
Saat Ini Aku Baru Saja Pulang Setelah Mancing-mancing Di Pinggiran Sungai Bersama Azazel Dan Tentu Saja Kami Juga Melakukan Pembicaraan Dan Membahas Hal-hal Yang Penting
Namun Tidak Sepenting Yang Orang Kira, Hanya Membahas Masalah Yang Kemungkinan Terjadi Dimasa Depan Saja, Dan Lainnya Kami Membahas Masalah Kegiatan Sehari-harinya.
Ini Jam 6 Sore. Artinya Saat Ini Bisa Dibilang Sudah malam Hari. Sebelum Sampai Dirumah, Aku Juga Membeli Beberapa
Makanan Dan Minuman Ringan Supaya Bisa Aku Nikmati Saat Ini, Dan Tidak Lupa Juga Aku Membeli Beberapa Btang Rokok.
Wajahku Aku Tutupi Dengan Hoodie Supaya Tidak Membuat Keributan, Karena Kuyakin Wajahku Akan Membuat Gadis Atau Perempuan Lainnya Ribut, Itu Cukup Menganggu Diriku.
Apalagi Saat Ini Sudah Malam Hari, Jadi Sudah Pasti Sangat Menganggu Kalo Semisalnya Hal Semacam Itu Terjadi.
"Hmm... Kupikir Siapa... Ternyata Hanya Sekumpulan Iblis."
Aku Bergumam Karena Tahu Sedang Diikuti Oleh Iblis Yang Tidak Kuketahui Identitasnya, Namun Yang Pasti Iblis Itu Masih Berada Di Tingkatan Bawah Dan Hanya Satu Yang Cukup Mencolok, Sepertinya Hanya Satu Yang Berlevel Atas.
"Kaze Ga Senaka Wo Hatte~♬ Shizuku Wa Ito Wo Tsutatte~♪"
Aku Menghidupkan Musik Di Ponselku Sambil Menyanyikan
Musik Tersebut Dengan Suara Yang Cukup Kecil, Namun Masih
Bisa Didengar Oleh Orang-orang Yang Berjalan Didekat Diriku.
Aku Terus Menyanyikan Lagu Opening Tersebut Sampai Akhirnya Sampai Di Sebuah Taman Yang Berada Cukup Jauh Dari Perkotaan, Siapa Sangka Aku Sudah Sampai Disini Saja. Aku Sepertinya Berjalan Terlalu Cepat Karena Asik Mendengar
Musik Ini. Aku Melihat Taman Ini Yang Kosong, Sangat Kosong!
Hanya Aku Yang Berada Disini, Namun Aku Menghiraukannya!
"Kanaeyou yakusoku doori~♬" Karena Tahu Kalo Bagian Seru Dari Openingnya Sudah Tiba, Aku pun Bernyanyi Kembali Dengan Cukup Pelan Sambil Berjalan Meninggalkan Taman Ini
"Hibiwareta sekai de~♪♪" Disaat Yang Bersamaan Seseorang
Berwujud Perempuan Dewasa Muncul Didepan Gilgamesh, Lalu Dilanjutkan Dengan Munculnya Lagi Beberapa Orang Dibelakang Dan Sampingku, Dibelakangku Ada Seorang Pria Tampan Memakai Pakaian Sekolah, Disamping Kananku Ada Satu Gadis Kecil, Tunggu! Aku Mengenalnya, Ia Adalah Koneko Dan Didepanku Adalah Seorang Perempuan Bertubuh Dewasa Sama Halnya Seperti Si Pria, Dan Ia Juga Adalah Seorang Siswi Akademi Kuoh, Begitupun Juga Dengan Dua Lainnya.
"Pemuda Yang Tidak Diketahui Namanya, Siapa Kau? Kenapa Kau Ada Di Dalam Wilayahku?" Suara Perempuan Lain Muncul Dan Sepertinya Yang Satu Ini Juga Bersekutu Dengan Ketiga Orang Yang Ada Di Sekelilingku Saat Ini, Siapa Perempuan Ini?
Kemudian Seorang Perempuan Dengan Sayap Kelelawar Turun Dan Berdiri Didepanku, Namun Berada Cukup Jauh Dari Tempatku, Sama Halnya Dengan Yang Lainnya, Mereka Menjaga Jarak Karena Takutnya Sesuatu Hal Nantinya Terjadi. Disaat Yang Bersamaan Seorang Remaja Kembali Datang Kesana Dengan Kondisi Terengah-engah, Ia Sepertinya Berlari Kesini. Dan Ia Juga Adalah Sekutu Orang-orang Ini Tentunya.
"Kenapa Aku Harus Menjawabmu, J**ang? Kamu Yang Datang Kesini Tiba-tiba, Jadi Seharusnya Kamu Memperkenalkan Dirimu Terlebih Dahulu." Jawab Gilgamesh Dengan Biasa Saja Sambil Melihat Kearah Ponsel Ia Pegang Dengan Tangan Kiri,
Sementara Tangan Kanannya Memegang Minuman Kaleng.
"BR**GSEK KAU... " Yang Baru Saja Datang Itu Marah Karena Perempuan Berambut Crimson Didepanku Ini Kusebut ******.
"Issei!" Gadis Crimson Ini Menyuruh Remaja Tersebut Untuk Berhenti Bertindak Gegabah, Identitas Orang Ini Masih Belum
Jelas, Jadi Bertindak Sesukanya Akan Membuat Situasi Berubah Nanti, Mereka Tidak Tahu Gimana Situasi Nantinya.
Dan Mereka Ini Adalah Iblis Yang Memimpin Wilayah Kuoh Ini,
Crimson Ini Bernama Rias Gremory, Dibelakangnya Akeno Himejima, Disamping Kananku Bernama Koneko Toujou, Pria Dibelakangku Bernama Kiba Yuuto, Dan Remaja Disamping Kiriku Bernama Issei Hyoudou. Mereka Adalah Protagonis Utama Dalam Anime High School DxD Ini, Rias Gremory Adalah Pemimpin Dari Kelompok Tersebut, Sementara Yang Lainnya Adalah Budak Iblisnya, Hyoudou Issei Adalah , Akeno Himejima Adalah Queen, Yuuto Kiba Adalah Knight, Dan Koneko Adalah Rook, Sementara Rias Adalah Pemimpinnya.
"Ahh Lupakan Saja, Melihat Ada Koneko Disini, Jadi Sudah Pasti Kau Adalah Rias Gremory Bukan? Margamu Gremory? Aku Jadi Teringat Seorang Bocah Iblis Saat Dulunya." Ucap Ku
"Sudah Jelas, Aku Adalah Rias Gremory, Iblis Kelas Tinggi Dan Keturunan Gremory." Ucap Rias Dengan Gaya Yang Elegant.
"Sekarang Giliranku! Kau Siapa? Kau Dengan Bodohnya Bersantai Di Dalam Wilayah Kekuasaanku. Ayo Jawab Aku." Rias Bertanya Balik Sambil Menunjuk Kearah Diriku Dengan Tangan Kanannya, Yang Lainnya Menunggu Jawaban Dariku.
"Kau Terlalu Dini Untuk Mengetahui Jati Diriku, Tidak, Kau Bahkan Tidak Pantas Untuk Mengetahui Jati Dirimu Ini" Hyoudou Issei Langsung Kembali Marah Karena Perkataanku
"Br**gsek... PADAHAL BUCHOU BERTANYA BAIK-BAIK PADA KAU." Ia Berteriak Dengan Marah Sambil Menunjuk Kearahku.
Terjemahan: Buchou Mempunyai Arti Yaitu "Ketua/Pemimpin"
"Issei." Akeno Berucap Supaya Issei Tidak Bertindak Gegabah.
"Koneko Toujou, Apa Kamu Sudah Menukarkan Emas Yang Kuberikan Sebagai Imbalan Waktu Itu?" Aku Mengabaikan Mereka Dan Menoleh Kearah Sampingku, Kearah Gadis Kucing Kecil Itu.
__ADS_1
"Itu... Sudah Saya Tukarkan." Jawab Koneko Masih Dan Sikap
Yang Ia Tunjukkan Itu Mengatakan Kalo Ia Cukup Berwaspada.
"Baguslah, Kupikir Kau Akan Memberikannya Pada J**ang Gatau Diri Ini." Gilgamesh Kembali Melihat Kearah Depannya.
"Koneko. Kenapa Kamu Tidak Memberitahuku?" Tanya Rias
"Maafkan Saya Buchou, Saya Menukarkannya Satu Hari Sebelum Ia Memberitahukan Identitas Saya Pada Waktu Itu." Koneko Menjawab Dengan Sedikit Pelan Sambil Masih Memasang Sikap Waspadanya Terhadap Orang Yang Berdiri Didepannya Ini, Rias Hanya Menganggukkan Kepalanya Karena Mengerti Tentang Maksud Yang Dikatakan Olehnya.
"Aku Mengerti, Jelaskan Lebih Detail Setelah Kita Selesai Dari Sini." Rias Tidak Bisa Menyalahkan Koneko Karena Apa Yang Dilakukannya, Jadi Ia Hanya Membiarkan Hal Itu Berlalu. Dan Tatapannya Kembali Terfokuskan Pada Orang Didepannya Ini.
"Setelah Selesai Dari Sini? Apa Kalian Pikir Kalian Bisa Pergi Dari Sini? Masih Ada Aku Yang Berdiri Disini." Ucap Gilgamesh
"Cih... Orang Ini..." Issei Terus Kesal Dengan Orang Tersebut
"Kau Orang Yang Sama Sekali Tidak Diketahui Namanya, Aku Akan Melakukan Penawaran Padamu, Jadilah Sebagai Peerage Ku Maka Setelah Itu, Mari Lupakan Semua Hal Ini." Rias Berbicara Dan Menambahkan Energi Sihir Pada Katanya Barusan Supaya Dapat Mempengaruhiku Dengan Lebih Cepat.
"Kau Bahkan Tidak Pantas Untuk Mengetahui Namaku, Dan Sekarang Kau Berpikir Untuk Membuatku Menjadi Budakmu?
Kau Tidak Pantas Sebagai Master-ku." Aku Membalasnya
Perkataanku Bagai Peluru Yang Menusuk Tubuh Rias, Ia Tidak Menyangka Akan Ada Orang Yang Menolak Tawarannya Itu, Aura Merah Keluar Di Sekeliling Tubuhnya, Sepertinya Ia Marah Saat Mendengar Jawaban Yang Kuberikan Barusan Itu.
Rias Mengaktifkan [Power Of Destruction] Miliknya. Ia Sudah Direnehkan Oleh Orang Ini Dari Saat Ia Datang Sesaat Yang Lalu, Itu Membuat Jati Dirinya Tercoreng Sebagai Iblis Kelas Tertinggi, Para Peerage-nya Juga Tampak Memasang Kuda - Kuda Bertarung Dan Hanya Tinggal Menunggu Perintah Saja.
"Hmm... Apa-apaan? Kupikir Ia Akan Melanjutkan Ngocehnya. Naif Sekali Dia, Padahal Belum Mengetahui Power Ataupun Level Ku. Dan Malah Langsung Ingin Bertarung, Mungkin Karena Harga Dirinya Yang Sudah Tidak Kuat Menahan Ejekan Yang Kulontarkan Olehku Barusan, Hadeh Dasar Betina." Aku Bergumam Santai Sambil Menatap Dirinya.
Auranya Langsung Membuat Lantai Taman Ini Sedikit Rusak, Warnanya Merah Seperti Darah, Apalagi Ada Campuran Warna
Hitam Didalamnya, Itu Membuat Auranya Lebih Enak Untuk Dilihat. Aku Kemudian Memasukkan Ponselku Kedalam Sake
Celana Kiriku Dan Lalu Menyaku Juga Kedua Tangan. Aku Menunggu Ia Selesai Melakukan Persiapan Untuk Menyerang.
Disisi Lain Tampak Semua Peerage-nya Yang Juga Bersiap Untuk Menyerangku Dan Menunggu Ketuanya Itu Menyerang Duluan Dan Setelahnya Baru Mereka Menyerangku Nanti. Rias Melebarkan Tangannya Kesamping Dengan Cepat Dan Sebuah
Anjing Berwarna Merah Hitam Langsung Terwujud Dari Sihir
Kearahku Yang Mungkin Hanya Berada 10 Meter Didepannya.
"Musnahlah." Ucap Rias Dengan Suara Yang Cukup Keras.
Dhuarrkkk! Serangannya Menghantamku Beserta Lantai Dan Area Aku Berada, Lantainya Pecah Dan Membuat Lubang Yang Cukup Besar Dan Suara Ledakan Yang Cukup Besar Juga Disaat Yang Bersamaan, Asap Tebal Terwujud Dari Ledakan Barusan Itu, Sekelompok Iblis Itu Masih Menunggu Hasil Dari Serangan Yang Dilepaskan Oleh Ketua Mereka Barusan Itu.
Kemudian Hempasan Angin Yang Cukup Keras Tercipta Dan Membuat Semua Debu Ataupun Asap Dari Serangan Barusan Itu Menghilang Dan Disana Tampak Gilgamesh Yang Masih Berdiri Dengan Santai Dan Kedua Tangannya Ia Juga Masih Ia Masukkan Kedalam Saku Celananya, Keterkejutan Langsung Menimpa Sekelompok Iblis Tersebut Terutama Ketuanya Itu.
"Apaa... Ia Bisa Selamat Dari Sihir Penghancur Pamungkas Milik Keluarga Gremory. "Gadis Crimson Itu Tampak Terkejut
[Ding Dong! Masingko Patata...]
"Hmm... " Hp Ku Tiba-tiba Berdering Dikarenakan Ada Seseorang Yang Menelfonku, Aku Langsung Mengambil Ponsel
Yang Ada Disaku Kananku Dan Melihat Kalo Yang Di Ponsel Adalah Irise, Ialah Yang Menelfonku Barusan. Aku Mengangkat
Telfonnya Dan Mendekatkan Ponselnya Ke Telinga Ku.
"Halo? Ada Apa Irise?"
[Kamu Dimana? Aku Baru Saja Pulang Dengan Valina]
"Ouh Kalian Sudah Selesai Ke Mall? Baiklah Aku Akan Kesana,
Namun Akan Sedikit Terlambat Karena Ada Beberapa Sampah Yang Menghalangiku."
[Baiklah, Ouh Ya Kami Membelikan Pl***tation Yang Kamu Minta Itu. Jujur Saja Harganya Cukup Mahal Tahu]
"Sudah Jelas Lah, Itukan Keluaran Terbarunya, Kalo Begitu Akan Tutuplah Telfonnya, Ouh Ya Irise, Sampaikan Salamku Pada Valina Ya."
[Oke. Bye Bye]
__ADS_1
Kemudian Irise Langsung Menutup Telfonnya Dan Aku Yang Melihat Itu Langsung Mengantungi Hpku Kembali Kedalam Saku, Dan Lalu Aku Kembali Melihat Kearah Para Rias Dlll.
"Kalo Begitu Sampai Jumpa." Aku Langsung Berjalan Kearah
Belakang Tepatnya Kearah Kiba Yang Ada Disana, Tampak Kiba Yang Langsung Menghindar Kesamping Karena Isyarat Yang Diberikan Oleh Rias Gremory. Sementara Issei Yang Tidak Tahu Langsung Menghalangiku Dengan Segera Saat Itu Juga.
"S**lan! Siapa Yang Membiarkanmu Melarikan Diri?!"
"Issei." Rias Berkata Keras Karena Tindakan Budaknya Itu.
"Ketua, Jangan Halangiku, Orang Ini Telah Menghina Anda! Ia Pantas Untuk Diberi Pelajar-" Pembicaraannya Terhenti
Gravitasi Yang Berat Langsung Menghantamnya Sampai Membuat Retakan Ditanah, Gravitasinya Bertambah Lagi.
Krrtakk! Suara Itu Berasal Dari Tulangnya Yang Patah Karena Terus Ditekan Oleh Gravitasi Ini, Teman-teman Dan Ketuanya
Langsung Terkejut Saat Melihat Hal Tersebut. Suaranya Yang Pelan Tampak Terdengar Sangat Kesakitan Karena Hal Ini.
"Sampah Sepertimu Seharusnya Hidup Damai Saja, Kau Terlalu Dini Dan Naif Untuk Bergabung Kedalam Dunia Gelap"
"Hmmpphhh... Tidak Ada Yang Berharganya Pada Dirimu, Kau Dijadikan Iblis Hanya Karena J**ang Itu Menginginkan Kekuatan Dari Naga Langit Yang Ada Dalam Tubuh Busukmu Itu. Kalo Saja Itu Tidak Ada Maka Ia Tidak Akan Melirik Ujung Rambutmu Sama Sekali." Setelah Itu Aku Lanjut Berjalan
"Berani Sekali Kau Berbuat Itu Pada Budak Tercintaku! Apalagi Disini Adalah Wilayah Kekuasaanku! Apa Kau Tahu? Orang Yang Melakukan Itu Di Wilayahku Akan Diberi Hukuman Berupa Kematian Dan Siksaan." Crimson Itu Tampak Marah
"Aha Aku Hampir Lupa, Tadi Kau Menyebut Sihir Penghancur Barusan Itu Milik Keluargamu? Lelucon Yang Lumayan Bagus. Kekuatan Penghancur Itu Sebetulnya Adalah Milik Keluarga Dari Ibumu, Itu Adalah Milik Keluarga Bael, Kau Hanya Beruntung Karena Ayahmu Memiliki Pasangan Dari Keluarga Bael. Keluarga Gremory Hanya Unggul Dalam Kapasitas Simpanan Sihir Saja, Hanya Sebatas Itu Saja Kelebihannya"
"Dan Sekarang Kau Bilang Ini Adalah Wilayahmu? Hoi Hoi... Ini Adalah Wilayah Umum, Seluruh Daerah Negara Ini Dulunya Dibangun Oleh Dewi Matahari, Amaterasu, Ia Beserta Pengikutnya Membangun Wilayah Dan Kawasan Jepang Ini Dengan Darah Dan Keringatnya, Sedangkan Kau Hanya Iblis Yang Datang Dari Dunia Bawah Dan Mengklaim Wilayah Dengan Seenaknya Jid**mu, Dan Menganggap Wilayah Ini Adalah Wilayahmu? Kau Lagi-lagi Membuat Sebuah Lelucon."
"Hah? Lalu Kau? Kau Juga Seenak Diri Numpang Disini." Yuuto Kiba Langsung Membalas Ucapanku Karena Tidak Terima Terhadap Lontaranku Barusan, Sedangkan Rias Hanya
Berdiam Diri Dan Sedang Mencerna Semua Ucapanku Brusan.
"Aku? Aku Sudah Diberi Izin Olehnya Kemarin, Dan Aku Disini Tidak Membuat Semacam Kesusahan, Aku Hanya Menjalani Hidup Seperti Halnya Manusia Biasa, Oh Ya Aku Juga Sudah Pernah Bilang Pada Gadis Kecilmu Itu, Aku Hanya Ingin Bersantai Saja Sambil Melakukan Semacam Bisnis Kecil Di Bangunan Yang Sudah Kubuat Itu. Aku Hanya Akan Membuat Kerusuhan Kalo Orang Lain Yang Memulainya Duluan."
"Hah? Kau Sudah Bertemu Dengan Dewi Amaterasu?" Mata Rias Terbelalak Tak Percaya Saat Mendengar Jawaban Dariku.
Aku Kembali Melihat Kedepan Dan Lanjut Berjalan Meninggalkan Sekelompok Iblis Tersebut, Sementara Issei Hyoudou Masih Tertanam Dan Tertekan Ditanah Karena Gravitasi Yang Kuberikan Olehku, Rias Dan Budaknya Kemudian Membantunya Dengan Susah Payah, Sementara Aku Sudah Meninggalkan Dan Menjauh Dari Taman Tersebut.
...
...
...
"Yoo~ Aku Pulang."
Aku Sudah Sampai Didalam Lantai Pertamaku, Disana Aku Bisa Melihat Valina Dan Irise Yang Sedang Terduduk Dibangku
Pelanggan Sambil Memakan Beberapa Piring Makanan.
"Darimana Saja? Kudengar Kamu Mengalami Masalah.."
Valina Merespon Kedatangan Dan Begitupun Dengan Irise
"Tidak, Hanya Beberapa Iblis Kecil Saja."
"Hmm Aku Mencium Keberadaan Sihir Pada Pakaianmu. Sepertinya Kamu Mengalami Pertarungan." Ucap Valina
"Apa Mereka Membuatmu Terluka?"
"Mana Mungkin, Aku Memiliki [Magic Resistance]. Jadi Aku Tidak Akan Terluka Hanya Karena Serangan Sihir Kecil Itu."
"Eh? Resistensi Sihir? Apakah Kamu Tidak Mengaktifkannya Saat Bertarung Dengan Kami Dulu?" Valina Tampak Penasaran
"Mana Mungkin, Saat Itu Aku Sedang Mood Bagus Saja, Jadi Tidak Kugunakan, Aku Menggunakannya Kali Ini Karena Tidak
Ingin Melakukan Pertarungan Saja."
"Baik-baik, Kalian Berdua, Ayo Makan, Gill Duduklah Sini." Irise Menghentikan Pembicaraan Kami Dan Ia Langsung Memberikan Sebungkus Makanan Keatas Meja Dan Tentunya Itu Untukku, Aku Pun Ke tempat Mereka Dan Memakan Makanan Yang Sudah Disiapkan Oleh Kedua Gadis Tersebut
__ADS_1
...
...