
"Ini Garasiku Dan Ada Beberapa Hal Yang Juga Ku Hiasi Disini"
"Wow, Ini Cukup Luas. Hampir Seluas Lapangan Putsal."
Valina Berbicara Dengan Nada Yang Pelan Dengan Ekspresi Yang Tampak Kagum Pada Garasi Yang Ia Lihat Untuk Saat Ini.
Gilgamesh Hanya Memberikan Senyuman Sambil Berjalan Didepan Mereka Menuju Kearah Tempat Dimana Kendaraan Miliknya Disimpan. Gilgamesh Membuka Pintu Garasinya Menggunakan Sebuah Remot Khusus. Irise Dan Valina Tambah Terkejut Saat Melihat Hal Yang Barusan Dilakukan Itu.
"Apa Kamu Lihat? Ia Membukanya Pake Remot Saja." Bisik Irise Kepada Valina Sambil Berjalan Beriringan Dibelakang Gilga. Aku Yang Mendengar Mereka Hanya Sedikit Tersenyum Saja
"Apa Kalian Tidak Pernah Melihat Hal Semacam Ini? Padahal Hal Semacam Ini Bisa Kalian Temukan Di Arab Loh, Disana Mungkin Ada Yang Lebih Mewah Dari Garasi Yang Kalian Lihat Ini. Dan Hal Seperti Ini Paling Banyak Di Daerah Kota Dubai."
"Aku Sudah Pernah Melihat Ini Namun Itu Hanya Garasi Kecil Saja." Ucap Irise Sambil Melihat Kesana Dan Kemari Karena Ia Masih Takjub Dengan Garasi Yang Ada Di Halaman Belakang Ini.
"Aku Sama Dengannya. Hanya Garasi Biasa Saja." Ucap Valina
"Begitukah... Lupakan Saja."
Kemudian Garasi Terbuka Habis Dan Menampilkan Beberapa
Mobil Dan Motor Mewah Disana, Valina Dan Irise Langsung Takjub Dengan Kendaraan Yang Dimiliki Oleh Pria Yang Ada Didepan Meraka Ini, Mulai Dari Lamborghini, Ducati Dan Berbagai Jenis Lainnya, Dan Tentu Saja Yang Lain Juga Mewah
"I-Ini... Ducati Panigale V4... Terlebih Lagi.. Limited Edition!"
Valina Tampak Terkejut Saat Melihat Salah Satu Motor Berwarna Merah Disana, Itu Adalah Motor Yang Ia Inginkan Dari Dulu, Sudah Pasti Kecepatan Motornya Tidak Main-main.
"Ini Lamborghini Aventador..." Irise Juga Tampak Terkejut Dengan Mobil Sedan Hijau Muda Yang Ada Didepan Dirinya. Gilgamesh Tampak Melihati Mereka Sambil Duduk Di Sebuah
Kursi Yang Ada Didalam Sana Dan Merokok Juga Disaat Yang Bersamaan, Ia Sedang Melihat Keterkejutan Mereka Berdua.
"Kalian Tahu Hal Ini Ya, Kupikir Kalian Hanya Sepasang Manusia Primitif." Ucap Gilgames Menghabiskan Asap Rokok.
"Jangan Menganggap Remeh Kami, Kau Pikir Kami Hanya Mengurung Diri Dikamar Sambil Nonton Video Gajelas? Kami Juga Tahu Hal Semacam Ini Ada Di Dunia Manusia." Ucap Valina Dengan Nada Cukup Keras Karena Merasa Diremehkan.
"Hoo~ Aku Memang Menyiapkan Semua Kendaraan Ini Untuk Kalian Berdua.'' Ucap Gilgamesh Kepada Dua Perempuan Yang Ada Didepannya Tersebut, Wajah Mereka Tampak Murung. Sepertinya Ada Sesuatu Yang Membuatnya Seperti Itu.
"Kenapa Kamu Memberikan Kami Ini?" Valina Bertanya
"Kami Tidak Bisa Membalas Hal Ini Nantinya." Lanjut Irise
Gilgamesh Langsung Bangun Dengan Satu Tangannya Masih Berada Dimulutnya Bersamaan Dengan Rokoknya, Ia Lalu Meraih Kepala Valina Dan Kemudian Mengeluasnya Dengan Lembut Sampai Akhirnya Ia Memberikan Jawaban Ke Mereka.
"Dasar Bodoh! Tentu Saja Ini Sebagai Rasa Cintaku Kepada Kalian Berdua! Status Kita Sekarang Adalah Suami Istri! Kau Dan Kau Adalah Istriku Sementara Aku Adalah Suami Kalian."
Gilgamesh Mengatakannya Dengan Sedikit Keras Dan Membuat Mereka Tampak Terkejut Walaupun Hanya Sedikit.
Gilgamesh Membuang Mukanya Kearah Lain Dan Kembali Menghisap Rokoknya, Ia Mengganti Dan Sekarang Ia Meraih Kepala Irise Dan Mengelusnya Seperti Yang Ia Lakukan Pada Valina Barusan, Mereka Berdua Akhirnya Mengerti Kalo Pria Yang Didepannya Ini Serius Dengan Hubungan Mereka, Ia Benar-benar Ingin Menjadi Seorang Suami, Mereka Akhirnya Mengerti Kenapa Gilgamesh Berkata Seperti Itu Barusan, Disisi Lain Albion Juga Sudah Menjelaskannya Kepada Valina.
"Maafkan Kami Karena Barusan." Lanjut Valina
"Kami Tidak Akan Bertanya Itu Lagi." Lanjut Irise
"Fyuhh~ Sepertinya Kalian Sudah Mengerti Ya."
Gilgamesh Menghembuskan Asap Rokoknya, Setelahnya Ia Melihat Kearah Irise Yang Kepalanya Masih Ia Pegang Dengan Tangan Kanannya. Irise Dan Valina Disini Harus Sedikit Menengok Keatas Demi Bisa Mencapai Wajah Gilgamesh Ya.
Mungkin Itu Karena Tinggi Tubuh Gilgamesh Yang Sangat Tinggi. Tingginya Mungkin 180-190 CM Lebih, Sementara Mereka Mungkin Hanya 170-177 CM. Jadi Wajar Saja Begitu.
"Heuheu, Tidak Usah Terlalu Dipikirkan."
Ia Memberikan Senyuman Sambil Terus Mengusap-usap kepala Irise Dengan Tangan Kanannya, Disaat Yang Bersamaan Ia Juga Merokok Dengan Tangan Yang Satunya. Wajah Irise Tampak Memerah Karena Merasakan Elusan Dan Melihat Senyuman Yang Diberikan Oleh Gilgamesh Barusan.
"Jangan Mengelus Kepalaku, Bodoh" Ia Menepi Tangan Gilgamesh Dan Mengarahkan Wajahnya Kearah Lain Untuk Menyembunyikan Wajahnya Yang Ngeblush Tersebut. Gilga Hanya Tersenyum Karena Sudah Tahu Apa Yang Terjadi, Valina
Juga Hampir Sama Seperti Gilgamesh, Ia Hanya Tersenyum.
"Baiklah, Daripada Lama-lama Disini, Kita Lebih Baik Berangkat Saja." Gilgamesh Berjalan Kearah Salah Satu Mobil Miliknya, Itu Adalah Sebuah Mobil Sedan Dngan Empat Pintu.
__ADS_1
Warnanya Abu-abu Dan Cukup Gelap. Valina Dan Irise Tampak Kebingungan Dengan Itu, Padahal Ada Banyak Mobil Yang Lainnya Dan Tentu Saja Lebih Bagus, Tapi Kenapa Malah Itu?
"Karena Kita Bertiga Maka Kita Akan Naik Ini Saja, Tenang Saja. Ini Adalah Dodge Charger Srt Hellcat, Jadi Tidak Usah Khawatir Soal Cepat Atau Tidaknya Mobil Ini, Ayo Sini."
"I-itu Kan Salah Satu Mobil Sedan Empat Pintu Tercepat Di Dunia. Jadi Dugaan Ku Diawal Tadi Memang Benar, Ini Memang Mobil Itu." Irise Langsung Tahu Mobil Tersebut. Buat Kalian Yang Ingin Lihat Bentuknya Maka Di Mbak Google Aja Ya
"Kenapa Malah Diam Kek Batu Disana? Ayo Masuk Sini."
Mendengar Ucapannya, Mereka Langsung Berjalan Kearah Mobil Yang Sudah Dinaiki Gilgamesh Dan Kemudian Mereka Juga Memasukinya, Valina Duduk Disamping Gilgamesh Dibagian Depan Dan Irise Berada Di Bangku Bagian Belakang.
Sementara Gilgamesh Yang Menjadi Pemegang Kemudinya.
"Baiklah Nona-nona, Kita Berangkat.''
Gilgamesh Langsung Menjalankan Mobilnya Dan Keluar Dari Area Kediamannya, Ia Membawanya Dengan Cukup Cepat, Tidak Terlalu Cepat, Gilgamesh Melakukan Hanya Untuk Menikmati Anginnya Saja, Karena Ini Siang Hari Jadi Sudah Jelas Disini Panas Sekali Namun Pada Malam Harinya Nanti Kota ini Akan Dingin, Begitulah, Siangnya Panas, Malamnya Dingin. Begitulah Kondisi Cuaca Khususnya Di Daerah Ku Ini..
Cuaca Semacam Ini Sudah Pasti Ada Di Setiap Wilayah Yang Ada Di Dunia, Hal Semacam Ini Mungkin Sudah Wajar Bagi Kebanyakan Orang Yang Sudah Sering Mengalami Hal Tersebut.
"Kamu Kepanasan? Kenapa Ga Hidupin AC Saja?"
Valina Bertanya Karena Cukup Heran Dengan Gilgamesh.
"Sederhana Saja, Udara Langsung Dari Alam Adalah Udara Yang Bagus Dibanding Udara Yang Keluar Dari Sebuah Mesin."
"Hoo~ Menurutku Itu Sama Saja, Terserah Kamu Saja Dah."
Valina Mengabaikan Perkataan Gilgamesh Dan Menoleh Kearah Lain, Ia Melihat Ke Jendela Yang Ada Disampingnya Dan Disana Ia Bisa Melihat Jalanan Yang Sangat Ramai.
"Ouh Ya Ada Sesuatu... " Sikap Valina Tiba-tiba Berubah Saat Ingin Mengatakan Hal Tersebut. Kenapa Dengan Cewek Ini?
"Ada Apa? Tidak Usah Gugup Begitu." Balas Gilgamesh
"Apakah Kamu Yakin Menginginkan Wanita Seperti Diriku...??"
"Hmm... Emangnya Kenapa?" Aku Merasa Cukup Heran
"Aku Tidak Mempedulikan Hal Sepele Semacam Itu."
"Masih Ada Wanita Yang Puluhan Kali Lipat Lebih Baik Dariku Diluar Sana." Ucap Valina Dengan Nada Sedikit Dipelankan
"Itu Memang Benar, Tapi Yang Aku Inginkan Hanyalah Dirimu."
Sambil Menjawab, Aku Juga Memberikan Senyuman Padanya
"Aku Memiliki Kekurangan Yang Sangat Banyak Dalam Kehidupan, Maupun Itu Kehidupan Sehari-hari Atau Lainnya."
"Aku Menerimamu Apa Adanya, Bukan Ada Apanya. Dan Tentu Saja Hal Tersebut Berlaku Selain Bagi Orang Dirimu." Lanjutku
"Emangnya Siapa Yang Selain Diriku?" Ia Tampak Penasaran
"Sudah Jelas Yang Ada Dibelakang Sana." Jawab Gilgamesh
Dan Valina Langsung Mengerti Siapa Yang Dimaksud Olehku.
"Sekali Lagi, Aku Tidak Mempermasalahkan Kekurangan Yang Kalian Miliki Dalam Hal Sehari-hari, Asalkan Kalian Mencintaiku Seperti Apa Yang Kulakukan Pada Kalian Maka Itu Sudah Cukup Bagiku." Lanjut Ku Sambil Terus Mengemudikan Mobil
"Biarku Aku Memikirkan Ini Dulu." Ia Melihat Kearah Lainnya
Sementara Irise Memutuskan Untuk Berdiam Diri Saja Untuk Tidak Mengganggu Pembicaraan Mereka Berdua, Ia Melihat Ponselnya, Memakai Headset Dan Tentu Saja Mendengarkan
Musik. Gilgamesh Juga Sesekali Mengajaknya Berbicara Sambil Menunggu Jawaban Yang Akan Diberikan Oleh Valina.
Broom...Broom... Gilgamesh Menambah Kecepatan Mobilnya Supaya Suasana Lebih Sejuk Karena Terkena Angin Tentunya.
Irise Dan Valina Tampak Menikmati Suasana Sejuk Ini, Dan Itu Membuatku Cukup Senang Melihatnya. Kecantikan Mereka Dapat Dilihat Dari Ekspresi Mereka Yang Kesenangan Saat Ini.
Sampai Akhirnya Mereka Sampai Di Sebuah Taman Pantai. Dan Gilgamesh Langsung Memarkirkan Mobilnya Di Sebuah Parkiran Yang Ada Disana. Setelah Itu Mereka Langsung Turun.
__ADS_1
Gilgamesh Melihat Irise Dan Valina Yang Sesekali Melihat Kearah Toko Es Krim Yang Cukup Besar Yang Ada Di Dalam Area Taman Ini, Gilgamesh Yang Tahu Langsung Mengajak Mereka Untuk Membeli Es Krim Tersebut, Terlebih Lagi Ia Cukup Bosan Jadi Membeli Makanan Mungkin Akan Lebih Baik
Seorang Pelayan Toko Tersebut Berdiri Di Dalam Ruangan Sementara Gilgamesh Dan Dua Istrinya Berada Diluar Jendela.
Gilgamesh Sudah Membaca Informasi Yang Tertulis Di Dinding
Toko Ini Tentang Tempat Pembeliannya. Dan Gilgamesh Melakukan Seperti Apa Yang Tertulis Di Selembaran Kertas Informasi Tersebut, Ia Melakukan Pembelian Lewat Luar Jendela, Cukup Unik Juga Toko Eskrim Di Dalam Taman Ini.
Pelayan Tersebut Langsung Terpesona Saat Melihat Gilgamesh. Namun Ia Langsung Menyembunyikan Pesonanya
Tersebut Karena Melihat Ada Dua Gadis Yang Puluhan Lipat Lebih Cantik Darinya, Kemudian Aku Melakukan Pembelian.
"Aku Ingin Rasa Coklat. Dan Kalian... "
"Aku Ingin Stroberi." Ucap Irise
"Vanila." Ucap Gadis Yang Satu Lagi Dengan Sangat Singkat.
"Yokay, Pilihlah Tempat Duduk Kalian Yang Ada Disana, Sementara Pesanan Kalian Akan Diantarkan Oleh Ponakan
Saya Nanti. Mohon Bersabarlah." Ucap Pelayan Tersebut
Gilgamesh Hanya Mengangguk Dan Kemudian Ia Langsung Pergi Untuk Mencari Bangku Yang Cocok Untuk Ditempati, Sementara Valina Dan Irise Hanya Diam Sambil Mengikutinya.
Gilgamesh Memilih Tempat Yang Menurutnya Cocok, Disini Mereka Tidak Akan Terkena Sinar Matahari Karena Tertutupi Oleh Dedauan Pepohonan Yang Ada Disini, Sementara Dari Sini Mereka Juga Dapat Melihat Orang-orang Yang Beraktivitas Dilaut. Dibagian Jauh Tampak Ada Beberapa Boat Dan Sementara Dibagian Samping Juga Tampak Banyak Orang Yang Sedang Bermain Di Sana, Ada Yang Mandi, Ada Yang Main
Pasir. Dan Masih Banyak Lagi Hal Yang Ada Di Pantai Tersebut.
"Ini Cukup Cocok." Ucap Valina
"Disini Tidak Terkena Panas Matahari Jadi Sudah Pasti Cocok."
Gilgamesh Mengeluarkan Rokoknya Dan Menaruh Bungkusan
Rokoknya Keatas Meja Yang Ada Didepan Mereka Bertiga. Aku Duduk Di Tengah-tengah Mereka Berdua, Valina Disamping Kiri Sementara Irise Disamping Kananku, Aku Berada Ditengah-tengah Mereka Berdua Saat Ini, Sialan! Kondisi Macam Apa Ini? Aku Sedang Berada Di Tengah-tengah Wanita
Cantik! Sialan! Bisa-bisanya Aku Ngeblush Begini! Sialannnn!!
"Sialan! Kenapa Aku Harus Ngeblush Begini? Lemah Sekali Mentalku Ini, Duduk Di Tengah-tengah Wanita Cantik Saja Sudah Membuatku Seperti Ini, Bagaimana Kalo Semisalnya Aku Tidur Bersama Mereka? Bagaimana Kondisiku Saat Itu?
Sifat Semacam Ini Tidak Pantas Dimiliki Oleh Seorang Raja. Akan Kuhapus Sifat Ini Dari Pikiran Ku Setelah Selesai Dari Sini"
Disamping Kiri Dan Kanannya Sudah Ada Pemandangan Yang Cukup Menakjubkan Baginya, Tampak Beberapa Laki-laki Yang Lewat Merasa Iri Dengan Wajah Yang Dimiliki Gilgamesh.
Dan Begitupun Juga Saat Melihatnya Duduk Bersama Dua Orang Perempuan Yang Sangat Menampilkan Pesona Cantik.
"Siapa Sangka Kamu Memiliki Sifat Seperti Ini." Ucap Valina
Ohh Tidak! Sepertinya Valina Tahu Aku Sedang Ngeblush Akibat Duduk Disamping Mereka Berdua. Valina Menyeringai,
Sementara Irise Hanya Mengabaikan Itu Dan Fokus Dengan Game Yang Ia Mainkan, Ia Memang Adalah Maniak Game, Sudah Dari Dalam Mobil Ia Memainkan Game Itu Tanpa Henti.
"Fufu, Dibanding [Raja Dari Segala Raja] Kau Sekarang Lebih Mirip Seorang Bocah Berotak Mesum Yang Akan Terangsang Hanya Karena Di Kelilingi Oleh Banyaknya Perempuan." Valina Kemudian Mendekatkan Wajahnya Ke Telinganya Gilgamesh
"Haa~" Ia Menghembuskan Nafasnya Dengan Lembut Disana.
Muka Gilgamesh Langsung Tambah Memerah Akibat Hal Yang Ia Lakukan Itu, Ia Mengeluarkan Asap Dari Kepalanya Itu. Tubuh Gilgamesh Langsung Dibuat Bergetar Karena Hal Itu.
"To-tolong Hentikan. Ini Tempat Umum Loh." Ucap Ku
[Hehe... Huahahaha! Kamu Memiliki Sifat Seperti Ini!]
Suara Albion Sedikit Terdengar, Ia Tampaknya Sangat Puas Dan Tertawa Keras Saat Melihat Sifat Tidak Biasa Yang Dimiliki
Oleh Gilgamesh Itu, Valina Hanya Terkekeh Kecil Karenanya.
"Diam Kau, Hama Sialan! Ganggu Suasana Saja!"
__ADS_1
[Maafkan Aku.. Huahahaha.] Ia Masih Tertawa Keras Disana