
Arc I. Eastern Kingdom.
...Wind Spirit...
...Chapter 33 : Topan seribu pedang...
...-...
Saat Anak panah jatuh dari langit menghantam permukaan di bawahnya dan membuat retakan besar di tanah, Seseorang membuat pelindung akan terselamatkan dari panah keadilan.
Tangan beracun masih mempercayai kekuatannya sehingga menyebabkan kerusakan pada tubuhnya, yang membuat dia kehilangan kedua tangannya.
Meskipun tubuh sudah Di lapis kan Racun tetapi tangannya tidak tertutupi karena fokus terhadap serangannya ke langit, dia jatuh dan tidak sadarkan diri.
Racun di areanya kembali menyusut ke tubuh pemiliknya, pasukan penyembuh mengambil posisi mereka untuk memberikan pertolongan pertama pada peserta yang kalah di dalam arena.
Benedis terlihat sangat lelah setelah menggunakan kemampuan perlindungan Tombaknya, mengeluarkan energi cukup besar agar bisa terselamatkan dari ' Panah Keadilan ' milik RobinHood.
Begitu juga dengan ' Brown Bear ' menahan kerusakan dengan tubuh tebalnya membuat dia kesakitan dan hampir jatuh, tetapi semangatnya akan pertarungan di depan matanya membuat dia tidak bisa memperlihatkan punggungnya kepada lawan.
Goliat sebagai berseker memiliki pertahanan cukup kuat dari kerusakan besar yang sudah terjadi, dia menunjukkan senyum kebahagiaan nya ketika melihat Ahli beladiri hewan buas di depan matanya hampir pingsan.
Parsal membantu RobinHood yang kelelahan saat menggunakan Kemampuan Uniknya untuk mengalahkan Tangan Beracun, tapi siapa sangka akan berdampak juga kepada lainnya dan membuatkan peluang besar agar memenangkan pertandingan.
Mereka berdua tertawa bersama melihat lawan hanya tinggal dua orang lagi termasuk Pangeran Ketiga, dia ( Assassin ) tidak bisa menahan kerusakan dari panah Keadilan dan di haruskan membawanya keruang penyembuhan karena terluka di bagian tangannya.
" Heh... Mungkin ini rencana kalian agar kami kalah di pertandingan pertama , kalian sengaja menumbalkan satu orang untuk mengalahkan kami ? Sungguh rencana yang licin ! "
Dia tertawa sambil Memegang dadanya yang lagi kesakitan, Brown Bear mencoba menggunakan kemampuan terhebatnya saat di menit terakhir nya.
• [ Unique skill → Beast skill: become invincible for 1 minute ] •
< Skill Aktived >
Sebuah kemampuan Uniknya dalam perwujudan Hewan buas membuat dia tak terkalahkan selama satu menit, dia melompat kearah Goliat dan memukulnya dengan keras.
Seperti sedang kerasukan sesuatu, dia tidak menahan dirinya untuk membunuh lawannya. Goliat tertawa kepada lawannya, dia merasa terhibur dengan musuh kuat di depannya.
Sebagai kemampuan Berseker, dia terus menjadi kuat saat lawannya juga kuat. Pertarungan tidak seimbang di mata penonton, tetapi tidak bagi Goliat.
Dia hanya menahan dirinya sampai batas waktu dari Brown Bear habis, setelah itu dia akan mengalahkannya dalam sekejap dari hasil menahan diri nya.
Tanah di sekitar mereka berhamburan karena kekuatan besar yang diciptakan mereka berdua, hanya dengan anginnya bisa membuat semuanya hancur dan menimbulkan retakan besar di tanah.
Parsal dan RobinHood pergi menjauh ke sudut arena agar terhindar dari pertarungan mereka berdua, sementara kedua pangeran berusaha ingin menguasai jalannya pertempuran.
" Apa kau bisa membayangkan bagaimana jika menjadi anak yang tidak dianggap dalam keluarganya ? Tentu saja kau tidak akan bisa melakukannya ! tapi aku akan mengalahkan mu dan kakakmu, menjadi raja dan mengusir kalian dari kerajaan... " Dia mengangkat Pedangnya kearah Benedis yang sedang kelelahan.
Dia mulai merapalkan kekuatannya untuk segera mengakhiri pertarungan,
__ADS_1
• [ Unique skill : Killing Zone →Typhoon of a thousand swords ] •
< Skill Aktived >
Saat dia selesai membaca mantra nya, tiba-tiba langit berubah menjadi gelap. Hembusan angin semakin kencang dan membentuk sebuah pusaran angin yang berputar-putar, semakin lama pusaran itu semakin membesar.
Menghempaskan segalanya ketika di dekat pusarannya, tetapi kenapa angin kencang itu kembali menyebar seperti badai di tengah padang pasir. Tanah hasil dari pertarungan ahli beladiri juga mengangkat dan menyatu dengan badai, sehingga sangat sulit melihat jalannya pertempuran di dalam arena.
Walaupun pandangan semakin memudar, dia ( Benedis ) berusaha memulihkan tenaganya dengan segenap kekuatan yang dimiliki nya, mengangkat tombaknya kearah langit sambil membaca mantranya.
• [ Spear Ability → Aura Spear ] •
< Skill Aktived >
Dia menggunakan aura tombak untuk mengetahui posisi musuhnya dan ingin melemparkan tombaknya itu kearah Barisse dalam sekali serangan seperti layaknya perjudian, jika gagal maka dia akan kalah dan sebaliknya.
Tetapi bagi Barisse itu semua percuma karena dibalik badai besar yang menutupi pandangan nya tersimpan satu kekuatan lagi, kekuatan itu melainkan sekumpulan pedang suci yang siap menyerang musuh dari tuannya.
Area Membunuh ' Seribu pedang ' dan berkolaborasi dengan Roh angin menjadikan Skill ini tergolong mematikan, tidak banyak orang bisa menguasainya. Mungkin bisa dihitung karena sedikitnya orang yang mewarisinya.
Mendapat anugrah dari Roh angin merupakan suatu usaha dan keberuntungan bagi seorang jenius seperti Barisse, dia berusaha mati-matian untuk menjadi lebih kuat agar bisa memenuhi tujuannya.
Kedua ahli beladiri yang sedang bertarung hanya bisa mengandalkan naluri mereka karena pandangannya tertutup oleh badai, detik terakhir berdetak di jantung Mozali menandakan berakhir nya kemampuan tak terkalahkannya.
Goliat bersembunyi di balik badai mengeluarkan sesuatu aura mengerikan setelah kekuatan Mozali menurun hingga ke titik hampir seperti manusia tak memiliki kekuatan. Dia tertawa sangat keras saat memukul lawannya ke udara dan memukulnya lagi ke bawah.
Mozali terguling memuntahkan darah karena beberapa tulangnya patah, dia hanya bisa melihat di balik badai sesosok Goliat menertawakan dirinya. Layaknya seperti kesombongan akan mengalahkan dirinya sendiri, itu yang dipikirkannya.
Bukan anak dari selir Raja, melainkan Anak dari seorang Ratu. Itu yang dipikirkannya saat melihat ancaman di depannya.
Barisse mengangkat satu tangan kearah Benedis, sehingga pedang-pedang di belakangnya terbang kearah musuhnya dan mulai menghantam perisai milik Benedis.
Pedang sang sudah jatuh karena berbenturan dengan perisai menghilang, tetapi yang terlihat bukan begitu.
Pedang itu muncul kembali di sekitaran Barisse, melakukan tugas yang sama seperti sebelumnya sampai tuannya mengatakan ' Berhenti '.
Pertahanan Benedis semakin menurun karena banyaknya benturan dari pedang, nafasnya mulai terengah-engah. Dia berdiri dengan lututnya sambil mempertahankan perisai milik nya.
" Benedis Menyerah lah, maka nyawamu akan terselamatkan ! "
Kata-kata itu keluar dari mulut Barisse yang sedang mendesak Benedis, Dia memperingati lawannya agar segera ' Menyerah '. Sementara Benedis berjuang mati-matian sampai kehabisan tenaga.
Itu Semua Sudah Menjamin Bahwa Pangeran Kelima Akan Memenangkan Pertarungan Di Ronde Pertama...
...-...
...[ Gea Benedis Aztec ]...
...• Usia: 20 tahun...
__ADS_1
...• Kelamin: pria...
...• Ras: manusia...
...• Tittle: Pangeran Ketiga...
...• Status: Ketakutan, Amarah, Kelelahan...
...• Job : Lancer...
...→ Level: 641...
.
• Catatan Khusus
...Anak kedua dari Selir Liness Baret yang menjabat jadi Ratu saat ini, Benedis menjadi pengganti jika ' Gea Carlos Aztec ' kalah dari pertempuran Perebutan Tahta kerajaan. Memiliki berbagai kemampuan hebat yang di ajarkan langsung dari master Tombak , dia dan kakaknya juga sangat membenci Pangeran Keempat karena kedengkiannya....
.
...• Keunggulan...
...→Strength Body...
...→Unique Skill ( Flying Dragon Flash )...
...→ Spear speed...
...→ Spear martial arts...
...→ Aura Spear...
...-...
...To Be Continue......
...×××××××××××××××...
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=