King Of King'S : Universe DxD

King Of King'S : Universe DxD
Chapter 14: Great War Berakhir


__ADS_3


Perang Besar Berakhir & Markas Grigori Malaikat Jatuh



Di Udara. Disana Ada Beberapa Sekelompok Orang Yang Sedang Terbang. Mereka Sepertinya Sedang Membahas Sesuatu Hal Yang Penting. Yup. Merekalah Pemimpin Tiga Ras


"Sepertinya Aku Sudah Mendapat Sebutan Yang Bagus Untuk Rival Tuhan Itu." Ucap Shemhazai Dengan Tersenyum Tipis


"Hoo~ Apa Itu?" Azazel Tampak Penarasan


"Kalo 'Dia' Menjadi Iblis Maka 'Dia' Akan Menjadi Raja Iblis Paling Kuat Dalam Sejarah, Kalo 'Dia' Menjadi Malaikat Maka


'Dia' Akan Jadi Malaikat Terkuat, kalopun 'Ia' Memilih Menjadi Naga Maka 'Dia' Akan Jadi Raja Naga Terkuat. Dan Begitupun


Juga Dengan Ras Kita, 「King Of King's」 Itulah Sebutannya Yang Kudapatkan Beberapa Saat Yang Lalu." Ucap Shemhazai


"Wah! Itu Sebutan Yang Bagus!" Ucap Azazel Dngan Girang


"Hei Tolol! Kita Sedang Rapat!" Barachiel Kembali Marah


Kemudian Azazel Dan Shemhazai Kembali Mendengarkan Tentang Negosiasi Mereka Tentang Penghentian Perang Ini,


Mereka Berbicara Cukup Lama, Kebanyakan Dari Ketiga Ras Juga Sudah Berhenti Berperang Saat Sedang Melihat Atasan


Mereka Yang Sedang Berbicara Bersama, Dan Kebanyakan Juga Ada Yang Mengabaikannya Dan Melanjutkan Peperangan


Sedangkan Gilgamesh Hanya Berdiam Diri Di Udara Dan Menyimak Para Semut Yang Sedang Berperang Itu, Ia Bosan.


Dan Tidak Tahu Harus Membuat Apa, Ia Lalu Terpikirkan Sesuatu Hal Yang Ia Terus Pikirkan Saat Sedang Berperang. Kemudian Gilgamesh Melapisi Tubuhnya Dengan Energi Mana, Dan Kemudian Ia Terbang Dengan Sangat Cepat Kearah Atas.


Dan Beberapa Detik Kemudian Ia Sampai Di Luar Angkasa, Ia Kemudian Terbang Kearah Tempat Dimana Ia Terlahir Dulu. Ia Memeriksa Beberapa Hal Disana Dan Mengaktifkan Mata Iblis


Contusion-nya Supaya Pemeriksaan Lebih Mudah Selesai. Setelah Beberapa Saat Melihat, Akhirnya Ia Menemukannya.


"Jadi Ini Yang Membuat Sistem Ku Memiliki Emosi."


"Emosi Dari Makhluk Yang Sudah Mati Akan Berkumpul Di Luar Angkasa Di Tempat Tertentu Ya, Dan Secara Tidak Sengaja Salah Satu Emosi Melewatiku Saat Menciptakan Sistem. Dan Akhirnya Emosi Tersebut Ikut Masuk Kedalam Sistem Yang Baru Ku Ciptakan Saat Itu. Rupanya Begitu ... Ya."


Gilgamesh Berkata Dengan Pelan Sambil Melihat Banyak Emosi Yang Terbawa-bawa Dan Melayang-layang Di Luar Angkasa Ini. Tapi Ia Masih Tidak Yakin Sistemnya Memiliki Emosi Karena Salah Satu Emosi Masuk Kedalamnya, Bukankah Itu Cukup Aneh? Entah Kenapa Ia Seolah-olah Tidak Percaya Hal Trsebut Tapi Hal Yang Paling Mungkin Saat Ini Hanyalah Itu. Satu-satunya Orang Yang Bisa Melakukan Hal Tersebut Adalah God Of Sovereign, Kalo Ada Orang Lain Yang Memasuki Dunia Ini Maka Dengan Otomatis Gilgamesh Dapat Mengetahuinya. Tapi Bagaimana Kalo Itu Dari Jarak Yang Jauh? Bagaimana Kalo Yang Mengendalikan Sistem Berasal Dari Universe Lain? Memikirkan Hal Tersebut Membuat Gilgamesh Kebingungan.


"Ah Sialan! Bisa-bisanya Seorang Raja Sepertiku Kebingungan.


Oh Ya Ada Satu Lagi Yang Ingin Kucoba." Gumam Gilgamesh


"[Evi]" Reinhard Menggunakan Salah Satu Kemampuannya


("Evi" Adalah Kemampuan Dimana Pengguna Akan Dapat Mengingat Ingatan Jauhnya Dimasa Lalu Ataupun Kenangan


Note : Ini Adalah Sihir Paduka Lord Anos Voldigoad Ya)


Setelah Melihat Ingatannya Yang Jauh Dimasa Lalu, Ia Kemudian Menonaktifkan Kemampuannya Tersebut, Dan Yang Ia Lihat Dimasa Lalu Adalah Informasi Tentang Kemampuan-kemampuan Peranime'an yg Di Suara Website.


Banyak Skil Anime Yang Ia Lihat Supaya Bisa Menciptakan Skil


Tersebut Nantinya. Dan Kemudian Ia Memakai Skill [Creation]


Dan Kemudian Ia Menciptakan Beberapa Kemampuan. Dan Tidak Lupa Juga Ia Menciptakan Beberapa Senjata Dan Kemudian Ia Masukkan Senjata Tersebut Kedalam Gate-nya.


Dan Tidak Lupa Ia Menciptakan Beberapa Makanan Karena Lapar, Walaupun Ia Mahluk Nothingness, Tapi Tetap Saja Ia Masih Belum Sempurna, Jadi Ia Masih Bisa Merasakan Lapar.


Beberapa Saat Kemudian, Setelah Ia Melakukan Hal Yang Ia Perlukan Disana, Ia Kemudian Memutuskan Untuk Kembali Ke Dunia DxD Untuk Melihat Apakah Peperangannya Sudah Dihentikan Atau Belum, Ia Langsung Terbang Melesat Dan Meluncur Kebawah Dengan Kecepatan Super Nya Tersebut.


Dan Tanpa Menunggu Lama, Akhirnya Ia Mendarat Dibawah,


Disana Ia Melihat Azazel Dan Pemimpin Dari Kubu Lainnya Sedang Melakukan Percakapan Dan Didepan Mereka Sudah


Ada Ribuan Pasukan Dari Ketiga Kubu Yang Masih Tersisa, Mereka Disuruh Berkumpul Tadinya Oleh Pemimpinnya Masing-masing. Azazel Dan Lainnya Langsung Mengumumkan


Kalo Peperangan Besar Ini Akan Dihentikan Sekarang Juga.


Alasannya Cukup Sederhana, Jumlah Korban Diantara Tiga Kubu Sudah Sangat Sedikit, Iblis Kehilangan Miliaran Pasukan


Dan Begitupun Juga Dengan Malaikat Ataupun Malaikat Jatuh

__ADS_1


Namun Ada Yang Tidak Mau Berhenti Berperang Dan Akhirnya


Ia Terpaksa Dibunuh Oleh Pihak Yang Setuju Dengan Menghentikan Perang Ini, Dan Tentu Saja Sangat Banyak Yang


Tidak Mau Berhenti Berperang, Berhenti Berperang Setelah Berjuang Mati-matian! Sudah Pasti Mereka Tidak Mau Hal Itu.


Tapi Mereka Tidak Punya Keberanian Untuk Menentang, Kalo Pun Itu Dilakukan, Mereka Mungkin Akan Dibunuh Seperti Yang Terjadi Pada Salah Satu Sekutu Mereka Yang Menolak Itu


Gilgamesh Mendarat Jauh Dari Tempat Perkumpulan Ketiga Kubu Tersebut, Ia Disana Berdiri Diatas Bebatuan Yang Tinggi,


Dan Disampingnya Ada Loli Dngan Pakaian Gotik, Ialah Ophis.


(Bener Pakaian Gotik Gasih?)


"Jadi Apa Yang Akan Kamu Lakukan, Ophis?" Tanya Gilgamesh


Ophis Duduk Tidak Jauh Darinya Dan Sedang Memerhatikan Kearah Perkumpulan Tiga Kubu Tersebut, Ia Hnya Berdiam Diri Disana, Setelah Beberapa Saat Akhirnya Ia Menjawabnya.


"Aku Tidak Peduli." Ophis Menjawab


"Intinya Kalo Kalian Menentang Keputusan Kami Saat Ini! Maka Akan Dihukum Sepertinya Halnya Tadi. PAHAM!?"


Suara Azazel Dapat Didengar Oleh Gilgamesh Dan Juga Ophis.


Ia Terus Melakukan Pembicaraan Tentang Beberapa Hal Kalo Menentang Keputusan Menghentikan Peperangan Besar Ini.


Dan Tentu Saja Azazel Melakukan Pembicaraan Dengan Kedua Pemimpin Kubu Lainnya, Sebetulnya Sirzech Dan Dua Temannya Bukan Pemimpin Kubu, Tapi Karena Mereka Berdua Yang Terkuat Yang Masih Tersisa, Jadinya Mereka Bertindak Sebagai Pemimpin Kubu Khususnya Untuk Saat Ini.


"Aku Tidak Peduli Dengan Hal Ini, Alasanku Disini Hanya Untuk Bertarung Dengan Si Merah, Tapi Melihat Sifatnya Yang


Hanya Suka Numpang Lewat Doang, Sepertinya Aku Percuma


Datang Kesini." Ophis Berkata Sambil Bangkit Dan Lalu Berdiri


"Untuk Apa Kamu Ingin Bertarung Dengannya?" Gilgamesh Bertanya Kembali Tanpa Melihat Kearah Ophis.


"Tentu Saja Untuk Merebut Gelar Sebagai Naga Terkuat, Dan Juga Merebut Celah Dimensi, Awalnya Itu Rumahku." Ophis Menjawab Dengan Wajah Tanpa Ekspresi Nya Tersebut.


"Owh! Kalo Gitu, Aku Tidak Akan Menghalangimu." Lanjut Gilgamesh Sambil Pergi Dari Hadapan Ophis Dngan Teleportasi Dan Kemudian Gilgamesh Muncul Jauh Di Belakang Azazel.


"Kenapa Kalian Menatapku Seolah-olah Aku Seperti Predator Yang Akan Memakan Kalian? Sialan, Ayo Cepat Selesaikan Ini."


Ucap Gilgamesh Kepada Mereka Yang Sedang Menatap Dirinya


Mereka Semua Hanya Terdiam Beberapa Saat, Dan Lalu Mereka Kembali Melanjutkan Tentang Pembicaraan Pemberhentian Peperangan Ini Ke Seluruh Pasukan Dari Ketiga Kubu Yang Sedang Berkumpul Dan Berada Dibawahnya


Setelah Beberapa Jam Akhirnya Mereka Semua Telah Selesai,


Sedangkan Gilgamesh Tampak Terduduk Di Atas Bebatuan. Seperti Biasa, Ia Menyilangkan Kedua Tangannya Di Dadanya.


Dan Kemudian Azazel Berjalan Ke Arah Dirinya Disana.


"Jadi Apakah Kamu Yakin Hanya Ingin Meminta Informasi Itu Sebagai Imbalannya Saja?" Azazel Mengajukan Pertanyaan


"Hmm ... Cukup Berikan Informasi Tentang Masa Lalu Saja ...


Usiamu Mungkin 10 Ribu Tahun Lebih, Jadi Seharusnya Kamu


Mempunyai Berbagai Informasi Dari Tahun Ke Tahun." Ucap Gilgamesh Dan Melihat Michael Yang Juga Datang Ketempatnya


"Eh? Emangnya Hanya Itu? Bukanya Kamu Bilang Kalo Kamu Juga Menginginkan Informasi Tentang Sacred Gear?" Azazel


Tampak Sedikit Bingung Dengan Ucapan Gilgamesh Barusan


"Aku Sudah Membaca Pikiran Orang Yang Ada Disampingmu Itu, Informasi Sacred Gear Sudah Kudapatkan Sekarang. Informasinya Sangat Lengkap, Bahkan Aku Tahu Cara Menciptakan Sebuah Sacred Gear Sekarang." Jawab Gilgamesh


Tentu Saja Azazel Dan Michael Terkejut Dengan Hal Tersebut.


"Kalo Sudah Begitu, Maka Yang Sudahlah. Tidak Heran Orang Sepertimu Bisa Membaca Pikiran Orang Secara Keseluruhan Dan Detail, Kalo Begitu Aku Akan Menghubungi Orangku Dulu.


Ia Akan Mengirimkan Informasi Itu Dalam Wujud Sebuah Buku


Jadi Kamu Bisa Membaca Informasinya Disana." Ucap Azazel


"Hoo~ Aku Mengerti." Balas Gilgamesh

__ADS_1


Kemudian Lingkaran Sihir Kecil Muncul Disamping Azazel, Dan Azazel Mulai Berkomunikasi Lewat Sihir Komunikasi Jarak Jauh Tersebut, Dan Tentu Saja Yang Ia Bahas Adalah Tentang Buku Informasi Yang Diminta Oleh Gilgamesh, Dan Beberapa Saat Kemudian Sebuah Lingkaran Sihir Kembali Muncul Disamping Azazel Dan Dari Dalam Sana Keluar Sebuah Buku.


"Teleportasi Benda Kah?" Gumam Gilgamesh Saat Melihatnya


"Ini Dia, Sudah Lunas Bukan?" Azazel Memberikan Buku Itu


"Ya, Kalo Begitu Aku Akan Pergi." Gilgamesh Hendak Ingin Pergi


"Tolong Tunggu Sebentar." Michael Berbicara Kepadanya


"Hah~ Aku Menolak." Gilgamesh Membalas Michael


"Eh." Michael Tampak Terkejut Dan Kebingungan Dngannya


"Kau Sebetulnya Ingin Merekrutku Sebagai Anggotamu, Kan?


Mula-mula Kamu Akan Membawaku Ke Kediamanmu, Lalu Melakukan Semacam Perbincangan Sepele Dan Di Akhir Kamu Akan Bertanya Apakah Aku Ingin Masuk Kedalam Angel


Bukan? Aku Sudah Tahu Itu Dari Awal." Jelas Gilgamesh


Michael Langsung Berkeringat Karena Reinhard Tahu hal Itu, Bagaimana Orang Ini Bisa Tahu? Apa Ia Melihat Masa Depan?


Sedangkan Azazel Hanya Tertawa Kecil Saat Mendengarnya.


Ia Awalnya Juga Ingin Merekrut Gilgamesh Sebagai Kelompok


Nya Nanti, Tapi Ia Mengurungkan Niatnya Karena Berpikir Reinhard Tidak Akan Mau Bergabung Dengannya, Kalo Reinhard Bergabung, Tentu Saja Kekuatan Mereka Meningkat.


"Haha... " Michael Hanya Tertawa Canggung Disana


"Kamu... Bagaimana Kau Bisa Tahu? Apa Kamu Punya Kemampuan Yang Memungkinan Untuk Bisa Melihat Hal Yang


Ada Dimasa Depan? Seharusnya Ada Bukan?" Azazel Bertanya


"Yup, Aku Melihat Masa Depan." Jawab Gilgamesh


Tentu Saja Mendengar Hal Itu Membuat Mereka Berdua Kaget.


"Berbeda Dengan Yang Lain, Aku Bisa Dengan Jelas Melihat Masa Depan Tanpa Ada Halangan Sama Sekali. Kebanyakan Orang Mungkin Hanya Bisa 'Memprediksi' Saja Bukan Langsung Melihat, Jadi Sudah Jelas Berbeda Denganku." Lanjut Gilgamesh Sambil Membuka Buku Informasi Tersebut


"Sudah Tidak Heran Orang Sepertimu Bisa Melakukan Itu."


Azazel Hanya Bisa Mengeluh Disana Saat Mengingat Hal Tadi


"Yah Karena Sudah Selesai, Maka Aku Akan Pamit Terlebih Dahulu, Ada Banyak Hal Yang Harus Kulakukan." Ucap Rein


"Kalo Boleh Tahu, Anda Ingin Kemana?" Michael Bertanya


"Kembali Ketempat Untuk Menyempurnakan Tubuhku.'' Reinhard Hanya Menjawab Dengan Santai Sambil Baca Buku


"Kalo Begitu, Aku Pergi Dulu, Dimasa Depan Kita Akan Bertemu Lagi. Mungkin 300-500 Ratusan Tahun Lagi Aku Akan Datang Kembali Kesini." Ucap Gilgamesh Dan Hendak Pergi


Kemudian Ia Memunculkan Energi Ungu Yang Mengelilingi Seluruh Tubuhnya, Energi Tersebut Membuat Kecepatan Terbangnya Menjadi Lebih Cepat. Dan Kemudian Ia Langsung


Terbang Dan Menghilang Didalam Awan Yang Masih Malam Ini.


"Aku Lupa Kalo Kita Hanya Berperang Beberapa Jam Saja."


Ucap Azazel Sambil Masih Menatap Kearah Langit Malam Ini


"Kalo Begitu, Mari Kita Berpisah." Balas Michael


"Semoga Kita Bertemu Lagi." Azazel Langsung Menghilang Dengan Lingkaran Sihir Teleportasi Milik Dirinya Sendiri.


Michael Juga Kemudian Menghilang Dengan Sihir Pemindahan Nya Juga, Sementara Daratan Ini Sudah Kosong.


Tidak Ada Orang Lagi Sekarang, Semuanya Sudah Pergi Dari Tempat Ini. Korban Perang Juga Sudah Dibawa Oleh Orang Orang Yang Masih Hidup. Semuanya Sudah Tidak Ada Disini.


...



...


Chapter 15 End

__ADS_1


__ADS_2