King Of Disaster

King Of Disaster
King Of Disaster | Dunia Mimpi | Drought


__ADS_3

Arc I. Eastern Kingdom.


...Kekeringan...


...Chapter 59 : Perasaan Buruk....


...-...


...––––––––––––––––––––...


...Zero...


...[ Devil's Servant ]...


Race : Supreme Demon


Level : Unknown


Job : Black Primodial, The Ruler Dark Of Ragnarok.


Residence : Vine Forest


Alignment : Extreme Evil


Racial Level :


...Supreme Demon Lvl 87....


...ArchDuke Demon Lvl 77....


...Arch Demon Lvl 67....


...Demon Lvl 89....


...Primodial Lvl 97....


...Other...


Job Level :


...Ruler Of Death Lvl 77...


...Master Assassin Lvl 90...


...Chaos Lvl 69...


...WarLock Lvl 45...


...Pyrokinesis Lvl 87...


...Other...


Skill :

__ADS_1


...Instans Death Magic...


...Greater Break Magic...


...True Dark...


...Black Hole...


...Other...


Special Note :


...Leluhur iblis hitam yang hilang setelah beberapa tahun saat perang Ragnarok, Pendiri dari Raja Iblis Kehitaman, mendapat julukan God Slayer saat perang ragnarok, Dapat meramal masa depan serta takdirnya sendiri....


...––––––––––––––––––––...


...-...


Bertempat di perbatasan kerajaan Estelize dan Kerajaan Aztec dekat kota Kumuh, Vine Forest. Di sisi luar sebelah selatan hutan terdapat Desa Hause, dengan populasi 170 orang yang terbagi 34 keluarga.


Sangat mungkin desa kecil di huni hanya beberapa keluarga saja, mayoritas penduduk desa sehari-harinya tidak lepas dari hutan dan ladang mereka. Hampir tak ada pengunjung kecuali Juru tulis yang sedang mengamati sekitaran hutan dan petugas pengumpulan pajak yang datang sekali setahun.


Vine Forest, Hanya sebagian mengalami krisis kekeringan pada area Utara khusus nya di daerah Desa Kumuh. Sementara Desa Hause sedikit terkena dampaknya, tapi dengan itu mereka memanfaatkan sisi hutan dengan baik karena suatu keberkahan bagi Desa mereka tidak mengalami seperti Desa di sisi Utara Hutan.


Para Penduduk sibuk sejak mereka bangun pagi harinya, mereka bekerja dari terbit hingga tenggelamnya Matahari. Begitulah kehidupan mereka.


" Tolong Ambilkan Air di sumur, Ernie ! "


" Baik Bu.... "


Ernie Sharieta bertugas setiap harinya pergi ke sumur terdekat dan mengambil Air untuk keperluannya. Mengambil Air di pagi hari adalah pekerjaan seorang Gadis dan ketika tangki Air di dalam rumahnya sudah penuh, maka tugasnya sudah selesai.


Bersamaan dengan itu, Ibunya akan mempersiapkan sarapan dan bersama-sama menikmati Sarapan Paginya. Sarapan mereka sangat lah sederhana seperti suasana pedesaan lainnya, Gandum ditanak atau di buat bubur dari hasil ladang mereka dan kayu bakar yang dikumpulkan dari hutan sangat penting untuk kebutuhan mereka.


Di pusat Desa, ketika Lonceng berbunyi di sore hari. Semuanya akan beristirahat di alun-alun kota untuk makan bersama, saat siang hari sarapan mereka terdiri dari Roti bersama dengan sup daging yang di potong-potong.


Setelah makan siang, mereka kembali melanjutkan pekerjaannya di ladang dan ketika matahari sudah terbenam semuanya akan kembali ke rumah masing-masing untuk makan malam.


Makan malam juga sangat sederhana, hanya terdiri dari Roti ditemani Sup Kacang. Jika pemburu Desa berhasil mendapatkan Hasil Buruan mereka, Maka mungkin sarapan akan ada hidangan dagingnya juga.


Setelah makan malam, Semua akan menggunakan Cahaya dari Dapur dan menghabiskan malam bersama keluarga mereka. Ada yang menyibukkan diri dengan menyulam pakaian, mengobrol serta para ibu mengajarkan anak-anaknya membaca tulisan.


Cahaya akan dimatikan saat waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, melepas segala Aktivitas semalaman dan mereka tidur dengan selimut yang membentang menutupi tubuh mereka.


Ernie Sharieta dilahirkan 17 tahun yang lalu, dan hingga hari ini dia tidak pernah meninggalkan desa. Dia juga penasaran, apakah hari-harinya akan tetap sama? seperti hari yang lain.


Ernie bangun tidur dan pergi ke sumur untuk menimba air. Biasanya hanya butuh 3 kali perjalanan bolak-balik ke sumur dan rumahnya untuk memenuhi tangki air besar.


Meskipun Timba Air terasa berat, Ernie dengan mudah mengangkat nya. Jika timba itu penuh hingga pinggirannya, dia hanya perlu sedikit berjalan bolak-balik, yang mana membuat pekerjaannya lebih cepat.


Seharusnya timba tersebut tidak terlalu berat, sambil berpikir demikian. Ernie mulai kembali ke rumah. Di perjalanan nya, dia mendengar suara dan saat menoleh kearah datangnya suara tersebut hatinya mulai terasa tegang dan takut.


Suara yang didengarnya adalah suara puluhan gagak terbang di balik pepohonan besar, Diikuti dengan " Sebuah Teriakan... ? " Ernie pun merasa Gemetar. Dia tidak ingin mempercayainya, itu pasti hanya halusinasi dan bukan suara Teriakan seseorang.

__ADS_1


Banyak pikiran menakutkan muncul di otaknya. Mengingat suara tadi seperti teriakan manusia, dia bergegas meninggalkan hutan dan menuju rumahnya. Karena merasa terganggu saat berlari, dia membuang timba air itu agar bisa lebih cepat sampai ke rumah.


Suara itu muncul lagi, jantung Ernie semakin berdebar. Itu pasti suara teriakan manusia, tidak salah lagi. Dia kembali memikirkan tentang suara didengar nya, dan terus berlari sekuat tenaganya.


Tidak terbayangkan dia bisa berlari secepat ini, dia berlari dan terjatuh karena tersangkut kakinya sendiri. Asap bersama udara hangat mulai sedikit terlihat di celah pepohonan, suara teriakan mulai terdengar lagi di telinga Ernie.


" Ap-Apa yang sebenarnya terjadi Di desa ? " Dia berusaha untuk bangkit walaupun lututnya terluka akibat terjatuh tadi. Perlahan dia berjalan menggunakan sebatang kayu menuju ke desanya, Hutan mulai menunjukkan tanda-tanda mengering begitu juga tanahnya menjadi Tandus serta mengering.


Rasa takut tergambar ketika dia melihat keanehan beberapa burung gagak beterbangan menjauhi hutan yang tandus, tapi demi keluarganya dia rela melawan rasa takut agar bisa melihat keadaan mereka di rumah.


Terpikir olehnya untuk berhenti, namun buru-buru dia menggigit bibir bawahnya dan melanjutkan tujuannya. Jarak yang dekat untuk mengangkut Air sekarang serasa menjauh, Angin membawa suara teriakan dan jeritan di telinganya.


Akhirnya, pemandangan rumahnya tampak di depan mata.


" Ayah ! Ibu ! Algi ! " Sambil berteriak memanggil keluarganya, Ernie menelusuri semua ruangan. Tapi saat dia membuka pintu kamarnya, dia terdiam dengan wajah penuh ketakutan. Tubuhnya gemetar diikuti jantungnya serasa ingin lepas karena tidak sanggup menerima kenyataan.


Dia melihat keluarganya mati mengering memegang leher mereka, dia menangis menjerit meratapi keluarga nya yang mati seperti semua tubuh mereka mengalami kekeringan saat di hutan lalu.


Suara teriakan mulai terdengar lagi dan lagi hingga dia memutuskan pergi meninggalkan keluarganya untuk melihat kejadian sebenarnya, dia terus berjalan perlahan menggunakan sebatang kayu di tangannya mencari asal dari suara teriakan di dengarnya.


Tapi semua terlambat saat dia telah sampai di asal suaranya, kedua orang di sana sudah lebih dulu mengering tanpa sebab. Dia terus mencari seseorang yang masih hidup di desanya, sekian lama mencari tidak membuahkan hasil.


Hingga dia bertemu dengan sosok penyebab dari kematian Warga Desanya. Ketika ingin masuk kedalam hutan, dia dihadang oleh Mahkluk menyerupai manusia tapi lebih mirip seperti burung.


Aura hitam pekat disertakan rambut menyala api yang bisa membuat perasaan takut, Ernie terkejut membuang tongkatnya dan terjatuh ke belakang. Dia perlahan menyeret tubuhnya kebelakang sementara masih melihat makhluk mengerikan di depannya.


Aku tidak tahu apa sebenarnya terjadi. Ini mungkin akan menjadi sebuah akhir untuk ku... Aku tidak bisa membalas kematian Warga Desa dan keluarga ku, tapi jika aku hidup...


Baik itu siapapun menolong ku Dewa ataupun Iblis, Aku akan mematuhi semua perintah mereka karena sudah membalas kematian Keluarga ku.


" Ku Mohon Siapa Saja... Tolong Selamatkan Aku... !!! "


Dia merelakan hidupnya untuk membalaskan dendam keluarga nya, meminta pertolongan siapa saja agar nyawa dia terselamatkan.


Hingga Seseorang muncul di belakangnya dengan keadaan lebih menakutkan, dia seorang laki-laki bermata hitam dan berbaju pelayan bangsawan sedang tertawa melihat keadaan di depannya.


" Khuhuhu... Aku akan mengabulkan permohonan mu, Manusia ! Jadilah Domba kecil yang akan selalu mematuhi perintah dari Masterku... Itu adalah Syaratnya...! "


...To Be Continue......


......×××××××××××××××......


...-...


...-...


...-...


...-...


...-...


...-...

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2