
"Padahal Aku Hanya Ingin Mencoba Mengambil Itu. Tapi Ada Saja Hama Yang Menghalangi Langkahku." Ucap Pelan Rein
Kemudian Raja Iblis Leviathan Terbang Keatas Dan Lalu Memunculkan Lingkaran Sihir Didepan Telapak Tangan Kirinya. Dan Lalu Sihir Iblis Berwarna Merah Dilepaskan Kearah Reinhard. Reinhard Tidak Ada Niatan Menghindari
Serangan Tersebut. Ia Masih Terduduk Diatas Selancarnya
"Fyuhh." Saat Serangan Itu Hanya Beberapa Centimeter Didepannya. Ia Langsung Meniupnya Kearah Sampingnya Dan
Arah Serangan Itu Langsung Berubah Dan Terbang Kesamping
Nya. Serangan Itu Mengarah Ketempat Tuhan Dan Lainnya
Keempat Raja Iblis Dan Keempat Pemimpin Malaikat Jatuh
Sangat Terkejut Saat Melihat Hal Tersebut. Mereka Tidak Menyangka Reinhard Bisa Melakukan Hal Semacam Itu.
Uriel Menciptakan Penghalang Didepannya. Dan Serangan Itu Mengenai Penghalang Tersebut Dan Meledak Saat Itu Juga.
Tapi Tuhan Dan Lainnya Tidak Terkena Efeknya Karena Sudah
Ada Penghalang Yang Diciptakan Oleh Uriel. God's Berbicara
"Aku Memang Tahu Kau Bisa Mengubah Arah Sihir Orang Lain.
Tapi Jangan Kesinilah." Ucap God's Dengan Sedikit Mngeluh
"Hahaha." Reinhard Hanya Tertawa Saat Mendengar Itu.
Uriel Dan Raphael Menjadi Tambah Bingung, Kenapa Tuhan Terlihat Sangat Akrab Dengan Pria Misterius Dan Sombong Itu. Karena Rasa Penasarannya. Mereka Memutuskan Untuk Bertanya Langsung Kepada Atasannya Tersebut
"Tuan, Bisakah Anda Katakan Siapa Orang Itu?" Tanya Uriel
"Itu Benar, Saya Juga Ingin Tahu Kenapa Anda Seolah-olah
Sangat Akrab Dengan Pria Misterius Itu." Sambung Raphael
"Hah~ Kalian Ini Ya." Ucap God's Sambil Melihat Kearah Rein.
Reinhard Juga Melihat Kearahnya. Azazel Dan Lainnya Juga
Ingin Tahu Rasa Penasaran Mereka Itu Dan Melihat Kearahnya
"Ia Rivalku, Gimana? Sudah Paham?" Tanya Balik God's
Semua Orang Yang Mendengar Itu Hanya Bisa Terdiam Disana.
Rival Tuhan? Bukannya Itu Tidak Masuk Akal Ya? Kemudian Reinhard Berbicara Kepada God's Atau Tuhan Alkitab Itu.
"Kau Menjadikan Ku Rival? Bukanya Disana Ada Orang Yang Lebih Layak Kau Anggap Rival Ya? Misalnya Seperti Great Red
Atau Gak Ouroboros Dragon." Reinhard Bertanya Kepadanya
"Itu Memang Benar, Tapi Mereka Tidak Bisa Diajak Bicara. Itu Sangat Berbeda Denganmu. Kamu Ini Sosok Yang "Sempurna" Untuk Dijadikan Rivalku. Kau Adalah Yang Bisa Kuajak Bercanda Ataupun Yang Lainnya. Kau Tidak Menganggapku Tuhan Dan Hanya Menganggapku Seperti Biasa Saja." Jawab God's Sambil Melihat Kearah Yang Lain
"Eh Begitukah? Ya, Aku Sih Bodoamat." Reinhard Juga Melihat Kearah Yang Tuhan Lihat. Disana Ia Bisa Merasakan
Hawa Keberadaan Yang Sangat Berbeda Dengan Yang Lainnya.
"Jadi Begitukah Alasannya?" Ucap Seseorang
Suara Gadis Kecil Yang Datar Dapat Didengar Dari Sana.
"Kau Datang Ya, Limitless Of Dragon." Ucap God's
''Jadi Dia Ya, Dewa Naga Tak Terbatas. Ophis." Ucap Reinhard
Secara Serentak Semua Orang Langsung Melihat Kearah Ophis Yang Sedang Terduduk Diatas Sebuah Batu Besar Disana. Mereka Semua Terkejut Saat Melihat Kalo Mahluk
Terkuat Didunia Yang Bahkan Setara Tuhan Datang Kesini.
Ophis Tiba-tiba Menghilang Dan Ia Muncul Kembali Diatas
Selancar Terbangnya Reinhard. Ia Duduk Diujung Selancar
Dan Membelakangi Reinhard. Itu Juga Membuat Reinhard
Terkejut. Kecepatannya Tidak Masuk Akal. Itu Sangat Cepat.
"Hei, Aku Juga Ingin Dianggap Rival Oleh Tuhan Tahu." Ucap Ophis Dengan Nada Datarnya Kepada Reinhard Sambil Masih Membelakangi Reinhard. Ia Melihat Kearah Tuhan.
"Sudah Kubilang Barusan Kan? Kamu Itu Tidak Cocok Dengan Seleraku." Balas God's Dengan Suara Santainya.
"Yah Sayangnya Begitu." Ucap Ophis Dngan Sedikit Snyuman.
Kemudian Reinhard Menendang Ophis Dengan Kaki Kanan
Dan Membuat Ophis Jatuh Kebawah. Dan Lalu Berkata
"Gadis Kecil, Jangan Menghalangiku" Ucap Reinhard Dan Kemudian Ia Menjalankan Kembali Selancarnya Itu. Ophis Tiba-tiba Muncul Kembali Disamping Kanan Reinhard. Kemudian Reinhard Menepi-nya Lagi Dan Membuatnya Jatuh Lagi Kebawah. Ia Lagi-lagi Muncul Disamping Dirinya.
''Oy Brengsek! Lakukan Sesuatu Dong!" Reinhard Berteriak
Kepada Tuhan Karena Ophis Terus Muncul Disamping Dirinya
"Whahaha." God's Langsung Tertawa Disana.
"Jangan Libatkan Ku." Lanjut God's Sambil Masih Tertawa.
"Seperti Yang Tuhan Bilang, Kau Orang Yang Menarik." Ucap Ophis Yang Duduk Membelakangi Reinhard Diatas Selancar
"Tenang Saja, Aku Tidak Akan Mengganggu." Lanjut Ophis
Sambil Melihat Kearah Gelembung Sacred Gear Tersebut
__ADS_1
"Hadeh~ Baiklah Akan Kubiarkan Kau Disini." Reinhard Hanya Bisa Membiarkan Ophis Diatas Selancarnya. Ia Kemudian Menjalankan Kembali Kendaraan Udaranya Itu.
Disaat Yang Sama Sebuah Serangan Kembali Dilepaskan Kearahnya. Serangan Tersebut Dihindari Oleh Reinhard
Dan Menuju Kearah Ophis Dan Mengenai Bagian Punggung.
Itu Membuat Ophis Menoleh Kearah Reinhard Yang Ada Dibelakangnya. Sedangkan Reinhard Melihat Kebawah
"Kau Berani Mengabaikan Ku." Ucap Leviathan.
"Kupikir Siapa Yang Menembakkannya, Rupanya Sampah Itu."
Ucap Reinhard Sambil Melihat Kearah Leviathan Yang Ada Jauh Dibawahnya. Reinhard Merasakan Hawa Panas Di Punggungnya. Ia Menoleh Kebelakang Dan Melihat Ophis Sedang Memunculkan Api Di Jari Telunjuk Sebelah Kanannya
"Ini Balasanmu." Ucap Ophis Sambil Mengarahkan Telunjuk
Nya Kearah Leviathan Yang Ada Dibawah. Kemudian Ia Menembakkan Api Yang Ada Ditangan Itu Layaknya Seperti Sebuah Peluru. Serangan Itu Sangat Cepat Dan Mengenai Leviathan Dengan Telak. Leviathan Terduduk Ditanah. Jantungnya Berlubang Karena Serangan Ophis Barusan Itu.
"Khuaghh... Dasar Keparat." Ucap Leviathan Memuntahkan
Darah Dari Mulutnya Sangat Banyak Dan Lalu Tergeletak Ditanah. Ia Pingsan Karena Darahnya Hilang Terlalu Banyak.
Dan Kalo Tidak Ditolong, Ia Akan Mati Beberapa Detik Lagi.
Semua Sekarang Tidak Berani Menembakkan Sihirnya Kepada Reinhard Karena Takut Mengenai Ophis Seperti Barusan. Ketiga Kubu Kemudian Mulai Bertarung Lagi Dan Tidak Ingin
Berurusan Dengan Reinhard Dan Ophis. Sedangkan Para Pemimpin Malaikat Jatuh Dan Raja Iblis Tidak Bertarung Sama Sekali Dan Berfokus Pada Ophis Dan Reinhard. Para Pemimpin Malaikat Dan Tuhan Juga Sedang Fokus Melihat Mereka. Reinhard Lalu Menjalankan Kembali Selancar-nya.
Dan Akhirnya Reinhard Dan Ophis Sampai Didepan Gelembung Tersebut. Energi Hitam Dan Energi Holy Kemudian Keluar Dan Menusuk Ophis Tapi Tidak Ada Satupun
Yang Menyerang Reinhard Seolah-olah Reinhard Diterima
Oleh Gelembung Yang Didalamnya Ada Sebuah Portal Itu. Tubuh Ophis Dengan Cepat Beregenarsi Dan Diserang Lagi.
Sayatan Demi Sayatan Didapatkan Oleh Ophis Pada Tubuh.
Tubuhnya Penuh Dengan Luka Sayatan. Tapi Tubuhnya Langsung Pulih Karena Kemampuan Regenarsi Supernya.
Reinhard Kemudian Mengangkat Tangannya Dan Mendekatkan Kedua Tangannya Ke Arah Gelembung Tersebut.
Gelembung Itu Melayang Diatas Telapak Tangan Kanannya Seolah-olah Ia Menerimanya. Kemudian Reinhard Menghancurkan Gelembung Itu Dngan Kekuatan Dari Tangannya. Gelembung Seketika Langsung Hancur Mudah.
"Mulai Sekarang Akulah Penggunamu." Ucap Reinhard Dan Kemudian Portal Itu Masuk Kedalam Tubuhnya Dngan Cepat.
Rasa Hangat Dapat Dirasakan Reinhard Dalam Tubuhnya. Kemudian Cahaya Emas Yang Terang Keluar Dari Tubuhnya Dan Menerangi Semua Bagian Daratan Ini Dan Semua Orang.
"Lily, Jelajahi Dimensi Portal Ini. Dan Pindai Semua Yang Ada Didalam Sana. Misalnya Seperti Jumlah Emasnya." Ucap Reinhard Lewat Batin-nya Dan Menyuruh Lily Atau Sistemnya Itu. Dan Kemudian Sistemnya Membalas Ucapanya
[Saya Sudah Menjelajahi Beberapa Saat Anda Menghancurkan
Gelembung Tersebut Beberapa Saat Yang Lalu]
"Oh Baguslah Kalo Begitu, Apa Kamu Sudah Menghitungnya Total Jumlah Emasnya Atau Senjata-senjata Nya?"
"Apa Katamu? Desiliun? Itu Sangat Banyak! Baiklah Itu Tidak Apa-apa. Dan Apakah Kamu Sudah Menghitung Senjatanya?"
[Total Pedangnya Adalah 100.000. Walaupun Ini Terasa Sedikit
Tapi Anda Bisa Membuat Dan Menambahkanya Lagi Nanti]
"Rupanya Begitu, Lalu Apa Jenis-jenis Senjatanya?"
[Pedang, Tombak, Tongkat Sihir, Kapak, Dan Lain-lainnya. Mungkin Hampir Semua Senjata Ada Disini Kecuali Senjata Modern Semacam Pistol, Rifles Atau Yang Lain-lainnya]
"Begitu, Aku Mengerti. Baiklah Tolong Sesuaikan Kemampuan
Ini Dengan Jiwaku Supaya Bisa Menggunakan Dengan Lebih Mudah Dan Kuingin Kemampuan Ini Diberi Nama. Aku Sudah Memikirkan Namanya. "Gate Of Babylon : The King Treasure"
Buat Namanya Seperti Itu" Ucap Reinhard Dalam Batin-nya
[Saya Mengerti. Memulai Proses...]
(Terjemahan : 'Gate Of Babylon : The King Treasure' Yang Kalo Dalam Indonya Disebut "Gerbang Babel : Harta Karun Raja")
Kemudian Cahaya Yang Keluar Dari Tubuh Reinhard Menghilang Secara Perlahan-lahan Dan Semua Orang Yang Melihat Itu Hanya Bisa Terdiam. Sacred Gear Yang Telah Menolak Tuhan Ini Bisa Digunakan Dan Diambil Oleh Pria
Misterius Yang Tidak Diketahui Darimana Asalnya Itu. Sudah Jelas Itu Membuat Siapapun Menjadi Terkejut Dan Bingung.
"Bagaimana? Apalah Kau Bisa Menggunakan?"
Yang Bertanya Itu Adalah Tuhan Yang Berada Jauh Dibelakang
Reinhard. Reinhard Membuka Matanya Dan Menjawab.
"Kemampuan Ini Masih Ku Sesuaikan Dengan Tubuhku. Jadi Mungkin Tunggulah Sebentar Lagi." Jawab Reinhard
"Oh Ya Apakah Kau Sudah Membuat Nama Yang Bagus Untuk Sacred Gear Itu?" Tuhan Bertanya Dengan Nada Santainya
"Nama Ya, 'Gate Of Babylon : The King Treasure' Itu Namanya"
Jawab Reinhard Sambil Meletakkan Tangan Kiri Didagunya
"Hoho Nama Yang Bagus." God's Sedikit Memuji Nama Yang Disebut Oleh Reinhard Barusan. Kemudian Pemberitahuan Sistem Terdengar Di Dalam Kepala Reinhard
[Proses Sudah Selesai]
Kemudian Puluhan Ilmu Dari Gate Of Babylon Itu Masuk Kedalam Kepalanya Reinhard. Misalnya Tentang Cara Menggunakannya Dan Memunculkannya. Tentang Cara Memunculkan Senjata Dari Portalnya Dan Lain Sebagainya.
"Aha, Akhirnya Selesai" Ucap Reinhard Dengan Seringai.
"Hoho, Kalo Gitu Coba Gunakan" Ucap God's Yang Penasaran Karena Mendengar Ucapan Yang Dibilang Reinhard Barusan.
Kemudian Reinhard Memunculkan Portal Cahaya Tepat Disampingnya. Dan Kemudian Gagang Pedang Juga Muncul
__ADS_1
Dari Portal Itu. Reinhard Kemudian Memegangi Gagang Pedang Itu Dan Menarik Keluar Semua Bagian Pedang Yang Masih Ada Didalam Dimensi Portal Itu. Itu Adalah Pedang Suci.
Para Pemimpin Dari Ketiga Kubu Sangat Terkejut Saat Melihat
Hal Itu. Pemuda Misterius Itu Bisa Menggunakan Sacred Gear
Yang Bahkan Tidak Bisa Digunakan Oleh Tuhan. Kemudian Tuhan Melemparkan Pertanyaan Lagi Kepada Reinhard. Sedangkan Ophis Hanya Terdiam Dan Berada Disamping Rein.
"Apa Jenis Serangan Kemampuan Gate Of Babylon Itu?"
God's Bertanya Dengan Rasa Penasarannya Yang Besar Itu.
"Ini Jarak Jauh." Jawab Reinhard Dengan Cukup Singkat.
"Eh? Lalu Untuk Apa Pedang Itu? Bukanya Pedang Untuk Jarak Dekat Ya." Tuhan Sedikit Bingung Dngan Jawaban Rein
"Ini Maksudku..." Rein Kemudian Mengangkat Tangan Kirinya
Kesamping. Dan Ia Mengangkat Setinggi Bahunya Tersebut.
Kemudian Disampingnya Mulai Muncul Lagi Beberapa Portal
Berwarna Kuning Emas. Dan Dari Dalam Sana Terlihat Ujung
Pedang Yang Keluar. Tapi Itu Hanya Keluar Setengahnya Saja.
Rein Kemudian Menyeringai Dan Lalu Berkata....
"Baiklah, Siapa Yang Mau Duluan?" Ucap Reinhard Dengan Nada Bertanya. Dan Tentu Saja Itu Membuat Semua Orang Yang Disana Berwaspada Karena Takut Reinhard Nantinya Akan Menyerang Mereka Dngan Sacred Gear Tersebut
Kemudian Reinhard Menoleh Kearah Ophis Karena Ophis
Menarik-narik Celananya Dengan Tangan Kanannya. Ia Melihat Ophis Yang Sedang Menunjuk Kearah Area Peperangan, Tepatnya Kearah Empat Raja Iblis Agung. Dan Lalu Ophis Berbicara Sambil Masih Menunjuk Menggunakan Tangannya
"Coba Ke Mereka." Ucap Nya Dengan Nada Datarnya
"Hoho, Ide Bagus." Balas Reinhard. Kemudian Reinhard Mengubah Sikap Tangan Kanannya Dan Menunjuk Kearah Ketiga Raja Iblis Yang Sedang Menyembuhkan Leviathan Itu.
"Tembak." Ucap Singkat Reinhard Dan Semua Pedang Yang Ada Didalam Gerbang Atau Portal Itu Langsung Ditembakkan
Kearah Bawah. Tepatnya Kearah Empat Raja Iblis Agung Itu.
Kebanyakan Orang Disana Langsung Kabur Dngan Sayapnya.
Dan Tidak Sedikit Juga Orang Yang Tidak Sempat Kabur. Dan Akhirnya Mereka Terkena Tembakkan Reinhard Itu. Ketiga Raja Iblis Terpaksa Meninggalkan Raja Iblis Leviathan Disana Dan Tidak Sempat Menyembuhkannya. Akhirnya Leviathan Beserta Iblis-iblis Disana Terkena Serangan Tersebut.
Senjata Demi Senjata Ditembakkan Reinhard Kesana. Pisau,
Pedang, Tombak Dan Segela Macam Senjata Ditembakkan Kesana Secara Beruntung Dan Membunuh Siapapun Yang Terkenanya, Teriakan-teriakan Kesakitan Dari Para Iblis Yang
Masih Hidup Dapat Didengar Oleh Semua Orang Yang Disana.
Kebanyakan Dari Senjata Yang Ditembakkan Berhubungan Dengan Sihir Suci Jadi Sudah Jelas Sangat Menyakitkan Bagi
Para Mahluk Gelap Seperti Iblis. Serangannya Tidak Berhenti
Dan Terus Ditembakkan Oleh Reinhard Ketempat Tersebut.
Kemudian Reinhard Memutuskan Untuk Menghentikan Serangannya. Ia Tidak Mau Membuang Senjata-senjata Hanya Untuk Melawan Para Kroco Seperti Mereka. Jadi Lebih Baik
Ia Menyimpan Senjata-senjatanya Tersebut. Terlihat Lubang
Lubang Atau Kawah Ditanah Yang Tercipta Akibat Hal Barusan
"Hoho Rupanya Begitu, Aku Paham Sekarang Kenapa Disebut
Senjata Tipe Jarak Jauh." Ucap Tuhan Yang Masih Ada Disana
"Sungguh Kemampuan Yang Hebat, Maukah Kau Menghiburku Disini?" Ophis Memuji Rein Dan Juga Bertanya
"Sepertinya Tidak Bisa." Jawab Reinhard Sambil Menghilangkan Gerbang Babylon-nya. Ophis Bertanya Lagi
"Kenapa?" Tanya Ophis Dngan Singkat
"Yah~ Sedang Tidak Ingin Saja, Hehe" Jawabnya Tertawa Kecil
...
...
...
...
...
...
...
...
...
• Cukup Sampai Sini Ya.
• [1900]+ Seharusnya Sudah Cukup Untuk Kalian Kan
• Kalo Begitu Author Akhiri Dulu Ya
• Bye Bye
__ADS_1