King Of King'S : Universe DxD

King Of King'S : Universe DxD
Chapter 09 - Great War Pt.4


__ADS_3

Terlihat Lingkaran Sihir Hitam Bundar Yang Melayang Cukup Tinggi Diatas Tanah, Lingkaran Portal Hitam Itu Terus Membesar Seiring Waktu Berjalan. Besarnya Yang Tadinya Cuma 5-10 Meter Sekarang Mungkin Sudah Lebih Dari 100M


Kemudian Seekor Mahkluk Yang Tidak Bisa Dijelaskan Dengan Kata-kata. Penampilannya Sangat Menyeramkan Bagi Siapapun Yang Melihatnya. Siapa Saja Akan Bergetar Saat Ini.


( Note : Oh Ya Dibawah Ada Penjelasan Tentang Wujud 666 Atau Trihexa Ini Ya, Ini Saya Dapet Dari High School Wiki.)


666 memiliki rupa binatang besar dengan ciri-ciri yang berasal dari binatang yang berbeda seperti singa, macan tutul, beruang, naga, dll. Ia memiliki tujuh leher, tujuh kepala, dengan sepuluh tanduk, serta tujuh ekor panjang tebal yang berbeda. bentuk. Ia juga memiliki empat lengan kekar dan dua kaki yang bahkan lebih tebal dari lengannya. Tubuh utamanya adalah primata yang condong ke depan dan ditutupi bulu hitam dan apa yang tampak seperti sisik di sekujur tubuhnya. Ukurannya lebih dari beberapa ratus meter, membuatnya jauh lebih besar daripada Great Red.


"Jadi Inilah Wujud Binatang Yang Ditakuti Tuhan Ya." Gumam Reinhard Yang Tengah Melihatnya Dari Kejauhan Diatas Sana


Ia Melihat Trihexa Yang Berdiri Seperti Manusia Pada Umumnya, Memiliki Dua Kaki, Empat Tangan Dibadannya.


Dan Memiliki Tujuh Kepala Termasuk Lehernya Tersebut. Rupa Wajah Dari Masing-masing Kepalanya Itu Berbeda. Misalnya Ada Naga, Macam Tutul, Ular, Beruang Dan Lainnya.


(Author : Lah? Kenapa Gua Jelasin Lagi Yah? Padahal Udah Dijelasin Di Atas Tadi! Hadeh, Lebih Baik Lanjut Nulis Aja Dah)


Kemudian Great Red Kembali Menyerang Reinhard Yang Masih Sedang Melihati Kaisar Binatang Buas Itu, Ia Menghindarinya Seperti Biasa, Kemudian Entah Kenapa Great Red Berhenti Mengejar Atau Menyerang Reinhard, Ia Juga Sekarang Fokus Kepada Mahkluk Yang Ada Jauh Dibawahnya Tersebut.


"Uahhh~!! Akhirnya! Aku Kembali Melihatmu! Cahaya Putih!


Dan Kalian Juga! Naga Sejati Dan Dewa Naga." Suara Terdengar Dari Arah Kaisar Binatang Kiamat Itu! Itulah Suaranya! Suaranya Sangat Keras Dan Nadanya Sangat Kasar


Yang Membuat Siapapun Yang Mendengar Akan Tidak Akan Bisa Suara Yang Mereka Dengar Tersebut, Semuanya Terdiam.


"666! Kau Terus Mengacau!" Suara Yang Keras Dan Menggema Di Seluruh Telinga Terdengar Dari Atas, Itu Adalah Great Red.


"Emangnya Kenapa! Aku Akan Terus Mengacau Untuk Menghancurkan Dunia Ini! Akan Seru Juga Melawan Tuhan Alkitab Yang Di Puja-puja Oleh Makhluk Yang Bernama Manusia Itu! Baiklah, Mari Kita Lupakan Omong Kosong Ini."


Ia Langsung Memisahkan Masing-masing Kepalanya Tersebut


Yang Pertama Ia Pisahkan Adalah Kepala Macam Tutul, Setelah Dipisahkan, Kepala Beserta Leher Tersebut Berubah Menjadi Seekor Macan Tutul, Kemudian Ia Memisahkan Beberapa Kepalanya Lagi Dan Sampai Hanya Tersisa Satu.


Yang Tersisa Adalah Kepala Singa. Ke-enam Kepalanya Yang Sudah Terpisah Langsung Menerjang Ketiga Kubu Yang Masih Berperang Satu Sama Lain, Mereka Membunuh Siapapun.


Kemudian Salah Satu Pemimpin Malaikat Jatuh, Azazel, Memutuskan Untuk Mencoba Menyerang Salah Satu Bagian Tubuh Trihexa Menggunakan Tombak Cahayanya Tersebut. Serangan Itu Mengenainya Dengan Telak, Tapi Yang Diserang Itu Langsung Sembuh Hanya Dalam Waktu Beberapa Detik


"Regenarsinya Lebih Cepat Dibanding Great Red! Apa-apaan Makhluk Ini?!" Azazel Dan Lainnya Tampak Sangat Terkejut


"Ini Baru Salah Satu Kepalanya, Gimana Regenerasinya Kalo Makhluk Itu Dalam Wujud Sempurnanya?" Ucap Shemhazai


"Kesampingkan Itu! Kita Harus Menarik Mundur Semua Pasukan Kita! Kita Akan Tersapu Habis Kalo Kita Terus Dihajar Oleh Salah Satu Wujud Trihexa Itu." Ucap Barachiel


Kemudian Azazel Dan Barachiel Langsung Memerintahkan Para Pasukannya Untuk Segera Mundur Sebelum Di Bantai Habis Oleh Makhluk Yang Asal Usulnya Tidak Jelas Tersebut.


Empat Raja Iblis (Tersisa Tiga Sebetulnya :v) Juga Langsung Menarik Mundur Semua Pasukannya Sama Halnya Seperti Yang Dilakukan Oleh Para Pemimpin Malaikat Jatuh.


Disisi Lain, Terlihat Reinhard Yang Masih Terbang Dengan Singgasananya Itu (Vimana), Ia Menonton Kekacauan Yang Sedang Terjadi Dibawah Bersama Dengan Great Red Yang Berada Cukup Jauh Beberapa Puluh Meter Dari Tempatnya.


"Merah Besar, Menurutmu Gimana Kejadian Selanjutnya?


Berikan Tebakanmu Padaku." Ucap Reinhard Ke Great Red


"Siapa Peduli Tentang Itu! Tapi Yang Pasti Tuhan Akan Turun Tangan, Ahh Sialan Lebih Baik Aku Pulang Ah!" Balasnya. Kemudian Great Red Membuka Ruang Dimensinya Tersebut


"Lain Kali Kalo Kita Bertemu, Kita Akan Mulai Ronde 2" Ucap Reinhard Kepada Great Red Yang Ingin Kembali Kerumahnya

__ADS_1


Alias Ke Celah Dimensi, Great Red Hanya Tersenyum Sinis.


"Hoho, Selanjutnya Akan Ku Panggang Kau!" Balas Great Red


Sambil Masuk Kedalam Dimensi, Kemudian Celah Dimensinya


Tertutup Sementara Reinhard Hanya Tersenyum Menanggapi


Balasan Yang Diberikan Oleh Naga Sejati Itu Barusan Itu.


Kemudian Reinhard Memunculkan Dua Gerbang Babylonnya.


Dan Yang Ia Munculkan Kali Ini Adalah Tongkat Sihir, Lalu Kedua Bola Kristal Yang Ada Diujung Tongkat Sihir Itu Menyala


Dan Kemudian Serangan Sihir Cahaya Langsung Ditembakkan


Reinhard Berniat Untuk Mencoba Ketahanan Salah Satu Tubuh Trihexa Yaitu Kepala Naga, Hasilnya Serangan Itu Kena.


Itu Hanya Membuatnya Sisiknya Gosong Dan Tidak Tembus Kedalam Kulit Naga Tersebut, Pertahanannya Luar Biasa. Dan Beberapa Saat Kemudian Sisik Gosong Itu Langsung Sembuh.


"Sisiknya Luar Biasa Keras, Dan Regenarsinya Adalah 6,31 Detik. Cepat Sekali Ya, Baiklah Biar Kucoba Yang Ular, Akan Kugunakan Pedang Dan Tombak 'Snake Slayer'." Gumamnya


Setelah Bergumam, Reinhard Langsung Mengganti Senjata Yang Ada Di Dua Gerbang Babylonnya Yang Ada Didepannya Itu. Dan Yang Tadinya Adalah Dua Tongkat Sihir, Sekarang Sudah Diganti Atau Diubah Menjadi Pedang Dan Tombak.


Setelah Itu, Reinhard Langsung Menembakkannya Kearah Salah Satu Tubuh Trihexa (Ular) Yang Dimana Sedang Mengejar Para Pasukan Malaikat Jatuh Dan Iblis, Tiba-tiba Kepalanya Terputus Akibat Dua Serangan Reinhard Barusan.


Kepalanya Jatuh Ketanah Dan Membuat Semuanya Serentak Kaget Karena Makhluk Ini Bisa Dengan Mudah Di Potong.


Kepalanya Yang Sudah Terpotong Langsung Tumbuh Kembali.


Kedalam Tubuh "Ular" Tersebut. Regenarsinya Sangat Mengerikan Sampai Bisa Menumbuhkan Bagian Tubuh Yang Sudah Terpisah Hanya Dalam Beberapa Detik Saja.


Oh Ya Kalo Trihexa Sudah Memisahkan Tubuhnya, Maka Tentu Saja Tinggi Tubuhnya Akan Berkurang Banyak Dibanding Dalam Wujud Sempurnanya, Masing-masing Tubuhnya Kalo Dipisahkan, Mungkin Tingginya Sekitaran 30-70 Meter Lebih.


Jadi Mereka Dengan Mudah Bisa Menggapai Musuhnya Yang Sedang Terbang Diudara Menggunakan Sayap Mereka. Dan Kalo Dalam Wujud Sempurnanya, Trihexa Mungkin Lebih Besar Dari Great Red, Sudah Jelas Tingginya Ratusan Meter.


"Hmm, Wujudnya Sangat Besar, Jadinya Itu Memudahkan Lawannya Menyerangnya, Tapi Masalahnya Ia Juga Bisa Menyerang Lawannya Kalo Kecepatan Yang Luar Biasa. Makhluk Kalo Tidak Memiliki Regenarsi Mungkin Bisa Dikalahkan Dengan Mudah Mengingat Tubuhnya Yang Sangat Tinggi Itu, Makhluk Itu Sangat Mudah Untuk Diserang." Reinhard Bergumam Sambil Melihat Kearah Para Makhluk Itu.


Kemudian Salah Satu Belahan Trihexa Datang (Kelelawar).


Kelelawar Itu Langsung Menyerang Reinhard Dengan Menggunakan Cakar Yang Ada Di Kedua Kakinya, Ia Terus Mendekati Reinhard Dengan Terbang Menggunakan Sayap.


Saat Ini Ia Sudah Berada Tepat Di depan Singgasana Reinhard.


Kemudian Ia Membuka Mulutnya Dengan Sangat Lebar, Dan Dari Dalam Mulutnya Mulai Terlihat Cahaya Api Yang Terang.


Itu Akan Ditembakkan Kepada Reinhard, Sementara Reinhard


Hanya Duduk Dengan Menompang Dagunya Dngan Tangan


Kanannya, Dan Duduk Layaknya Seorang Raja Diantara Raja.


"Apa Maumu? Kelelawar Rendahan!" Ucap Reinhard Dengan Sedikit Intimidasi, Tapi Sepertinya Itu Tidak Ada Pengaruh Pada Kelelawar Itu, Reinhard Sudah Tahu Akan Hal Itu, Ia Kemudian Memutuskan Untuk Menciptakan Sebuah Senjata.


Senjata Berupa Pedang Dengan Ukiran Kuno Muncul Ditangan

__ADS_1


Tepatnya Ditangan Kirinya, Kemudian Reinhard Mengangkat Nya Ke Kanannya Dan Mengambil Langkah Seolah-olah Ingin


Menebas Musuh Yang Berada Tepat Didepannya Saat Ini.


Kemudian Reinhard Bangkit Dari Singgasananya Dan Berjalan


Kearah Kelelawar Yang Sedang Terbang Tepat Didepannya Itu.


Yang Tadi Bukan Hanya Sekedar Intimidasi Biasa Saja, Reinhard Tadi Sudah Menggunakan Kontrol Pikiran Padanya Tanpa Disadari Dan Membuatnya Menjadi Tidak Bisa Bergerak.


Kemudian Reinhard Langsung Menebas Dibagian Bahunya Dan Terus Menebasnya Sampai Terbelah Ke Bagian Pinggang.


Kemudian Reinhard Mengibaskan Senjatanya Untuk Menghilangkan Darah Yang Ada Pada Pedangnya Tersebut.


"Satu Tumbang." Ucap Reinhard Dengan Santai Sambil Kembali Duduk Diatas Kursi Singgasananya Terbangnya Itu.


Sedangkan Pedangnya Ia Sandarkan Dibagian Samping Kursinya Tersebut, Ia Tidak Mau Memasukkannya Terlebih Dulu Karena Mungkin Akan Ada Yang Menyerang Nantinya.


Kemudian Reinhard Sedikit Tercengang Saat Melihat Makhluk Tadi Yang Tercipta Kembali Disamping Tubuh Utama Trihexa,


Ia Belum Mati? Kenapa Bisa Begitu? Padahal Sudah Jelas Kubunuh Dan Menjadi Abu Tadi, Reinhard Sedikit Bingung Saat Melihat Itu Dan Akhirnya Menemukan Sebuah Jawaban.


"Rupanya Begitu, Selama Masih Ada Emosi Ketakutan Didunia Ini Maka Kau Akan Terus Tercipta Dengan Sendirinya, Kau Tidak Akan Bisa Di Lenyapkan Dan Tercipta Kembali Dari Rasa Ketakutan Seseorang, Kemampuan Yang Cukup Menarik."


Ucap Reinhard Dengan Biasa Saja, Walaupun Begitu, Suaranya


Dapat Didengar Oleh Seluruh Orang Yang Ada Jauh Dibawah.


Dan Tentu Saja Semua Orang Terkejut Saat Mengetahui Itu, Rupanya Begitu, Mereka Semua Mengerti Kenapa Bisa Makhluk Yang Barusan Dibunuh Itu Tercipta Kembali. Sedangkan Reinhard Hanya Duduk Menompang Dagunya Seperti Biasa Saja Dan Melihat Terus Kearah Makhluk Trsebut.


"Hoho~ Si Rendahan Ini Bisa Tahu Ya, Yah Kuakui Kau Cukup Jago, Dan Sepertinya Kau Tadi Menggunakan Kontrol Pikiran Padaku Sehingga Aku Tidak Bisa Bergerak Beberapa Saat Sebelum Kau Menebas Dengan Pedang Tersihir Itu." Ucap Trihexa Sambil Melihat Kearah Reinhard Dan Lalu Menyeringai


"Sepertinya Kau Layak Jadi Samsak Pertamaku." Ucap Trihexa Yang Tubuhnya Hanya Tersisa "Singa" Saja. Kemudian Ia Memunculkan Sayap Kelelawar Di Punggungnya, Itu Sudah Jelas Bisa Ia Lakukan Melihat Ada Salah Satu Tubuhnya Yang Berupa Hewan Kelelawar. Ia Kemudian Langsung Terbang Keatas Dan Berniat Untuk Naik Dan Ketempat Pemuda Itu.


"Siapa Pula Yang Mengizinkan Mu Mengabaikanku?" Tiba-tiba Sosok Cahaya Putih Terang Muncul Secara Tiba-tiba Didepannya, Ialah Sang Pencipta, Tuhan Alkitab Datang Menghampirinya Dan Sepertinya Ia Ingin Menyelesaikan Ini.


"Hehe, Cahaya Putih, Kau Selalu Mengganggu.'' Balas Trihexa


...


...


...


...


...


...


...


• Oke Sampai Sini Dulu Ya Guys


__ADS_1


__ADS_2