
Pemberitahuan : Oh Ya Disini Akan Ada Banyak Adegan Yang Diubah Ya. Jadi Mungkin Tidak Akan Mirip Seperti Yang Ada Di Cerita Aslinya, Okeh Paham Ya. Kalo Begitu Selamat Membaca
Terlihat Reinhard Yang Berdiri Cukup Jauh Dari God's(Tuhan)
Ia Saat Ini Akan Memulai Pertarungan Keduanya Dngan God's.
Kemudian Reinhard Langsung Menyerang Balik Dan Melesat Dngan Kekuatan Yang Sangat Cepat. Ia Menyerang Tuhan Dngan Pukulan Tangan Kanannya Dan Membuat God's Terpental Beberapa Meter Kebelakang. God's Kemudian Menggunakan Semacam Kemampuan Telekinesis - Nya. Ia Melemparkan Beberapa Asteroid Besar Kearah Gilgamesh.
"Telekinesis Ya." Reinhard Bergumam Saat Melihat God's
Yang Memindahkan Batu Asteroid Dngan Kemampuannya.
Asteroid Yang Dilemparkan Oleh God's Mengenai Reinhard
Dngan Telak Dan Asteroid Tersebut Juga Langsung Diledakkan Menggunakan Kemampuan Telekinesis-nya God's.
"Apa-apaan? Apakah Dia Sudah Kalah?" God's Bergumam Saat Melihat Serangannya Mengenai Telak Lawannya Tersebut
"Hello *****." Suara Dari Belakang Terdengar
"Eh Sejak Kap–." Sebelum Ia Selesai Berbicara. Ia Sudah Diserang Oleh Reinhard Menggunakan Fisiknya Tersebut. Apalagi Reinhard Melapisi Tangannya Dengan Keempat Energi Dari Ketiga Ras. Yaitu Iblis, Malaikat, Malaikat Sesat Dan Dewa. Ia Juga Melapisi Tangannya Dngan Haki Buso-nya.
Serangan Itu Sangat Kuat, God's Terpental Kearah Planet Yang Paling Dicintainya. Yaitu Bumi. Ia Jatuh Layaknya Meteor Kesana. Dan Kemudian Ia Menabrak Tanah Dan Membuat Kawah Yang Cukup Besar Di tempatnya Jatuh Tersebut.
Tentu Saja Itu Membuat Semua Mahluk Terkejut Saat Melihat
God's Yang Bertarung Dengan Seseorang. Yang Bahkan Bisa Mementalkan Tuhan Sampai Seperti Itu. Kemudian God's Terkejut Saat Melihat Banyak Peluru Panjang Berwarna Merah
"Ia Menggunakan Energi Iblis Untuk Menciptakan Serangan
Beruntun Ya." God's Kemudian Berdiri Dan Mengangkat Kedua Tangannya Sampai Melewati Kepalanya. Dan Lalu Sebuah Lingkaran Sihir Super Besar Muncul Diatas Kedua Tangannya.
Itu Adalah Penghalang Yang Ia Buat Untuk Menahan Itu.
Serangan Beruntun Dari Reinhard Langsung Menghujani God's Dan Area Sekitarnya. Tapi Tidak Ada Satupun Serangan
Yang Menembus Penghalangnya Atau Mengenai Dirinya Itu.
Disaat Yang Sama, Reinhard Tiba-tiba Muncul Disampingnya.
Dan Kemudian Kembali Melemparkan Pukulan Dibagian Telinga Kanannya Dan Membuatnya Terpental Beberapa Kilo Meter Kebelakang Dan Ia Terhenti Karena Menabrak Gunung.
"Jadi Itu Bukan Seranganmu Ya, Itu Hanya Pengalihan Supaya Kau Bisa Menyerangku Dari Jarak Dekat Dengan Fisik. Hehehe
Rencana Yang Cukup Bagus." God's Terihat Senang Dngan Ini.
"Bagaimana Kalo Kita Hentikan Ini?" Reinhard Bertanya
"Apa Maksudmu? Ini Menyenangkan Tahu." God's Menjawab
Seolah-olah Dia Tidak Ingin Menghentikan Pertarungannya
"Apa Kau Tidak Bisa Menilai Situasi Saat Ini?" Tnya Reinhard
Tuhan Langsung Melihat Kesamping Dan Kekanan Untuk Membaca Situasinya. Ia Terkejut Saat Melihat Puluhan Ribu
Atau Ratusan Ribu Malaikat Jatuh Dan Iblis Ada Di Sekeliling
Nya. Dan Bersembunyi Dibalik Pegunungan Yang Cukup Besar.
"Apa-apaan? Sejak Kapan? Mereka Sudah Mengumpulkan Semua Rasnya, Sepertinya Pertarungan Kecil Ini Menyebabkan Perang Besar. Mereka Bersembunyi Dibalik Pegunungan. Dan Ingin Membuat Serangan Kejutan Nantinya.
Tapi Sayang Sekali, Penglihatan Ku Bisa Tembus Pandang."
God's Bergumam Dan Membaca Situasi Saat Ini
Disaat Yang Sama Tiba-tiba Turun Puluhan Atau Ratusan Ribu
Pasukan Dari Malaikat Dari Langit Dengan Sayap Putih Mereka. Mereka Turun Karena Tahu Ayah(Tuhan) Mereka Sedang Bertarung Dengan Seorang Pemuda Misterius. God's Kemudian Terbang Kearah Michael Dan Lain-lainnya
"Michael, Kau Sudah Membaca Situasi Ya. Pertarungan Yang Awalnya Kulakukan Untuk Kesenanganku Ini Akan Berubah
Menjadi Pertarungan Antara Ketiga Kubu." Ucap God's
"Eh Apa Maksud Anda, Ayah?" Michael Tampak Kebingungan
"Michael, Maafkan Aku, Ini Kesalahan Ku. Kita Sudah Dikepung Oleh Kedua Ras." Ucap God's Sambil Kembali Melihat Kearah Dua Pegunungan Yang Berada Dibawahnya
• Disisi Lain.
Terlihat Banyak Orang Dibalik Pegunungan. Mereka Adalah
Kubu Malaikat Jatuh Dan Disana Tampak Beberapa Orang Berpakaian Ala Jendral Perang. Mereka Adalah Pemimpin Malaikat Jatuh. Dan Yang Paling Tinggi Di sana Adalah Azazel.
"Sepertinya Ia Sudah Tahu Keberadaan Kita." Ucap Azazel
"Jadi Gimana? Seharusnya Kita Keluar Saja, Walaupun Kita Menyembunyikan Hawa Keberadaan Seperti Ini. Tapi Masih Bisa Ketahuan. Tuhan Memng Hebat Ya." Ucap Shemhazai
"Oy Shemhazai, Kenapa Malah Kagum Pada Tuhan? Dia Itu Musuh Ras Kita." Ucap Barachiel Yang Berada Disisi Azazel
Whuss....!!
Seseorang Diantara Mereka Tiba-tiba Terbang Keatas Sana.
Dan Kemudian Menyerang Para Malaikat Yang Ada Di Udara.
Ia Juga Adalah Salah Satu Pemimpin Fallen Angel, Kokabiel.
"Sialan, Si Tolol Itu." Azazel Cukup Jengkel Karena Orang Itu.
"Perusuh Itu. Azazel, Sepertinya Kita Juga Harus Keluar."
Ucap Barachiel Yang Memunculkan Kedua Sayapnya Juga.
"Sepertinya Tidak Ada Pilihan Lain." Ucap Shemhazai
__ADS_1
"Kalian Berdua, Jangan Mati Ya." Ucap Azazel
Kemudian Mereka Juga Terbang Menggunakan Sayap Mereka.
Dan Lalu Mereka Memunculkan Sihir Cahaya Nya Dan Lalu Digabungkan Menjadi Satu, Tombak Cahaya Sebesar Gunung
Tercipta Dan Kemudian Langsung Dilemparkan Kearah Para Malaikat. Para Malaikat Yang Sudah Diberitahu Oleh God's Kalo Mereka Sudah Dikepung Oleh Kedua Ras Langsung Menyerang Balik Kelompok Malaikat Jatuh Dngan Sihir Suci.
Disisi Lain Terlihat Gilgamesh Yang Sedang Berdiri Diudara.
Ia Juga Sedang Membaca Situasi Saat Ini.
"Sialan, Great War Terjadi Karena Pertarunganku Dngan Tuhan. Kedua Kubu Ingin Membuat Serangan Kejutan. Sepertinya Great War Ini Akan Memakan Banyak Korban Dari Ketiga Belah Pihak. Sial~ Aku Sudah Berperang Dihari Pertamaku Tiba Didunia Ini." Reinhard Bergumam Disana
Disaat Yang Sama Ia Melihat Sebuah Tombak Cahaya Yang Melesat Kearahnya. Tombak Itu Lumayan Besar Dan Panjang.
Kemudian Reinhard Melihat Kearah Pegunungan Yang Satunya. Ia Kemudian Melemparkan Tombaknya Kearah Gunung Tersebut. Ia Tadinya Sudah Membuat Tombak Itu Menjadi Tambah Besar Dan Langsung Dilemparkan Kesana.
Azazel Dan Lainnya Tampak Terkejut Saat Melihat Itu. Padahal Mereka Jelas Jelas Berdiri Didepannya. Tapi Pemuda Itu Malah Melemparkan Tombak Cahaya Kearah Pegunungan.
Dan Kemudian Tombak Cahaya Tersebut Mengenai Gunung Itu Dan Kemudian Menciptakan Ledakan Yang Sangat Besar.
Tombak Cahaya Itu Membuat Pegunungan Tersebut Meledak
Dan Kemudian Dari Sana Tampak Sekumpulan Iblis Kelas
Tertinggi Yang Terluka Cukup Besar. Mereka Adalah Empat
Raja Iblis Agung Saat Ini. Azazel Beserta Yang Lain Terkejut Saat Melihat Hal Tersebut, Siapa Sangka Para Iblis Juga Ada
Disini Untuk Melawan Tuhan. Sedangkan Rein Hanya Diam.
"Kalian Para Iblis Terlalu Meremehkan Kuasa Tuhan, Apa Kalian Pikir Tuhan Tidak Tahu Kalian Sembunyi Seperti Tikus
Dibawah Sana. Hahaha Dasar Sekumpulan Idiot." Ucap Rein
"Sial, Dasar Keparat." Ucap Lucifer
"Kalian Semua!! Serang!!" Perintah Leviathan Kepada Semua Pasukan Iblis Yang Masih Berada Dibalik Pegunungan Tersebut
Kemudian Ratusan Ribu Iblis Muncul Dngan Sayap Mereka. Dan Berbagai Macam Sihir Mereka Lepaskan Kepada Malaikat Jatuh Ataupun Para Malaikat Yang Dipimpin Oleh Tuhan. Dan Tentu Saja Ada Juga Yang Menyerang Kearah Reinhard.
"Great War Dimulai." Ucap Gilgamesh Dengan Pelan. Kemudian Reinhard Menciptakan Sebuah Papan Selancar
Dengan Desain Kuno. Papan Selancar Itu Melayang Didepanya
Dan Kemudian Reinhard Duduk Di atas Papan Tersebut.
Ia Kemudian Menciptakan Sebuah Gelembung Penghalang
Yang Mengelilingi Dirinya. Dan Reinhard Juga Menerbangkan
Papan Selancar Menjadi Lebih Tinggi Dan Mencapai Ke Awan.
Gumam Reinhard Sambil Melihat Perang Yang Sedang Berlangsung Dibawah Sana. Ia Melihat Azazel Yang Juga Menyuruh Semua Pasukannya Dan Memulai Perang Tersebut.
Serangan Demi Serangan Muncul Didepan Reinhard. Tapi Serangan Tersebut Langsung Lenyap Seketika Saat Mengenai Penghalang Reinhard. Itu Adalah Penghalang Tingkat Tinggi
Yang Dimana Akan Melenyapkan Sihir Apapun Yang Mengenai
Nya. Kecuali Itu Adalah Serangan Fisik. Gilga Lalu Berkata
"Aku Akan Bersantai Dulu Sebentar." Ucap Reinhard
"Lily, Kamu Mendengarku?"
Oh Ya Reinhard Disini Berbicara Dalam Batin-nya Ya.
[Ada Apa, Tuan?]
"Buka Shop, Aku Ingin Membeli Sesuatu"
• Disisi Azazel
Terlihat Azazel Yang Terbang Diudara Dan Menatap Kearah
Reinhard Yang Berada Jauh Diatasnya. Ia Melihat Reinhard
Yang Terduduk Santai Disana Seolah-olah Menganggap Perang Ketiga Kubu Seperti Ini Bukan Apa-apa Bagi Dirinya.
"Sepertinya Ia Belum Berniat Untuk Turun Kedalam Perang.
Siapa Pemuda Yang Bisa Bertarung Seimbang Dngan Tuhan Itu?Kalo Ada Waktu, Akan Kucoba Untuk Merekrutnya."
Azazel Berkata Dalam Batin-nya Dngan Senyuman Khasnya
Disisi Lain Tuhan Juga Memerintahkan Banyak Pasukannya
Untuk Turun Kedalam Perang Yang Sedang Berlangsung Ini.
Sedangkan Para Pemimpin Malaikat Masih Belum Turun. Pemimpin Malaikat Disini Ada Michael, Gabriel, Uriel Dan Raphael Termasuk Tuhan Yang Lebih Tinggi Dari Mereka
"Hmm... Apa Yang Dia Lakukan?" Azazel Bingung Saat Melihat Reinhard Yang Sedang Melakukan Sesuatu Dngan Tangannya. Ia Seolah-olah Seperti Sedang Melakukan Segel
Tangan. Dan Kemudian Energi Biru Muncul Mengelilinginya.
• Disisi Reinhard
Saat Ini Ia Sedang Melakukan Segel Tangan. Ia Sedang Mencoba Menggunakan Kemampuan Yang Baru Dibelinya Di
Shop. Itu Adalah Kemampuan Yang Berasal Dari Dnia Naruto.
(Note : Buat Yang Bingung Apa Itu Segel Tangan. Nah Didunia Naruto Kan Ada Tuh Ninja Yang Menggunakan Jurusnya. Nah Sebelum Mereka Menggunakan Jurusnya. Mereka Terlebih Dulu Melakukan Semacam Gerakan Pada Tangan Mereka. Nah Itu Namanya "Segel Tangan". Kurang Lebih Kalian Paham Ya)
"[Tengai Shinsei]" Reinhard Berkata Dngan Cukup Keras.
__ADS_1
[Jurus "Tengai Shinsei" Digunakan]
Kita Balik lagi Kesisi Para Iblis, Malaikat Dan Lain-lainnya.
Mereka Saat Sedang Sibuk Berperang Dngan Para Musuhnya.
Kemudian Mereka Berhenti Karena Langit Menjadi Tambah Gelap. Ini Adalah Kejadian Yang Lumayan Aneh Menurutnya.
Kemudian Sinar Terang Dari Langit Menerangi Tempat Mereka
. Itu Adalah Sinar Yang Lumayan Terang Bagi Semua Orang
Yang Melihat Disana. Kemudian Mereka Dikejutkan Karena Sebuah Batu Besar Sedang Jatuh Kearah Tempat Mereka. Itu Adalah Meteor Super Besar Yang Dijatuhkan Oleh Reinhard
"Sialan, Apa-apaan Monster Itu?" Azazel Terkejut
Semua Orang Berhenti Berperang Dan Melihat Kearah Langit.
Mereka Semua Terdiam Ditempatnya Saat Melihat Hal Tersebut. Disisi Lain Tuhan Memindahkan Semua Pasukannya
Kebelakangnya Supaya Tidak Terkena Dampak Serangan Itu.
Dngan Cepat Meteor Tersebut Jatuh Kearah Mereka. Kedua Pemimpin Kubu Kemudian Memerintahkan Para Pasukan Untuk Segera Mundur Untuk Menghindari Dampak Dari Ini.
Tapi Itu Sudah Terlambat, Walaupun Mereka Mundur. Tapi Meteor Ini Tetap Akan Menghancurkan Mereka Semua.
Karena Tidak Bisa Mundur Lagi, Para Pemimpin Dari Kedua Kubu Memutuskan Untuk Menghancurkan Saja Meteor Itu.
Keempat Raja Iblis Agung Kemudian Memunculkan Lingkaran
Sihir Didepan Mereka. Mereka Berempat Berniat Untuk Menembakkan Sihir Kelas Tinggi Kearah Meteor Tersebut.
Sedangkan Para Pemimpin Malaikat Sesat Juga Begitu. Mereka Memunculkan Tombak Cahaya Ditangan Mereka. Dan Tombak Itu Dngan Cepat Menjadi Besar Dan Tambah Besar.
Kemudian Mereka Kedelapan Melepaskan Sihir Mereka Secara Bersamaan Kearah Meteor Yang Masih Jatuh Tersebut
Serangan Mereka Semua Menghancurkan Habis Meteor Itu Tanpa Ada Sisa Sedikit Pun. Puing-puing Kecil Dari Meteor
Jatuh Kebawah. Serangan Yang Mereka Lepaskan Tadi Masih Melesat Tanpa Henti Sampai Keluar Angkasa Dan Masih Terus
Terbang Entah Kemana Itu. Intinya Itu Sudah Diluar Angkasa.
"4 Raja Iblis Agung Dan 4 Pemimpin Malaikat Jatuh Memang Hebat. Apalagi Raja Iblis Lucifer. Menurutku Ia Bahkan Belum Mengeluarkan Tiga Puluh Persen Kekuatannya Itu. Baiklah Mari Kita Jatuhkan Beberapa Lagi." Gumam Rein Tersenyum
Para Pasukan Iblis Dan Fallen Angel Tampak Lega Karena Atasan Mereka Turun Tangan Dalam Menghancurkan Meteor
Tersebut. Mereka Berniat Untuk Segera Melanjutkan Peperangannya Kembali, Tapi Mereka Kembali Dikejutkan Dngan Meteor Dan Kali Lebih Lebih Besar Dibanding Yang Tadi.
"Sial, Apa-apaan?? Ini 5 Kali Lebih Besar Dibanding Tadi. Apalagi Jumlahnya Ada Lima. Menghentikan Satu Saja Sudah Melelahkan. Dan Sekarang Kita Harus Menghancurkan Lima Lagi." Ucap Azazel Yang Sedikit Mengeluh Saat Melihat Itu.
"Oy Azazel, Selagi Ada Waktu. Ayo Pergi Dulu." Ucap Barachiel
"Baiklah, Ayo" Jawab Azazel
Mereka Terbang Menjauh Dari Tempat Itu. Azazel Juga Memerintahkan Para Pasukannya Untuk Mundur Selagi Ada
Waktu. Meteor Itu Masih Lumayan Jauh Diatas Langit Jadi Seharusnya Mereka Bisa Sedikit Menjauh Dari Tempat Tersebut. Yah Walaupun Mereka Akan Tetap Terkena Dampak
Salah Satu Raja Iblis Agung Juga Menyuruh Semua Pasukan
Nya Untuk Segera Mundur Selagi Masih Ada Kesempatan. Sedangkan Mereka Juga Langsung Mundur Karena Merasa Tidak Bisa Menghentikan Meteor Yang Dijatuhkan Kali Ini.
"Heh~♪♪ Mau Kabur Ya. Sayangnya Tidak Bisa." Ucap
Reinhard Sambil Menjentikkan Jari Kanannya Tersebut
Kemudian Meteor Yang Jatuh Tersebut Tambah Cepat. Itu Karena Reinhard Menciptakan Gravitasi Yang Berat Dibagian
Bawah Meteor Supaya Jatuhnya Lebih Cepat Dibanding Tadi.
God's Yang Merasa Kalo Mereka Yang Diudara Juga Akan Terkena Dampak Dari Meteor Tersebut Kemudian Memunculkan Tiga Tombak Suci Super Besarnya Dan Lalu Ia Melemparkan Tombak Tersebut Kearah Meteor-meteor Itu.
Boom....!!!
Boom....!!!
Boom....!!!
Itu Berhasil Menghancurkan Meteor. Tapi Hanya Tiga Saja Yang Hancur. Dua Yang Tersisa Masih Jatuh Kebawah Dengan Sangat Cepat. God's Kemudian Memunculkan Semacam Lingkaran Transparan Didepannya Supaya Efek Kejut Dari Ledakan Tidak Menghempaskan Ke belakang Nantinya.
Dhuarr....
Dua Meteor Yang Tersisa Menghantam Daratan Yang Ada Disana. Dan Membuat Ledakan Yang Sangat Besar. Angin Kencang Dari Ledakan Membuat Para Malaikat Jatuh Dan Iblis Yang Ada Diudara Menjadi Terhempas Jauh Kebelakang. Ledakan Tersebut Banyak Memakan Korban Dari Kedua Belah Pihak Kecuali Malaikat Atau Pihak Tuhan. Karena Tuhan Sudah Membuat Penghalang Tadinya Dan Mereka Tidak Terkena Dampak Dari Ledakan Dua Meteor Tersebut. Para Pemimpin Iblis Ataupun Malaikat Jatuh Juga Ikut Terkenanya
...
...
...
...
• Sampai Sini Dulu Ya.
• "Kata" Nya Sudah Lebih Dari 2000. Jadi Stop Dulu Ya Guys
• Kalo Begitu Sampai Jumpa Di Next Chapter Tentunya.
• Dukung Terus Novel Ini Dengan Cara Like.
[2058]
• Bye Bye
__ADS_1