu dan suka ngelawak,' batin Febby senyum-senyum sambil menatap Heksa.
"Ekhem!" Deheman dari Bianca membuat lamunan Febby buyar.
"Ciee, liatin Heksa!" seru Bianca.
"Idih, ogahh," balas Febby.
"Kalian yakin Aurin selamat?" tanya Lucas dengan suara parau.
"Lo tenang aja, bro. Secarakan cewek itu makhluk lemah, karna Aurin bandel jadi dia pasti kuat!" ucap Heksa membuat Lucas menatapnya datar.
"Lemah apanya woy!" timpal Aldino-teman Lucas.
"Di keadaan genting kek gini lo sempat-sempatnya bercanda, Sa. Dasar gak ada akhlak!" hina Bintang, sedangkan Heksa hanya menampakkan gigi putihnya itu dengan lebar.
Setelah beberapa menit membahas hal random, Dokter pun keluar dari ruangan 0perasi.
Semuanya pun berdiri dan mendekat ke arah Dokter Jia untuk menanyakan keadaan Aurin. Dokter Jia menatap mereka satu-persatu, banyak sekali rupanya yang mendukung Aurin.
"Gimana keadaan Aurin?" tanya Bintang mewakili semuanya.
Dokter Jia diam sejenak, membuat Lucas geram.
"JAWAB!" teriak Lucas dan menarik kerah baju Dokter Jia.
"Cas, tenangi diri lo!" bentak Bintang dan menarik Lucas.
"Keadaan Aurin---"
__ADS_1