
Arc I. Eastern Kingdom.
...Apostle...
...Chapter 56 : Utusan Pengangkatan Rasul....
...-...
Di malam hari, Dewa muncul di dalam mimpi nya dan berkata,
" Kau akan mati ketika terlalu keras berusaha, maka dari itu berjuang lah sesuai batas kemampuan mu saja... "
Suaranya perlahan menghilang seperti angin yang berhembus di telinga dan dia terbangun dari tidurnya.
" Ternyata hanya mimpi kah... ? "
Dua Ratus Tahun Lalu, Di Dunia penyimpangan Putih.
Tepatnya di pinggiran Sungai Fill, terdapat Dua orang Anak kecil yang sedang membicarakan mimpinya.
Mereka duduk di atas batu besar sambil memancing di atas sungai. Walaupun sungai tampak lebih jernih dari sungai lainnya, tetapi memiliki kesan tersendiri yang patut di ingatkan dan jangan pernah tergoda oleh kecantikan alamnya.
Sungai Fill dikatakan aliran airnya mengandung cairan asam mematikan yang bersumber dari lereng gunung berapi, bahkan sedikit saja terkena percikan airnya bisa membuat kulit meleleh karena kuatnya cairan asam.
Dengan kesan mengerikan dari Sungai Fill, tetapi masih terdapat berbagai macam makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Seperti EraFish dan SarhFish, banyak di buru oleh semua orang khususnya para pemancing.
Menurut mereka tentang kedua ikan ini memiliki daging empuk dan banyak kandungan gizinya, bahkan bisa menyembuhkan penyakit gatal-gatal karena Alergi.
Itu sebabnya banyak orang menginginkan ikan cairan Asam sebagai bahan obat dan bisa digunakan untuk oleh-oleh keluarga mereka.
Di sana mereka berdua tengah duduk santai menikmati pemandangan alam di sekitar sambil memancing ikan cairan Asam, sedikit mereka membicarakan suatu hal tentang masa depannya.
" Nah... Sebelum nya aku pernah bermimpi mendengar suara Dewa yang mengingatkan ku tentang sesuatu, tetapi aku melupakan perkataan nya. Apakah kau tau maksud dari mimpi itu ? "
Dia bertanya dan sesekali melihat umpan di pancingannya, sementara temannya yang melihat dia terus mengangkat pancingannya terlihat tidak memperdulikan nya.
Dan dia menjawab,
" Itu hanyalah Mimpi tidur, dan bukan lah pertanda. Jadi janganlah engkau terlalu memikirkan nya... ! "
Sedikit tertawa tapi menasihati, dia berdiri menarik pancingannya dan memindahkannya ke sisi kiri dari batu besar. Begitu juga dengan temannya yang menganggukkan kepala saat mendengarkan perkataan temannya tadi.
Menghabiskan waktu sepanjang hari, mereka pulang tanpa hasil karena masih belum beruntung mendapatkan ikan.
" Hah... Apakah kita adalah pemancing yang buruk ? "
Dia bertanya-tanya dengan penuh kekecewaan.
__ADS_1
" Sebaiknya kita ganti Hobi saja besok... ! "
Membalas perkataannya tapi sedikit menunjukkan kelesuhan di wajah. Mereka berjalan menuju ke rumah masing-masing sambil membawa pancingan dan ember yang kosong ditangannya
Hari-hari masa kecil sangatlah menyenangkan karena bisa lebih leluasa dalam bertindak.
Hingga saat sepuluh tahun mendatang, kehancuran diakibatkan sesuatu tak di kenal. Banyak Makhluk hidup sudah tak bernyawa bertaburan di sepanjang jalan, Sedikit tersisa dari mereka yang bertahan dan memberikan jawaban.
Dewa datang untuk mengambil Kehidupan.
Itu adalah kesimpulan dari mereka yang bertahan, tapi masih ada kesimpulan lainnya yaitu Hukum Langit.
...—————————————————————...
...[ Hukum Langit ]...
...Biasanya sebuah hukuman dari Dewa untuk makhluk di suatu wilayah tertentu....
...————————————————————...
Kesimpulan-kesimpulan terus di perdebatkan, tapi karena tidak ada kebenarannya jadi mereka memutuskan untuk menerimanya dan memulai kembali kehidupan normal mereka.
Termasuk untuk kedua anak yang telah tumbuh dewasa.
Seiring berjalannya waktu, Langit kembali menunjukkan misterinya. Sebuah Fenomena lubang besar terdapat di langit siang hari itu dan tak lama kemudian sesosok makhluk turun dengan sayap putihnya ke dunia mereka.
Dia menyebutkan dirinya seorang Malaikat dari Dunia Atas atau Upper World.
Sebagai seorang utusan dari dewa, dia mengatakan akan mengangkat beberapa Rasul untuk para manusia agar terhindar dari keburukan.
Hanya dengan beberapa syarat saat menerima keberkahan dari Malaikat yaitu mereka harus mati terlebih dahulu, kemudian malaikat akan membangkitkan nya menjadi seorang Rasul.
Begitu semua sudah terpilih, mereka langsung menerimanya dan Terlahir lah Para Apostle dari Dunia Putih.
Kedua anak itu hanya terpilih salah satunya dan yang tidak terpilih akan terus hidup seperti biasanya.
" Aku tidak menyangka bahwa kau akan di pilih sebagai Apostle, Mua Ran. "
Dia tersenyum dan menjabat tangannya, walau hatinya terasa sakit karena tidak terpilih bersama temannya. Hanya bisa menyimpan di lubuk hatinya tanpa mengungkapkan agar temannya tidak kecewa terhadap dirinya.
" Iya... Jika Aku sudah menjadi Apostle, maka aku akan melindungi mu juga, Hua Tus. "
Tertawa bahagia, dia berjalan menuju malaikat. Sesekali dia melirik temannya sambil meneteskan air matanya, tapi dia langsung menghapus nya agar tidak di lihat temannya.
Saat semua sudah terkumpul, ke dua belas orang di bawa Malaikat ke suatu tempat untuk melangkah ke persyaratan menjadi seorang Apostle.
Kembali ke dunia atas melalui celah langit berlubang dan menemui Dewa di sana. Cahaya terang muncul ketika keberangkatan mereka, perlahan mereka menaik keatas awan dengan cahaya itu seperti lift di masa depan.
__ADS_1
Dalam perjalanan, Dia berbicara secara pelan dan melihat temannya dari atas.
" Selamat tinggal teman, Aku pasti akan kembali... ! "
Setelah beberapa menit, cahaya itu memudar dan mereka telah naik ke atas langit. Meninggalkan kesan baik kepada Makhluk Di dunia, satu persatu sudah meninggalkan tempat.
Dia Hua Tus masih berada di sana dan melihat terus ke atas langit, memiliki berbagai pertanyaan di hatinya tentang kekurangan nya karena tidak terpilih menjadi Apostle.
Dia menangis histeris di tempat dia berdiri.
Suara jeritan dan tangisan nya sangat keras, tapi tidak ada seorang pun mendengarnya.
Hingga tercipta lah keburukan di hatinya, dia membenci banyak hal terutama temannya yang meninggal nya demi menjadi Apostle.
Keburukannya terus menjadi lebih gelap dan membuatnya hilang kendali, dia menjadi sesosok makhluk mengerikan yang membunuh banyak kehidupan.
Saat semua kepanikan tersebar di seluruh Dunia, Dia turun dari langit membawa cahaya perdamaian.
Sebelum nya dia ingin melihat teman baiknya di dunia dengan kabar kegembiraan, tapi keinginan itu memudar dan di haruskan bertindak tidak sesuai keinginan nya.
Melihat temannya menjadi Sosok makhluk mengerikan tanpa akal dan emosi, dia terpaksa mengakhiri nya sendiri dengan kedua tangannya.
Tubuh nya gemetar saat darah membasahi kedua tangannya, dia terjatuh berteriak akan sesuatu keajaiban. Tetapi tetap saja tidak ada namanya Keajaiban, dia yang sudah mengambil nyawa temannya sangat menyesali perbuatannya.
Tidak tahu harus bagaimana lagi, dia kembali ke Dunia putih untuk menenangkan dirinya.
Dengan mengingat kematian Temannya, sedikit demi sedikit sikapnya perlahan mulai berubah. Dia juga menutup Raut wajahnya menggunakan sebuah topeng agar tidak diketahui orang lain tentang ekspresi wajahnya.
Dunia Putih, di sana mereka menduduki posisi teratas dengan cara adu kekuatan. Hingga saat semua orang telah kalah, dia yang mengalahkan semua akan menjadi yang terkuat.
Sang Apostle Pertama.
...To Be Continue......
......×××××××××××××××......
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=