
Terlihat Aura Merah Terang Di Tengah Peperangan Yang Sedang Terjadi Saat Ini, Pancaran Tersebut Berasal Dari Tuhan. Ia Menggunakan Sihir Terlarang Yang Dimana Ia Akan Mendapatkan Kekuatan Yang Kuat, Tapi Sebagai Gantinya Usianya Akan Menghilang Secara Perlahan-lahan. Ia Mengubah Energi Kehidupan Menjadi Energi Sihirnya Itu, Maka Karena Itulah Sihir Tersebut Dinamakan Sihir Terlarang.
"Usianya Terus Berkurang." Ucap Gilgamesh
"Itulah Sihir Terlarang nya." Balas Syiwa
Mereka Berdua Menyaksikannya Dari Kejauhan Diatas Udara,
Sementara Pandangan Yang Lain Juga Langsung Berubah. Mereka Semua Yang Tadinya Menonton Gilgamesh Dan Syiwa Sekarang Berubah Menjadi Kearah Tuhan Alkitab Dan Trihexa
Dan Tentu Saja Banyak Diantara Mereka Yang Terkejut Saat Mendengar Dari Gilgamesh Kalo Usianya Terus Berkurang Seiring Waktu Berjalan, Syiwa Juga Bilang Itu Sihir Terlarang.
"Sungguh Hal Yang Tidak Bisa Di Duga Ya." Ucap Azazel
"Sudah Seharusnya Ia Melakukan Itu, Ia Sudah Mencoba Segala Cara Tadinya Tapi Tidak Ada Yang Berhasil, Jadi Hanya
Sihir Terlarang Tersebut Satu-satunya Cara Untuk Mengalahkan Kaisar Binatang Kiamat Atau Apocalypse Beast
Tersebut, Keterkejutan Juga Tampak Terukir Diwajah Trihexa.
Disaat Yang Bersamaan, Dua Naga Surgawi Yang Sedang Bentrok Menuju Kearah Tuhan Alkitab, Tuhan Langsung Mencengkram Dua Naga Surgawi Tersebut Sampai Tidak Bisa Bergerak Sama Sekali, Setelah Mencengkramnya, Tuhan Membuka Celah Dimensi, Tapi Dimensi Tersebut Berbeda Dengan Celah Dimensi Yang Biasanya, Dimensinya Warna Biru.
"Kalian Terlalu Banyak Mengacau, Bersyukurlah Karena Kalian Tidak Kubunuh. Kubuat Kalian Berdua Menjadi Sacred Gear, Boosted Gear Dan Divine Dividing, Itulah Nama Kalian."
Ucap Tuhan Kepada Ddraig Yang Sudah Menjadi Gauntlet Dan Albion Tang Sudah Menjadi Dua Sayap Biru Cerah, Mereka Dimasukkan Kedalam Gelembung Sacred Gear. Seperti Halnya Gate Of Babylon Sebelum Dimiliki Oleh Gilgamesh, Setelah Memasukkannya Kedalam Gelembung Sacred Gear.
Tuhan Kemudian Menggerakkan Gelembung Tersebut Menggunakan Kemampuan Telekinesis Nya Dan Kemudian Melemparkan Dua Gelembung Tersebut Kedalam Dimensi Itu.
"Aku Melempar Kalian Ke [Dimensi Takdir], Dan Takdir Akan Menentukan Pemilik Kalian Dimasa Depan." Lanjut Tuhan
Kemudian Ia Menutup [Dimensi Takdir] Nya Tersebut, Lalu Ia Menatap Kembali Kearah Musuhnya Yang Ada Dibelakang. Trihexa Tidak Berbuat Menyerang Dari Belakang Tadinya Karena Menurutnya Itu Hal Menyebalkan Untuk Dilakukan,
Mana Mungkin Makhluk Setingkatnya Berbuat Hal Seperti Itu.
Kemudian Tuhan Membesarkan Tubuhnya Dengan Kekuatan
Nya, Tubuhnya Tumbuh Dengan Cepat Dan Sekrang Tubuhnya
Sudah Setinggi Great Red, Sedikit Lebih Kecil Dari Trihexa, Michael Dan Para Seraph Agung Lainnya Tidak Bisa Berbuat Apa-apa Saat Ini, Tuan Mereka Menggunakan Sihir Terlarang Yang Akan Menguras Usia Kehidupan Penggunaannya. Mereka Tidak Berani Menyuruh Tuannya Berhenti, Tuhan Hanya Tersenyum Saat Tahu Rasa Khawatir Mereka Terhadap Dirinya
Energinya Yang Juga Ikut Membesar Dengan Tubuh Tuhan Dan Membuat Hutan Di Sekitaran Daerah Ini Hangus Terbakar.
Gunung Juga Sangat Kecil Dibandingkan Dirinya Dan Trihexa,
Tuhan Yang Tidak Mau Membuang-buang Waktunya Lagi Langsung Menyerang Trihexa Dengan Pukulan Kanannya Itu.
Trihexa Terhempas Jauh Keatas Langit, Tuhan Kemudian Membuat Kuda-kuda Karena Ingin Menggunakan Sihirnya Itu
"[The Ten Thousand Of Heavenly Dragons]" Muncul Api Biru Yang Mengelilingi Kedua Tangan Tuhan Alkitab, Kemudian Ia Mengangkat Kedua Tangannya Kebelakang Dan Meninju Udara Secara Bersamaan, Dan Kemudian Empat Naga Muncul Dari Kedua Tangannya, Naga Tersebut Berwarna Merah Dan Biru, Kedua Naga Tersebut Kemudian Menuju Kearah Trihexa.
(Translate : "The Ten Thousand Of Heavenly Dragons" Yang Berarti Adalah "Sepuluh Ribu Naga Langit")
Naga Biru Dan Merah Tersebut Kemudian Menghantam 666 Dengan Telak, Kemudian Tuhan Muncul Disampingnya, Ia Langsung Memukul Trihexa Dengan Energi Biru Yang Masih Ada Di Kedua Tangannya, Api Biru Tersebut Membakar Trihexa Dan Bisa Dilihat Juga, Regenarsinya Cukup Melambat Dibanding Yang Tadi, Serangan Tersebut Mempan, Tuhan Kemudian Langsung Melancarkan Ratusan Serangan Fisiknya.
Dan Pukulan Terakhirnya Sangat Kuat Sampai Membuat 666 Terpental Jauh Ke Langit Dan Mencapai Luar Angkasa, Tuhan Langsung Terbang Tanpa Menggunakan Sayapnya, Kecepatannya Luar Biasa, Mungkin Ia Lebih Cepat Dari Suara. Atau Bahkan Kecepatan Cahaya, Tuhan Kemudian Menghajar Trihexa Dengan Fisik Dan Sihirnya Ribuan Kali Di Luar Sana. Bahkan Ia Mementalkan 666 Sampai Ke Planet-planet Yang Ada Disana, Kebanyakan Orang Tidak Bisa Melihat Pertarungan Tersebut Karena Berada Di Luar Jangkauan Penglihatan Mereka, Tapi Hal Tersebut Tidak Ada Apa-apanya Dengan Ophis, Syiwa Atau Reinhard, Mereka Bisa Dngan Jelas Melihat Pertarungan Tersebut Walaupun Di Luar Angkasa.
"Uah~ Lebih Baik Aku Kembali." Syiwa Menguap Karena Merasa Ngantuk, Ia Kemudian Menoleh Kearah Gilgamesh.
"Sayang Sekali Ya, Pertarungan Kita Cukup Sampai Sini, Aku Harus Pergi Dulu." Lanjut Syiwa Sambil Menghilangkan Trihexa Yang Di Pegangnya, Reinhard Kemudian Membalas.
"Oh Ya Syiwa, Sebelum Kau Pergi, Aku Ada Sesuatu Permintaan." Ucap Gilgamesh
"Hmm Permintaan? Baiklah Hal Apa Itu?" Syiwa Bertanya
"Bisakah Kau Membunuhku Sekarang?" Gilgamesh Balik Bertanya Dan Pertanyaannya Membuat Syiwa Seketika Kaget.
"Oi Apa Kau Bercanda? Membunuhmu?" Syiwa Kebingungan
"Sudah Kubilangkan, Aku Ingin Mencoba Sesuatu Hal. Saat Ini Hanya Kamu Yang Bisa Memenuhi Keinginan Kecilku Ini." Gilgamesh Menatap Kearah Pertempuran Tuhan Dan Trihexa.
"Ouh! Baiklah, Tapi Kau Sudah Yakin Kan?'' Syiwa Bertanya
"Ya." Jawab Gilgamesh Dengan Singkat
"Kalo Begitu ... " Syiwa Kemudian Melancarkan Serangan Tangannya Sampai Menembus Jantung Gilgamesh, Ia Terkejut
Reinhard Sama Sekali Tidak Menghindari Tangannya Tersebut
__ADS_1
Dhuakkkkk!! Tangannya Menembus Jantung Gilgamesh, Darah Yang Sangat Banyak Keluar Dari Tubuh Dan Mulut Gilgamesh. Kemudian Gilgamesh Jatuh Dengan Cepat Kebawah, Ia Kemudian Menghilang Entah Kemana, Jasadnya Menghilang. Semua Pemimpin Dari Ketiga Kubu Terkejut Dengan Hal Itu.
"Menghilang? Hoho Ini Akan Jadi Menarik." Gumam Syiwa
Dengan Tangan Kirinya Di Dagunya Dan Lalu Tersenyum Sinis.
Disisi Lain, Tuhan Dan Trihexa Sudah Sampai Di Suatu Tempat
Yang Hanya Di Ketahui Oleh Tuhan Seorang, Trihexa Tampak
Tergeletak Tidak Jauh Darinya, Tempat Ini Penuh Dengan Aura
Ungu Sekaligus Hijau, Danau Danau Juga Tampak Terlihat, Dan Beberapa Pohon Mati Juga Ada Disana, Disinilah Akhir Dari Dunia Bawah, Luka Trihexa Perlahan-lahan Menghilang
Namun Regenarsinya Sekarang Butuh Waktu 1 Menit Lebih, Ia Yang Tadinya Hanya Membutuhkan 1-5 Detik Untuk Pulih Sekarang Sudah Sangat Berbeda, Itu Karena Energi Merah Yang Mengelilingi Tuhan Saat Ini, Energi Tersebut Tambah Membesar Seiring Waktu Berjalan, Tuhan Kemudian Mengangkat Kedua Tangannya Melewati Kepalanya, Lebih Tepatnya Kearah Langit, Ia Menghela Nafas Cukup Panjang.
"Fyuhh~ Hoaahhh!!! " Ia Langsung Mengubah Posisi Kedua Tangannya Kearah Trihexa, Saat Itu Juga Ribuan Tombak Cahaya Jatuh Kearah Trihexa Dan Menangcap Di tubuh Nya.
Tentu Saja Tombak Tersebut Sangat Besar Yang Membuat Keempat Tangan Trihexa Tertempel Ditanah, Dan Tidak Bisa Diangkat Akibat Tertancapnya tombak cahaya itu ditanganya.
Tuhan Kemudian Menjatuhkan Ribuan Bahkan Puluhan Ribu Tombak Cahaya Dan Menghujani Trihexa Seperti Halnya Hujan
Trihexa Sangat Kesakitan, Tapi Ia Tidak Bisa Berteriak Karena Tombak Tersebut Terus Dijatuhkan Keatasnya, Bahkan Ada
Yang Mengenai Mulutnya, Semua Bagian Tubuhnya Terkena Tombak Cahaya Super Besar Tersebut, Ini Tidak Ada Habisnya.
Bahkan Sudah Puluhan Ribu Ia Jatuhkan, Ini Tidak Ada Henti.
Kemudian Ia Menghentikan Tombaknya Karena Sudah Mencapai Angka 100 Ribuan. Ia Kemudian Mengangkat Kedua
Tangannya Kembali Kearah Langit, Apa Lagi yg Dia Keluarkan?
"Baiklah, 100.000 Tombak Penyegel Sudah Selesai, Baiklah, Mari Kita Jatuhkan Lagi." Tuhan Tampak Menyeringai Disana.
Kemudian Ia Mengubah Kedua Tangannya Menjadi Ke Trihexa
Kemudian Lingkaran Emas Muncul Disampingnya, Dari Dalam Sana Keluar Sebuah Rantai Yang Ditembakkan Spesial Peluru
Kearah Trihexa, Tembakan Rantai Tersebut Langsung Mengikat Trihexa Yang Sudah Tertanam Dengan Tombak Itu.
Ia Bangkit Kembali Dan Berdiri Dengan Susah Payah.
"Aku Sudah Mencapai Batas, TAPI BUKAN BERARTI AKU KALAH!! HOARHHH~" Ia Berteriak Dengan Sangat Keras. Rantai Emas Tersebut Langsung Keluar Sangat Banyak. Sudah Ribuan Rantai Yang Mengikat Trihexa Bersamaan Dengan Tombak Cahaya Yang Masih Tertancap Di Tubuh Trihexa, Belasan Ribu... Puluhan Ribu... Rantai Itu Tidak Ada Habisnya.
"Baiklah, Sudah Selesai. Kunamakan Ini Dengan 200.000 [Rantai Surga] Uaghh." Suaranya Perlahan Mengecil, Dan Ia Akhirnya Terduduk (Berlutut) Ditanah, Didepannya Ada 666 Yang Sama Sekali Tidak Bisa Bergerak Lagi, Ia Sudah Menyegel Semua Bagian Tubuhnya Sehingga Tidak Bisa Sembuh. Kemudian Ia Mengangkat Tangan Kirinya Kembali.
"[Earth Dimension]" Kemudian Seluruh Daerah Di Sekitarnya.
Ia Menciptakan Penghalang Dimensi Karena Nantinya Pasti Akan Ada Yang Mencoba Melepaskan Makhluk Tersebut.
"Michael." Ucap Nya Dengan Suara Yang Sangat Pelan
Kembali Ke Tempat Peperangan, Seluruh Orang Masih Berperang Disana Dengan Sihir Sihir Kuat Milik Mereka Masing-masing. Tiba-tiba Semuanya Terdiam Karena Sebuah
Suara Muncul, Suara Tersebut Terdengar Jauh Diatas Langit.
[Michael]
"Eh Ayah." Michael Terkejut Sekaligus Khawatir
"Tuan." Gabriel Disana Juga Tampak Terkejut
"Tuan." Raphael Dan Uriel Juga Tampaknya Khawatir
[Untuk Makhluk Itu Sudah Kuurus]
[Oh Ya Anak-anakku Yang Bodoh! Kuserahkan Umat Manusia Kepada Kalian, Aku Ingin Pergi]
"Ayah? Kemana... " Michael Tampak Meneteskan Air Matanya
[Yah, Intinya Aku Ingin Beristirahat]
Tiba-tiba Suara Itu Lenyap Tanpa Ada Sama Sekali, Aura Keberadaan Tuhan Juga Lenyap Disaat Yang Bersamaan. Seluruh Orang Disana Gempar Saat Merasakan Hal Tersebut,
Sedangkan Pada Seraph Agung Langsung Menangis Saat Itu.
Semua Malaikat Juga Ikut Bersedih Termasuk Beberapa Malaikat Jatuh Seperti Azazel, Tuhan Adalah Ayahnya Dulu Saat Ia Menjadi Malaikat Suci, Jadi Sudah Bukan Hal Aneh Ia
__ADS_1
Merasa Sedih Saat Tahu Tuhan Sudah Tidak Ada Lagi Didunia.
"Jadi Ia Sudah Pergi Ya." Suara Yang Sangat Dikenal Oleh Semua Orang Disini Terdengar Jauh Dari Atas Udara.
Mereka Kembali Dikejutkan Dengan Pemuda Yang Sudah Dibunuh Oleh Siwa Itu Kembali Hidup, Gilgamesh Hidup Kembali, Kenapa Bisa Hidup Kembali? Apakah Ia Punya Kemampuan Sacred Gear[Holy Grail] Yang Bisa Menghidupkan Makhluk Yang Sudah Mati Itu? Semua Orang Dibuat Bingung.
"Semua Orang Sedang Berduka Loh, Seharusnya Kamu Jangan Membuat Keterkejutan Lagi." Ucap Syiwa Ke Gilgamesh
"Ouh! Kau Pikir Aku Peduli Dengan Itu?" Gilgamesh Bertanya
"Kesampingkan Itu, Aku Ingin Menayangkan Sesuatu, Kenapa Kamu Bisa Hidup Kembali? Apa Kamu Punya Sacred Gear Yang Bernama [Cawan Suci] Itu?" Syiwa Berbalik Bertanya
"Aku Tidak Mempunyai Cawan Itu, Sebagai Makhluk Nothingness, Sudah Seharusnya Aku Bisa Terlahir Kembali Dari Kehampaan Itu Sendiri." Gilgamesh Menjawab Syiwa
"Terlahir Dari Kehampaan Atau Ketiadaan Ya, Hal Yang Cukup Menarik. Ouh Ya! Aku Lupa, Aku Harus Kembali." Ucap Syiwa
"Memang Benar-benar Bisa Terlahir Kembali Ya, Kupikir Aku Akan Benar-benar Mati Tadinya, Dan Juga Sepertinya Proses Kelahiran Ku Sedikit Lama, Prosesnya Sekitaran 2 Menitan."
Gilgamesh Berguman Dan Mengabaikan Syiwa Yang Mau Pergi
Disaat Yang Bersamaan Sebuah Sihir Merah Kehitaman Terbang Kearah Siwa Yang Hendak Ingin Pergi Dari Sini, Itu Adalah Sihir Iblis, Dan Sihirnya Berada Di Tingkatan Tertinggi.
Siwa Mengeluarkan Sebuah Petir Berbentuk Bola Ditangan Dan Kemudian Ia Melemparkan Bola Tersebut Kearah Sihir Itu
Dan Seketika Itu Juga Langsung Berbenturan Dan Meledak.
"Siapa Itu?" Siwa Dengan Santai Melihat Kearah Bawahnya
Dan Yang Menembakkan Sihir Tadi Adalah Raja Iblis Lucifer.
Ia Tampak Bersemangat Dibawah Sana, Sepertinya Ia Sangat Ingin Bertarung Dengan Dewa Terkuat Itu, Lucifer Berbicara.
"SIWA RUDRA! BERTARUNGLAH DENGANKU." TERIAK LUCIFER
"..." Siwa Hanya Diam Menanggapi Ucapan Lucifer Itu
Dan Syiwa Langsung Terbang Melesat Dan Menghilang Dari Tempat Peperangan Tersebut, Lucifer Tampak Sangat Marah Karena Menganggapnya Seolah-olah Seperti Bukan Apa-apa..
Sedangkan Gilgamesh Hanya Melihatnya Dengan Kasihan.
"Hehuahaha, Aduh Kasihan Sekali! Kau Sama Sekali Tidak Dianggap Oleh Siwa! Hehuahaha." Gilgamesh Tertawa Disana
"Keparat Angkuh." Lucifer Mengepalkan Tangannya Dengan Keras Karena Sangat Kesal, Ia Terlihat Sangat Kesal Disana.
"Oi Reinhard, Jangan Menuangkan Minyak Tanah Kedalam Api." Yang Berkata Itu Adalah Azazel Yang Berada Dibawah.
"Ahh Maafkan Aku! Huahahaha!" Gilgamesh Masih Tertawa Sambil Mengingat Siwa Yang Mengabaikan Lucifer Tadi.
Lucifer Langsung Melepaskan Semua Aura Sihirnya, Ia Sangat Kesal Sekarang, Beraninya Dewa Dan Rival Tuhan Itu Mempermalukan Dirinya Didepan Miliaran Orang, Aura Merah
Pekat Kehitaman Dilepaskan Oleh Lucifer, Para Iblis Lainnya
Langsung Sedikit Menjauh Dari Sana, Sementara Para Maou
Yang Lain Tidak Menjauh Dan Masih Berada Disamping Lucifer.
"Tuhkan! Apinya Tambah Membesar." Ucap Shemhazai
"Lebih Baik Kita Pergi Sebelum Ikut Terlibat." Ucap Azazel
Kemudian Mereka Pergi Menjauh Karena Tidak Ingin Terlibat
Kedalam Pertarungan Antara Lucifer Dan Gilgamesh Yang Akan Terjadi Beberapa Saat Lagi, Kalo Terlibat Mereka Akan Mati.
...
...
...
...
...
• Sampai Jumpa Di Next Chapter
• Bye Bye
__ADS_1