
Arc I. Eastern Kingdom.
...First Apostle...
...Chapter 39 : Pelayan Rasul....
...-...
Dulu kerajaan Aztec pada masa pemerintahan Raja Albert, dia di juluki sebagai Raja Rendahan yang tidak pernah membuat kerajaan mencapai puncak kejayaannya.
Tetapi sekarang Raja Aztec yang baru sekali lagi dipimpin oleh Raja dengan julukan buruk dari warganya. Pangeran Keempat bisa di katakan Pangeran yang terbuang karena Raja sebelumnya tidak memperhatikan dirinya.
Itu sebenarnya hanyalah sebuah Rumor di kalangan atas maupun bawah, Mereka merasa Masa kerajaan Aztec akan segera berakhir dan pergi meninggalkan wilayah kerajaan untuk mencari kerajaan baru.
Kerajaan tetangga juga merasakannya tentang buruknya rumor dari Pangeran Keempat yang menjadi Raja. Mereka tidak segan ingin membuat pernyataan peperangan untuk memperluas wilayah mereka.
Aku mendapat kabar itu langsung menanggapinya dan menerima pernyataan peperangan mereka dengan segera.
Sudah beberapa hari aku selalu di ruang kerja, melihat daftar pokok untuk perbaikan Kerajaan. Tidak terhitung lagi berapa hari sudah terlewati, tetapi yang jelasnya mungkin perubahan sudah banyak terjadi di Kerajaan Aztec.
Pasukan Tentara juga banyak menempati Wilayah dan melatih calon-calonnya yang akan menjadi anggotanya, Lina sangat berusaha memimpin jalannya perbaikan Kerajaan.
Dia juga sering melihatku bekerja lebih keras di ruangan dan memaksaku sesekali beristirahat di tempat tidur, yahh... walaupun tidak mempunyai mata, bukan berarti tidak bisa bekerja.
Aku hanya mengandalkan mata batin untuk melihat di sekitarku, Mau kelelahan itu bukanlah masalah. Yang terpenting Kerajaan impianku akan segera Terwujud.
Lina Menemukan Dwarf saat perjalanan pulang ke kerajaan, dia juga berhasil membujuknya menetap di Kerajaan. Dengan kemampuan manusia kerdil itu dalam Kerajinan Tangannya bisa mewujudkan keinginan ku, dia juga menjadi langkah awal sebagai pelopor pembuat Teknologi Canggih di masa Depan.
Hanya sedikit Pencerahan dari ku dia bisa menciptakannya, Bukankah Dwarf itu sangat keren kan... ?
"Haaah... sepertinya tubuh ku sangat lelah. Sebaiknya kembali tidur dulu... ! "
Aku kembali ke kamar ku dari ruang kerja, beristirahat sejenak dan saking kah lelahnya pada akhirnya aku tidak bangun selama 2 hari. Lina juga tampak cemas karena aku tidak kunjung bangun dari tempat tidur ku.
Tetapi saat aku bangun tiba-tiba saja seorang Knight berlari dan mengetuk pintu kamar ku, dia ingin menyampaikan sesuatu kepadaku.
Aku menyadarinya segera menghampiri Knight itu dengan tubuh yang masih malas untuk berdiri, tetapi aku tetap memaksanya berdiri karena penasaran ingin mendengar nya.
" Tuan aku ingin me-... "
Knight itu berbicara kepadaku dan aku melambaikan tangan ku ke arahnya. Dia langsung terdiam sambil menundukkan kepalanya.
" Nanti saja ! aku entah kenapa masih terasa ngantuk tapi juga lapar... Siang nanti laporkan kepadaku di ruang Tahta tentang masalah mu... ! "
" Ta-Tapi Yang Mulia ! "
Aku menutup pintu kamarku kembali keranjang ku untuk tidur sebentar lagi, tetapi perut ku berkata lain dan terpaksa harus mengisi nya dulu di Ruang makan.
" Kenapa hari ini sangat malas sekali ya ? Sekarang tujuan ku untuk menemukan Dwarf sudah. Membalas keluarga kerajaan juga sudah. Jadi apa yang harus di lakukan ? "
Aku tengah duduk di kursi makan sedang memikirkan sesuatu tentang rencana yang akan datang dan merasa semua tujuan ku sudah sepenuhnya tercapai.
Tetapi memikirkannya saja sangat memusingkan, aku pergi keruang Tahta untuk memikirkannya sekali lagi.
Saat siang hari, Knight itu datang Menemui ku. Dia menyampaikan pesan kepadaku tentang Pernyataan peperangan dari kerajaan Tetangga.
__ADS_1
Aku yang tadi nya seperti kehilangan semangat memikirkan rencana kedepannya, sekarang mendapat tujuan baru yaitu Menaklukkan Dunia.
Dengan begitu kebosanan dan kemalasan akan hilang, di balik topengku aku memperlihatkan wajah bahagia setelah mendengar pesannya.
" Baiiik... aku terima pesannya ! Segera sampaikan kepada mereka perang akan di mulai satu bulan, tidak maksudku Satu minggu lagi. Cepat sampaikan dengan segera... !!! "
Aku yang merasa senang memikirkan rencana jahat kedepannya,
" Tidak ku sangka mereka pada akhirnya akan menjadi Kelinci percobaan ku... Hahaha "
Dengan ketawa jahat ku membuat mereka yang ada di ruangan terkejut melihat reaksiku sedikit berlebihan, sementara Knight berusaha berlari sekuat tenaga ingin menyampaikan kembali pesan dari ku.
Hehehe... berapa banyak tentara di kota ini, tetapi kelihatan nya mungkin saja masih sedikit. Haah... baiklah harus bagaimana lagi ? Sepertinya tidak ada cara lain selain menggunakan senjata baruku dari pasar gelap.
Senjata Gutling Gun bisa membunuh Ribuan dari pasukan mereka mungkin di tambah sihir untuk memperkuat Recoil nya, dengan begitu mau itu sihir pertahanan mereka akan sangat mudah di tembus.
Hahahaha...
Lain kali aku juga beli Helikopter agar bisa menakuti mereka, dengan begitu aku akan di juluki Raja Langit dan bukan lagi Pangeran sampah ...
" Sepertinya tuan sangat senang hari ini ? " Zero muncul di belakang ku, seperti sebelumnya dia bersikap sopan kepada siapapun.
" Tuan Apakah aku boleh ikut dalam penyerangan ini ? Jika di perbolehkan juga mohon izin melepas belenggu ku ini tuan agar bisa memusnahkan mereka dengan sekejap. " sambungnya memohon kepadaku.
Zero sebagai Budakku, aku sengaja menyegel kekuatannya agar tidak mengganggu orang di sekitarnya karena kekuatannya yang terlampau kuat itu bisa merusak siapapun dengan tekanannya saja.
Saat itu aku memikirkan sesuatu tiba-tiba saja merasakan kehadiran misterius terpancar di balik pintu masuk ruang tata, Zero berdiri di depan ku mempersiapkan dirinya melawan sosok misterius itu.
Dan ketika aura itu semakin mendekat tanpa pintu gerbang terbuka, terlihat seorang laki-laki yang memakai topi jerami muncul di dekat pintu masuk.
Dia juga berjalan ke arah ku, sementara Zero menatapnya dengan tajam.
" Sebelumnya aku meminta maaf kepada yang mulia dan pelayan Hitam karena sudah lancang memasuki Ruang tahta tanpa di undang,
tetapi jika begitu mungkin saja aku tidak di perbolehkan untuk masuk... " Dia menundukkan kepalanya di depan Zero dan Zero mundur perlahan mendekati ku.
Hmm... dia ini ? Aku akan mencoba melihat statusnya !
...—————————————————————...
...< Status >...
...Nama: Ul Ran...
...• Usia: 476 tahun...
...• Kelamin: Laki-Laki...
...• Ras: Rasul...
...• Tittle: Apostel Pertama...
...• Status: Serius, Tenang....
.
__ADS_1
• Catatan Khusus
...Seorang Apostel pertama yang sangat kuat dan misterius, dia juga mencari sesuatu menarik perhatiannya karena merasa bosan di Dunia Putih. Menurut pandangan darinya, dia ingin menjadikan seseorang sebagai temannya di dunia putih tetapi orang tersebut ketakutan akan melihat kekuatan besar yang ia miliki. Merasa tertekan dia akhirnya datang ke dunia ' Ancient World ' untuk mencari teman....
...Terlahir dari kehendak Dewa, tetapi dia melepas anugrah dari Dewa atas kehendak nya sendiri. Walaupun Anugrah di lepaskan, dia masih memiliki kekuatan untuk bisa berdiri di atas semua Apostel Di Dunia Putih....
...Saat ini dia sedang menyamar kan diri menjadi manusia dan menyegel kekuatan nya sendiri agar bisa hidup tenang di dunia ini....
.
• Keunggulan
...→ Sihir...
...→Beladiri...
...→ Ruang Bawaan...
...→ Penjinak...
...→ Berpedang...
...→ Abadi...
...—————————————————————...
" Perkenalkan namaku ' Ul Ran ' sang Apostel pertama ! Aku sudah melihat Semua pertandingan sebelumnya dan merasa terkesan dengan kekuatan Dari pelayan Hitam.
Dan tidak sengaja melihat yang mulia, aku hanya ingin Yang Mulia menjadikan ku sebagai Pelayan... Aku yakin dengan semua potensi ku dan akan menyerahkan Hidupku hanya untuk yang mulia. "
Dia tidak menunjukkan keraguan sedikitpun tentang permintaan nya yang ingin menjadi seorang pelayan, dia yakin dengan keputusannya itu.
Kenapa dengan orang ini ? apa dia tidak malu mengatakan identitas Aslinya kepadaku ? Dia berlutut dan memejamkan matanya di depanku ingin menjadi pelayan ?
Tetapi saat aku melihat statusnya tentang ' dia ingin menjadikan seseorang sebagai temannya di dunia putih tetapi orang tersebut ketakutan akan melihat kekuatan besar yang ia miliki ' pfffft... aku harus menahan ketawaku.
Kau benar sobat, janganlah berputus asa walaupun di tolak... masih banyak yang ingin berteman dengan mu. Tetapi tidak apa-apa jika kau menjadi pelayan ku, mungkin saja...
Aku membicarakannya sambil melihat kearahnya dan setelah itu di akhir kalimat, aku melihat langit-langit dengan pandangan kedepannya.
" Baiklah aku menyetujui nya... "
...To Be Continue......
...×××××××××××××××...
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
__ADS_1
...-...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=