
Arc I. Eastern Kingdom.
...Unknown Figure...
...Chapter 52 : Kemunculan masalah Baru....
...-...
Di Sore hari setelah kembalinya diriku ke tempat kerajaan Aztec, aku meninggalkan kuda di kandangnya dan Saat keluar dari kandang kuda, beberapa orang terlihat berlarian dengan paniknya.
Aku mencoba mengikuti mereka, hingga sampai di tempat tujuan yaitu tenda Pengungsian. Disana orang-orang sedang meratapi kesedihannya, belum lagi di dalam tenda terdapat banyak orang yang sedang terluka.
Para perawat berusaha mengobati korban dengan perlengkapan seadanya, ada diantara mereka sudah tidak dapat tertolong lagi dan di pindahkan ketempat lainnya.
" Ku mohon tolonglah, Selamatkan putri ku ! "
Wanita itu menangis memohon dari salah satu Kesatria yang bertugas mengawasi tempat dan berlutut di depannya, tapi kesatria tidak bisa berbuat banyak karena keadaannya sekarang.
Dia hanya bisa diam di tempat nya tanpa berkata apa-apa, aku merasa sedikit simpati terhadap wanita itu yang meminta pertolongan kepada Kesatria dan berharap bisa membantu nya. Tetapi sebelum mencari tahu akar permasalahannya, aku tidak boleh bertindak terlebih dahulu karena akan sulit jika mereka mengetahui siapa diriku.
Mereka tidak menyadari bahwa aku seorang Raja, itu sebabnya tidak ada yang mengenali wajahku tanpa topeng. Aku berjalan memasuki salah satu tenda untuk melihat-lihat korban terluka dan tidak sengaja bertemu seseorang di sana.
" Yang Mu- "
Dia terkejut ketika aku menutup mulutnya dengan tangan, aku menarik dirinya keluar dari tenda mencari tempat untuk berbicara.
Dia Seorang wanita yang ku kenal, Pelayan Herlina.
" Kenapa Tuan ada disini ? dan Topeng tuan ? Apa ini kejutan untuk ku ya ?
Dia mencemaskan sesuatu karena kedatangan ku secara tiba-tiba tanpa menggunakan topeng menghampiri diri nya, dia merasa senang bahwa aku datang untuk menemuinya.
Tapi itu menurut pemikirannya dan sebenarnya tidak lain ingin mencari sesuatu yang menyebabkan masalahnya, aku juga tidak mengharapkan ada seseorang yang mengenaliku di sini.
" Aku datang hanya ingin mencari tahu masalahnya, tetapi tidak disangka akan bertemu dengan mu. Apakah kau tahu kenapa banyak orang terluka ? "
Pada reaksi tak terduga, mata Lena melebar.
" ... ... Aku tidak tahu pasti, tapi menurut cerita mereka yang kudengar. Terdapat suatu keanehan di dalam hutan, Para monster lebih agresif dari biasanya.
Banyak desa sudah diratakan oleh beberapa Monster dan mereka mengungsi dengan membawa korban yang terluka, tetapi keanehannya adalah monster diantara para monster yang menyerang.
Sosoknya seperti manusia memiliki keempat tangan, belum lagi dia sangat kuat saat terluka dan mengamuk menghancurkan semua di depannya. Hingga... "
Suara Lina sedikit gemetar.
__ADS_1
Aku mencoba mengatur ekspresi ku, tapi ekspresi canggung secara keseluruhan menunjukkan ekspresi malu.
Monster itu yang menyebabkan kegemparan, hingga banyak korban berjatuhan. Aku berani menyimpulkan tentang Monster bertangan Empat seperti manusia menurut ingatan ku di kehidupan sebelumnya.
Dia adalah Goro.
Ras setengah manusia, setengah naga yang dibedakan oleh keempat lengan dan ukurannya sangat besar. Memiliki kekuatan seperti berseker jika dia sedang terluka, semakin banyak dia menerima kerusakan maka itu akan menyebabkan kekuatan nya meningkat secara drastis.
Tapi makhluk seperti itu menyerang manusia bersama dengan para monster ?
Aku terus memikirkannya sampai Lena menegur ku.
" Tuan ada apa ? "
" Tidak apa-apa, kau kembali saja ke tenda ! aku akan pergi menemui seseorang yang ku culik sebelumnya. Tapi di mana Zero, Aku tidak melihatnya ? "
Aku memutar tubuh ku melihat keadaan sekitar, bertanya-tanya akan keberadaan Pelayan satu nya. Tapi setelah melihat reaksi ku Lena kembali tertawa, Wajahnya tidak terlihat ketakutan lagi dan menanggapi ku sedikit merayu.
" Tuan tidak perlu mencari Pelayan Zero karena dia selalu mengawasi tuan seperti bayangan tuan sendiri dan kenapa tuan tidak menemaniku saja disini ? dengan tingkah tuan melihat sekitar apakah bisa melihat nya ? "
Saat tertawa sambil menutupi mulutnya dengan tangannya yang putih, dia tersenyum kepadaku. Rasa takut akan tertekan tadi telah menghilang darinya dan dia tampak sudah merasa baikan karena kehadiran ku.
" Melihat ? tentu saja aku sekarang sudah bisa melihat, tetapi tidak bisa merasakan kehadiran Zero di bayangan ku ? "
" Ehh... ? "
" Ke... Kenapa ? "
Aku melihat dia terus bertingkah seperti itu, berusaha memalingkan pandangan ku darinya.
Kenapa dia menatapku ? Aku ini seorang Pria yang masih polos dan tak akan tergoda walaupun ditatap seperti itu . Meskipun kau cantik berkulit putih mulus, aku sudah menganggap mu sebagai adik perempuan ku.
Saat lena masih menatap, tiba-tiba seorang Laki-laki muncul keluar dari bayangan tenda. Dia tertawa melihat tingkah kami dan memberi hormat kepada ku.
" Khuhuhu... Aku senang bahwa tuan bisa melihat kembali. Dan untuk Nona Lena, berhentilah menatap wajah tuan seperti itu ! "
Sedikit tertawa tapi kata-katanya seperti cemburu dengan Pelayan Lena yang selalu berada di dekat ku. Aku hanya memberikan senyuman tipis menaggapi mereka berdua.
" Baiklah... aku mau kembali ke kastil dan melihat Laki-laki itu, kalian tetap lakukan tugas seperti biasanya. "
Mereka menjawab perkataan ku secara serentak, " Baik Tuan " . Aku berjalan kembali ke kastil meninggalkan Herlina di Tenda bersama para korban, sementara Pelayan Zero menghilang di balik gelapnya bayangan.
...-...
Di ruangan bawah tanah, Kastil kerajaan.
__ADS_1
" Kau ini seorang Necromancer bukan ? apa alasan kau membantu kerajaan kami ?
Bukankah Necromancer sangat di cari oleh kerajaan manapun untuk mengisi kekosongan Pasukan, Belum lagi mereka meminta sesuatu sebagai bayarannya.
Tetapi sepertinya, kami tidak menerima panggilan dari Necromancer untuk tentara kami. itu karena aku sudah menanyakan ke semua Para Dewan mengenai masalah di medan perang.
Kau punya mulut bukan ? Jadi Jawablah pertanyaan ku ? "
Dia mulai dengan kata-kata mengancam, walaupun di wajahnya terlihat tersenyum seperti sedang bermain-main. Tetapi di baliknya menunjukkan kengerian nyata terhadap orang yang menatap dirinya.
Di ruangan itu, hanya terdapat beberapa orang yang sedang berdiri mengawasi nya. Dua orang berbadan kekar berada di pintu masuk dan satu orang sebagai pengintrogasi.
Ruangan itu memiliki cahaya yang sangat minim, jadi terlihat samar wajah seseorang di dalamnya.
" A...Aku hanya ingin membantu Kerajaan ini karena aku ingin menjadi pelayan nya Yang Mulia. "
Tubuhnya masih gemetar saat menjawab pertanyaannya, suaranya terputus-putus karena ketakutan. Dia sebelumnya hanyalah seorang Laki-laki polos yang berjuang untuk keluarga nya.
" Menjadi Pelayan ? ......Hahaha.... "
Ketika dia mendengar perkataan dari laki-laki itu, dia terdiam sejenak dan tak lama kemudian dia tertawa dengan kerasnya sampai-sampai sedikit mengeluarkan air mata karena tidak tahan perkataan tadi.
" ....... ....... ? "
Sementara sang laki-laki di buat kebingungan melihat dia terus tertawa di depan nya, sedangkan kedua orang berbadan kekar hanya bisa saling tatap dan menggelengkan kepalanya.
Sebelumnya suasana di dalam ruangan tampak menegangkan, kini sedikit merasa berisik dengan tawa seseorang.
Mendengar suara berisik mereka di balik pintu itu, aku yang sedang berdiri di depan pintu masuk ruangan dengan menggunakan topeng di wajah merasa tidak percaya diri dan ingin kembali ke kamar ku.
" Apa yang mereka tawakan, sampai-sampai terdengar keluar ? "
...To Be Continue......
......×××××××××××××××......
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
__ADS_1
...-...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=