King Of Disaster

King Of Disaster
King Of Disaster | Dunia Mimpi | War begins


__ADS_3

Arc I. Eastern Kingdom.


...War begins...


...Chapter 42 : Tindakan Menteri....


...-...


Siang hari yang cerah, langit tak berawan menandakan hal baik kepada siapapun yang sedang melakukan aktivitas di siang harinya.


Begitu juga dengan perang kerajaan Aztec dan Kerajaan Atharion. Ketika perang belum di mulai, pasukan masing-masing kerajaan sedang mempersiapkan barisannya dan berkumpul di medan perang antar perbatasan wilayah kedua kerajaan.


Kerajaan Atharion mengutus seseorang pria Gemuk yang di ikuti tiga orang untuk menyampaikan pesannya, dia menyatakan pesan-pesan dari raja mereka dengan kata-kata tegas serta mengancam.


" Sebagai utusan dari Raja Ell Fheim En XVII Atharion, aku akan memberikan kalian semua Tiga pilihan !


Pertama berlutut dan menyerahkan diri kepada Raja ! menyerah itu satu-satunya cara supaya nyawa kalian diampuni.


Kedua berperang habis-habisan melawan kami ! kita akan berperang dengan adil di medan terbuka... "


Pria Gemuk itu menutup kembali gulungan kertas yang ia bawa dan menatap salah satu menteri kerajaan yang memimpin perang.


Menteri itu sebagai penanggung jawab kerajaan Aztec di medan perang, dia ' Count Harist istah ' yang memiliki kemampuan di bidang Kesatria karena dia dulunya juga seorang mantan petualang.


Memiliki kepercayaan tinggi akan kemenangannya melawan kerajaan Atharion, dia juga tidak takut akan kehilangan nyawanya di medan perang. Dengan Sikap gagah berani nya itu sangat di banggakan diantara semua Anggota Dewan, melatih prajurit termasuk kewajibannya sebagai menteri kerajaan.


" Aku tidak tidak punya niatan mengorbankan nyawa orang-orang ku ! karena itu sampaikan pesan ini kepada Raja Kalian, Kami tidak akan pernah Menyerah... Tidak peduli - "


Kata-katanya terputus saat sang utusan kembali membacakan naskahnya kepada Count Harist.


" Ketiga, Membuang Harga diri kalian sebagai keluarga bangsawan dan membawakan kepala dari Raja kalian...


Maka kami akan mundur dari medan perang ini sampai kalian memilih Raja berikutnya. "


Pria Gemuk itu melihat Count Harist yang tampak tidak berani berkata-kata dan tersenyum sinis kepadanya, dia kembali mengingatkan hasil keputusan Menteri kerajaan bahwa pilihannya itu akan banyak merenggut nyawa pasukannya saat perang berlangsung.


Pada akhirnya keputusan Count Harist memilih berperang di terima oleh Raja mereka, semua pasukan terlihat gemetar dari biasanya karena pasukan musuh tiga kali lipat lebih banyak dari pasukan kerajaan Aztec.


Pernyataan itu sebagai penanda, Perangnya Dimulai...


...-...

__ADS_1


Saat Sebuah terompet di bunyikan, semua pasukan maju dengan segenap kemampuan mereka. Menelan ludah mereka sendiri dan meneriakkan semangat mereka, langkah kaki yang bergemuruh dari banyaknya manusia berlari untuk tujuan mereka.


" Tembak... !!! "


Ratusan anak panah dari pasukan Galius di lontarkan setinggi mungkin dan menargetkannya kepada pasukan Count Harist.


Sehingga banyak prajurit yang masih berlari mati tanpa perlawanan, pasukan terdiri dari Seribu Dua Ratus itu sedikit demi sedikit berkurang akibat anak panah dari pasukan Galius menembus dada mereka.


Sedangkan Count sendiri berpelengkapan penuh di sibukkan bertarung melawan beberapa Jendral pasukan Galius, meskipun dia hanya seorang diri menghadapi lawannya. Dia sedikitpun tidak menunjukkan kelemahannya dan terus bertambah kuat seiring berjalannya waktu karena Skill Unik nya.


" Tuan, Apa rencana selanjutnya ? Apakah kita akan membantu Count Harist saat dia sedang terdesak ? "


" Khuhuhu... Untuk apa membantu manusia itu saat keadaannya buruk ? Kenapa kita tidak menyerang langsung kerajaan mereka dan membawa kepala Raja bodoh itu ? "


Saat mendengar percakapan mereka berdua membuatku terus memikirkan masa depan, tentang rencana yang terlihat elegan dalam pembasmian serangga kerajaan.


Tapi Tidak ku Sangka Iblis ini cukup pintar di bidang Strategi, apakah aku harus menyelesaikan nya sekarang atau terus melihat pasukan menteri banyak yang mati ?


Tidak-tidak, panggung nya akan kotor jika aku membantu mereka, mungkin sebaik nya aku sendiri bergerak menghabisi mereka dengan Senjata baruku...Hehehe.


Menarik...


Aku mengelus daguku sendiri dan sedikit tersenyum akan rencana ku itu. Hanya ingin mencoba bagaimana rasanya menjadi Seorang Psikopat yang membunuh Ribuan manusia dengan sebuah senjata paling di takuti dan terdengar kebrutalan nya, itulah senjata Gatling Gun yang akan kubawa di medan perang.


" Hahaha... "


" Khuhuhu... "


Pelayan Ul Ran dan Pelayan Zero mulai tertawa karena perintah dengan cara mereka sendiri dalam membunuh pemimpin musuh membuat semangat mereka semakin tak tertahankan.


Mereka berdua berlutut kepadaku dan tersenyum,


" Sesuai perintahmu, Tuan ! "


Bersama-sama mengucapkannya sebelum kepergian mereka, mengingatkanku tentang kedua saudara itu. Pangeran Kelima, Barisse dan Putri Ketiga, Valentine. Aku tersenyum puas dengan keadaanku yang sekarang.


Setelah itu, aku pergi keluar menemui Pelayan Herlina, mencari banyak tentara untuk mengikuti ku ke medan perang. Aku yakin bahwa pekerjaan mereka bukan sebagai relawan dalam perang, tetapi sebagai pengangkut mayat untuk di kembali kan kepada keluarga mereka.


Sementara aku akan bersenang-senang menjadi Predatornya di medan perang dan membuat takut banyak orang, dengan begitu namaku sebagai Raja sampah akan berubah secara Drastis... Hahaha.


" Tunggu saja kalian semua ya... Raja ini akan datang dan memusnahkan serangga nya. "

__ADS_1


Aku tertawa di hadapan Lina, membuatku sedikit malu karena dia melihatku seperti orang yang sedang sakit.


" Hmm... baiklah semua pasukan siap di posisi kalian masing-masing karena sebentar lagi kita akan berangkat ke medan perang ! "


Aku mengambil langkah dengan menaiki seekor kuda bewarna putih, sementara tiga ratus tentara di belakangku yang sudah siap berperang akan mengikuti ku menuju ke perbatasan.


" Tuan berhati-hatilah ! Jika tuan tidak kembali juga, aku dan sisa pasukan akan ikut membantu juga "


" Tidak perlu ! "


Dengan begitu semua persiapan sudah selesai, kami berangkat secepat mungkin untuk bisa membantu mereka. Meskipun membutuhkan waktu cukup lama sampai di perbatasan, kami terus melaju secepat mungkin agar tidak terlambat membantu mereka.


Di suatu ruang rapat Dewan, mereka masih memperdebatkannya. Tetapi saat mendengar berita bahwa Sang Raja sudah bergerak, mereka sedikit lebih diam dari biasanya.


" Anak itu sudah bergerak ya ! Dan dia sendiri juga ke medan perang... Apa yang di pikirkan nya saat kematian di depan matanya ? "


Earl Antonio membicarakan sesuatu secara pelan sambil menekuk tangannya ke pipi nya, dia ingin mengetahui tentang rencana Raja yang langsung turun ke medan perang, walaupun pasukan musuh lebih banyak dari pada pasukan kerajaan.


" Heh... biarkan saja dia mau mencari kematiannya ! Bukan kah lebih bagus jika Raja tergantikan oleh saudaranya... "


Viscount Halbert terlihat senang dengan berita itu dan merasa perkataannya akan di tanggap mereka secara cermat.


Tetapi mereka tidak ada yang membalasnya, masing-masing mereka masih memiliki berbagai pertanyaan tentang kepergian Raja ke medan perang.


" [ Semoga Saja dengan kehadiran Raja bisa memukul mundur Pasukan Musuh... ] "


...To Be Continue......


...×××××××××××××××...


...-...


...-...


...-...


...-...


...-...


...-...

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2