
Arc I. Eastern Kingdom.
...Faceless Mask...
...Chapter 27 : Kembali Ke Zaman Peperangan....
...-...
...Di langit malam yang cerah...
...Hujan...
...Takkan Turun Hari ini...
Sesuatu tidak terduga terjadi di malam hari yang penuh keheningan itu.
Sesuatu yang sangat tidak kusukai sebelumnya, tapi dia mengatakannya.
Menjadi Seorang Raja.
Aku yakin memilih untuk tidak setuju adalah pilihan yang salah karena hidup Sang Raja dan Kerajaan akan di tentukan di pilihanku sekarang.
" Aku menyetujui nya, jika... ! "
Langkahku dengan memulai percakapan kepada Raja setelah cerita dari masa lalunya membuatku tidak bisa menolak kata-kata darinya.
Aku menginginkan kebebasan dalam kepemimpinan ku.
Termasuk membunuh siapa saja yang akan menghalangi jalanku.
Menjadi Raja berarti harus menyerahkan diri kepada Negeri itu sendiri.
Itu Artinya Hidup Dan Mati Untuk Kerajaan.
Dia melihatku penuh dengan rasa kepercayaannya kepadaku, seakan dia menginginkan takdir yang akan ku buat setelah menjadi Raja.
Air mata membasahi pipinya, sebuah kata di ucapkan nya kepadaku dari ketulusan hati nya dan sedikit menundukkan kepalanya.
Terimakasih.
Hujan tidak akan turun dari langit, Dan api tidak akan melahap daratan.
Ini adalah Akhir yang kupilih.
" Tapi sekarang kamu ini lebih kuat dariku, jadi apa yang ingin kamu lakukan sekarang, Wahai Anakku ?
Karena kamu tidak memiliki pengikut, itu akan menghalangi perjalanan mu yang panjang... "
Raja bertanya kepadaku dan aku membalasnya ketika membalikkan badanku kearah belakang.
Aku hanya mengikuti kata hatiku, tidak semuanya keberuntungan memihak kepada cahaya.
Tetapi Kegelapan juga terlihat sangat menawan jika sedikit perubahan.
Aku meninggalkan Raja di malam hari dan pergi ke tempat ku.
" Tuanku, apakah Serangga yang akan menghalangi jalan tuan ku itu mengganggu ? "
" Pelayan Akan Membereskan mereka. " Sambungnya.
" Tidak Perlu " Kataku.
" Zero, Aku akan pergi untuk beberapa hari saja. Aku ingin Kau mengawasi terus langkah mereka dan laporkan kepadaku saat aku kembali... ! " Sambungku.
" Yes, My Lord "
Seperti diharapkan dari pelayan iblis ku, sangat setia kepada tuannya dan mengandalkannya adalah pilihan yang tepat.
Kata-kataku memungkinkan Zero untuk mengawasi Calon Raja, Aku juga memiliki tujuanku sendiri tanpa dirinya.
Kembali Ke masa Depan.
' Opening the Future Dimension Portal '
Aku menggunakan Skill Creator ku untuk membuka sebuah Lorong Dimensi penghubung Masa Depan.
__ADS_1
Jalan pemisah antara Dunia Pararel dan Dunia nyata, memiliki sejumlah misteri didalamnya.
Jika salah mengambil langkah, akan bertemu dengan Sosok Dewa Waktu. Dia menjaga Arus dimensi agar Aliran waktu tetap di jalannya tanpa ada sedikit perubahan yang terjadi dari orang-orang tak bertanggung jawab.
Seperti Diriku.
Aku berjalan melewati Lorong waktu tanpa ada keraguan di hatiku, itu mungkin rasa takutku sudah lama hilang sejak kematian di pesawat dari kehidupan ku sebelumnya.
Di Masa Depan seperti biasanya udara di penuhi polusi dari kendaraan dan pabrik. Menyisakan Sedikit pepohonan di pinggiran jalan.
Orang-orang terlihat sangat sibuk dengan dunianya sendiri, jalanan di penuhi banyaknya kendaraan.
Aku berpikir ' Sudah lama aku tidak mengenal lingkungan seperti ini ' , dan berapa lama sejak hari kematian ku.
Tapi semua kata-kataku itu hanyalah imajinasi saja, karena di dunia masa depan sekarang ini sedang mengalami peperangan besar.
Seperti yang terjadi, aku tidak sengaja memasuki celah dimensi Zaman Peperangan antar Negara dan mereka memaksaku untuk terlibat dalam peperangan besar itu.
Hati mereka di penuhi tipu daya, kebencian, dan keraguan.
Menyebar seperti Penyakit.
Seperti buah kematangan jatuh dari pohon manusia melahirkan kegelapan. Atau lebih tepatnya mereka ciptakan sendiri.
Mereka mencoba menggunakan kegelapan untuk memperbaiki kesalahan.
" Maju !!! Maju !!! Maju !!! "
Komandan memberikan arahan kepada batalion nya untuk segera maju ke medan perang.
Mereka juga mencoba menghapus perang dari muka bumi.
Namun, kegelapan melihat sifat asli dunia yang di bangun oleh manusia.
Aku Telah Lahir.
Seperti Suara kegelapan terlahir dari manusia dan akan membunuh manusia
Kegelapan, kekuatan yang manusia ciptakan untuk diri mereka sendiri.
Membawa umat manusia ke ambang kehancuran.
Banyaknya Prajurit mati sebelum melontarkan meriam mereka, Bom berjatuhan dari langit yang tampak seperti hujan membasahi daratan.
Namun saat itu, Cahaya muncul di langit dari kejahuan. Cahaya kemerahan dan disertai gumpalan asap tebal menapaki langit yang tak berawan itu.
Membuat suasana semakin mendebarkan saja.
* Kringg... * Kringg.... * Kringg...
^^^* Sfx: Suara Nada Panggilan Handphone.^^^
" Tuan, ini aku Lina... ! "
" Lina kah, Iya Ada apa ? Jika ada sesuatu cepat katakan saja ! Aku sedang sibuk. "
Serangggg.... !!!!
Suara Tembakan, Teriakan, dan Meriam membanjiri medan perang. Terlihat dari semangat mereka mempertahankan negaranya seakan tak takut mati terhadap peluru disertai ledakan dari senjata musuh mereka.
" Suara apa itu Tuan ? tidak maksudku, Aku mendengar kabar bahwa kerajaan saat ini sedang memilih Alih warisnya dan tuan ikut terlibat didalamnya. "
" Aku akan membatu tuan mencari pengikut untuk tuan ! Di kota sekarang mereka telah mempersiapkan diri berangkat menuju kerajaan untuk membantu calon Raja. Tapi tenang saja tuan ! Identitas tuan sangat aman karena mereka belum menyadari tentang tuan seorang Pangeran. " Sambungnya.
" Begitukah ?Terimakasih atas informasinya, lina ! tapi maaf aku tidak bisa mendengarmu, disini sangat berisik sekali ! sudah dulu yah "
" Tuan- "
Aku mematikan ponsel ku dan memasukkannya ke saku celanaku.
Tiba-tiba saja seorang komandan pasukan berbicara kepadaku, dia memerintahkan untuk segera mengangkat senjata dan ikut maju dalam perang itu.
Kenapa Aku harus ikut ? Aku bukan warga kalian oii...
Layaknya seorang amatir memegang senjata bertipe Assault, tanpa pengetahuan dasar dan langkah awal saat penyerangan.
__ADS_1
Aku mengikuti salah satu prajurit ketika di lapangan, memasuki lubang hasil dari ledakan Bom.
" Dengar ya, Junior ! Di perang jika kau berhasil mendaratkan peluru mu ke bagian kepala mereka maka itu akan
' Head shot '
Dan mereka akan mati lebih cepat tanpa bisa terselamatkan "
" Jika kau berlari seperti orang gila maka kau akan mati !
jadi lari lah sesuai insting naluri mu sendiri,
Jangan hanya mengandalkan orang di sampingmu. Kau Mengerti ? "
Dia memberikanku penjelasan tentang perang yang ada di depanku, sesuai dari instruksi nya.
Aku berdiri dari tempatku dan maju perlahan ke medan perang tanpa keraguan sedikitpun.
Berjalan lurus dengan pandangan ke depan, merasakan sesuatu yang sedang menuju ke arah ku.
Ribuan peluru menerjang seperti ombak di tengah badai, ingin menembus sesuatu hanya dengan kecepatan dan fisiknya saja. Menimbulkan banyak kematian di mana-mana.
Aku merasakan peluru itu terlewati di sebelahku, peluru dari hasil senjata mereka terasa sangat lambat di hadapanku.
Mereka meneriakkan sesuatu kepadaku, tapi tanpa memperdulikan kata-kata dari mereka.
Aku terus melangkah maju dan mengakhiri peperangan, memiliki hasrat membunuh lebih besar dari kegelapan itu sendiri.
Meniadakan sesuatu hal dari sisi kemanusiaan, memunculkan sebuah topeng terjatuh dari ledakan yang ditimbulkan meriam mereka.
Aku memakai topeng itu dan membuat mereka ketakutan hanya dengan melihatnya saja.
Menembak mati semua yang ada di hadapanku.
Walaupun hujan ribuan peluru menuju ke arahku, itu sama sekali tidak membuatku sulit. Aku mengambil peluru dan senjata dari musuhku sendiri ketika lagi terdesak oleh banyaknya orang menyerang diriku.
Hanya seorang diri saja untuk mengalahkan para penjajah serta mengakhiri peperangan itu.
Perang yang hanya melibatkan kedua negara. Tidak, melainkan perang hanya dengan sepihak saja.
Perang antara ribuan pasukan dari musuh dan diriku.
Aku juga terkenal karena pembantaian itu di kalangan para tentara yang Ku bantu, menutupi kebenaran tentang wajahku dari topeng itu.
Tawa dan semangat menyertai mereka karena telah mengusir penjajah dari tanah mereka, menikmati makanan dan minuman mereka
Di suatu perkumpulan tengah lapangan tempat peristirahatan mereka atau bisa di sebut Barack.
Aku selalu menggunakan topengku di acara itu karena tidak ingin di ketahui banyak orang tentangku.
Mereka bersenang-senang seperti melupakan kejadian selama di medan perang dan aksi dari pembantaian ku.
Tetapi salah satu Komandan mencurigai dan mewaspadai ku , Dia menganggap bahwa diriku bisa menjadi sebuah Ancaman terhadap negara mereka.
Perang Pembantaian sepihak oleh diriku yang menggunakan topeng tanpa identitas diri. Aku juga di kenal dengan nama cukup mengerikan karena membunuh semua tentara musuh tanpa kenal ampun.
Dan Nama itu adalah...
...Dewa Kematian Mematikan,...
^^^Si Topeng Tanpa Wajah.^^^
...To Be Continue......
...×××××××××××××××...
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
__ADS_1
...-...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=