
Semua Orang Hanya Bisa Terkejut Dengan Ucapanku, Semuanya Kecuali Sheryl Dan Alice Yang Sudah Tahu Tentang
Kekuatanku Karena Gosipku Sangat Terkenal Di Luar Universe
Ini. Oh Ya Disana Juga Ada Alice Ya, Ia Berada Di tengah-tengah
Azazel Dan Kirei, Ia Juga Menyaksikan Tontonan Tersebut Sambil Mensandarkan Dagunya Keatas Kepalaku, Ini Adalah Sifat Alice, Semua Orang Sudah Tidak Heran Dengan Sifat Itu.
Itu Adalah Sifat Bebas Milik Alice Yang Dimana Ia Akan Bersikap Bebas Pada Siapapun, Bahkan Masternya Sekalipun.
Dan Kedua Tangannya Memeluk Leherku Dari Arah Belakang.
Bahkan Oppainya Yang Cukup Besar Tersebut Sampai Menyentuh Leher Bagian Belakangku Termasuk Kepalaku.
"Alice, Jangan Terlalu Erat Seperti Itu ... Dan Bisakah Kamu Sedikit Kedepan Lagi? Dadamu Sangat Hangat." (Gilgamesh)
"Okee Tuan~β‘" (Alice)
Semuanya Hanya Bisa Mengeluarkan Titik Keringat Diwajah Mereka Saat Melihat Aku Dan Alice, Kemudian Pandangan Semua Orang Kembali Tertuju Kepada Layar Sihir Didepanku.
Tampak Area Perhutanan Yang Hancur, Hampir Mencapai Semua Area Hutan Tersebut, Mata Mereka Langsung Terfokus
Kesana Kecuali Diriku Yang Hanya Melihatnya Dengan Santai.
Setelah Beberapa Saat, Akhirnya Ledakan Tersebut Mulai Mereda, Namun Tampak Masih Ada Ledakan Yang Kecil-kecil Saja. Suasananya Langsung Ramai, Suara Terdengar Disana.
Namun Kami Semua Tidak Bisa Melihatnya, Karena Pandangan Kami Terhalangi Oleh Semacam Debu Yang Tebal,
Tampak Irise Dan Azazel Yang Mengeluarkan Sedikit Keringat.
"Suara Ricuh Ini ... " (Irise)
"Ya, Suara Benturan Senjata Ini... Sudah Jelas, Disana Sedang Terjadi Perang. Hehe Ini Akan Lumayan Menarik." (Azazel)
Azazel Kemudian Meneguk Sake Dalam Gelas Yang Ia Pegang.
Tampak Banyak Orang Bersenjata Dan Berbadan Full Armor Sedang Berperang Didalam Hutan Tersebut, Berbagai Jenis Prajurit Ada Disana, Mulai Dari Yang Ahli Dalam Hal Sihir, Hal Pedang, Penembak Dan Berbagai Keahlihan Lainnya Disana.
Peperangannya Tampak Sengit, Kedua Belah Pihak Seimbang.
Kemudian Dua Orang Kuat Tampak Juga Sedang Bertarung. Satunya Sudah Jelas Adalah Oda Nobunaga, Dan Satunya Mungkin Adalah Orang Yang Ia Bilang Sebagai Musuhnya Itu.
"Itu Oda." (Valina)
"Apa Itu Adalah Musuh Bebuyutan Yang Ia Bilang?" (Sheryl)
"Kita Akan Segera Mengetahuinya Beberapa Saat Lagi." (Shiro)
Semuanya Menampilkan Ekspresi Tegang Saat Melihat Hal Itu
Pertarungan Keduanya Sangat Sengit, Dan Tentu Saja Luar Biasa, Pepohonan Tersapu Bersih Akibat Mereka. Bahkan Sungai Yang Tadinya Dipenuhi Oleh Kedua Belah Pihak Juga Disapuh Bersih Akibat Pertarungan Dasyat Mereka Berdua Itu.
"Hahaha! Oda! Kau Tidak Pernah Berubah Rupanya! Aku Senang Kau Tetap Seperti Dulu." Ucap Wanita Yang Adalah Musuh Yang Sedang Ia Hadapi Saat Ini. Ia Tampak Menyeringai
"Diam Kau, Elena!" Oda Juga Menampilkan Seringainya Itu
"Hahaha! Unyunyu~ Ada Yang Marah Nih." Ucap Musuh Oda Yang Dipanggil Elena Ini, Elena Memancing Emosinya Oda
"Bangsat..!!" Mereka Langsung Lanjut Bertarung Dengan Sengitnya, Tampak Banyak Prajurit Dari Kedua Kubu Yang Berlari Keluar Dari Hutan Karena Takut Terkena Efek Dari Pertarungan Antara Dua Monster Mengerikan Tersebut.
"Ughh Kebanyakan Wanita Memang Mengerikan Ya." (Azazel)
Azazel Mengucap Itu Sambil Mengingat Bagaimana Kelakuan Istrinya Kalau Sedang Marah Besar Itu, Irise Dan Valina
Hanya Bisa Berkeringat Saat Tahu Apa Yang Dipikirkan Azazel.
"Ouh Ya Bagaimana Dengan Primordial Demon Itu? Kalau Tidak Salah Namanya Noir Bukan?" (Sebastian)
"Ah Maksudmu Ia? Tenang Saja, Nanti Juga Akan Ditampilkan Kok. Menurut Perasaanku, Ia Belum Bergerak." (Gilgamesh)
"Ia Belum Bergerak? Apa Yang Sedang Dilakukannya Saat Ini? Apakah Ia Sedang Menikmati Nikmatnya Hidup Didalam Sebuah Rumah Bordil?" (Kirei) Semua Orang Hanya Bisa Mengeluarkan Titik Keringat Diwajah Masing-masingnya.
"Pemikiranmu Terlalu Liar." (Alice)
"Kamu Benar." Ucap Semua Orang Dalam Hatinya Kecuali Diriku Yang Masih Fokus Kearah Peperangan Besar Tersebut.
"Dia Sedang Bersantai Diatas Dahan Suatu Pohon Besar Sambil Menunggu Musuh-musuhnya Datang." Aku Menjawab
Pertanyaan Kirei Sehingga Rasa Penasarannya Itu Menghilang.
"Bisakah Anda Tunjukkan Dia?" Kirei Memintaku Untuk Menunjukkan Sosok Noir, Entah Kenapa Ia Sangat Penasaran.
Tempatnya Berubah, Yang Tadinya Pertempuran Sekarang Sudah Berubah, Disini Bertemakan Semacam Hutan Juga, Namun Tidak Seluas Hutan Yang Tadi, Di Salah Satu Pohon Besar Yang Sangat Mencolok Di hutan Tersebut Karena Tinggi
Pohon Itu, Ukuran Dan Lebarnya Juga Tidak Bisa Dijelaskan, Sangat Besar, Dan Tingginya Mungkin Hampir Mencapai Awan.
"Apakah Noir Ada Di Pohon Tinggi Itu?" Valina Juga Tampak Penasaran Akan Keberadaan Noir, Dan Begitupun Yang Lain.
Disebelah Pohon Tersebut Juga Terdapat Pepohonan Tinggi Lainnya, Namun Tidak Setinggi Pohon Tersebut, Di Salah Satu Pepohonan Tersebut, Disana Tampak Noir Yang Sedang Duduk Dengan Kaki Bergelantungan Kebawah, Kedua Tangannya Ada Disamping Kedua Pahanya Dan Diletakkan Diatas Dahan Pohon Dimana Ia Duduk, Tatapannya Lurus Kearah Depannya.
"Huftt Dimana Musuhnya? Aku Harus Cepat Menemui Tuan, Dan Memintanya Untuk Memberikanku Sebuah Nama." Ucap Noir Dengan Nada Mengeluhnya Karena Musuh Belum Datang
"Eh Memintamu Menberikannya Nama? Bukanya Namanya Adalah Noir?" Sheryl Sepertinya Menunggu Penjelasan Dariku.
Orang Lain Sepertinya Juga Menunggu Penjelasan Dariku Itu.
"Itu Bukanlah Sebuah Nama, Melainkan Sebuah Gelar, Ia Adalah Salah Satu Iblis Tertua Ditempat Asalnya, Ada 7 Iblis Primordial Disana, Dan Tentu Saja Iblis Tertua Lain Awalnya Juga Tidak Memiliki Nama, Jadi Mereka Dipanggil Seperti Itu."
" 'Rouge' Mewakili Warna Merah, 'Blanc' Mewakili Warna Putih
__ADS_1
Dan Tentu Saja Termasuk Yang Lainnya, Dan 'Noir' Ini Mewakili Warna Hitam, Kurang Lebih Seperti Itu, Baiklah Mari Masuk Masalah Utamanya, Kenapa Noir Meminta Sebuah Nama?"
"Dengan Diberikannya Nama, Maka Ia Akan Mendapatkan Tubuh Fisik Permanen, Untuk Saat Ini Ia Tidak Lebih Dari Sebatas Mahkluk Yang Disebut 'Spirit'. Spirit Adalah Saudara Jauh Dari 'Roh'. Saat Ini Ia Hanya Bertahan Beberapa Jam Saja. Dalam Tubuh Spirit Nya, Ia Mirip Seperti Hantu, Tidak Mempunyai Sebuah Kaki, Dan Ia Hanya Bisa Terbang, Dan Kekuatannya Juga Terkena Nerf Saat Dalam Wujud Trsebut."
"Ah Kurang Lebih Aku Mengerti." (Sheryl)
"Apa Yang Akan Didapatkannya Selain Tubuh Permanen?" Azazel Mengajukan Pertanyaan Karena Juga Masih Penasaran.
"Hmm, Hanya Buff Kekuatan, Selebihnya Aku Tidak Tahu, Sebetulnya Aku Masih Belum Mengetahui Semua Hal Tentang Dunianya, Jadi Hanya Sebatas Itu Yang Kuketahui Saat Ini."
"Eh? Apakah Kamu Mengetahuinya Dengan Menjelajahi Dunia Noir?" Irise Penasaran Tentang Kenapa Aku Mengetahui Itu
"Ia, Tuan Dari Dulu Memang Suka Menjelajahi Dunia Yang Ada Diluar Multiverse Kita, Jadi Aku Yakin Tuan Juga Sudah Menjelajahi Dunia Tempat Dimana Noir Berasal." Ucap Alice
"Sudahlah Kalian, Mari Lihat Ini Saja." Ucapku, Dan Mereka Kemudian Melihat Kembali Ke arah Layar Mengikuti Apa Yang Aku Katakan, Disana Masih Menampilkan Noir yang Terduduk.
"Tapi Lebih Baik Tidak Kulakukan Itu, Energi Magis Nya Bisa Langsung Habis Nantinya. Hufft Bagaimana Aku Harus Membicarakan Hal Ini Padanya?" Noir Memegang Kepalanya
"Eh Apa Maksudnya Gil?" Rasa Penasaran Valina Langsung Muncul Kembali Saat Mendengar Apa Yang Dikatakan Noir. Semua Orang Juga Tampak Menantikan Jawaban Dariku.
"Ada Resiko Kalau Memberikannya Nama, Dimana Energi Magis Si Pemberi Akan Terkuras, Nah Mereka Ini Adalah Primordial Demon, Memberikannya Nama Adalah Tindakan Untuk Bunuh Diri, Magis Si Pemberi Akan Diambil Habis Olehnya, Sejauh Ini Hanya Orang Super Kuat Yang Bisa Melakukannya, Untuk Saat Ini Yang Kutahu, Hanya Iblis Merah Dan Hijau Yang Sudah Mendapatkan Sebuah Nama, Selainnya
Menggunakan Sebutan Mereka Itu. Mungkin Semacam Itulah"
"Lebih Jelasnya Lagi, Di Dunianya, Hanya Manusia Dan Mahluk Semacamnya Yang Memiliki Nama, Dan Biasanya Yang Tidak Adalah, Monster, Iblis, Hewan, Dan Beberapa Hewan Lainnya."
"Woah~ Jadi Semacam Itu Konsep Dunianya." Ucap Irise
Setelah Cukup Lama Menunggu Disana, Rasa Bosan Noir Pun Menghilang Seketika Saat Melihat Banyak Debu Berhamburan
Jauh Didepannya, Seorang Melesat Dengan Cukup Cepat Kesini Dan Membuat Debu Atau Tanah Berhamburan Kesana Dan Kemari. Noir Pun Menyaksikannya Dari Atas Pepohonan.
Dibelakangnya Juga Tampak Pasukan Yang Sangat Banyak, Ribuan, Totalnya Ada 10.000 Lebih Yang Menuju Ketempatnya.
Noir Menampilkan Seringainya Saat Melihat Hal Tersebut.
"Seperti Yang Dikatakannya, Musuhnya Benar-benar Mau Menyerang Dari Belakang. Rencana Kalian Cukup Bagus, Namun Disini Ada Aku." Ucap Noir Dengan Seringainya Itu.
Angin Yang Cukup Kuat Kemudian Muncul, Rambutnya Terkena Hembusan Angin, Matanya Yang Tadi Berwarna Emas Secara Spontan Berubah Menjadi Merah, Dan Membuat Seringainya Tersebut Tambah Membuat Yang Melihatnya Takut.
"Baiklah, Mari Mulai Saja, Aku Harus Cepat Bertemu Tuan." Ucap Noir Yang Langsung Melompat Turun Kearah Para Musuh
Kemudian Sebuah Cakar Besar Ditangan Kanannya Tercipta, Itu Adalah Salah Satu Senjata Kesukaannya, Ia Langsung Melepaskan Cakaran Energi Dan Menyapu Bersih Para Musuh.
Noir Terus Membunuh Para Pasukan Musuh Tersebut, Kebanyakan Hanyalah Sebatas Kroco Baginya, Namun Ada Juga Yang Lebih Kuat Dibanding Pasukan Yang Lainnya, Dan Walaupun Begitu, Tetap Saja Tidak Ada Apa-apanya Bagi Noir.
"Dimana Yang Kuat? Kenapa Begini? Sangat Mengecewakan."
Noir Tampak Mengeluh Karena Musuhnya Tersebut Lemah. Dan Kemudian Sebuah Serangan Kuat Membuatnya Terhempas Jauh Kebelakang, Dan Ia Menabrak sebuah pohon.
"Kupikir Siapa, Rupanya Yang Kulihat Paling Pertama Tadi. Sepertinya Kamu Adalah Pemimpin Pasukan Ini, Ya." Jauh Didepan Noir Terlihat Seorang Bertubuh Besar Dengan Badan
Yang Penuh Dengan Armor Bersama Perak, Bahkan Kepalanya
"SIAPA KAU! KAMI TIDAK MENDAPATKAN INFORMASI TENTANG KAU DARI PENDETA MAHATAHU." Ucap Si Armor Itu.
"Aku? Aku Hanya Sosok Yang Kebetulan Lewat Disini." Noir Hanya Memberikan Senyuman Tipisnya Kepada Pria Tersebut.
"Tunggu, Mata Merah Menyala, Dua Gigi Taring, Dan Aura Gelap Yang Menggema Ini, Rupanya Panglima Perang, Oda Nobunaga Itu Memanggil Seekor Iblis Ya, Hehe Menyedihkan,
Bahkan Seorang Panglima Perang Memanggil Iblis Sebagai Bala Bantuan, Hanya Sebatas Rendahan, Tidak Layak Ia Menyandang Gelar Panglima Perang." Ujar Pria Armor Tersebut.
Noir Tidak Membalasnya Dan Hanya Tersenyum Diam Disana.
"Hehe Tubuhmu Lumayan Bagus Juga, Cocok Untuk Di Pakai Di Pesta Kemenangan Kami Nanti Malam." Ucap Pria Armor Dan Kemudian Ia Menarik Pedang Dengan Bilah Besarnya Itu.
"Dan Lebih Baik Kau Tidak Kubunuh Dulu, Jeritan Nikmatkmu Pasti Akan Sangat Menghangatkan Suasana Nanti Malam. Hehe Baiklah Gadis Kecil, Sudah Kuputuskan, Aku Yang Akan Menggunakan Tubuhmu Untuk Pertama Kali Nanti." Ucapnya
Tiba-tiba Dengan Secepat Kilat Noir Berada Didepan Orang Itu
Dan Kemudian Langsung Melancarkan Pukulan Dengan Tangan Kirinya, Pukulan Tersebut Dilesatkan Kearah Kepala, Dan Mengenainya Dengan Telak, Orang Itu Terpental Jauh Kebelakang Dan Menabrak Sebuah Batu Yang Lumayan Besar.
"Apa? Katamu? Suara Kenikmatanku? Mempergunakan Tubuhku? Apa Yang Kamu Maksud ... " Ucap Noir Dengan Suara Yang Pelan, Matanya Menatap Lurus Dan Tajam Kearah Musuhnya, Sepertinya Ia Marah Saat Mendengar Ucapanya Itu.
"Apa-apaan ... Bagaimana ... Mungkin ... " Pria Armor Itu Tergeletak Disana, Dengan Punggungnya Yang Bersandar Di Batu Yang Ia Tabrak Tadi, Ia Bergetar Cukup Hebat Karena Noir
"Dengar Yang Makhluk Yang Paling Egois, Hanya Tuanku Yang Ku Perbolehkan Untuk Mempergunakan Tubuhku." Ucap Noir Bersamaan Dengan Seringainya Bercampur Dengan Marah, Ia Langsung Mencengkram Kepalanya Dengan Tangan Kanannya
Yang Masih Memakai Sebuah Cakar Yang Super Besar Tersebut
Dan Kemudian Noir Langsung Meledakkan Kepalanya Orang Itu, Ia Juga Mengeluarkan Sebuah Api Kecil Di Ujung Telunjuk Tangan Kirinya, Kemudian Ia Menembakkannya Kearah Orang Tersebut Sehingga Membakarnya, Dan Terus Sampai Habis.
"Berani-beraninya Ingin Mempergunakan Tubuhku, Aku Hanya
Akan Mau Kalau Orang Yang Ingin Mempergunakannya Adalah Tuanku." Ucap Noir Sambil Menghilangkan Cakar Besarnya Itu
"Diantara Kami Semua Yang Akan Menjadi Pelayanmu, Mungkin Dialah Yang Akan Bersikap Paling Setia Sekaligus Paling Loyal Kepadamu." Ucap Kirei Yang Baru Saja Melihat Sifat Yang Ditampilkan Oleh Sosok Primordial Hitam Tersebut.
"Setuju." (Alice)
"Setuju Juga." (Sheryl)
"Tapi Masalahnya .... Sifatnya Agak Terlalu ... " (Irise)
"Kamu Benar, Sifatnya Agak Terlalu Berlebihan Dalam Melebih-lebihkan Sosok Tuannya Ini." Ucap Azazel Dan Semua Orang Langsung Menatap Kearahku Yang Masih Melihat Layar.
"Aku Tidak Terlalu Peduli Tentang Bagaimana Sifatnya Sih, Yang Terpenting Adalah Ia Tidak Akan Pernah Menghianatiku Dimasa Depan Nanti." Ucap Ku Sambil Meneguk Minumanku
"Benar, Itulah Bagian Terpentingnya." Ucap Shiro Yang Tampak Setuju Dengan Yang Kukatakan Barusan, Kemudian Kami Kembali Melihat Kearah Layar Yang Masih Menampilkan
__ADS_1
Noir Yang Sedang Membunuh Para Musuh-musuhnya Tersebut
"Okee~ Sepertinya Tidak Yang Masih Hidup." Tampak Noir Yang Dan Ribuan Mayat Tampak Berserakan Di Daerahnya Itu,
Darah-darahnya Sangat Banyak, Sehingga Kalau Di lihat Dari Atas, Rumput Yang Tadinya Hijau Sekarang Menjadi Merah, Hutan Yang Dipenuhi Oleh Darah Musuh Yang Dibunuh Noir.
"Dan Lebih Baik Segera Kumulai Ritual Evolusinya." Lanjut Noir Dan Kemudian Ia Memejamkan Kedua Matanya Tersebut,
Energi Gelap Tercipta Di masing-masing Mayat Musuh Yang Sudah Dibunuhnya, Kemudian Lingkaran Ungu Itu Menarik Keluar Berbagai Energi Dari Semua Orang Yang Sudah Mati Itu.
Kemudian Semua Energi Itu Masuk Kedalam Tubuhnya Noir.
Setelah Beberapa Saat.
Akhirnya Evolusinya Selesai.
Dengan Segera Noir Membuka Kedua Matanya Seperti Awal, Dan Betapa Terkejutnya Dia Saat Melihat Sosokku Yang Ada Di Udara, Dan Tepat Berada Didepannya, Tubuhku Tampak Transparan Sehingga Awan Yang Ada Dibelakangku Bisa Dengan Jelas Oleh Noir Yang Berada Didepanku Tersebut, Dengan Spontan Noir Berlutut Dan Membungkukan Kepala.
"Mahkluk Angkuh Ini Menghadap Ke Tuan." Ucap Noir, Aku Hanya Memasang Wajahku Yang Mengeluarkan Beberapa Titik Keringat Karena Sifat Berlebih-lebihannya Tersebut Kepadaku
"Jangan Bersikap Begitu, Dan Sepertinya Evolusimu Sudah Selesai, Energi Sihirmu Naik Sebanyak 10 Kali Lipat."
"Ya Tuan, Seperti Yang Anda Lihat." Balas Noir Dengan Hormat
"Jadi Bagaimana Noir? Aku Sudah Memenuhi Semua Keinginanmu, Jadi Sekali Lagi, Apakah Kamu Mau Melayani Diriku Ini?" Aku Melontarkan Pertanyaan Sebelumnya Ke Noir.
"Yes Tuan, Saya Akan Bersumpah Setia Kepada Anda Sampai Kapanpun, Sampai Berabad-abad Atau Bahkan Triliunan Tahun Kedepan, Saya Akan Mengikuti Anda Selamanya." Noir Mengangkat Kepalanya Dan Aku Melihat Kedua Matanya Yang Berbinar, Sepertinya Gadis Iblis Bersungguh-sungguh. Aku Menampilkan Senyuman Tipisku Saat Melihat Hal Tersebut.
"Kalau Begitu, Aku Akan Mengandalkanmu Dalam Beberapa Hal Mulai Sekarang." Ucap Aku Sambil Melihat Kearah Lain. Aku Memeriksa Situasi Tempat Ini, Tampak Ribuan Mayat Dalam Keadaan Mengenaskan, Seolah-olah Seperti Mumi. Mereka Seperti Mumi, Mungkin Karena Energinya Sudah Di Sedot Habis Oleh Noir Untuk Evolusinya Kekuatannya Trsebut
"Waah~ Kamu Menghisap Habis Energi Mereka Semua, Ya?" Ucapku Dengan Rasa Sedikit Tercengangku Saat Melihat Ini
"Ouh Ya, Aku Akan Memberikanmu Sebuah Nama." Lanjutku
Dan Itu Langsung Membuatnya Terkejut, Dengan Segera Ia Mengangkat Kepalanya Dan Melihat Lurus Kearah Mataku Ini.
"Tunggu Dulu Tuan, Tolong Jangan Lakukan Itu. Itu Akan Sangat Berbahaya." Noir Memberikan Sebuah Peringatan Kepadaku, Ia Sangat Khawatir Akan Keadaanku Setelahnya
"Cukup Percaya Saja Padaku, Aku Tahu, Memberikanmu Nama Adalah Hal Bundir Bagi Kebanyakan Orang, Namun Ini Adalah Aku, Cukup Percaya Saja, Dan Aku Juga Penasaran Dan Ingin Melihat Sebanyak Apa Energiku Akan Ditransfer Kepada Mu Setelah Aku Memberikanmu Sebuah Nama." Balas Ku
"B-Baik Tuan. Namun Saya Sarankan Anda Lebih Mempertimbangkan Hal Ini Lagi." Ia Masih Khawatir Kepadaku, Itu Hal Yang Wajar, Karena Aku Adalah Masternya
"Baiklah Primordial Hitam, Noir, Mulai Sekarang Namamu, Adalah 'Shira Cartline'. Kamu Akan Dipanggil Begitu Setelah Ini. Jangan Menganggap Dirimu Sebagai 'Noir' Lagi, Kamu Sudah Kuberikan Sebuah Identitas Yang Baru." Kemudian Sebuah Aura Energi Gelap Besar Langsung Menyelimuti Noir.
Aura Itu Tambah Membesar, Membuat Badai Yang Hebat, Angin Topan? Tidak, Lebih Besar Dari Itu, Warna Hitam Pekat,
Dan Pusaran Angin Raksasa Terus Berputar Dengan Kami Berdua Yang Ada Didalam Pusaran Tersebut, Guntur-guntur Bermunculan, Kekuatan Noir Terus Meningkat Untuk Saat Ini.
"Luar... Biasa... Ini Luar Biasa..." Aku Hanya Melihat Noir Yang Tampak Senang Karena Nama Yang Kuberikan Tersebut, Ia Terus Mengalami Evolusi Dan Meningkat Kebeberapa Tingkat
Keatas, Aku Menyilangkan Kedua Tanganku Dan Menunggu Evolusi Ini Berakhir, Magis Ku Terus Diambil Oleh Evolusinya.
Kapan Ini Akan Berakhir? Aku Melihatnya Yang Terus Meningkat Seiring Waktu Berjalan, Hmm Cuacanya Kembali,
Sepertinya Sudah Selesai, Aura Nya Kali Ini Benar-benar Berbeda Dengan Yang Tadi, Mungkin Ia Setara Dengan Sirzech,
Tidak, Lebih Tepatnya Dewa-dewa Kuat Yang Sudah Lenyap Ratusan Tahun Lalu, Tingkatnya Mungkin Hampir Setara Dengan Dewa Mitologi Hindu Yang Bernama Siwa Rudra Itu.
(Catatan: Disini Gua Buat Noir Atau Lebih Dikenal Diablo Ini Lebih Lemah Dibanding Aslinya. Biar Ga Terlalu Op Bet Lah Ya
Tier Noir Disini Low 5-C Atau Gak 5-B Lah. Kira-kira Segitulah.)
"Evolusinya Gila Sekali ... " Tampak Semua Orang Yang Melihat Kejadian Barusan Tidak Bisa Berkata Apa-apa Akibat Hal Itu, Shira Atau Noir Ini Sudah Melampaui Semua Yang Ada Disini.
"Dia Beberapa Tingkat Diatas Kita Semua." Ucap Azazel
"Menurut Kalian, Shira Cartline Berapa Tingkat Diatas Kalian?" Alice Melontarkan Pertanyaan Ke Semuanya
"Satu Tingkat." (Sebastian)
"Dua Tingkat." (Kirei)
"Tiga Tingkat." (Shiro)
"Empat Tingkat." (Valina)
"Empat Tingkat." (Irise)
"Tiga Tingkat." (Sheryl)
"Bagaimana Dengan Kalian Berdua?" (Valina)
"Hmm ... Lima Sampai Enam Tingkat Diatasku." (Azazel)
"Aku Mungkin 3." (Alice)
"Apa-apaan? Jadi Tidak Ada Yang Setara Dengannya Disini? Kalau Begitu, Ia Akan Menjadi Tangan Kanan Tuan." (Sheryl)
"Hmm ... Menurutku Oda Nobunaga Setara Dengannya, Aku Sudah Memeriksanya Dengan Mata Iblis Confusion Ku. Mereka Berdua Sama Kekuatannya." Ucap Sebastian Dan Membuat Yang Lain Cukup Terkejut, Kalau Begitu Oda Juga Adalah Seorang Monster. Kemudian Sebuah Portal Kembali Muncul.
Disisi Lain Tampak Aku Yang Sedang Tidak Sadarkan Diri Sudah Bangun, Roh Yang Ku Kirim Ke dunia Sudah Kembali, Semua Orang Langsung Melihat Kearahku Dan Portal Tersebut. Dari Dalam Portal Tersebut Keluar Shira Cartline.
"Sepertinya Kalian Membicarakan Sesuatu, Ya?" (Shira/Noir)
Kemudian Noir Melihat Sebuah Layar Ada Ada Didepan Mereka, Itu Cukup Membuatnya Terkejut, Jadi Semua Orang Disini Sudah Melihat Apa Yang Dia Lakukan Dengan Musuh Tadi, Sekaligus Melihat Evolusinya, Rasa Kagumnya Langsung Meningkat Lagi Saat Tahu Aku Bisa Melakukan Hal Semacam Ini, Melihat Hal Itu, Titik Keringat Keluar Di Dahi Semua Orang.
"Kalau Begitu, Sisanya Tinggal Menunggu Oda." Ucap Ku Dan Semua Orang Langsung Kembali Beralih Kearah Layar Sihir.
...
__ADS_1
^^^ππΎ π±π΄ π²πΎπ½ππΈπ½ππ΄π³^^^
^^^v^^^