
Saat Ini Berada Di Dalam Rumahnya, Tepatnya Di Lantai Empat Tempat Dimana Ia Buat Untuk Bersantai Seperti Saat Ini. Desain Ruangannya Cukup Sederhana Namun Sangat Nyaman Di Tempati Oleh Semua Orang Yang Masuk Kesana.
Jadi Lantai Di Bangunan Atau Rumah Milik Gilgamesh Ada 4
Restoran & Cafe (Paling Bawah)
Bar (Lantai Dua)
Tempat Santai (Lantai Empat)
Pemandian Dan Kolam Renang (Lantai Tiga)
Lapangan Mini (Paling Atas/Atap)
Semuanya Berjumlah Empat, Ruangan Bawah Tanah Tidak Termasuk. Di Ruangan Bawah Tanah Juga Ada Beberapa Ruangan, Salah Satunya Adalah Ruangan Latihan Magis Yang Bisa Diubah-ubah Seenaknya Oleh Gilgamesh Dan Beberapa Ruangan Kecil Lainnya, Seperti WC Dan Beberapa Ruang Lain.
Oh Ya Di Setiap Lantai Memiliki WC Nya Masing-masing Ya. Kecuali Lantai Paling Atas, Namun Pemandian Hanya Terdapat Di Lantai Empat, Ruangan Bawah Tanah Tidak Dihitung Ya, Sebetulnya Disana Juga Ada Pemandian, Namun Hanya Pemandian Kecil Saja, Digunainnya Mungkin Hanya Untuk Mandi Biasa Saja Untuk Membersihkan Keringat Setelah Ia Melakukan Latihan Di Ruangan Latihan Tentunya.
Selain Itu, Dibelakang, Tepatnya Di Luar Gedung Di bagian Belakangnya, Terdapat Satu Garasi Yang Lumayan Luas Sehingga Bisa Memuat Lebih Dari 10 Dan Mungkin Totalnya 20
Mobil Bisa Disimpan Disana, Gilgamesh Tidak Terlalu Membutuhkan Kendaraan Semacam Itu Karena Ia Biasanya Berpegian Kemana Saja Menggunakan Kecepatannya Ataupun Menggunakan Kemampuan Teleportasi Miliknya Tersebut.
Dan Gilgamesh Juga Tidak Lupa Menghiasi Halaman Belakang
Nya Menggunakan Semen Dan Bersamaan Dengan Keramik Yang Ia Ciptakan Sendiri, Selain Itu Ia Juga Menumbuhkan Beberapa Pohon Buah-buahan Disana Dengan Menggunakan Kemampuan Kreasinya , Salah Satunya Adalah Pohon Apel, Dan Beberapa Pepohonan Lainnya. "Sempurna" Itulah Yang Ia Katakan Setelah Mendesain Halaman Belakangnya Dengan Keringat Dan Kerja Kerasnya Sendiri (Ga Terlalu Keras Juga Sih. Kan Dia Punya Kekuatan Apa Saja, Ya Gitu Gitu Aja Paling)
🗿
"Hmm Enaknya Hari Ini Ngapain, Ya? Apa Aku Telfon Irise Saja Supaya Besok Pagi Bisa Ku Aja Ngedate? Baiklah Ku Telfon Saja Dia, Kalo Gak Maka Hubunganku Dengannya Mungkin Tidak Ada Maju-Maju Nantinya." Gilgamesh Mengambil Ponselnya Itu.
Setelah Memutuskan Hal Tersebut, Gilgamesh Langsung Menelfon Irise Menggunakan Ponselnya, Ia Sudah Meminta Nomor HPnya Kemarin Sesaat Sesudah Duel Ia, Irise Dan Valina Selesai Dan Mungkin Ia Akan Mencoba Mengajak Valina Juga
[Umm... Kenapa Menelfon Malam-malam Begini]
"Apakah Kamu Sibuk Besok?"
[Eh. Tidak Ada Pekerjaan Sama Sekali Besok, Kenapa Emang?]
Setelah Cukup Lama Berbicara, Akhirnya Gilgamesh Mencapai Intinya. Ia Langsung Mengatakan Kalo Ia Dan Mereka Berdua Akan Jalan-jalan Besok Pagi, Tentu Saja Irise Terkejut Dan Malu Saat Ia Diajak Ngedate, Namun Ia Menerima Hal Tersebut. Tapi Irise Tidak Tahu Apakah Valina Mau Melakukan
Hal Ini Atau Tidak, Saat Ini Valina Sudah Tertidur Dikamarnya.
Beberapa Saat Kemudian. Tampak Gilgamesh Yang Sudah Selesai Menelfon Irise Lewat Ponselnya Dan Akhirnya Ia Memutuskan Untuk Menonton Televisi Saja Karena Tidak Tahu Harus Berbuat Hal Apa, Khususnya Untuk Di Saat Begini.
Ia Berharap Semoga Tidak Ada Hal Yang Bermunculan Besok
Pagi Sehingga Ia Bisa Jalan-jalan Dengan Istrinya Tersebut.
Besok Haripun Tiba, Gilgamesh Saat Ini Sedang Duduk Di Dalam Rumahnya Sambil Menunggu Valina Dan Irise Datang.
Ia Tadinya Berniat Datang Ketempat Meraka Untuk Menjemput Mereka Berdua, Namun Irise Bilang Tidak Apa-apa
Ia Bilang Kalo Ia Akan Datang Kesini Dengan Sihir Pemindahan
Tempat Miliknya Tersebut, Ia Juga Bilang Kalo Valina Ikut Dengannya Untuk Jalan-jalan Bersama Dengan Gilgamesh, Dan Tentu Saja Mendengarnya Langsung Membuat Gilgamesh Senang-senang Gajelas, Jadi Ia Menunggu Mereka Saat Ini
"Uahhh... " Gilgamesh Merilekskan Badannya Karena Masih Cukup Kaku. Ia Baru Bangun Tidur Beberapa Saat Yang Lalu.
"Ah Sialan! Padahal Sudah Mandi, Tapi Masih Ngantuk Begini"
Kemudian Gilgamesh Berjalan Kearah Lemari Pakaiannya Dan Lalu Mulai Memilih Pakaian Yang Akan Dipakainya Saat Ini. Ia Merasa Kalo Irise Dan Valina Akan Segera Datang Ketempatnya
Ia Memakai Baju Lengan Pendek Berwarna Hitam Dengan Tulisan "Legend Never Die" Yang Tertulis Dibagian Depan Bajunya. Celana Hitam Panjang Kebiruan, Dan Gelang Besi Berwarna Perak Di Tangan Kanannya. Setelah Memakai Yang Menurutnya Cocok Untuk Hal Ini, Ia Kemudian Menutup Lemari Pakaiannya Tersebut Dan Langsung Menuju Keluar Dari Ruangan Pakaian Menuju Ke Ruangan Tamu. Ia Lalu Duduk Disofa Sambil Mengambil Satu Buah Apel Yang Ia Letakkan Didalam Keranjang Yang Berada Di Meja Yang Ada Didepan Sofanya Tersebut, Tiba-tiba Lantainya Bercahaya.
Lingkaran Sihir Putih Muncul Disana Dan Menerangi Hampir Semua Bagian-bagian Yang Ada Di Dalam Ruangan Tersebut.
Kemudian Disana Bermunculan Tampak Dua Perempuan Dan Sudah Jelas Itu Adalah Mereka Berdua, Irise Dan Valina Lucifer.
"Akhirnya Sampai Juga Ya." Ucap Gilgamesh Kepada Mereka.
"Hmmphhh.." Valina Hanya Membuang Muka Kearah Lain
Irise Hanya Terkekeh Kecil Melihat Sikap Temannya Tersebut. Sepertinya Ia Masih Kesal Karena Kekalahannya Untuk kedua
Kalinya, Apalagi Ia Kalah Dari Orang Yang Sama Dua Kali. Pakaian Valina Masih Seperti Pakaian Yang Biasa Ia Kenakan. Sementara Irise Juga Sama, Bedanya Warna Pakaiannya Saja.
__ADS_1
Pakaiannya Dulunya Berwarna Merah, Sekarang Ini Warna Ungu. Gilgamesh Hanya Mengeluarkan Titik Keringat Melihat Itu. Padahal Sudah Jelas Ia Kemarin Mengatakan Kalo Mereka Bertiga Akan Jalan-jalan Hari Ini, Tapi Pakaian Saja Tidak Mereka Ganti, Jadi Ia Hanya Menghela Nafas Karena Hal Itu.
"Seharusnya Pakaiannya Kalian Gantilah."
"Masa Pakaian Kalian Itu-itu Aja.''
"Lah Ngatur, Suka-suka Kami Lah." Balas Valina
"Eiistt... Gaboleh Gitu, Vally" Sambung Irise
"Lupakan, Tidak Usah Memikirkan Itu, Ayo Berangkat Saja."
Valina Menyilangkan Tangannya Dibawah Dada Besarnya Itu Sambil Celingak-celinguk Kesana Kemari, Sepertinya Ia Sedang Memeriksa Ruangan Tempat Mereka Berada Saat Ini.
Irise Juga Tampak Melihati Ruangannya Sekali-kali. Situasi Ini
Cukup Canggung, Gilgamesh Saat Ini Sedang Menyalakan Rokoknya Yang Berada Dimulutnya Menggunakan Korek Api.
"Mulai Malam Nanti Kalian Akan Tinggal Disini."
"Hah? Kenapa Tiba-tiba Begini?" (Valina)
"Dasar Bodoh, Tentu Saja Untuk Meningkatkan Hubungan Kita."
"Hmmphhh." Ia Lagi-lagi Membuang Mukanya Kearah Lain.
Gilgamesh Hanya Membalasnya Dengan Senyuman Tipisnya
"Ta-Tapi Ini Terlalu Mendadak! Aku Perlu Izin Orang Tuaku Dulu." Disisi Lain Tampak Muka Irise Yang Ngeblush Akibatnya
"Hmm... Aku Sudah Meminta Izin Azazel Tentang Hal Ini."
"Hah." Mereka Berdua Langsung Terkejut, Terutama Irise.
"Apa Katamu... Sejak Kapan Emangnya." Irise Tidak Percaya
"Semalam. Jadi Begini... " Aku Mulai Menceritakan Hal Itu
_Flash Back_
Di Dalam Ruangan Yang Gelap Dimana Hanya Ada Cahaya Yang Dari Televisi Yang Menyala, Disana Tampak Gilgamesh Sedang Menonton Turnamen Bola Dunia Di TV-nya Tersebut.
Ponsel Yang Berada Cukup Jauh Dari Sofa Tempat Ia Berada.
[Oh Gilga, Kenapa Malam-malam Begini?]
Ia Menelfon Azazel Lewat Ponselnya Tersebut, Ia Memegang
Nya Dengan Tangan Kanannya Dan Kemudian Ia Tempelkan Disamping Telinganya Sambil Masih Menatap Kearah Televisi.
"Azazel, Aku Ingin Membicarakan Sesuatu Tentang Anakmu."
[Ouh Aku Ingat, Ia Bilang Kalo Kamu Menang Taruhan Dan Mereka Menjadi Milikmu. Jadi Terus Kenapa? Ada Masalah?]
"Kemungkinan Aku Akan Mengajak Mereka Tinggal Disini Setelah Ngedate Dengan Mereka Besok Siang."
[Aku Mulai Paham, Baiklah, Tolong Lanjutkan]
"Jadi Mungkin Ia Akan Meminta Izin Darimu Dulu Atau Istrimu.
Jadi Aku Ingin Meminta Izinmu Supaya Ia Tidak Perlu Melakukannya Besok Hari. Ayo Berikan Jawabanmu Padaku."
[Kalo Aku Tidak Masalah Dengan Itu... Namun Istriku Mungkin Tidak Akan Membiarkan Gadis Itu Tinggal Bersama Orang Lain
Terutama Seorang Laki-laki. Jadi Aku Tidak Bisa Memastikan
Apakah Gadis Itu Bisa Tinggal Di Kediamanmu Nantinya.]
"Aduh... Apakah Kamu Tidak Bisa Membujuknya?"
[Sayangnya Tidak, Maafkan Aku, Aku Takut Di pukul Lagi]
"Aduh Duh."
[Apakah Kamu Masih Ingat Saat Dimana Aku Bilang Kalo Aku Dalam Masa Pemulihan Karena Mengalami Cedera?]
"Eh Itukan Saat Aku Pertama Kali Bertemu Valina Lucifer."
[Nah Sebetulnya Cedera Itu Akibatnya, Beberapa Tulang Rusuk ku Patah Saat Itu, Tulang Punggungku Juga Retak]
__ADS_1
"Huahaha, Liar Sekali Istrimu Ya."
[Begitulah Sifatnya, Ia Lebih Ngeri Dari Binatang Buas]
"Aduh... Jadi Gimana Besoknya Ini?" Ia Memikirkan Sesuatu
Gilgamesh Tampak Sedikit Mengeluh Saat Mendengar Jawaban Yang Diberikan Azazel Sampai Akhirnya Ia Mendapat
Sebuah Ide Yang Cukup Bagus. Gilgamesh Langsung Berkata Kembali Kepada Azazel Lewat Telepon Ponselnya Tersebut.
"Azazel, Bagaimana Kalo Begini? Bujuklah Istrimu Itu Dan Sebagai Gantinya Akan Kuberikan Salah Satu Dari Sepuluh
Minuman Keras Terbaikku.'' Gilgamesh Tampak Menyeringai
[...]
"Lah Kok Diem? Apa Ini Terputus? Halo? Halo Azazel?"
[BENARKAH?]
"Eh Bangsat, Kaget Jancoeg!"
[APAKAH ITU BENAR?]
"Huahhh~Gausah Teriak-teriak Lah."
"Ya, Akan Kuberikan Salah Satunya."
[...]
"Kenapa Diam Lagi? Ayo Berikan Jawabanmu, Mau Tidak?"
[Oke Aku Akan Melakukannya Asalkan Kau Berjanji]
"Baiklah, Kalo Berhasil Maka Akan Kukirim Salah Satu Botol Ketempatmu, Kalo Begitu Akan Kututup, Aku Mau Tidur Dulu."
Kemudian Gilgamesh Menutup Panggilan Telfon Tersebut, Dan Ia Meletakkan Kembali Ponselnya Ketempat Awal Tadi, Yaitu Di Meja Yang Ada Didepannya, Sementara Ia Tiduran Diatas Sofa Tersebut Dan Ia Lanjut Menonton Turnamen Itu.
_Flash Back End_
"Jadi Begitulah Cerita Semalam." Ucapku Pada Mereka Berdua
Irise Langsung Memunculkan Ekspresi Murung Setelah Mendengar Habis Cerita Flashback Yang Dibilangnya Barusan.
Valina Hanya Membuang Mukanya Dan Tampak Sedikit Tertawa, Menyusahkan Juga Mempunyai Ayah Seperti Itu. Gilgamesh Mengabaikan Mereka Dan Memutuskan Untuk Lanjut Memakan Buah Apel Yang Belum Ia Habiskan Tadinya.
"Kenapa Murung Begitu, Seharusnya Kamu Kagum Mempunyai Seorang Bapak Yang Mau Mempertaruhkan Nyawanya Demi Hal Penting Baginya." Ucap Gilgamesh Padanya.
"Tapi Itu Hanya Sebatas Sake Biasa." Balas Valina
"Kalian Belum Meminumnya Jadi Wajar Berkata Semacam Itu. Niatnya Aku Ingin Memberikan Satu Gelas Kepada Kalian
Tapi Aku Tahu Beberapa Saat Lalu Kalo Kalian Dibawah Umur"
"Hah? Lalu Kau? Kau Masih Dibawah Umur Juga." Ucap Valina
"Hah Aku? Usiaku Sudah Ratusan Tahun Tahu? Aku Sudah Menikmati Puluhan Minuman Keras Dari Seluruh Dunia."
"Hmmpph! Usiaku Sebetulnya 6 Triliunan Lebih, Tapi Aku Tidak Mengatakannya, Kalo Aku Melakukan Itu Maka Sudah Pasti Mereka Tidak Akan Percaya, Lebih Baik Kujelaskan Saja
Nanti Pada Dua Gadis Ini." Gumamnya Sambil Menatap Mereka
Valina Hanya Membuang Mukanya Karena Tidak Tahu Harus Menjawab Perkataan Yang Diberikan Barusan, Gilgamesh Hanya Mengabaikannya Dan Beralih Melihat Kearah Irise Yang Masih Tampak Murung Disana, Ia Menundukkan Kepalanya Kearah Lantai Dengan Ekspresi Murung Memenuhi Wajahnya.
"Jadi Kamu Mau Tinggal Bersamaku, Irise?"
"Karena Mereka Sudah Berkata Begitu Maka Yasudahlah."
"Haha Begitu, Kalo Begitu Ayo Berangkat. Pertama-tama Aku Ingin Mengenalkan Kediamanku Ini, Ini Hanya Untuk Sementara Sih, Akan Kubangun Kediaman Yang Lain Supaya Tidak Terlalu Berisik Nantinya." Gilgamesh Berjalan Kearah Pintu Lift Dan Mereka Berdua Mengikutinya Dari Belakangnya
Gilga Terus Menjelaskan Semua Hal Yang Ada Dibangunan Ini,
Misalnya Lantai Satu Berupa Restoran Makan, Lantai Dua Yang Menjadi Tempat Bar, Dan Beberapa Hal Lainnya Tentunya. Intinya Semua Yang Ia Buat Disini Ia Jelaskan Pada Mereka Berdua. Tidak Terlalu Detail Namun Asalkan Mereka Paham Maka Sudah Cukup Baginya, Setelah Dari Dalam Mereka Beralih Keluar Bangunan, Mereka Menuju Halaman Belakang.
"Ini Garasiku Dan Ada Beberapa Hal Yang Juga Ku Hiasi Disini"
"Wow, Ini Cukup Luas. Hampir Seluas Lapangan Putsal."
- Chapter 27 - 「Selesai」
__ADS_1