King Of King'S : Universe DxD

King Of King'S : Universe DxD
Chapter 33 : Menonton Peperangan


__ADS_3

"Kalau Begitu Kami Pergi Dulu Ya, Tuanku~♡" (Noir)


"Sana. Bersenang-senanglah." Balas Ku Dengan Santai


·


·


·


·


Kemudian Dengan Segera Mereka Berdua Masuk Kedalam. Dan Setelah Itu Aku Menutup Portal Hitam Merah Tersebut. Orang-orang Masih Terdiam Dengan Kekuatan Yang Aku Miliki.


"Okee~ Dimana Para Roh Petarung Lainnya?" (Gilgamesh)


Kemudian Aku Melihat Seorang Pria Yang Tinggi Sedang Berdiri Disana Sambil Menatapku Dengan Tatapan Yang Datar.


Disampingnya Juga Ada Seorang Yang Sepertinya Adalah Kenalan Dari Pria Tersebut, Benar, Merekalah Para Servant Lainnya. Dibelakang Mereka Juga Tampak Seorang Pria Lagi.


"Berarti Empat Perempuan Dan Tiga Laki-laki Ya." (Gilgamesh)


"Apa Kamu Yang Memanggilku Dan Kakakku?" (Pria 01)


"Sebelum Itu ... Alice Bisakah Kamu Turun?" (Gilgamesh)


"Emangnya Kenapa? Aku Lebih Nyaman Seperti Ini." (Alice)


"Dua Pasanganku Sedang Melihatmu." (Gilgamesh)


"Dua? Hoo~ Jadi Mereka Berdua Ya~ Baiklah, Aku Merasa Tidak Enak Juga Kalau Terus Bersantai Diatas Sini." (Alice)


Alice Dengan Segera Melompat Kebawah, Ia Kemudian Berjalan Kearah Sampingku, Dan Menuju Kearah Dinding Ruangan Ini, Disana Ia Kemudian Menyandarkan Tubuhnya. Aku Hanya Menghela Nafas Karena Hal Tersebut, Sheryl Juga Kemudian Ketempat Alice Karena Sepertinya Ia Dengan Alice Ingin Membicarakan Sesuatu Hal, Namun Aku Mengabaikan Mereka Berdua Dan Pandanganku Kembali Kurus Kedepan.


"Baiklah ... Benar, Aku Yang Memanggil Kalian Berdua Kesini,


Dan Hal Ini Juga Berlaku Bagi Pria Yang Ada Dibelakang Sana."


"Apa Alasanmu Memanggil Kami? Apa Kamu Membutuhkan Bantuan Sehingga Memerlukan Bantuan Kami?" Ia Bertanya


"Tunggu Yang Lain Berkumpul Maka Akan Langsung Kubilang Pada Saat Itu, Ouh Ya Kalian Berdua Bersaudara Bukan? Kau Shiro K'Landerge Dan Ini Saudaramu, Kirei K'Landerge."


"Benar, Kami Saudara Kandung." (Shiro)


"Bisakah Kau Kembalikan Kami Kedunia Kami?" (Kirei)


"Hmm ... Emangnya Kenapa?" (Gilgamesh)


"Soalnya Aku Memiliki Seorang Anak Cewek Disana." (Kirei)


"Apakah Kamu Akan Tinggal Bersamaku Kalau Semisalnya Anakmu Ada Disini?" (Gilgamesh)


"Apakah Kau Bisa Melakukan Itu? Kalau Emang Bisa Maka Aku Akan Setia Sampai Akhir Riwayatku." (Kirei)


Kemudian Aku Menjentikkan Tangan Kiriku Dan Lalu Dilantai Muncul Sebuah Lingkaran Sihir Terang ... Kemudian Seorang Anak Kecil Yang Usianya Kisaran 3-4 Tahunan Muncul Disana.


Kirei Yang Terkejut Langsung Bergegas Kearah Anak Tersebut.


Dan Ia Langsung Memeluk Anaknya Itu Dengan Sangat Erat.


"Rika ... " (Kirei)


"Otou-san..." (Anak Kirei)


"Otou-san Dimana Ini?" (Rika/Anak Kirei)


"Dunia Lain Nak." (Kirei)


"Eh ... Dunia Lain?" (Rika)


"Nanti Akan Ayah Jelaskan Secara Detail Ya." (Kirei)


"Baik, Tou-san" (Rika)

__ADS_1


Kemudian Shiro Juga Datang Kesana Untuk Menyapa Ponakannya Tersebut, Dan Kemudian Menggedongnya. Kirei Kemudian Menghadap Kepadaku Kembali Dan Ia Langsung Berlutut Didepanku, Aku Hanya Melihatnya Sambil Merokok.


"Dengan Ini Aku Akan Setia Padamu, Sampai Akhir Hayatku."


"Haa~ Baiklah, Bermainlah Bersama Anaknya Terlebih Dulu, Akan Kutanyakan Beberapa Hal Pada Kalian Nantinya. Aku Masih Perlu Memeriksa Satu Servant Yang Tersisa."  Balas Ku


"Baik." (Kirei)


Kemudian Aku Dengan Tangan Kananku Dimulut Karena Memegang Rokok, Kemudian Aku Berjalan Kearah Belakang


Dua Saudara Ini Dan Disana Aku Bisa Seorang Pria Yang Dingin


Dan Berpakaian Rapi, Mirip Seperti Seorang Pangeran. Namun


Ia Terlalu Dingin Untuk Disebut Pangeran, Ia Menampilkan Hawa Intimidasi Yang Kuat Sehingga Membuat Beberapa Orang Berwaspada, Namun Sama Sekali Tidak Dengan Diriku.


"Kamu Sebastian Bukan? Sang Pangeran Iblis Terkuat."


"Ya, Saya Biasa Dipanggil Seperti Itu." Jawab Nya


"Dan Apakah Kamu Mau Menjadi Bagian Dari Pasukanku?"


"Aku Tidak Ingin Memiliki Tuan Yang Lemah, Tunjukkan Padaku Terlebih Dahulu Tentang Apa Dirimu Miliki." (Sebas)


"Apa Yang Harus Kutunjukkan?"


"Hoo~ Banyak Juga, Misalnya Kekuatan Yang Anda Miliki, Saya Yakin Ada Yang Lain Selain Kemampuan Portal Barusan Yang Anda Munculkan Itu." (Sebastian)


"Bagaimana Cara Aku Menunjukkannya? Apakah Aku Harus Sparing Denganmu Atau Menunjukkannya Langsung Disini?"


"Ouh~ Kalau Itu Terserah Anda. Yang Penting Anda Menunjukkan Kekuatan Anda Sebagai Seorang Master. Gadis Yang Disebelah Sana Menyebut Anda Sebagai Sosok Kuat, Jadi Seharusnya Anda Memiliki Sihir Kuat Bukan?" (Sebastian)


"Setelah Kutunjukkan Itu, Apa Yang Akan Kamu Lakukan?"


"Bagaimana Kalau Begini Saja? Kita Akan Sparing Nantinya? Aku Ingin Menguji Sendiri Kekuatan Anda. Dan Setelah Itu Saya Akan Putuskan Untuk Menjadi Pelayan Anda Atau Tidak Nanti, Kalau Lebih Lemah Maka Jangan Harap Aku Mau, Kalo Lebih Kuat Ya Sudah Jelas, Aku Akan Bergabung" (Sebastian)


"Kalau Memang Itu Yang Kamu Inginkan Maka Ya Sudahlah, Tapi Aku Tidak Bisa Melakukan Itu Sekarang." (Gilgamesh)


"Ouh Ya Ngomong-ngomong, Apakah Aku Boleh Tahu Kenapa


Anda Memanggil Banyak Servant Seperti Ini?" (Sebastian)


"Sebetulnya Aku Memerlukan Pekerja Supaya Bisnis Bisa Berjalan. Jadi Untuk Itulah Kalian Berada Disini." (Gilgamesh)


"Bisnis Apa Ini? Apakah Bisnis Penjualan Biasa?" (Sebastian)


"Yah ... Seperti Itulah ..." (Gilgamesh


"Hmm..." Sebastian Tampak Sedang Memikirkan Hal Itu.


"Itu Menarik." (Sebastian)


"Eh? Kupikir Ia Akan Langsung Tidak Mau Menjadi Servant Ku Karena Tahu Kenapa Ia Berada Disini, Haduhh.." (Gilgamesh)


"Huhu~ Anda Tampak Terkejut Ya. Tenang Saja, Saya Tidak Akan Marah Hanya Karena Bisnis Kecil Seperti Ini, Malahan Menurut Saya Ini Lebih Menarik Dibanding Pertarungan Yang


Biasa Saya Lalui Setiap Hari Dulunya." (Sebastian)


"Ahaha ... Ya Begitulah." Aku Hanya Tertawa Canggung Saat Mendengar Apa Yang Dia Katakan, Titik Keringat Muncul Di Dahiku, Walaupun Tidak Banyak Namun Masih Bisa Dilihat.


"Hah? Anda Memanggil Kami Hanya Karena Bisnis Jualan? Saya Pikir Disini Anda Semacam Peperangan Besar Yang Akan Terjadi Sehingga Anda Harus Memanggil Kami Semua." (Kirei)


Sepertinya Semua Orang Di Ruangan Ini Mendengar Apa Yang Aku Katakan Barusan, Titik Keringat Langsung Bertambah Di Dahiku Saat Mendengar Kirei Yang Protes, Aku Kemudian Menjelaskan Dengan Sederhana Sampai Akhirnya Mereka Mau Bekerja Sebagai Pekerja Di Bangunan Gedung Milikku Ini. Namun Yang Aku Pikirkan Adalah Tentang Oda Nobunaga, Ia Pastinya Tidak Ingin Mau Melakukan Hal Ini, Apalagi Ia Adalah


Seorang Maniak Petarung Sekaligus Seorang Panglima Perang


Beberapa Menit Pun Berlalu. Masih Di Dalam Ruangan Yang Sama. Tampak Para Servant Yang Mulai Akrab Dengan Satu Sama Lain, Valina, Irise Dan Azazel Juga Mulai Berani Berbicara Pada Para Roh Petarung Tersebut, Mereka Juga Langsung Akrab Satu Sama Lain, Terutama Azazel Dan Sebas.


Mereka Berdua Adalah Seorang Peneliti, Jadi Mereka Dengan Cepat Langsung Akrab Satu Sama Selain Seolah-olah Seperti


Teman Yang Sudah Kenal Sejak Lama. Di Dalam Ruangan, Tampak Aku Yang Duduk Sendirian Diatas Bangku, Disisi Lain Tampak Yang Lain Sedang Sibuk Berbicara Dan Berada Cukup


Jauh Didepanku. Sedangkan Aku Tidak Mempunyai Teman Bicara Saat Ini, Aku Tidak Peduli Dan Hanya Merokok Disana.

__ADS_1


"Fyuhh~" Aku Menghembuskan Asap Rokokku. "Setelah Semua Berkumpul, Kita Akan Lakukan Tes Kekuatan Nanti."


"Oo~ Kebetulan Aku Juga Ingin Menanyakan Hal Itu." (Sebas)


"Baik Tuan" (Sheryl)


"Okee Master~♡" (Alice)


"Ohh Ya Valina, Kalau Mau Kamu Bisa Menjadi Pengujinya."


"Benarkah? Kalau Begitu Akan Kulawan Dia." (Valina)


Valina Menunjuk Kearah Shiro Yang Se Dari Tadi Sedang Bermain Dengan Ponakannya Tersebut, Shiro Hanya Memberikan Anggukan Sebagai Balasannya Yang Mnandakan Kalau Ia Tidak Masalah Dengan Valina Yang Jadi Pengujinya.


Kemudian Ia Lanjut Bermain Bersama Ponakannya Tersebut,


Sementara Kirei Yang Berada Dibelakangku Hanya Memberi


Senyuman Tipisnya Saat Melihat Anaknya Yang Kesenangan Bersama Adiknya Tersebut, Akupun Ikut Tersenyum Saat Melihat Kegembiraan Yang Dipancarkan Oleh Anak Tersebut.


"Apakah Anda Mau Menjadi Lawan Tandingku?" (Kirei)


"Lawan Tandingmu? Sepertinya Di Sebelah Sana Juga Mau Bertarung Denganku, Dan Kuyakin Panglima Perang Itu Juga Akan Menantangku Setelah Kembali Kesini." (Gilgamesh)


"Jadi Apa Jawaban Anda?" (Kirei)


"Baiklah, Aku Akan Menjadi Lawan Tandingmu." (Gilgamesh)


Kirei Langsung Menampilkan Seringai Semangatnya.


"Ouh Ya Apakah Aku Juga Boleh Menjadikanmu Sebagai Lawan Tandingmu, Tuan?" (Sheryl)


"Okee~ Boleh. Ouh Ya Irise, Kalau Mau Maka Akan Kamu Bisa Juga Mengetes Salah Satu Orang Disini." (Gilgamesh)


"Tidak, Aku Akan Menonton Saja." (Irise)


"Dan Lebih Baik Kita Menyaksikan Apa Yang Mereka Lakukan."


Kemudian Aku Menjentikkan Jari Kananku Dan Sebuah Layar


Segi Empat Yang Cukup Lebar Muncul Didepan Ku. Layar Itu Dikelilingi Energi Merah Hitam Disampingnya. Semua Orang Langsung Terkejut, Walaupun Hanya Sedikit, Saat Melihat Layar Besar Yang Muncul Secara Tiba-tiba Tersebut.


Kemudian Layar Tersebut Menyala Dan Menampilkan Suasana


Hutan Dari Atas, Langitnya Berwarna Biru Cerah, Namun Tiba-tiba Sebuah Ledakan Besar Terjadi Didalam Hutan Itu. Semua Orang Langsung Merapat Ketempatku, Shiro Dan Ponakannya Berjalan Kebelakangku Dan Berdiri Disamping Kakaknya Tersebut Sambil Menggendong Ponakannya Itu. Valina, Irise Dan Sheryl Langsung Duduk Dibangku, Valina Disamping Kananku, Irise Di Kiriku, Dan Sheryl Dibagian Paling


Kiri. Azazel Dan Sebastian Juga Ketempatku Dan Berdiri Disamping Kananku, Kemudian Azazel Kedepanku Untuk Mengambil Sake Yang Belum Ia Habiskan, Kemudian Ia Kembali Ke Posisi Awalnya Karena Takut Mengganggu Pandangan Orang-orang Yang Sedang Layar Besar Tersebut.


Layar Awalnya Menampilkan Suasana Damai Hutan, Namun Seketika Hutan Tersebut Terkena Tabrakan Dari Sebuah Sihir.


Sehingga Membuat Berbagai Ledakan Di Hutan Tersebut.


"Dimana Itu, Gil?" (Valina)


"Ini Adalah Dunia Dimana Oda Nobunaga Berasal. Aku Hanya Ingin Melihat Peperangannya Karena Merasa Bosan." Aku Menjawab Valina Sambil Memasukkan Sisa Rokok Yang Sudah Kuhabiskan kedalam Asbak Yang Disiapkan Untuk Rokok Itu.


Semua Orang Hanya Bisa Terkejut Dengan Ucapanku, Semuanya Kecuali Sheryl Dan Alice Yang Sudah Tahu Tentang


Kekuatanku Karena Gosipku Sangat Terkenal Di Luar Universe


Ini. Oh Ya Disana Juga Ada Alice Ya, Ia Berada Di tengah-tengah


Azazel Dan Kirei, Ia Juga Menyaksikan Tontonan Tersebut Sambil Mensandarkan Dagunya Keatas Kepalaku, Ini Adalah Sifat Alice, Semua Orang Sudah Tidak Heran Dengan Sifat Itu.


Itu Adalah Sifat Bebas Milik Alice Yang Dimana Ia Akan Bersikap Bebas Pada Siapapun, Bahkan Masternya Sekalipun.


Dan Kedua Tangannya Memeluk Leherku Dari Arah Belakang.


𝙾𝚑 𝚈𝚊 𝙻𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝙰𝚔𝚊𝚗 𝙰𝚍𝚊 𝙳𝚒 𝙿𝚊𝚛𝚝 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚈𝚊. 𝚃𝚘𝚗𝚝𝚘𝚗𝚊𝚗 𝙿𝚎𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙸𝚗𝚒 𝙰𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚊𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐. 𝙳𝚊𝚗 𝙼𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝙺𝚎𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝙽𝚊𝚗𝚝𝚒 𝙹𝚞𝚐𝚊 𝙰𝚍𝚊 𝙿𝚊𝚛𝚝𝚗𝚢𝚊 𝙻𝚊𝚐𝚒. 𝙹𝚊𝚍𝚒 𝙱𝚊𝚔𝚊𝚕 𝙶𝚞𝚊 𝙻𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚒𝚗. 𝙹𝚊𝚍𝚒 𝙶𝚞𝚊 𝚃𝚎𝚛𝚙𝚊𝚔𝚜𝚊 𝙰𝚔𝚑𝚒𝚛𝚒 𝙳𝚞𝚕𝚞 𝙲𝚑𝚊𝚙𝚝𝚎𝚛 𝙺𝚊𝚕𝚒 𝙸𝚗𝚒 𝙾𝚔𝚎𝚎~


𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝙹𝚞𝚖𝚙𝚊 𝙳𝚒 𝙲𝚑𝚊𝚙𝚝𝚎𝚛 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊. 𝙱𝚢𝚎 𝙱𝚢𝚎


^^^𝚃𝚘 𝙱𝚎 𝙲𝚘𝚗𝚝𝚒𝚗𝚞𝚎𝚍^^^

__ADS_1


__ADS_2