
Saat Ini Sudah Berlalu Hampir Seminggu Semenjak Gilgamesh Dan Kedua Gadisnya Ngedate Alias Kencan. Hubungan Mereka Bertiga Sekarang Sudah Sangat Baik Dan Dekat Tentunya. Terutama Valina Yang Sangat Menyukai Sisi Gilgamesh. Sementara Irise Masih Belum Terlalu Namun Sudah Ada Rasa Suka Juga Pada Gilgamesh, Aku Tidak Terlalu Tahu Apa Yang Mereka Suka Padaku. Namun Yang Jelas Valina Sangat Menyukai Gilgamesh Karena Sifatnya Yang Sesekali Cukup Terbilang Keren. Aku Tidak Tahu Apanya Yang Keren Dari Penampilan Ku Ini. Jadi Walaupun Begitu, Aku Tidak Mempermasalahkan Apa Yang Ia Suka. Sementara Irise Aku Masih Belum Tahu Sama Sekali.
Saat Ini Aku Sedang Tertidur Dikamar. Namun Sesuatu Hal Membuatku Membuka Mataku. Dan Akhirnya Aku Melihat Valina Yang Sedang Berada Disampingku Sambil Memainkan
Ponselnya, Sementara Irise Tidur Di Sebelah Lain Ku. Valina Dalam Keadaan Terduduk Dengan Penampilan Yang Masih Acak-acakan, Terutama Dibagian Rambut Peraknya Tersebut.
Ouh Ya. Valina Duduk Dengan Posisi Duduk Bersila Saat Ini.
"Ouh Sudah Bangun."
Valina Merespon Gilgamesh Yang Baru Saja Bangun Dari Tidur.
Gilgamesh Merangkak Sedikit Demi Sedikit Dengan Matanya Yang Masih Tertutup Akibat Rasa Ngantuknya Yang Masih Belum Menghilang, Ia Akhirnya Mencapai Valina. Memegang Kedua Pinggangnya Dengan Tangannya Kemudian Melemparkan Wajahnya Kedalam Pangkuan Valina Yang Masih Asik Memainkan Ponselnya Disana. Ia Merespon Hal Tersebut.
^^^Fucek Buat Yang Liat Kesini.^^^
"Hmm" Ucapnya Singkat Dengan Datarnya Sambil Meralihkan Pandangannya Yang Tadinya Di Ponsel Menjadi Kearah Diriku.
Wajahku Tertanam Diantara Dua Paha Dan Kakinya Tersebut.
Sementara Tanganku Berada Dibelakangnya Valina Dengan Posisi Sedikit Memeluknya. Aku Mengabaikan Singkatnya Itu.
Rasa Kantuk Masih Ada Di Wajah Dan Mataku, Tubuhku Rasanya Masih Belum Siap Digerakkan. Dan Sangat Malas Untuk Bergerak Lebih Dari Ini. Valina Hanya Berdiam Diri Dan Dan Mengabaikanku, Ia Fokus Memainkan Ponselnya Trsebut.
"Putri Kecilku, Aku Ingin Menanyakan Sesuatu? Apa Boleh?"
"Apakah Kamu Perlu Izinku Untuk Bertanya?"
"Benar Juga... Hmm Apa Yang Kamu Suka Dari Diriku Ini?"
Gilgamesh Membalikkan Badannya Yang Tadinya Tengkurap
Menjadi Berbaring. Ia Dapat Melihat Valina Yang Sedang Melihat Ponselnya, Tangannya Tampak Bergerak, Sepertinya Ia Sedang Mengetik Sesuatu Di Ponselnya Tersebut, Lalu Valina Menatap Kearahnya, Tiba-tiba Kedua Kakinya Valina Bergerak Dan Sekarang Ia Mencekik Leher Gilgamesh Dengan
Dua Paha Dan Kakinya Tersebut. Ia Meletakkan Ponselnya Itu.
"Hmm Sifatmu Yang Berwibawa, Cerdas, Tegas Dan Berbagai Sifat Lainnya, Kamu Tidak Sombong Atau Angkuh, Kamu Hanya Bersifat Seperti Itu Kalo Lawan Bicaramu Mulai Duluan.
Lainnya Mungkin Kekuatanmu Dan Otoritas Yang Kamu Miliki"
"Dan Siapa Sangka Kamu Memiliki Sifat Berwibawa, Bijaksana
Dan Lain-lainnya Rupanya Juga Adalah Seorang Masochist."
"Apa Kau Lupa? Itu Hanya Sifat Sementara Yang Aku Ciptakan Untuk Mengabulkan Apa Yang Kalian Inginkan Saat Itu, Kalian Cukup Aneh Juga Kalo Diingat-ingat. Kalian Menyuruhku Untuk Bersifat Itu, Lantas Kenapa Kalian Menyuruhku Begitu?
Kalian Bilang Saat Itu Hanya Untuk Membuktikan Rasa Penasaran Kalian, Tapi Menurutku Kalian Lebih Suka Lawan Jenis Yang Bersifat Seperti Itu, Perkataan Ku Benar, Bukan?"
"Anggap Saja Kami Begitu, Dan Itulah Salah Satu Otoritas Yang Membuatku Terkagum. Kamu Memiliki Kekuatan Dan Otoritas Yang Tidak Masuk Kedalam Akal Kami Berdua Ataupun Orang Lain, Kamu Mungkin Bisa Menghancurkan Bumi Kalopun Mau."
"Oh Ya Ngomong-ngomong Bisakah Kamu Bersikap Seperti Itu Lagi? Akan Menyenangkan Melihat Ekspresi Menyedihkan
Diwajahmu." Valina Bertanya Kepada Suaminya Tersebut Namun Gilgamesh Sudah Terlebih Dahulu Tertidur Sesaat Yang Lalu. Muncul Pertigaan Di Dahi Kanan Valina Karena Kesal. Namun Ia Tidak Ingin Menganggunya Yang Tertidur Itu.
"Bisa Tertidur Walaupun Kucekik Keras Seperti Ini... Orang Ini..
Benar-benar Membuatku Tidak Bisa Lengah." Ucap Pelan Nya
Disaat Yang Bersamaan Disebelah Gilgamesh Dan Valina, Tampak Irise Yang Sudah Terbangun, Kemudian Ia Mengambil
Ponsel Yang Sedaritadi Ia Cas Di Samping Tempat Tidurnya.
"Ouh Irise. Sudah Bangun."
"Vally..."
"Oi Vally..."
"Kenapa Mencekiknya Begitu? Apa Ia Bikin Masalah Padamu?"
"Tidak Ada, Hanya Saja Kakiku Bergerak Sendiri Tadinya."
"Bohong, Kau Pembohong."
Irise Tiba-tiba Terkejut Melihat Ponselnya "Vally! Vol 2 Dari Komik Ini Sudah Update Barusan" Irise Membalikkan Hpnya Kearah Valina Supaya Temannya Itu Bisa Melihat Hal Tersebut.
"Uahh~ Ayo Cepat Baca!"
Mereka Dengan Semangatnya Membaca Komik R18 Itu. Itu Adalah Komik Doujinshi, Gilgamesh Sedikit Terkejut Dengan Kerjaan Dua Gadis Ini Kalo Lagi Tidak Ada Pekerjaan. Kalo Itu Terjadi Maka Sudah Jelas Yang Mereka Perbuat Adalah Hal Ini.
Gilgamesh Mengabaikan Mereka Berdua Karena Ia Bisa Menghapus Pikiran Mereka Tentang Hal Tersebut Kalo Ia Mau.
Namun Ini Tidak Memengaruhi Alur Cerita Aslinya, Jadi Ia Membiarkan Hal Semacam Ini Terjadi Dan Berlalu Begitu Saja.
__ADS_1
Sementara Gilgamesh Diabaikan Oleh Mereka Yang Masih Dalam Kondisi Tercekik Dalam Kedua Kaki Dan Paha Valina. Ia Masih Tertidur Pulas Disana Seolah-olah Cekikan Semacam Itu Bukan Apa-apa Bagi Dirinya, Sementara Dua Gadisnya Itu Sedang Membaca Komik Doujinshi Kesukaan Mereka Berdua.
Beberapa Jam Kemudian.
Saat Ini Gilgamesh Sudah Bangun Dari Kamarnya Dan Ia Melihat Kalo Kamarnya Sudah Kosong Dan Hanya Tertinggal
Dirinya Saja Disana, Setelah Merilekskan Badannya Dan Memakai Baju Rumahanya, Ia Langsung Keluar Dari Kamar.
Ia Tadi Hanya Memakai Celana Pendek Dan Baju Singlet Saja, Dan Tidak Ada Lagi Selain Itu Kecuali ****** ********. Aku Lalu Keluar Dari Kamar Dan Akhirnya Melihat Kalo Hanya Ada
Valina Sendiri Disana, Ia Sedang Terduduk Santai Diatas Sofa,
Satu Bungkus Snack Disampingnya Dan Memakannya Sambil Menonton Televisi Yang Hanya Ada Beberapa Meter Didepan Tempatnya Berada, Valina Menyadari Gilgamesh Yang Sudah Bangun Dan Sedang Berjalan Ketempatnya Dari Belakang.
"Hmm Aku Tidak Melihat Irise."
"Ouh... Dia Sudah Berangkat Sekolah Tadi."
"Begitu... Oh Ya Vally, Temani Aku Mandi Yuk!"
"Hah? Emang Kenapa? Kamu Takut Sendirian Disana?"
"Ayolah, Bantu Bersihkan Punggungku Sebentar."
"Tidak Mau. Mandi Aja Sendiri Sana."
"Cih Dingin Amat, Baiklah-baiklah, Aku Mandi Dulu.''
Setelah Itu Aku Langsung Keluar Dari Kamar Tersebut, Dan Naik Ke Lantai Selanjutnya Menggunakan Lift Tentunya, Aku Tidak Mau Menggunakan Tangga Karena Melelahkan Nanti. Dan Akhirnya Aku Sampai Di Lantai Pemandian, Aku Masuk Kedalam Ruangan Ganti Untuk Mengambil Handuk Yang Sudah Di Sediakan Disana, Setelah Mengambilnya Aku Lalu Keluar Dari Ruangan Ganti Dan Masuk Kedalam Ruang Mandi.
"Hufft... Mending Air Panas Saja."
Setelah Mengucapkan Beberapa Kata Tersebut, Gilgamesh Memutuskan Untuk Masuk Kedalam Ruangan Pemandian Air Panas, Dan Ia Langsung Meletakkan Handuk Dipinggiran Kolam Dan Lalu Turun Memasukkan Tubuhnya Kedalam Air.
Ia Berendam Didalam Sana Dan Menikmati Hangatnya Dan Hangatnya Pemandian Tersebut, Rasa Ngantuknya Itu Hilang.
Aku Memejamkan Kedua Mataku Dan Meletakkan Kedua Tanganku Keatas Lantai Yang Ada Dibelakangku, Air Panas Di pagi Hari Begini Emang Luar Biasa! Tubuhku Seolah-olah Terisi Oleh Banyaknya Energi Ataupun Stamina, Sudah Jelas!
Aku Dulunya Memang Memasukkan Sebuah Aksesoris Sihir Dibagian Bawah Kolam Ini Sehingga Bisa Membuat Seolah Pemandian Ini Lebih Nyaman Dibanding Aslinya, Bahkan Mengandung Energi Pemulihan Yang Kuat Sehingga Bisa Mengembalikan Energi Atau Stamina Yang Sudah Terkuras Karena Suatu Kegiatan Yang Ia Lakukan. Aku Menghela Nafas Beberapa Kali Dengan Santai Karena Sangat Menikmati Hal Ini
"Gil, Aku Masuk Ya."
Suara Dari Luar Ruangan Kolam Renang Terdengar, Itu Adalah
"Masuk Saja."
Kemudian Valina Masuk Kedalam Kolam Pemandian Air Panas
Itu Dan Disana Sudah Ada Gilgamesh Yang Menunggu Dirinya.
Valina Menutupi Tubuhnya Dengan Handuk, Dan Hnya Bagian Pahanya Yang Dapat Dilihat, Termasuk Kedua Tangannya Itu. Valina Melepaskan Handuknya Sehingga Tubuhnya Bisa Ku Lihat Dengan Jelas, Ia Tampak Tidak Malu Sama Sekali Saat Ini, Ia Memasukkan Tubuhnya Kedalam Kolam Renang Yang Disana Sudah Ada Aku, Aku Masih Melebarkan Kedua Tangannku Di Lantai, Kedua Mataku Masih Kupejamkan, Posisi Wajahku Menghadap Kearah Langit-langit Ruangan Ini.
Valina Mendekatkan Posisinya Kesamping Kananku, Ia Sangat
Dekat Denganku Sekarang, Ia Masih Berwajah Biasanya. Vally
Mengambil Air Dengan Telapak Tangannya Untuk Membasuh
Bagian Leher Dan Wajahnya Yang Tidak Terkena Oleh Air Itu.
"Gill, Kesinikan Punggungmu, Biar Kebersihkan."
"Hufft... Ahh Baiklah." Gilgamesh Mengarahkan Punggungnya
Kearah Valina Sehinga Valina Bisa Dengan Jelas Melihat Sebagian Punggungnya Yang Tidak Terendam Oleh Air Kolam.
Gilgamesh Mengubah Pandangannya Kearah Depannya Sehingga Ia Bisa Melihat Dinding Dari Ruangan Pemandian Ini.
"Apa Kamu Menggunakan Sabun?"
"Mana Mungkin Menggunakan Sabun Di Kolam Seperti Ini?"
"Tidak Usah Memikirkan Itu. Aku Bisa Mengulang Waktu Sebelum Kita Mandi Disini, Dengan Begitu Air Kolamnya Akan
Sama Bukan? Jadi Gunakan Saja Sabunnya." Balas Gilgamesh
"Tapi Aku Tidak Membawanya, Akan Kuambil Dulu."
"Tidak Usah, Gunakan Saja Sabun Ini."
Kemudian Riak Emas Muncul Disamping Mereka Berdua. Dan Lalu Sebuah Sabun Bersinar Seperti Emas Keluar Dari Dalam.
Dan Valina Langsung Mengambil Sabun Tersebut Sebelum Sabunnya Jatuh Kedalam Air Kolam, Aroma Yang Dipancarkan
__ADS_1
Oleh Sabun ini Sungguh Luar Biasa, Valina Hanya Bisa Terdiam
Dan Tercengang Saat Tahu Aku Memiliki Hal Semacam Ini.
Riak Emas Yang Tadi Itu Masih Belum Menghilang Dan Dari Dalamnya Kembali Muncul Dan Kali Adalah Sebatang Rokok Dan Korek Tentunya, Gilgamesh Langsung Mengambilnya Dan Memasangkan Dimulutnya, Lalu Membakar Ujungnya Dengan
Korek Sehingga Mengeluarkan Asapnya, Setelah Itu Aku Melemparkan Korek Tersebut Kedalam Riak Emas Tersebut,
Dan Riak Emas Itu Kemudian Menghilang Dari Depan Mereka.
"Itu Bernama [Gate Of Babylon] Kan? Baru Pertama Kali Aku Melihatnya Dengan Mata Kepalaku Sendiri, Jadi Seperti Itulah
Wujud Sacred Gear Yang Tidak Diciptakan Oleh Tuhan Rupanya." Valina Kemudian Membasuh Sabunnya Dengan Air
Dan Lalu Ia Mulai Menggosok Sabunnya Ke Punggung Diriku.
Karena Aku Merasa Kalo Air Kolamnya Terlalu Tinggi, Jadi Aku
Menggunakan Kekuatanku Sehingga Airnya Berkurang Dan Sekarang Punggungku Terlihat Jelas Tanpa Ada Halangan, Bagian Kedua Dada Valina Sekarang Juga Dapat Dilihat Jelas.
"Benar, Itulah Sacred Gear Yang Kamu Maksud, Sebuah Dimensi Penyimpanan Yang Didalamnya Terdapat Berbagai
Senjata Dan Aksesoris Sihir, Jumlahnya Dulunya Mungkin Kisaran 100 Ribu Lebih, Namun Sekarang Sudah Tak Terbatas"
"Kenapa Bisa Seperti Itu?"
"Hmm... Saat Aku Menjelajahi Universe Dan Multiverse Dulu, Saat Itu Aku Mengambil Berbagai Senjata Dari Jutaan Lawan
Yang Sudah Kukalahkan, Dan Karena Banyaknya Senjata Itu, Itu Membuat Dimensi Penyimpanan Ini Menjadi Tanpa Batas.
Emas, Pedang, Sake, Aksesoris Sihir Dan Berbagai Benda Lainnya Ada Didalam Dimensi Babylon. Aku Mengumpulkan Berbagai Jenis Senjata Atau Aksesoris Dari Berbagai Universe"
"Ouh~ Sudah Kuduga."
"Kamu Menduganya Ya? Yah Bukan Urusan Ku Sih, Oh Valina, Tidak Biasanya Kamu Begini, Biasanya Kamu Hanya Mengabaikan Diriku Dan Mengurusi Omong Kosongmu Itu."
"Emangnya Kenapa? Sudah Seharusnya Aku Melakukan Ini Sekali-kali, Aku Merasa Kalah Dari Irise Yang Sudah Melakukan
Banyak Hal Untukmu. Jadi Ini Langkah Awalku Sebagai Istrimu, Albion Juga Menyuruhku Dari Kemaren, Jadi Aku Ingin Mencoba Sesekali." Valina Menjawab Sedikit Pelan Sambil Terus Menggosok-gosok Punggungnya Gilgamesh.
"Kamu Peka Juga Terhadap Hal Itu. Tidak Usah Merasa Kalah,
Bagiku Kalian Sama, Kalian Setara Kalo Dalam Hal Rumah Seperti Ini, Jadi Jangan Menganggap Dirimu Itu Kalah, Kamu Hanya Belum Terbiasa Denganku Kalo Dalam Pekerjaan Rumah Semacam Ini, Jadi Bersemangatlah Gadis Kecilku."
"Sepertinya Kalian Sedang Menikmati Ini Ya." Irise Datang. Ia Sudah Pulang Dari Sekolahnya, Ia Mungkin Sudah Melihat Ruangan Bawah Yang Kosong Dan Ia Langsung Kesini Karena Mendengar Semacam Suara Pembicaraan Dari Lantai Ini. Dan Rupanya Yang Ia Tebak Benar, Disana Adalah Aku Dan Valina.
"Ouh Irise, Sudah Pulang Ya. Cepat Sekali Kamu Pulangnya."
"Hahaha Maaf Mengejutkanmu, Vally, Hari Ini Para Pihak Sekolahku Mengadakan Rapat UN, Jadi Kami Dipulangkan Lebih Awal Karena Mereka Juga Kedatangan Tamu Dari Sekolah Lainnya."Irise Lalu Berjalan Mendekat Kearah Mereka
" Ouh Begitu, Walaupun Aku Tidak Terlalu Paham Hal Itu Sih"
"Wajar Saja, Kamu Kan Tidak Sekolah, Oh Ya Gill, Kenapa Kamu Tidak Menyuruh Vally Untuk Menggosok Punggungmu
Dengan Oppai Yang Besarnya Itu?" Ia Bertanya Hal Yang Aneh
"Jangan Bercanda! Kamu Pikir Aku Adalah Seorang Karakter
Di Dalam Komik Doujinshi Dimana Ia Digosok Oleh Oppai Itu?
Jangan Samakan Aku Dengan Hal Semacam Itu." Balas Ku
"Hee~ Apa Kamu Tidak Mau Mencobanya?" Tanya Irise Lagi
"Siapa Yang Mau? Jangan Berpikir Aku Akan Melakukan Itu."
Disaat Yang Sama Ia Merasakan Sentuhan Lembut Dibagian Punggungnya, Valina Tampak Sedang Menggosok Punggngku
Dengan Oppai Nya Itu, Bukan Kenikmatan Yang Aku Rasakan,
Namun Merinding, Rasa Geli Yang Tidak Jelas Atau Apalah Itu.
"Hoi Jangan Begitu... Aku Merinding Tahu!"
"Hee~ Karena Itulah Membuatku Lebih Bersemangat."
"Hahaha Vally, Jangan Sampai Kendor." Ucap Irise Yang Masih Berdiri Diatas Lantai Sambil Melihati Mereka Berdua Disana.
"Gini Amat Hidup Ya." Aku Hanya Bisa Pasrah Untuk Saat Ini.
...
...
__ADS_1