
Terlihat Banyak Orang Yang Melihat Kelangit Karena Disana Mereka Dapat Melihat True Dragon Yang Baru Saja Keluar Dari
Dimensi, True Dragon Itu Dikenal Dengan Nama Great Red.
Dan Kebanyakan Juga Tidak Peduli Terhadapnya Dan Melanjutkan Perangnya. Reinhard Dan Tuhan Juga Melihatnya
Dari Bawah. Dan Karena Dilihati Oleh Banyak Orang, Jadinya Itu Membuat Great Red Marah Dan Mengaum Sangat Keras.
Great Red Akan Marah Saat Ditatap Oleh Banyak Orang. Dan Lalu Ia Membuka Mulutnya Cukup Lebar Dan Didari Dalam Mulutnya Terlihat Cahaya Terang Berupa Semburan Api Nya.
"Ia Marah Karena Ditatap Oleh Banyak Orang Ya." Ucap Reinhard Sambil Memunculkan Lingkaran Transparan Yang
Melingkari Reinhard Dan Ophis Yang Masih Duduk Diudara.
"Ia Tidak Suka Ditatap." Lanjut Ophis Dengan Singkat
"Dan Sepertinya Itu Akan Dilepaskan Kearah Kita." Ucap Reinhard Sambil Melihat Great Red Yang Ingin Menyerangnya
"Ayo Minggir Saja, Ini Tidak Akan Ada Apanya Dengan Sempurannya." Ucap Ophis Sambil Menghancurkan Penghalang Yang Barusan Dibuat Oleh Reinhard. Ophis Langsung Terbang Menjauh Dari Tempat Reinhard. Sedangkan
Reinhard Yang Tidak Yakin Penghalangnya Dapat Menahan Serangan Great Red Itu Juga Memutuskan Untuk Segera Pergi
Great Red Langsung Melepaskan Semburan Api Super Besar
Kearah Ketiga Kubu Yang Sedang Berperang Jauh Dibawahnya
Ketiga Kubu Yang Tidak Ingin Menjadi Korban, Mereka Langsung Kabur Dan Mengabaikan Lawan Mereka. Lawan Mereka Juga Mengabaikannya Dan Langsung Kabur Untuk Menyelamatkan Dirinya, Para Pemimpin Malaikat, Pemimpin
Malaikat Jatuh Dan Raja Iblis Agung Juga Langsung Minggir.
Sedangkan Tuhan Masih Bertarung Dengan Dua Naga Surgawi. Ia Dan Keduanya Tidak Memedulikan True Dragon Itu Dan Terus Bertarung Di tanah. Michael Juga Tidak Dapat Menghentikan Ayahnya Itu, Ia Juga Memutuskan Untuk Pergi.
Great Red Mengubah Arah Serangannya. Ia Mengunci Tembakannya Kepada Tuhan Dan Dua Naga Surgawi Tersebut
Sebelum Sempat Ia Menembak, Tiba-tiba Sebuah Bola Sihir Hitam Merah Raksasa Menuju Kearahnya Dan Mengenai Bagian Perut Bawahnya. Dan Langsung Meledak Tepat Disaat Itu Juga. Serangan Barusan Berasal Dari Reinhard. Yang Barusan Adalah Salah Satu Kemampuannya, Yaitu "Jio Greas"
Itu Adalah Salah Satu Kemampuan Milik Anos Voldigoad Ya.
Reinhard Juga Mengaktifkan Mata Iblis Confusion-nya Dan Langsung Men-setting Api Yang Mau Ditembakkan Oleh True Dragon Itu, Apinya Menjadi Tidak Terkendali Akibat Reinhard.
"Meledaklah." Ucap Singkat Reinhard Dengan Matanya Yang Berwarna Merah Menyala. Dan Kemudian Api Yang Mau Dilepaskan Oleh Great Red Langsung Meledak Seketika Itu Juga. Tentu Saja Para Ketiga Kubu Terkejut Dengan Hal Itu.
"Hoho~ Jadi Kau Men-setting Apinya Dan Membuatnya Menjadi Tidak Terkendali Ya, Kemampuan Mata Yang Mengesankan" Ucap Tuhan Sambil Terus Bertarung Disana.
Reinhard Mengabaikan Tuhan Dan Mengangkat Tangan Kanannya Melewati Kepalanya Dan Lalu Bola Hitam Merah Kembali Tercipta Sangat Banyak Diatas Tangan Kanannya.
"[Gia Greas]" Reinhard Langsung Melepaskan Sihirnya Tersebut Kearah Great Red Yang Masih Berada Jauh Diatasnya
Puluhan Bola Hitam Raksasa Dilepaskan Oleh Reinhard.
Dan Langsung Sampai Kepada Great Red Dan Mengenainya Dengan Sangat Telak. Tentu Saja Belasan Bola Tersebut Langsung Meledak Sesaat Setelah Mengenai Tubuh Great Red
Semua Orang Sedikit Tercengang Dengan Hal Itu. Termasuk Ophis Yang Berada Beberapa Meter Disamping Reinhard. Asap Tebal Terkumpul Di Sekitar Great Red. Itu Karena Ledaka Tadi.
Tiba-tiba Suara Sistem Terdengar Didalam Diri Reinhard
[Proses Selesai .... ]
Reinhard Langsung Merasakan Perubahan Pada Tubuhnya Dan Kemampuan Gate Of Babylon-nya. Kemudian Dibelakang
Reinhard Muncul Portal Emas Super Besar. Dan Dari Dalam Dan Keluar Sebuah Benda Berwarna Hijau. Itulah Singgasana Terbang Milik Sang Raja Gilgamesh. Namanya Adalah Vimana.
(Note : Ini Dia Wujud Singgasana Terbangnya Ya. Kalo Ingin Lebih Jelas Kalian Search Aja Di Youtube Atau Mbak Google)
Semua Bagiannya Mulai Terlihat, Sinar Hijau Terpancar Jelas
Dari Sayap Singgasana Terbang Ini. Warnanya Sangat Indah Dan Membuat Cukup Banyak Orang Dibawah Tercengang Termasuk Tuhan Dan Ophis Yang Melihatnya Juga.
"Aku Menyebutnya "Vimana: Throne of the Heaven-soaring King " Ucap Reinhard Sambil Menyeringai Saat Melihatnya.
(Translate : Vimana: Throne of the Heaven-soaring King Artinya Adalah "Vimana : Tahta Raja Yang Menjulang Langit")
"Singgasana Terbang Ya. Hehe Menarik" Ucap Tuhan Yang Masih Terus Bertarung Dengan Ddraig Dan Albion
Kemudian Reinhard Juga Memunculkan Armor Emasnya Supaya Serangan Great Red Nantinya Tidak Akan Terlalu Berefek Padanya. Dan Tentu Saja Great Red Saat Ini Sangat Marah Karena Sudah Diserang Oleh Orang Dengan Gelar Yang Lebih Rendah Dibanding Dirinya. Ia Langsung Kembali Mengeluarkan Api Dari Mulutnya, Api Yang Ini Lebih Terang Dibanding Ia Keluarkan Pertama Tadi. Dan Tentu Saja Panas
"Oho~ Kau Marah Ya, Yah Wajar Saja Sih." Ucap Reinhard Sambil Mengubah Gaya Rambutnya Menjadi Lurus Kebelakang. Ia Kemudian Naiki Singgasana Terbang Nya Itu
__ADS_1
(Note : Ini Dia Ilustrasi Reinhard Saat Duduk Di Tahtanya Ya, Mulai Dari Armor Emasnya Sampai Dengan Gaya Rambutnya)
''Hmm Anting Emas Ini Bagus Juga Ya. Tidak Berat Sama Sekali." Reinhard Memegang Anting Emas Yang Ditelinganya
"Kalo Begitu, Mari Kita Mulai, True Dragon." Lanjutnya
Kemudian Reinhard Menghidupkan Singgasana Terbangnya.
Sayapnya Mulai Menyala Cukup Terang Dan Menerangi Para Pasukan Yang Sedang Berada Terbang Setelah Menghindari Serangan Yang Dilepaskan Oleh Great Red Beberapa Saat Lalu
Kemudian Reinhard Langsung Menjalankan Singgasananya,
Great Red Mengunci Serangannya Kepada Reinhard. Dan Serangannya Langsung Dilepaskan Kearah Reinhard Saat Itu Juga. Dan Tentu Saja Hasilnya Sama Sekali Tidak Mengenai
Reinhard. Karena Kecepatan Kendaraannya Sangat Luar Biasa
Reinhard Juga Memunculkan Gerbang Babylon-nya, Didepan Dan Belakangnya. Puluhan Pedang, Tombak Dan Senjata
Lainnya Ditembakkan Oleh Reinhard Ketubuh Great Red. Tentu Saja Serangan Itu Mempan, Tapi Langsung Sembuh Karena Great Red Memiliki Regenarsi Yang Sangat Luar Biasa
"Cih~ Regenarsi Itu Bikin Kesal Saja, Ia Beregenarasi Hanya Dalam Hitungan Detik Saja. Baiklah Mari Coba Sesuatu." Ucap Reinhard Dengan Pelan Karena Kesal Melihat True Dragon Itu.
Kemudian Reinhard Menghilangkan Semua Gerbang-nya. Dan Memikirkan Sebuah Cara Supaya Regenarsi Great Red Melambat. Akan Sulit Mengalahkannya Karena Regenarsi Itu.
Kemudian Reinhard Membentuk Jari Telunjuk Seolah-olah Seperti Sebuah Pistol Dan Diarahkan Kearah Langit, Tepatnya
Kearah Atas Great Red. Kemudian Dari Jari Telunjukknya Itu Keluar Beberapa Tembakan Sihir Yang Berwarna Hitam Pekat
Dorr ... Dorr ... Dorr ...
"Seharusnya Itu Cukup." Ucap Reinhard Sambil Menurunkan
Tangan Kanannya Dan Meletakkannya Keatas Singgasananya.
Ia Kemudian Menompang Dagu Dengan Tangan Kanannya Sambil Menunggu Terjadi Sesuatu Pada Tembakannya Tadi Itu
Kemudian Tembakannya Yang Tadi Ia Lepaskan Tadi Itu Berubah Menjadi Awan Yang Sangat Gelap Dan Hitam. Kilatan Petir Dan Suaranya Dapat Didengar Dan Dilihat Oleh Semua Orang Dibawah. Great Red Hanya Diam Saja Disana Karena Percaya Diri Terhadap Kemampuan Regenarsi-nya Tersebut.
Kemudian Belasan Bahkan Puluhan Petir Muncul Dan Langsung Menyambar Great Red Saat Itu Juga. Kilatan Dan Suara Petir Terus Terdengar, Dan Petir Juga Terus Menyambar
Disisi Lain Terlihat Ophis Yang Sudah Turun Kebawah Dan Berdiri Jauh Dibawah. Itu Dilakukannya Karena Tidak Ingin Terlibat Dengan Great Red. Ia Tersenyum Saat Melihat Itu. Ia Kemudian Menunjuk Kearah Great Red Yang Ada Diatas Menggunakan Tangan Kanannya Dan Membuat Jari Telunjuk
Nya Seolah-olah Seperti Pistol Dan Kemudian Ophis Berkata
"Hahaha, Kau Kesakitan~" Ophis Tertawa Dengan Datarnya
Sambil Tersenyum Saat Melihat Rivalnya Yang Sedang Kesakitan Akibat Musuhnya Tersebut. Dilirik Dari Wajahnya Great Red, Sepertinya True Dragon Itu Sangat Kesakitan.
"Groaaghh ..... !!! " Ia Terus Berteriak Karena Kesakitan Akibat Petir Yang Dilepaskan Oleh Reinhard Beberapa Saat Lalu. Reinhard Tidak Peduli Apa Reaksi True Dragon Itu Dan Terus Melepaskan Petir Kepadanya. Kenapa Bisa Sangat Berefek Pada Naga Terkuat Itu? Itu Karena Reinhard Menggabungkan
Sihir Kegelapannya Dengan Sihir Yang Bisa Berefek Ke Naga.
Yah Mungkin Kaya Senjata "Dragon Slayer". Kalian Pahamlah
Elemen Kegelapannya Ia Tingkatkan Ke Level Yang Berbeda, Supaya Membuat Regenarsi-nya Menjadi Melambat. Sedangkan Sihir Penghancur Naga Itu Ia Gunakan Supaya Bisa Menembus Sisik Great Red Yang Sangat Besar Dan Keras Itu.
"Itu Menembus Sisiknya Dengan Sangat Mudah." Azazel Yang Berada Jauh Dibawah Tercengang Saat Melihat Hal Yang Sedang Terjadi Saat Ini, Termasuk Para Pemimpin Yang Lain.
"Petir Itu Mirip Dengan Pedang Pembunuh Naga Itu." Ucap Shemhazai Saat Melihat Petir Hitam Yang Terus Muncul Itu.
"Benar, Petir Itu Sangat Berefek Pada Naga." Lanjut Barachiel
"Sialan, Orang Itu Terus Dilihati Oleh Orang Lain, Sedangkan
Aku Tidak Dianggap Sama Sekali." Gumam Kokabiel Kesal Saat Melihat Reinhard Yang Sedang Terduduk Di Tahta - Nya
Kilatan Demi Kilatan Terus Muncul Dan Menyinari Orang-orang Yang Sedang Berada Dibawah. Dan Begitupun Juga Dengan Petir Yang Terus Dilepaskan Kepada True Dragon
Great Red Tampak Gemetar Karena Tidak Bisa Bergerak Akibat Petir Yang Terus Menyambarnya Tanpa Henti Ini. Ia Terus Di Setrum Oleh Puluhan Petir Yang Mematikan Itu.
Kemudian Great Red Menaikkan Kekuatannya Dan Angin Kejut Yang Sangat Keluar Dari Tubuhnya Dan Membuat Semua
Orang Yang Ada Dibawah Merasa Dan Sedikit Terhempas.
"Sialan! Aku Dihajar Oleh Cecunguk Ini!" Great Red Marah.
__ADS_1
Semua Orang Sedikit Terkejut Saat Mendengar Suaranya. Karena Ia Dikenal Tidak Pernah Berbicara Sama Sekali Dan Hanya Numpang Lewat Saja. Jelas Itu Membuat Kebanyakan
Orang Terkejut Saat Mendengar Suaranya Yang Kasarnya Itu.
"Nada Suaranya Kasar Sekali." Gumam Reinhard
[11 12 Lah Sama Anda, Host]
"Oi Jangan Bawa-bawa Aku." Gumam Reinhard Membalasnya
[Tapi Ucapan Saya Benar, Bukan?]
"Emang Benar Sih ... Cuma Jangan 11 12 ... Mungkin 8 12"
[ ... ]
"Kenapa Malah Diem? Oh Ya Lily, Coba Buka Store, Aku Ingin Membeli Sesuatu Kemampuan... " Ucapnya Dalam Batin
Disisi Lain Terlihat Great Red Yang Sudah Siap Melepaskan Semburan Api-nya, Ia Masih Menunggu Waktu Yang Pas Supaya Bisa Menembak Reinhard, Karena Dari Tadi Reinhard Terus Mengubah Arah Terbangnya Kesana Dan Kesini. Great Red Yang Sudah Tidak Terkena Setrum Lagi Kemudian Mengejar Reinhard Dengan Kedua Sayap Besarnya Itu. Reinhard Kemudian Menghilangkan Awan Gelapnya Dan Langsung Menambah Kecepatan Singgasana Terbangnya Itu.
Mereka Mulai Kejar-kejaran Di Udara
Great Red Berada Di belakang Dan Menembakkan Reinhard Yang Berada Cukup Jauh Didepannya. Sedangkan Reinhard Hanya Menghindarinya Dengan Cukup Mudah, Itu Karena Tahta Terbangnya Itu Sangat Cepat, Apalagi Ia Bisa Mempercepatnya Dengan Menggunakan Mana Point-nya Dan Membuat Kecepatannya Menjadi Lebih Cepat Dari Cahaya Atau Suara
Dhusshhh ... Dhussshh ... (sfx suara semburan api great red :v)
"Eisttsshh~ Tidak Kena." Reinhard Berkata Dengan Tertawa Santai Sambil Terus Menambahkan Kecepatan Tahtanya Itu.
Great Red Kembali Marah Karena Diremehkan Olehnya. Tidak Mau Kalah, Ia Langsung Mempercepat Pergerakan Terbangnya
Reinhard Kemudian Memunculkan Dua Puluh Gerbang Babylon-nya Di Bagian Belakang Dan Belasan Bahkan Puluhan Senjata Ditembakkan Oleh Reinhard Kepada Naga Itu Dan Hasilnya Serangan Tersebut Mengenainya. Regenarsi nya Sekarang Jauh Lebih Lambat Dibanding Beberapa Saat Lalu, Itu Karena Pengaruh Petir Yang Diterimanya Tadi.
Disisi Lain Terlihat Tuhan Yang Sedang Menyimak Mereka Berdua Yang Sedang Kejar-kejaran Diudara. Dua Naga Surgawi
Sudah Ia Pukul Sampai Terhempas Ratusan Meter Jauhnya.
"Dia Kelihatan Senang." Ucap Pelan Tuhan
"Dan Si Merah Itu Juga Sama, Walaupun Ia Tampak Marah. Tapi Aslinya Ia Menikmati Pertarungan Nya Kali Ini." Lanjutnya
Ia Melihat Reinhard Yang Sedang Terduduk Santai Di Tahtanya
Sambil Menompang Dagunya Dengan Tangan Kanannya. Ia Juga Tidak Lupa Melihat Great Red Dengan Kemampuan Mata Mistiknya Tersebut. Ia Seolah-olah Bisa Melihatnya Dari Dekat
Dan Itu Mempermudahnya Untuk Melihat Pertarungan Itu.
"Hmmhhh! Dasar Maniak Pertempuran." Ucap Tuhan Saat Melihat Wajah Reinhard Yang Tersenyum Seolah-olah Sangat Menikmati Pertarungan Yang Sedang Ia Lakukan Saat Ini.
Tuhan Secara Tiba-tiba Tersadar Akan Sesuatu Hal Yang Muncul, Namun Semua Orang Selain Dirinya Tidak Sadar Akan Hal Itu Dan Tengah Berfokus Melakukan Peperangannya. Dan Cukup Banyak Juga Dari Mereka Yang Menonton True Dragon
Yang Sedang Melawan Seseorang Yang Disebut Rival Tuhan.
"Sialan! Kenapa Mahluk Itu Muncul Disaat Yang Seperti Ini?"
Tuhan Tampak Kesal Karena 200 Meter Di barat Muncul Sebuah Portal Hitam Yang Terus Membesar Seiring Waktu Berjalan. Cukup Banyak Orang Juga Sudah Menyadari Hal Itu.
Termasuk Pada Raja Iblis, Pemimpin Fallen Angel Dan Lainnya
Reinhard Juga Merespon Kemunculan Portal Itu, Begitupun Juga Dengan Great Red Atau Ophis. Tapi Mereka Bertiga Tidak Terlalu Memedulikannya, Reinhard Lanjut Bertarung Dengan Great Red Dan Begitupun Juga Dengan True Dragon Itu. Sedangkan Ophis Masih Menatap Kearah Portal Hitam Trsebut
"Jadi Dia Datang Juga Ya... " Ucap Ophis Dengan Nada Khasnya. Ia Tahu Siapa Yang Akan Keluar Dari Gerbang Portal Itu. Tentu Saja Ia Sangat Mengenalnya, Great Red Juga Bgitu
"Apocalypse Beast, Trihexa (666)" Lanjut Ophis
...
...
...
...
...
• Oke Sampai Sini Dulu Ya
__ADS_1