King Of Disaster

King Of Disaster
Chapter 64 : Tiga Pintu Berwarna


__ADS_3

...CHAPTER 64...


...Arc II. Dataran Iblis....


...' Tiga Pintu Berwarna '...


...-...


.


.


.


.


Lautan Tanpa Dasar yang gelap, sebenarnya itu bukanlah Lautan melainkan Kegelapan berkumpul dan membentuk seperti Lautan. Ketika Mati, Raizel di tempatkan yang tidak di ketahui nya samasekali tapi menurutnya itu adalah Dunia penuntun ke jalan Akhirat.


Dia tenggelam di dalam Lautan Kegelapan, tapi anehnya dia merasakan merinding saat kedatangan Dewi yang di kiranya Hantu. Dia juga bisa bernafas meski sedang tenggelam di dalam lautan, pasrah akan keadaannya diapun berpikir untuk mencari arti dari kehidupan keduanya di dunia lain.


Tidak ada hal menyenangkan ketika kehidupan keduanya di dunia lain, melainkan rasa sakit akan kehilangan serta penghianatan terjadi padanya. Kemudian dalam suatu keheningan, Dewi memberi tahukan bahwa ada sesuatu yang salah terhadap pelayanan membunuh majikannya.


Raizel sebenarnya tidak lagi peduli tentang masalah itu, dia menganggap kematiannya di sebabkan karena dia Lemah sampai tidak menyadari perbuatan dari Pelayannya. Tetapi jika dia lebih kuat, maka semua akan terselamatkan termasuk Ibunya yang telah Meninggal.


Benar sekali, hanya ketika lebih kuat dari siapapun kehidupan akan terjamin. Tetapi masih terdapat celah bagi orang kuat ketika sudah menyayangi sesuatu, maka sudah di pastikan untuk tidak memperdulikan semua yang ada di sekitar kecuali dikehendaki saja.


Raizel juga melupakan tentang suara saat kematiannya di pesawat, suaranya merujuk ke sesuatu hal lain tapi mengandung sebuah arti yang besar untuk dia.


Hanya mengingatkan saja, suara itu berisikan.


[ Kau harus mengingat siapa dirimu yang sebenarnya! Dengan kematian mu itu, Tunjukkanlah takdirmu sendiri! Jadi lah seseorang yang melampaui takdir mu sendiri! Walaupun kau di bangkitkan ke dunia yang berbeda, Alam yang berbeda, zaman yang berbeda, tetapi kau tetap lah sama dan semua kehidupan yang kau jalani itu akan terhubung selamanya... ]


Tidak diketahui asal dari suara tersebut, tetapi itu sebenarnya adalah kunci untuk bisa menjadi lebih kuat. ketika hanya harus mengingat siapa dirimu sebenarnya saja ?


" Dan menurut ku, Kunci tersebut mungkin berhubungan dengan Pintu-Pintu ini "


Raizel membuka pintu yang ada di dasar kegelapan satu-persatu, Kenangan dari masa lalunya mengalir di dalam otaknya ketika berjalan memasuki pintu. Walaupun terasa berat mengingat semua kenangan semasa hidupnya, dia terus melangkah maju dan tetap membuka semua pintu di sana.


Sudah berapa lama yang di habiskan untuk membuka semua pintu, mungkin masih lama karena pintu-pintu itu sangat banyak. Hingga saat ini dia berada di 500 an pintu dan belum menemukan akhirnya, sampai dia mengeluhkannya tentang pintu yang tiada habis-habisnya.

__ADS_1


" Seseorang... Tolong lah... Aku sudah lelah. Apakah disini tidak ada Air Minum ? Aku haus ! "


Di mana Sistem, kenapa dia tidak menjawab panggilan ku ? Dan kemana perginya Sang Dewi, Bukankah dia bilang mau membangkitkan ku ?


Raizel mulai lelah dengan keadaannya, tubuhnya mulai kehabisan Nafas dan sesekali dia duduk untuk beristirahat. Kemudian dia melanjutkan nya lagi, hingga berlari mendorong semua pintu yang ada di depannya.


Lalu saat dia berada di pintu ke 999 lebih tepatnya ketika ingin membuka pintu selanjutnya, terdapat 3 pintu dengan warna berbeda dan terdapat tulisan di atasnya yang mengatakan isi dari pintu tersebut.


Tiga warna Pintu yaitu Hitam, Merah dan Biru.


Di katakan dalam Ukiran di atas pintunya bahwa semuanya merujuk pada suatu perbuatan semasa hidup tentang hal yang di kerjakannya. Apakah itu jalan Kejahatan, Menjadi orang biasa saja atau Pembela kebenaran yang suka menolong.


Pintu hitam berarti kejahatan, Pintu Merah Orang Biasa dan Pintu Biru untuk kebaikan.


" Tentu saja Aku masuk di Pintu warna Biru... "


Wajah Raizel menunjukkan kebahagiaan, dia berpikir bahwa ketiga pintu adalah sebuah pertanyaan. Dia dengan bangganya berjalan menuju pintu Bewarna Biru, tapi pintunya terkunci saat dia mencoba membukanya.


Ke-Kenapa tidak bisa di buka ? Aku ini orang baik-baik yang Rajin menabung dan suka menolong.


" Apakah pintu ini Rusak atau memerlukan Kunci untuk membukanya ? "


Raizel mencoba membuka pintu kedua Yaitu Pintu Bewarna Merah, dengan sedikit rasa kekhawatiran di wajahnya hingga dia mulai berkeringat Dingin ketika ingin membuka pintu kedua.


Tentunya sama seperti sebelumnya, dia terus mencoba membukanya tetapi tetap saja terkunci. Dan terpaksa karena Depresi, dia akhirnya pun bertindak kasar dengan membuka pintunya secara paksa alias mendobrak nya.


" Kenapa ini juga tidak bisa terbuka ? Apakah ada yang salah dengan ku ? "


Raizel mulai cemas, sesekali dia melirik Pintu Bewarna Hitam dan melanjutkan kembali aksinya di pintu bewarna Biru. Namun tetap saja usaha yang dia lakukanlah semuanya sia-sia, dia kembali duduk memperhatikan sekeliling nya berpikir akan ada cara lain agar tidak masuk ke Pintu pertama atau Hitam.


Tidak ada cara lain selain memasukinya, mungkin juga pintu warna Hitam itu terkunci.


" Hahahah.... "


Raizel mencoba berdiri dari tempatnya dan bersiap-siap ingin membuka Pintu bewarna Hitam, wajahnya terlihat senang tapi dihatinya penuh rasa kekhawatiran.


Dia merasa " Itu tidak mungkin terjadi ? " ketika kedua pintu terkunci selain Pintu bewarna Hitam, hanya bermodal keberanian yang terpaksa karena tidak ingin selamanya di dalam kegelapan.


Tubuh Raizel bergemetar diikuti keringatnya menetes dari wajahnya, dia mulai terbayang di balik pintu bewarna hitam adalah Neraka. Hingga menciptakan keraguan ketika dia memegang Gagang pintu dan sesekali dia menelan ludahnya sendiri ketika ingin mendorong pintunya.

__ADS_1


Walaupun sudah memohon agar tidak masuk ke pintu bewarna Hitam, namun takdir sudah berkehendak. Pintu itu terbuka ketika dia mendorongnya, tapi setelah itu masih terdapat kegelapan yang menyelimuti area di depan nya.


Merasa sedikit legah dari hasil yang diharapkan, dia berjalan lurus tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan ataupun kebelakang. Dalam kegelapan, dia tidak sengaja menabrak sesuatu hingga itu berbunyi seperti suara bergesekan antara besi.


" Apa ini ? Tunggu... Bukankah ini adalah Rantai ? "


Benda itu sebenarnya memang Rantai tapi berhubung gelap, dia tidak bisa melihatnya. Ukuran Rantai cukup besar saat dia menggenggam nya dengan satu tangan, dan ketika dia menariknya semua Rantai mengeluarkan Suara yang terhubung di sekeliling nya.


Berpikir akan sesuatu, dia mencoba mengabaikan nya. Tetapi tempat itu benar-benar sangat gelap, walaupun sudah dihindari tetap saja menabrak nya. Kemudian agar tidak terjadi lagi, dia merangkak lalu tiarap seperti latihan militer.


Usaha di lakukan nya masih gagal, semua rantai menutupi area di depannya. Yang dia lakukan sekarang adalah memutari rantai sampai dimana ada jalan untuk terus ke depan, hingga ada terdapat celah di antara Rantai-Ratai itu lalu memasukinya.


Dia berjalan tanpa arah dan tujuan sampai dia menemukan Cahaya di depannya, Cahaya tegak lurus melingkar. Namun tidak terlihat dari mana datangnya cahaya itu berasal, di dalam cahaya terdapat seseorang duduk di kursi dengan tangan serta kaki di rantai.


Wajahnya tidak di ketahui karena dia menundukkan kepalanya kebawah, tapi kenapa membawa perasaan tidak asing kepada nya walaupun baru melihat dia untuk pertama kalinya.


...-...


...-...


...-...


...Bersambung......


......×××××××××××××××......


...-...


...-...


...-...


...-...


...-...


...-...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2