
Arc I. Eastern Kingdom.
...The King...
...Chapter 37 :...
...-...
Hidup Ini Singkat Tapi Kemalangan Memperpanjangnya.
Ada pepatah seperti itu.
Hari ini pasti terasa sangat panjang bagi ku, kembali dari masa depan tepatnya zaman peperangan membuatku terasa lelah dan ingin menikmati kehidupan damai di dunia Fantasi.
Langkah kaki ku sedikit lebih cepat melewati Gerbang Dimensi Penghubung Antar Dunia, sedikit gelap tetapi menenangkan ketika melewatinya.
Saat keluar dari Gerbang Dimensi , udara mulai terasa lebih sejuk di bandingkan masa depan. Walaupun aku berada di kamar, tetap saja memberikan ketenangan untuk Jiwa ku yang sebelumnya penuh dengan rasa Ingin melakukan hal buruk lainnya kepada orang di sekitar ku.
" Ini nyaman sekali... ! " Aku membuka jendela kamarku, menikmati suasana hembusan angin dari pepohonan sekitar halaman.
Dengan sejuknya Udara menghampiri diriku, membuat hatiku benar-benar nyaman dan ingatan masa lalu yang penuh tangisan sedikit menghilang dari pikiran ku.
* Tok... * Tok... * Tok...
" Tuan ! aku tahu bahwa tuan sudah kembali... Apa boleh saya masuk ? " Pelayan mengetuk pintu kamarku dengan suaranya yang sopan.
" Hmm... masuk saja ! Pintunya tidak di kunci. " Aku memalingkan wajahku dari pemandangan di depanku, melihat kearah sumber suara seseorang di balik pintu kamar.
Saat izinku sudah terdengar di telinganya, dia langsung memasuki kamarku secara perlahan. Berjalan mendekatiku dengan wajah lembut penuh kebahagiaan dan pakaiannya yang sopan seperti pekerja kantoran di era Masa Depan ( Berjas Hitam Panjang ) .
Aku hanya berdiri melihatnya mendekatiku di balik Topengku, sedikit memikirkan tentang masa lalu ketika pesan terakhir ku saat meninggalkan Dunia ini untuk pergi ke masa depan
" Tuan ! Sebelumnya aku ucapkan Selamat atas pencapaian tuan nantinya, karena tuan sebentar lagi akan menjadi Kepala Negara. Di kerajaan Ini ! " Dia berlutut di depan ku, memejamkan matanya dan berbicara dengan penuh sanjungan.
" Heh... Apa maksudmu ? Bukankah pertandingannya akan di laksanakan seminggu lagi ? " Aku terkejut dengan kata-katanya barusan.
" Tu-Tuanku ! Pertandingan yang di maksud sudah di menang kan oleh ku dan jika tuan sudah kembali segera ke Ruang Tahta untuk penobatannya ! " Dia melihat ku sedikit malu untuk mengapresiasi kan kesalahan dari kata ku.
" [ Pelayan Ini... Berani sekali dia berbuat seenaknya ketika aku pergi ! Aku juga belum mempersiapkan diriku untuk menjadi seorang raja, Tapi dia... ] " Aku berbicara dalam hati sambil menggigit bibirku ketika Mendengarkan perkataannya yang penuh rasa kekecewaan terhadap perbuatannya.
" [ Aww... ternyata sakit juga ya menggigit bibir ini ! Bagaimana selanjutnya ? Apa aku harus kabur dari pintu belakang ? tetapi Bagaimana jika aku tertangkap oleh mereka dan di seretnya ke ruang tahta ? tentu saja itu memalukan... ] " Sambungku menutupi topeng yang di wajahku dengan kedua tangan.
__ADS_1
" Aku yakin tuan sangat bahagia sampai tak berani berbicara... Tuan tidak perlu berterimakasih padaku karena sudah menjadi tugasku untuk memenuhi keinginan tuan... " Dia tersenyum kepadaku.
" [ Dasar Iblis... Jika tahu akan Begini, maka aku sudah meninggalkan dia di desa bersama Lina. ]
" Hahhh... " Aku menghela kan Nafas karena menyesali perbuatan di masa lalu ku.
" Baiklah, Aku akan mengikutimu pergi ke Ruang Tahta sekarang ! "
" Baiklah tuan, mari ikuti diriku ! "
Kami berjalan menuju ke ruang tahta sesuai perkataan dari Pelayan, Mengikuti Penobatan untuk menjadi Raja karena memenangkan Pertandingan.
Ruang Tahta ialah tempat Raja dan bangsawan bersama-sama memutuskan semua hal yang akan di lakukan dengan kepala negaranya adalah Raja serta menterinya para bangsawan.
Keputusan Raja sangat Mutlak, walaupun Menteri juga berada di dalam Sistem kerajaan tetapi mereka sebagai pendukung Raja. Jika Raja sudah memutuskan sesuatu maka mereka tidak bisa menolaknya dan harus mengikuti apa kata dari raja tersebut.
Pintu emas besar sebagai Pintu masuk Ruang Tahta, terdapat dua Guardian berdiri di sisi Pintu masuk untuk melindungi Ruang Tahta dari orang tak bertanggung jawab.
Mereka membukakan Pintunya untuk kami dan mereka juga berkata ' Yang Mulia Pangeran Keempat Sudah Hadir Di ruang Tahta ' dengan suara keras sampai semua orang di dalam terdengar dari perkataan nya.
Saat Kami memasuki ruangan Tahta semua bangsawan terdiam melihat kami berdua berjalan mendekati Sang Raja dan selir-selirnya.
Terdengar di telingaku suara bisikan Bangsawan menjelekkan sikapku , walaupun suara itu sangat kecil tapi bagiku suara mereka seperti suara jam dinding pada malam hari.
" Dasar pangeran Terbuang... dia tetap saja sampah yang tak layak berada di sini, memakai topeng adalah sebuah penghinaan besar bagi kerajaan... " Salah satu Bangsawan mulai menunjukkan wataknya kepadaku dengan suara pelannya.
Melihatku berdiri di hadapannya, sang raja berdiri dari singgasananya dan menghampiri diriku. Dengan langkah kakinya secara perlahan mendekatiku, membuat bangsawan menunjukkan sifat terpendamnya.
Lihat Kemarahan Dari Sang Raja, Akan menghukum Seseorang Yang Tak Patuh Kepadanya.
Wajah mereka penuh dengan senyum menjelekkan seseorang, dan berharap orang itu akan di hukum seberat-beratnya karena tidak mau berlutut di hadapan Raja.
Raja memiliki Otoritas tertinggi, siapapun yang ingin berbicara atau menerima gelar darinya maka mereka haruslah berlutut di depannya.
Tetapi aku tidak memperdulikan sistem kerajaan dan memilih untuk tetap berdiri di hadapannya.
Bagiku, baik itu manusia atau Ras lainnya. Mereka hanyalah Mainan penghibur untuk rasa bosan ku.
Mereka Seperti Sebuah permainan Papan Catur dan aku sebagai orang yang memainkan nya.
Itu adalah pikiranku saat berada di hadapan Raja Atau Ras kuat lainnya.
__ADS_1
Raja yang sudah berdiri di depan ku, mengangkat kedua tangannya dan meletakkan nya di kedua pundak ku.
" Aku sangat senang dengan keputusan mu Wahai Anak ku ! Kau melampaui ekspektasi ku, tidak perduli tentang keberadaan mu. Kau berdiri tanpa rasa takut kepadaku " Raja berkata dengan lantangnya di hadapan semua orang.
" ... Maka terimalah ini dan jadilah seorang Raja ! Guncang lah dunia dengan kehendakmu ! Hukumlah Manusia yang tidak mematuhi mu ! dan Lindungi lah hal terpenting bagimu ! " Raja melepaskan mahkotanya dan meletakkannya di atas kepalaku.
Mereka tidak menyangka bahwa raja berkata seperti itu kepada Pangeran terbuang, dia juga seenaknya melepaskan mahkota nya dan memberikan secara langsung kepada Pewarisnya tanpa persetujuan Menteri kerajaan.
Yahh... walaupun seorang raja memiliki Otoritas yang lebih tinggi, tetapi setidaknya harus melakukan acara Penobatan secara adat kerajaan terlebih dahulu agar terhindar dari hal Negatif para Bangsawan.
Saat mahkota berada di atas kepalaku, seketika tatapan mereka lebih tajam dari biasanya. termasuk Ratu Liness yang menunjukkan wajah marahnya kepadaku.
" Ta-tapi yang Mulia ! Pangeran keempat... " Salah satu menteri berbicara seperti ingin menolak keputusan dari sang raja.
Tetapi semua perkataannya dibantah oleh raja, dan dia juga berkata,
" Aku bukanlah Seorang Raja ! Aku tidak berhak memutuskan sesuatu yang tidak di sukai nya, Sekarang Mahkota itu ada padanya... Dia adalah Rajanya, jika ingin berpendapat silahkan berbicara kepadanya ! " Raja mengatakan sesuatu dengan nada keras kepada menteri kerajaan dan memarahinya.
Melihat mereka memperburuk keadaan, aku segera berjalan mendekati singgasana.
Berjalan perlahan mendekati nya dan membuat mereka terdiam karena ku, Termasuk selir raja sedikit menjauhi tempatnya tadi.
" Menarik... Sangat-Sangat Menarik... ! Jika sedikit saja ada yang berani mengeluarkan suaranya selain diriku, maka akan ku bunuh !!! "
...To Be Continue......
...×××××××××××××××...
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1