
Terlihat Kondisi Yang Kacau Balau Akibat Dua Meteor Yang Dijatuhkan Oleh Reinhard Tadi Dan Membuat Daratan Ini Menjadi Hancur. Korban Dari Ini Sudah Pasti Sangat Banyak.
Disisi Lain Terlihat Reinhard Yang Masih Terduduk Diatas
Selancar Nya Dan Tentu Saja Ia Masih Melayang Didalam Awan Yang Sangat Jauh Diatas. Walaupun Begitu. Ia Tetap Bisa Melihat Peperangan Dibawahnya Dengan Sangat Jelas.
Terlihat Kedua Mata Yang Berwarna Ungu. Itu Adalah Mata Rinnegan Yang Dibelinya Di Sistem Tadi. Kalo Tidak Ada Mata Tersebut Maka Ia Tidak Akan Bisa Memakai Jurus Tengai Shinsei Seperti Yang Barusan Ia Lakukan. Ia Meningkatkan Mata Tersebut Menggunakan Poin Peningkatannya.
"Untung Saja Kemampuan Mata Ini Bisa Kutingkatkan Dengan Poin Peningkatan. Oh Ya Lily, Kenapa Ini Bisa Ditingkatkan?
Bukanya Kamu Bilang Tadi, Kalo Poin Peningkatan Hanya Bisa Di Pakai Pada Statistik?" Reinhard Bertanya Dalam Batin-nya
[Bukan Hanya Statistik Yang Bisa Ditingkatkan, Sebetulnya Kemampuan Juga Bisa Ditingkatkan. Tapi Tidak Semuanya]
"Rupanya Begitu. Mudah Dimengerti" Reinhard Tersenyum
Dan Lalu Ia Kembali Melihat Kearah Tuhan Yang Ada 300 Meter
Dari Tempatnya. Dan Lalu Ia Kembali Melihat Kearah Bawah
Dibawah Sana Terlihat Bebatuan Dan Puing-puing Dari Meteor Yang Barusan Meledak. Terlihat Banyak Mayat Disana. Itu Adalah Mayat Dari Kedua Belah Pihak. Kebanyakan Dari Mereka Mati Karena Terluka Berat. Namun Ada Juga Yang Mati
Karena Api Yang Sangat Panas Dari Meteor Yang Jatuh Tadinya
"Sialan, Si Keparat Itu Sudah Meremehkan Kita." Yang Berkata Adalah Lucifer, Salah Satu Raja Iblis Agung. Ia Bangun Dari Puing-puing Meteor. Ia Menghempaskan Semua Itu Dengan
Auranya. Semua Meteor Dihempaskan Kearah Sampingnya
"Ayo Kita Bunuh Si Kurang Ajar Itu." Ucap Leviathan. Meraka Berdua Kemudian Memunculkan Sepuluh Sayapnya Dan Kemudian Terbang Kearah Reinhard Dengan Sangat Cepat.
"Kalian Semua! Ayo Musnahkan Mereka." Suara Yang Keras Terdengar Dari Arah Atas Meraka. Yang Berkata Adalah Salah Satu Pemimpin Malaikat. Ya Itu Adalah Michael. Orang Yang Disebut-sebut Sebagai Malaikat Terkuat, Khususnya Saat Ini.
Banyak Malaikat Yang Mulai Menyerbu Para Iblis Yang Masih
Terperangkap Didalam Puing-puing Meteor. Malaikat Jatuh
Juga Masih Ada Disana. Termasuk Para Keempat Pemimpinya
Disana Terlihat Azazel, Shemhazai, Barachiel Dan Kokabiel Yang Sudah Bangkit Dari Puing-puing Meteor. Kemudian Mereka Menyerang Malaikat Yang Sedang Menuju Kearahnya.
"Kalian Semua! Apa Kalian Sudah Menyerah!" Azazel Berkata Kepada Para Bawahannya Yang Masih Terperangkap Disana.
Dan Semua Pasukan Malaikat Jatuh Yang Tersisa Langsung Mulai Semangat Kembali Dan Mereka Bangkit Dari Puing-puing Meteor Dan Menyerang Balik Para Malaikat Suci.
Serangan Demi Serangan Dilancarkan Oleh Ketiga Kubu. Korban Di Kubu Malaikat Juga Mulai Mengalami Kejatuhan Yang Sngat Banyak. Pasukan Meraka Perlahan-lahan Menurun
Karena Mereka Kalah Oleh Para Iblis Dan Malaikat Jatuh. Apalagi Semua Pemimpin Dari Iblis Dan Malaikat Jatuh Juga Sudah Turun Ke medan Perang. Jadinya Banyak Malaikat Yang Kalah Dan Populasi Pasukan Malaikat Mulai Merosot Seketika
"Sepertinya Pasukan Kita Akan Habis Beberapa Saat Lagi."
Ucap God's Yang Masih Melayang Diudara Bersama Dengan
Para Pemimpin Malaikat Lainnya. Michael Kemudian Berkata
"Ayah, Biarkan Saya Turun." Ucap Michael
"Tuan, Saya Juga Akan Turun." Ucap Gabriel
"Baiklah, Turunlah Kesana. Berhati-hatilah Karena Lucifer Itu Tidak Akan Mempan Dengan Sihir Suci. Sedangkan Kalian Berdua Tetap Ada Disampingku." God's Menyuruhnya Turun
"Baik." Jawab Kedua Pemimpin Malaikat Lainnya.
(Note : Seingat Saya, Nama Dua Pemimpin Malaikat Lainnya
Adalah "Raphael" Dan "Uriel" Kalo Salah Kalian Koreksi Ya)
Michael Dan Gabriel Kemudian Memunculkan Sayap Mereka
Dan Meraka Kemudian Turun Kemedan Perang. Meraka Mengeluarkan Sihir Sucinya Dan Menyapu Bersih Sekelompok
Iblis Dan Malaikat Jatuh. Keadaan Sekarang Mulai Berbalik Secara Perlahan. Pasukan Iblis Dan Fallen Angel Juga Mulai
Mengalami Penurunan Karena Dua Pemimpin Angel Turun Tangan Dalam Menghadapi Mereka.
Tiba-tiba God's Seperti Terkejut Dan Lalu Ia Menoleh Kearah Depannya. Diatas Sana Ia Dapat Melihat Sebuah Gelembung
Yang Didalamnya Terdapat Sebuah Portal Cahaya Yg Kecil.
"Kenapa Sacred Gear Itu Malah Muncul Disana?" God's Berkata Dengan Sedikit Pelan Sambil Terus Melihat Kedepan.
"Eh... " Raphael Terkejut Saat Melihat Yang Tuannya Lihat Itu.
__ADS_1
Pancaran Kekuatan Yang Kuat Keluar Dari Gelembung Yang Didalamnya Berisi Portal Tersebut. Itu Membuat Ketiga Kubu Berhenti Berperang Dan Melihat Kearah Pancaran Tersebut.
Mereka Semua Terkejut Saat Melihat Gelembung Tersebut
"Itukan... " Barachiel Berkata Pelan Saat Melihatnya
"Sacred Gear Yang Tidak Diciptakan Tuhan itu Ya." Ucap Azazel
"Ouh, Sacred Gear Yang Tidak Cocok Dengan Siapapun Itu Ya.
Kudengar Tuhan Juga Tidak Diterima Oleh Portal Itu. Ia Memaksa Mencobanya Dan Akhirnya Terluka Cukup Parah."
Ucap Shemhazai Dengan Ekspresi Penasaran Diwajahnya
"Karena Itu Tuhan Memutuskan Untuk Menyegelnya. Setelah Dua Ratus Tahun Disegel, Akhirnya Sacred Gear Itu Muncul Kembali Ya. Apakah Segelnya Sudah Rusak?" Ucap Azazel Dengan Nada Bertanya Yang Masih Melihat Gelembung Itu.
"Sacred Itu Akan Terus Melayang Di Daerah Ini Sampai Ada Pengguna Yang Cocok Dengannya." Sambung Shemhazai
"Dan Kudengar, Tuhan Juga Sempat Menggunakan Kemampuannya. Tapi Itu Hanya Sementara." Lanjut Azazel
Banyak Juga Pihak Dari Iblis Dan Malaikat Jatuh Yang Terbang Mendekat Kearah Gelembung Yang Didalamnya Ada Sacred Gear Tersebut Dan Akhirnya Meraka Mati Dengan Tubuhnya
Yang Terkoyak-koyak Tanpa Ada Sisa Sedikitpun.
"Oy Tuhan! Bisakah kau Katakan Apa Itu!"
Suara Seseorang Yang Keras Terdengar Ketelinga Semua Orang. Itu Adalah Suara Dari Pria Berambut Emas Yang Ada Jauh Didalam Awan. Ia Adalah Reinhard. Gilga Memutuskan
Untuk Bertanya Langsung Kepada Tuhan Karena Ia Bingung
Saat Kemunculan Benda Itu. Portal Yang Disebut Sacred Gear
Misterius Itu Tidak Ada Dalam Cerita Aslinya. Jadi Itu Membuatnya Terkejut Dan Memutuskan Untuk Bertanya
"Ouh! Kau Berani Memanggilku Secara Terang-terangan?"
Ucap God's Membalas Panggillan Dari Reinhard
"Hei Ayolah, Aku Hanya Ingin Tahu Portal Yang Ada Didalam Gelembung Itu. Kata Dua Pemuda Yang Ada Disana Itu Adalah Sacred Gear Misterius." Ucap Reinhard Sambil Menunjuk Kearah Azazel Dan Shemhazai Yang Berada Jauh Di Bawahnya
"Huahh~ Kau Ini Ya, Baiklah Akan Kuceritakan Saat Dimana Aku Menggunakan Sacred Gear Misterius Itu." Jawab God's
Sambil Menghela Nafasnya Dengan Lumayan Panjang
Itulah Yang Membuat Ketiga Kubu Saat Ini Kebingungan. Reinhard Mengabaikan Mereka Semua Dan Berfokus Mendengarkan Tuhan Sambil Melihat Kearah Gelembung Itu.
"Sacred Gear Itu Pertama Kali Muncul 300 Meter Dibarat Sana.
Itu Sekitaran 270 Tahun Yang Lalu. Aku Merasakan Energinya
Saat Itu Dan Langsung Ketempat Tersebut Dan Kemudian Aku Menemukan Gelembung Itu. Karena Kami Bermusuhan Dengan Malaikat Jatuh Dan Iblis. Jadinya Michael Dan Tiga Lainnya Ikut Denganku. Aku Melihatnya Memancarkan Energi
Yang Seolah-olah Sangat Kuat. Apalagi Aku Juga Merasakan
Energi Suci Dari Itu Sekaligus Juga Energi Gelap." Ucap God's
"Saat Itu Aku Mendekat Kearahnya, Energi Super Kuat Langsung Menusuk Tubuhku. Terutama Bagian Perutku. Namun Karena Itu Energi Suci, Jadinya Itu Tidak Mempan. Aku Memegang Gelembung Tersebut. Lenganku Langsung Terdorong Kebelakang Seolah-olah Ia Menolakku. Aku Kembali Melakukannya Tapi Kali Ini Sedikit Kupaksa Dan Kukerahkan Beberapa Persen Kekuatanku Dan Hasilnya, Aku Berhasil Menghancurkan Gelembung Yang Mengelilingi Portal Kecil Itu. Dan Kemudian Aku Mencengkramnya Dengan Sihir Tangan Dewaku. Dan Lalu Kulakukan Analisis Untuk Mengetahui Seperti Apa Kekuatan Portal Tersebut." Lanjutnya
"Ouh! Setelah Itu?" Reinhard Bertanya Suara Polosnya
"Kenapa Kau Melihatku Seperti Itu, Seolah-olah Kau Seperti Sedang Mendengar Dongeng?" God's Sedikit Jengkel
Yang Lainnya Langsung Berkeringat Saat Melihat Tingkah Keduanya. Mereka Juga Mendengar Omongan Tuhan Dan Berhenti Berperang. Kemudian Tuhan Melanjutkan Pembicaraannya Tentang Sacred Gear Misterius Tersebut.
"Ahh~ Baiklah Akan Kulanjutkan, Setelah Beberapa Jam Aku Akhirnya Bisa Menggunakan Kekuatan Dari Portal Tersebut.
Aku Masuk Kedalam Portal Itu Dengan Teleportasi Paksaku.
Dan Apa Kau Tahu Apa Yang Kulihat Didalam Dimensi Portal Itu? Itu Adalah Emas Yang Tidak Terhitung Jumlahnya. Bahkan Banyak Emas Tersebut Bertumpuk Sampai Dan Membuatnya
Seolah-olah Seperti Pegunungan Emas. Selain Emas Aku Juga Menemukan Ribuan Pedang Yang Tertancap Ditanah-tanah
Dimensi Tersebut. Dan Beberapa Saat Kemudian Tubuhku Tertebas Puluhan Kali Dan Kali Ini Serangan Itu Mempan. Yang Mencabik-cabikku Adalah Sebuah Energi Gelap." Lanjutnya
"Jadi Karena Itu, Serangannya Mempan Terhadapku. Karena Tidak Mau Lenyap Didalam Dimensi Itu, Maka Kuputuskan Untuk Segera Keluar Dari Sana. Karena Kurasa Itu Berbahaya.
Jadi Kuputuskan Untuk Menyegel Kedalam Dimensi Khusus.
Dan Saat Itu Aku Sangat Yakin Tidak Ada Apa-apa Didalam Sana. Tapi Sekarang Portal Kecil Itu Memiliki Gelembung Penghalang, Aku Tidak Tahu Siapa Yang Memasangkannya"
Lanjutnya Dan Kemudian Ia Kembali Menatap Gelembung Itu.
__ADS_1
"Pendongeng Handal." Ucap Singkat Reinhard
"Oy Biadab, Sudah Capek-capek Aku Cerita Dan Malah Kau Anggap Cerita Barusan Adalah Dongeng." Ia Kembali Jengkel
"Ahaha, Tenang Saja. Aku Percaya Kok." Balas Reinhard Dengan Sedikit Tertawa. Kemudian Ia Mengalirkan Pandangannya Dan Kembali Menatap Kearah Gelembung Itu
"Sudah Kuduga, Itu Memang Sangat Mirip Dengan Gate Of Babylon Milik Gilgamesh Di Fate Series. Kuyakin Itu Diciptakan
Khusus Untukku Oleh The One Above All. Semoga Saja Begitu.
Biar Kucoba Untuk Mengambilnya." Gumam Reinhard
"Oy! Aku Boleh Mencobanya, Kan" Ucap Reinhard
"Ho-ho, Aku Tidak Akan Melarangmu. Kalo Memang Kau Cocok Dengannya Maka Itu Juga Tidak Masalah." Ucap God's
Membiarkan Reinhard Untuk Mendekati Gelembung Itu.
Kemudian Reinhard Menghilangkan Penghalang Gelembung
Nya Dan Kemudian Ia Terbang Dengan Selancarnya Kearah Gelembung Yang Didalamnya Terdapat Sebuah Portal Itu. Tiba-tiba Sebuah Serangan Energi Gelap Menuju Kearah Reinhard. Ia Masih Sempat Menghindarinya. Serangan Itu Hanya Membuat Goresan Pada Pipi Kanannya. Darahnya Keluar Dari Pipinya Dan Jatuh Keatas Bajunya. Suara Seorang
Wanita Terdengar Dari Bawah. Ia Adalah Keturunan Leviathan
Katerea Leviathan. Ialah Yang Menyerang Reinhard Barusan.
"Kau Pikir Aku Akan Membiarkanmu? Itu Adalah Milik Kami."
Ucap Katerea Dengan Suaranya Yang Keras.
"Apa Kau Yakin Bisa Menggunakannya? Bahkan Tuhan Yang Menciptakan Sacred Gear Saja Ditolak. Dan Kau Bilang Ingin
Mengambilnya?" Luka Di Pipi Reinhard Langsung Sembuh.
"Ya Itu Memang Benar, Tapi Kami Bisa Menelitinya. Kami Akan Menggunakan Itu Memusnahkan Kalian Nantinya." Ucap Katerea Dengan Nada Sombongnya Dan Sedikit Terkekeh.
"Bagaimana Kalo Aku Tetap Kesana?" Reinhard Bertanya
"Aku Akan Membunuhmu." Jawab Katerea Dngan Seringai
"Hehe." Reinhard Sedikit Tertawa Dan Menyeringai
Whuss... Dhuak.....
Dua Tombak Hitam Menembus Dada Dan Perut Katerea. Itu Adalah Serangan Dari Reinhard. Kebanyakan Orang Tidak Bisa Melihat Betapa Cepatnya Reinhard Melemparkan Itu.
"Emangnya Kau Pikir Kau Bisa?" Reinhard Bertanya Dengan Tatapan Merendahkan Dan Menyeringai Kearah Katerea
"Dasar Keparat... Khuaghh.." Katerea Memuntahkan Darah.
Ia Langsung Terduduk Ditanah Dengan Dua Luka Ditubuhnya
Tubuhnya Perlahan Hancur Dan Lalu Menghilang Tanpa Sisa.
"Inilah Yang Terjadi Kalo Seekor Semut Menantang Manusia"
Ucap Reinhard Dan Lalu Ia Kembali Melihat Kearah Gelembung Itu. Ia Lalu Menggerakkan Kembali Selancarnya
Disaat Yang Sama Tiba-tiba, Sebuah Serangan Kembali Dilepaskan Kearah Reinhard. Sihirnya Juga Adalah Sihir Iblis.
Reinhard Menghindari Serangan Tersebut Dengan Biasa Saja. Ia Kemudian Menoleh Kearah Bawahnya. Disana Ia Melihat Kalo Yang Menyerangnya Adalah Salah Satu Raja Iblis.
"Beraninya Kau Membunuh Keturunanku." Ucap Leviathan
"Jangkrik Semacam Itu Adalah Keturunanmu? Yah Wajar Sih. Leluhurnya Aja Lemah. Apalagi Keturunannya" Tanya Reinhard Dengan Nada Sombongnya. Ia Menatapnya Dngan Tatapan Meremehkan. Reinhard Menghentikan Selancarnya. Dan Menunggu Dan Ingin Melihat Apa Yang Akan Dilakukannya
"Keparat." Leviathan Mengigit Giginya Karena Sangat Kesal.
"Padahal Aku Hanya Ingin Mengambil Itu. Tapi Ada Saja Hama Yang Menghalangiku Ya." Ucap Reinhard Dengan Nada Pelan
...
...
...
...
• Oke Cukup Sampai Sini Dulu Ya.
• Sampai Jumpa Di Chapter Selanjutnya.
__ADS_1
• Bye Bye