
(Catatan : Kalo Semisalnya Tulisannya Miring Seperti "Miring"
Itu Maka Itu Artinya Karakter Tersebut Berbicara Dalam Hati
Apakah Kalian Paham Anak-anak? Kalo Sudah Paham Maka Kalian Bisa Scroll Kebawah Untuk Mulai Membaca Chapter Ini
Yang Paling Penting Itu VOTE! Ingat VOTE! V-O-T-E! PAHAM?!
.
.
.
Saat Ini Tampak Gilgamesh Yang Masih Duduk Dibangku Taman.
Ia Masih Menunggu Kabar Dari Valina Tentang Tempat Pertarungan Mereka Nanti. Valina Dan Irise Sepertinya Masih
Belum Menemukan Tempat Yang Cocok Untuk Pertarungan Ini.
Selang Beberapa Saat Menunggu, Akhirnya Sebuah Lingkaran
Sihir Kecil Tercipta Di Samping Telinga Kanannya Dan Dari Dalam Sana Keluar Suara Seorang Perempuan. Suara Itu Adalah Valina Lucifer. Kenapa Ia Menghubungiku Tiba-tiba?
Jangan Bilang Kalo Mereka Sudah Menemukan Tempat Cocok
"102,3 KM Di Barat Daya. Jangan Membuatku Menunggu. Kau Bisa Mencium Bau Albion, Bukan? Jadi Ayo Cepat Kesini."
"Baik– " Valina Langsung Memutuskan Komunikasinya Secara Tiba-tiba Sebelum Gilgamesh Menyelesaikan Pembicaraannya,
Reinhard Hanya Memasang Senyum Jengkel Karena Hal Itu.
"Haduh Dasar Betina, Seenaknya Saja, Ahh Bodoamatlah"
Kemudian Tubuhnya Langsung Berubah Menjadi Butiran Pasir
Dan Ia Langsung Terbang Ke Langit Dan Dibawa Oleh Angin. Ia Kearah Yang Dibilang Valina Dan Irise, Yaitu Kearah Barat Daya.
Disisi Lain Tampak Valina Yang Sedang Bersandar Di Salah Satu Pepohonan Dari Banyaknya Pepohonan Yang Ada Disana.
Sementara Iris Berdiri Tepat Didepan Valina, Mereka Menunggu Gilgamesh Datang Ketempat Pertarungan Yang Sudah Mereka Temukan Ini, Ini Adalah Hutan Yang Sangat Luas, Terlebih Lagi Sangat Jauh Dari Perkotaan Kuoh Ataupun
Kota Yang Lainnya, Jadi Tempat Ini Cocok Untuk Pertarungan.
Kemudian Banyaknya Pasir Dari Langit Turun Kebawah, Awalnya Mereka Berpikir Kalo Itu Adalah Kawanan Lebah Ataupun Tawon, Namun Akhirnya Mereka Menyadari Kalo Yang Terbang Melayang-layang Diatas Adalah Sebuah Pasir. Kemudian Pasir Tersebut Terkumpul Didepan Mereka Sampai
Akhirnya Membentuk Wujud Seorang Manusia Lelaki Dewasa.
"Jadi Disini, Ini Tempat Yang Bagus, Jauh Dari Kota Dan Di Penuhi Oleh Banyak Mana Alam Dan Beberapa Ekor Familiar.
Baiklah Tidak Usah Lama-lama, Ayo, Kalian Mulailah Duluan"
"Yoshhh.." Ucap Pelan Irise
Ia Kemudian Memunculkan Riak Emas Disampingnya Dan Siap Untuk Menyerang, Disisi Lain Valina Juga Mengaktifkan Armor Naganya, Tubuhnya Di Selimuti Oleh Armor Putih Perak
"[Vanishing Dragon - Balance Breaker]" Suara Albion
Valina Langsung Menghantam Tanah Dibawahnya Dengan Keras Sampai Suara Ledakan Tanah Dari Sana Terdengar, Ia Langsung Melesat Kearah Gilgamesh Yang Berdiri Puluhan Meter Didepannya. Dibelakang Valina Juga Tampak Ada Sebuah Rantai Panjang Yang Sepertinya Juga Menuju Kearah
Gilgamesh, Irise Dan Valina Langsung Menerjang Tmpat Musuh
Nya Alias Gilgamesh, Rantai Surga Itu Kemudian Mengikat Dan Melebarkan Kedua Tangan Gilgamesh Kesamping Sehingga Valina Langsung Melancarkan Serangan Pertama Di Perutnya.
Dhukkk!! Gilgamesh Langsung Diterjangkan Kelangit Akibat Pukulan Valina Yang Super Keras Tersebut, Pukulannya Sangat Keras Hingga Membuat Reinhard Menumpahkan Sedikit Air Liurnya. Kemudian Ia Diterjang Kembali Oleh Banyaknya Rantai [Enkidu]. Tubuhnya Dililit, Bagaikan Ular Yang Melilit Mangsanya. Gilgamesh Tidak Bisa Bergerak Sama Sekali, Kaki Dan Tangannya Ditahan Oleh [Rantai Surga] Itu.
Valina Terbang Naik Keatas Dengan Sayap Naganya Tersebut,
Ia Beberapa Puluh Meter Didepan Gilgamesh Yang Terlilit Oleh
Puluhan Rantai, Sepertinya Valina Akan Melakukan Sesuatu,
Gilgamesh Hanya Melihatinya Tanpa Melawan Sama Sekali. Valina Lalu Mengarahkan Tangan Kanannya Kearah Gilgamesh.
"[Divide]" Valina Menyerap Energi Magis Reinhard
"Kheuhhk." Gilgamesh Hanya Terkekeh Dngan Sedikit Seringai
Ia Yang Merasa Niat Buruk Langsung Membatalkan Skill [Divide] Nya Tersebut Sehingga Tidak Jadi Menghisap Energi Dari Gilgamesh Yang Masih Terikat Disana, Iris Dibawah Menjadi
Kebingungan Dengan Apa Yang Dilakukan Olehnya Barusan. Seharusnya Ia Menyerap Kekuatannya, Namun Kenapa Ia Berhenti Tiba-tiba Begitu? Apa Yang Sebetulnya Terjadi Dulu?
"Aku Tidak Akan Mengulangi Kecerobohan Ku Lagi."
Setelah Mengatakan Itu, Ia Langsung Menerjang Kembali Gilgamesh Yang Masih Dipenuhi Oleh Rantai Perak Disana. Ia Langsung Mengumpulkan Energi Magis Biru Tua Di Tangan
Sebelum Kanannya, Menarik Tangannya Kebelakang Dan Mengambil Ancang-ancang Yang Siap Untuk Memukul Musuh.
Setelah Ia Berada Hanya Beberapa CM Didepan Gilgamesh, Valina Kemudian Langsung Menembakkan Pukulan Kerasnya.
__ADS_1
Tangan Gilgamesh Tampak Sedikit Bergerak, Namun Langsung Dicengkram Lebih Keras Oleh Irise, Ia Sama Sekali Tidak Bisa Menggerakkan Semua Bagian Tubuhnya Yang Terikat Itu. Pukulannya Menyentuh Bagian Dada Gilgamesh, Gelombang
Kejut Tercipta Akibat Serangan Tersebut, Tubuh Gilgamesh Sedikit Tergerakkan Kebelakang Akibat Serangan Keras Itu.
Gilgamesh Meludah Darahnya Kearah Samping "Lumayan.."
Valina Yang Merasa Diremehkan Langsung Menambahkan Serangannya Lagi, Kemudian Puluhan Rantai Perak Juga Menusuk Tubuh Gilgamesh Sampai Berlubang Dan Tembus Kebelakang, Ia Ditusuk Dari Segala Arah, Valina Lalu Mengirimkan Serangan Tendangannya Kearah Perut Gilgamesh.
"Hoi Hoi, Aku Tidak Sempat Bernafas"
"Siapa Yang Peduli! Itu Bukan Urusan Kami." Balas Valina
Valina Langsung Melancarkan Puluhan Serangan Fisiknya, Dan Menyerang Semua Bagian Tubuh Gilgamesh, Namun Seperti Biasanya, Tidak Ada Yang Memberikan Efek Fatal. Hanya Sedikit Terluka Saja, Itu Membuatnya Sangat Kesal. Padahal Ia Sudah Menyerang Dengan Sekuat Tenaga Namun
Tidak Membuat Musuhnya Kelelahan Ataupun Kesakitan.
"Kalian Berdua Menyebalkan Sekali." Ucap Gilgamesh
Rantai Yang Mengikat Tangan Kanan Gilgamesh Tiba-tiba Hancur Seketika, Gilgamesh Kemudian Menggerakkan Tangan
Kirinya Dan Menariknya Sampai Kemudian Rantai Itu Hancur.
Sekarang Hanya Kedua Tangannya Yang Tidak Terikat Lagi, Namun Semua Bagian Tubuhnya Masih Dililit Oleh Rantai Perak Ini, Mulai Dari Lehernya, Perutnya, Dibawah Bagian Selangkangannya, Dan Terakhir Pahannya Dan Kedua Kakinya
Disaat Yang Bersamaan Energi Kejut Keluar Dari Tubuh Gilgamesh Secara Tiba-tiba Dan Membuat Valina Terhempas Beberapa Puluh Meter Kebelakang, Mereka Tampak Terkejut.
Mereka Sebetulnya Bisa Dikalahkan Dengan Mudah Olehnya,
Itulah Fakta Yang Tidak Bisa Diubah, Namun Mereka Berdua Juga Tidak Menyerah Dan Terus Melawan, Itulah Yang Membuat Gilgamesh Suka Dengan Sikap Dua Perempuan Ini.
"Hmmpphh." (Gilgamesh)
"Sialan! Jangan Meremehkan Ku!" Tentu Saja Valina Kesal
"Albion, Kalo Begini Terus... "
[Gunakanlah, Namun Aku Hanya Bisa Memberi Kamu 10 Detik Saja, Tidak. Lebih Tepatnya 13,4 Detik Saja.] Jawab Albion
"Itu Sudah Lebih Dari Cukup."
Setelah Melakukan Pembicaraan Dengan Naga Putihnya Itu, Valina Kemudian Bertukar Pandang Dengan Irise, Temannya
Yang Tahu Itu Hanya Menganggukkan Kepalanya Sekali. Ia Sepertinya Tahu Tentang Apa Yang Dilakukan Oleh Valina Beberapa Saat Lagi, Jadi Ia Hanya Menganggukkan Kepalanya Saja Untuk Menjawab Dan Merespon Maksud Dari Valina.
"[Aku Yang Telah Terbangun, Adalah Kaisar Naga Putih...]"
Disaat Yang Bersamaan Rantai Perak Bermunculan Kembali Dan Mengikatnya Semua Bagian Tubuhnya Lagi, Tangannya Kembali Terikat Dan Dilebarkan Kesamping, Dan Lalu Rantai
Tersebut Perlahan Menyala, Tampak Rantai Itu Menjadi Emas.
"Rantai Ini Menyusahkan Sekali."
"[... Aku Adalah Naga Langit Yang Telah Mengambil Prinsip Supremasi Dari Tuhan, Aku Iri Pada Tak Terbatas Dan Aku Mengejar Mimpi. Aku Akan Menjadi Naga Putih Supremasi, Dan Aku Akan Membawamu Kebatas Surga Putih]" Lanjutnya
Ia Melakukan Ritual Sebelum Mengaktifkan Kemampuannya.
(Note : Btw Bener Melakukan Ritual Atau Membaca Mantra Sih? Gua Agak-agak Bingung Sebetulnya, Kasih Taulah Coeg!)
"[Juggernaut Drive]"
Dan Kemudian Wujudnya Secara Tiba-tiba Membesar, Mulai
Dari Tangannya, Badannya Dan Semua Bagian Tubuh Lainnya.
Setelahnya, Ia Langsung Menerjang Kearah Gilgamesh Dengan
Sayap Dan Kecepatannya Tersebut, Langsung Melepaskan Pukulan Kearah Gilgamesh Dengan Tangan Besarnya Itu, Reinhard Yang Tidak Bisa Bergerak Langsung Terkena Pukulan
Super Keras Tersebut, Bahkan Puluhan Kali Lipat Lebih Kuat
Dari Pukulan Yang Valina Lepaskan Beberapa Saat Yang Lalu.
Sampai Akhirnya Ia Mencapai Pukulan Kesepuluhnya, Irise Langsung Melepaskan Semua Rantai Yang Mengikat Gilgamesh
Beberapa Detik Sebelum Pukulan Kesepuluh Itu Mengenainya
Suara Keras Pukulan Langsung Terdengar, Gilgamesh Langsung Diterjangkan Ketanah Oleh Pukulan Yang Mengenainya Itu, Kawah Yang Cukup Besar Tercipta Akibat Hantamannya Ke Tanah, Valina Dan Irise Tampak Terengah-engah Karna Lelah.
"Seharusnya Itu Memberikan Luka Yang Sangat Fatal."
Whushh! Angin Kencang Menyapu Semua Debu Yang Ada Dibawah Sana Dan Menampilkan Reinhard Yang Masih Berdiri.
Tubuhnya Dipenuhi Luka Tusukan Ataupun Luka Lebam, Badannya Berlubang-lubang Karena Tusukan Rantai Surga. Badannya Lebam Karena Pukulan Keras Dari Valina Barusan.
Gilgamesh Meludah Darahnya "Cuih, Combo Yang Luar Biasa."
Valina Dan Irise Langsung Terkejut Saat Melihat Kondisinya Yang Parah Namun Masih Bisa Berdiri Seolah-olah Tidak Terjadi Apa-apa Padanya, Kemudian Gilgamesh Mengangkat Tangan Kanannya Sedikit Kebelakang Dan Ia Lanjut Berbicara
"Mari Akhiri Pertarungan Membosankan Ini."
__ADS_1
Ia Langsung Melesatkan Tangan Kanannya Kearah Valina Yang Masih Terbang Jauh Diudara, Kemudian Energi Kejut Tercipta
Dari Pukulan Barusan, Membentuk Tombak Putih Transparan
Yang Sangat Panjang, Energi Kejut Tersebut Mencapai Valina Dan Langsung Menghantam Perutnya Tanpa Jeda Sama Sekali
Dhuakk! Armor Naga Yang Besar Tersebut Langsung Hancur Seketika Itu Juga, Valina Langsung Jatuh Kebawah Dengan Mulutnya Yang Mengeluarkan Darah Yang Cukup Banyak, Ia Jatuh Dan Langsung Menghantam Tanah Yang Ada Dibawah.
"Sialan... Apa-apaan... Aku.. Kalah... Lagi.. "
"Padahal Irise Juga Ada Disana... Tapi Tetap Kalah Juga..."
"Levelnya Berbeda.. Berbeda.... Levelnya Jauh Diatas kami."
"Jadi Ini Alasan Kenapa Ia Disebut [Raja Dari Segala Raja]..."
"Sialan.... Aku... Kalah... Telak... "
Ia Langsung Kehilangan Kesadaran Saat Itu Juga. Tubuhnya Di Penuhi Oleh Debu Tanah, Bajunya Terkena Darah Dari Mulutnya, Sementara Gilgamesh Dan Irise Masih Berada Disana.
...
...
...
...
"Eh.. Ini Langit-langit Ruangan.. Dimana Ini.. ??"
Valina Tampak Berbaring Diatas Kasur Dan Berada Di Dalam Kamar. Disana Ia Hanya Mengenakan Pakaian Dalamnya Dan Terbaring Diatas Kasur Tersebut, Itu Adalah Kamarnya Sendiri.
"Ini Kamarku Sendiri..."
Kemudian Pintu Kamarnya Terbuka Dan Seorang Perempuan Masuk Kedalam Sana, Ia Adalah Irise, Teman Dekat Valina. Irise Membawakan Satu Piring Makanan Dan Satu Gelas Air
Dan Diletakkan Disebuah Meja Kecil Yang Ada Disamping Tempat Tidur Yang Ditempati Valina Saat Ini, Valina Hanya Memberikan Senyuman Kecil Saat Melihat Sahabatnya Disana
"Kamu Sudah Bangun, Ini Silakan Dimakan."
"Irise, Kenapa Aku Bisa Disini? Apa Yang Terjadi Padaku?"
"Kita Kalah Darinya. Kamu Pingsan Saat Itu Jadi Orang Itu Memutuskan Untuk Menghentikan Pertarungan Tersebut."
"Begitu... "
Tiba-tiba Ia Tersentak Karena Mengingat Sesuatu.
"Lalu Bagaimana Dengan Pertaruhan Nya?"
"Aku Menerimanya Sebagai Pasangan Ku, Ayah Dan Ibu Sangat Berisik Tentang Itu, Ia Menyuruhku Untuk Menerima Hal Itu Secepatnya, Jadi Aku Menuruti Kemauan Kedua Orang Tuaku."
"Bagaimana Denganmu, Vally?"
"Soal Itu... Aku Masih Memikirkannya... Soalnya Ini Cukup."
"Yah Itu Keputusanmu Sendiri, Jadi Berpikirlah Dengan Kepala Yang Dingin, Aku Harus Keluar Dulu. Aku Harus Menyiapkan Beberapa Minuman Untuk Tamu Dibawah Sana."
"Eh Seseorang Yang Penting Kah?"
"Tidak, Hanya Beberapa Pemimpin Grigori Saja."
"Ohh Begitu, Pergilah, Aku Perlu Beristirahat Sebentar."
Irise Hanya Memberikan Seyuman Kecil Padanya Dan Ia Lalu Langsung Keluar Dan Menutup Pintu Kamar Tempat Valina Berada, Kemudian Valina Kembali Ke Posisi Awalnya, Ia Kembali Menatap Langit-langit Ruangan Kamarnya Tersebut.
"Albion, Bagaimana Menurutmu...??"
"Apakah Aku Harus Menerima Dia Sebagai Pasangan Ku?"
[Jangan Libatkan Aku. Ini Keputusan Mu Sendiri.]
"Saran Dong! Kamu Kan Naga Betina, Jadi Seharusnya Kamu Bisa Memberikan Saran Yang Bagus Untukku Kedepannya."
[Aku Tidak Terlalu Bisa Memberikan Saran Kepadamu Sih, Namun Yang Jelas Ia Bisa Membantumu Mengalahkan Si Brengsek Rizevim Itu, Aku Sangat Yakin Dengan Hal Tersebut]
"Tapi... Aku Ingin Mengalahkan Brengsek Itu Dengan Tangan Ku Sendiri, Ia Tidak Ada Urusannya Dengan Masalahku Ini."
[Bukan Itu Maksudku, Namun Membantumu Supaya Dirimu Bisa Jadi Lebih Kuat Dengan Lebih Cepat Dan Efesien.]
[Namun Kembali Ke Awal Tadi, Ini Keputusan Mu Sendiri. Pikirkanlah Hal Ini Secara Matang Sampai Kamu Memutuskan
Bagaimana Tindakanmu Kedepan Nanti, Kalo Kamu Menolak
Maka Tidak Ada Masalah, Namun Kalo Kamu Menerima Maka Tentu Itu Lebih Baik Dan Tidak Masalah Juga Bagi Diriku Ini]
"Hmm... Ahh Sial... Akan Kupikirkan Ini... Terlebih Dahulu..."
...
__ADS_1