King Of Disaster

King Of Disaster
King Of Disaster | Dunia Mimpi | Faithfulness


__ADS_3

Arc I. Eastern Kingdom.


...Faithfulness...


...Chapter 38 : Maid Herlina....


...-...


Aura atau Tekanan itu termasuk dari pemakaian Mana, Khususnya bentuk yang di gunakan Oleh Knight


Kalau Wizard menggunakan Mana dengan menyimpannya di dalam Circle nya, sedangkan Knight menyimpan Mana pada seluruh tubuh mereka.


Tidak seperti Wizard yang menyimpan Mana nya di dalam Objek, di masa lampau ada seorang laki-laki menyadari kalau menyimpan ke seluruh Tubuh bisa memperkuat fisik seseorang.


Aura itu kesimpulan dalam mengalirkan Mana ini ke bagian luar, dengan Mana yang sudah biasa tersebar ke seluruh tubuh. Memungkinkan untuk memiliki kekuatan yang melonjak dengan memfokuskan dan mengalirkan Mana.


" ... Jadi bagaimana sekarang ? "


Raja Aztec Garo Raizel mengucapkan kata-kata ini sambil duduk di singgasananya dengan tangan di silangkan.


Hanya dengan itu manusia normal akan merasa takut dari tekanan di sekitarnya. Namun, orang-orang di depannya memilih untuk tetap diam.


Parahnya para bangsawan yang menertawakan tadi, menunjukkan reaksi sedikit berlebihan. Mereka mengeluarkan keringat dingin karena takut akan kekuatan besar di depannya.


" Tidak. Kalian seharusnya benar-benar memahaminya. Berhentilah menjadi pecundang jika hanya menatap kaki saja. Dan tatap lah Diriku ini..."


Raizel hanya berbicara tetapi dia juga memiliki kekuatan sihir yang sangat besar. Kata demi kata masing-masing memiliki dorongan seperti Sihir.


" Bukankah Negeri kalian saat ini di pimpin oleh Pangeran sampah yang sudah mati selama Enam tahun. Apakah kalian masih ingin berada di Negara ini... Wahai Makhluk Rendahan. "


Aura itu semakin kuat menyelimuti di setiap sudut ruangan, mengancam semua kehadiran di depannya.


" Seperti aku katakan sebelumnya. Tinggal kan lah wilayah Aztec jika tidak ingin di bunuh. Karena kedepannya aku ingin memusnahkan sampah yang tidak bisa di daur ulang. "


Mereka tidak mengetahui ekspresi seperti apa di balik Topeng tanpa wajahnya, dan hanya mewujudkan kehadiran menakutkan yang sedang duduk di singgasananya.


" Rundingan kan lah keputusan kalian secepat mungkin. Untuk kedepannya nanti mungkin kepala kalian berada di lemari koleksi ku... "


Raizel Tertawa kecil dan berdiri meninggalkan mereka di ruang Tahta. Dia ingin melihat keburukan bangsawan setelah kata-kata mengancam tadi.


Aku memutuskan untuk memanggil Lina dari Kota Leidenszeit melalui Handphone yang sudah ku berikan sebelumnya agar dapat menjalankan Rencana ku kedepannya.

__ADS_1


Membangun ulang Kerajaan membutuhkan waktu cukup lama hingga bisa menjadi Kerajaan seperti yang ku impikan. Dengan adanya teknologi dari masa depan memungkinkan Untuk mempersingkat waktu , walaupun wilayah kerajaan sangat luas.


Sebenarnya menjadi raja sangatlah menyusahkan karena tujuan ku hanyalah menginginkan kesenangan dunia tanpa memiliki keterikatan pada suatu Negara.


Tetapi dengan adanya peraturan yang akan ku buat, bisa membuat mereka harus mematuhinya tanpa selalu mengawasi mereka di kerajaan.


Peraturan Mutlak yang tidak boleh di bantah, karena itu akan sangat merugikan hingga bisa berujung kematian kepada pelanggarnya.


Dengan adanya Teknologi dari masa depan dapat memungkinkan untuk bisa memperluas kerajaan, dan mempermudah menaklukkan Dunia.


Itulah Kerajaan Ideal Yang Akan Ku Buat Di Masa Depan.


...-...


...-...


...-...


Tiga hari sudah berlalu, kota kerajaan sedikit menjadi Ribut karena ulah dari bangsawan yang ingin mempersiapkan diri mereka.


semenjak Kata-kata ku mengancam nyawa para bangsawan. Membuat mereka banyak meninggalkan Wilayah Aztec karena takut akan ancaman itu.


Termasuk Ratu Liness dan selir Ketiga Alice, mereka juga meninggalkan kerajaan. Terbenam oleh sifat Jahat, mereka memiliki rencana untuk mengambil alih Tahta kerajaan.


Tetapi ada juga menetap dan ingin melihat takdir kerajaan yang di pimpin Pangeran Keempat, menyerahkan takdir mereka karena hati nurani memilih untuk tetap setia kepada kerajaan walaupun dipimpin Pangeran Sampah.


Terdapat banyak Rumor mengenai Raja Baru Aztec selama tiga hari karena mengancam Bangsawan, mereka berpikir bahwa raja yang sekarang sangat kejam dan menganut Sekte Iblis untuk mengakhiri kerajaan.


Ada juga yang tidak setuju dengan pendapat itu, walaupun Pangeran Keempat. Seorang Anak buangan, tetapi dia bukanlah berpihak kepada Iblis. Kata-kata itu juga keluar dari pemikiran mereka saat melihat latar belakangku.


Bagi mereka ketakutan dari Rumor di kalangan Bangsawan berniat meninggalkan Kerajaan, dan untuk yang tidak percaya lebih memilih Tinggal di rumah mereka sendiri.


Di depan pintu masuk kerajaan, terlihat dua perempuan memasuki kerajaan. Mereka Maid Pangeran Keempat dan Sekretaris Kota Leidenszeit, sedang berjalan menuju Ruang tahta Kerajaan.


" Tuan, Tidak... maksudku Yang Mulia. Aku Herlina menerima panggilan Anda ! Mohon untuk memaafkan karena keterlambatan ku datang ke kerajaan... "


Mereka berlutut di hadapanku sambil memejamkan matanya, bersikap lembut kepada raja agar tidak menyinggung nya.


" Kemarilah... ! "


Tetapi aku Menyangkal perbuatannya dan memerintahkan Maid Herlina untuk mendekati ku.

__ADS_1


" Ta-Tapi "


Dia tampak kebingungan karena kata-kataku, menunjukkan keraguan karena di hadapannya sekarang adalah seorang Raja dan bukanlah lagi Pangeran yang di layani sebelumnya.


" Kau tidak harus bersikap seperti itu, Lina. Jadi, mendekat lah ! jangan sampai kata-kata ku terulang kembali..."


Dengan kata-kata itu, aku tidak ingin seseorang yang merawat ku selama enam tahun lamanya merasa sangat segan terhadap diriku karena sudah menjadi Raja.


Walaupun dia Hanyalah Maid, tetapi bagiku dialah satu-satunya orang yang ingin ku lindungi lebih dari siapapun. Dia juga rela kerja tanpa imbalan karena ingin membantuku, karena itu aku memerintahkan dia agar bersikap seperti biasa saat sebelum menjadi Raja.


" Tuan Aku... "


Dia berdiri di depan ku dan kata-katanya berhenti saat aku memegang pundaknya.


" Lina. Aku ingin kau melakukan seperti sebelumnya di kota Leidenszeit, membantuku dalam pengembangan agar menjadi kota Layak huni termasuk orang-orang dari Wilayah Kumuh. "


Aku melepaskan topengku dan melihat kearahnya, walaupun sikap ku sedikit dingin kepadanya. Tetapi sedikit saja wajahku menunjukkan senyum ketulusan untuk dirinya.


Dan karena Perintahku, dia juga sedikit tertawa sambil menatap wajahku. Dia juga menjawabnya dengan senang karena bisa berguna bagi ku.


" Sesuai perintah tuan, aku akan melaksanakan nya segera mungkin. Jadi tuan duduk saja disana melihat keadaan Kota untuk kedepannya... "


Dia menundukkan Kepala dan berjalan meninggalkan ruangan, yang Terdengar dari suaranya seperti sangat senang menerima tugas dari ku.


aku sedang memikirkan sesuatu, tidak sengaja tertidur di singgasanaku. Dengan di dampingi Pelayan Zero berada di belakangku, dia seperti biasa selalu menjaga tuannya di mana pun itu, kecuali jika sudah ku katakan untuk berhenti maka dia akan berhenti mengikuti.


...To Be Continue......


...×××××××××××××××...


...-...


...-...


...-...


...-...


...-...


...-...

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2