
Braaakkk
Semua orang yang tengah berada di kantin menjadi kaget dan menatap ke sumber suara
"Heh lo cewe ganjen" ucap sinis perempuan yang tiba - tiba muncul di depan Valerie dan Helvi
"Apa- apa nih, maksud mba apa?? Datang - datang langsung marah - marah dan memaki saya?? Anda pikir anda siapa??" bentak Valerie
"Lo nggak tau siapa gue?? Gue Stella, pacarnya David! Gue peringatin sama lo jangan pernah deketin David lagi!!" Ancam Stella. Ya, perempuan itu adalah Stella anak rekan bisnis pak Joseph yang mengerjar - ngejar cinta David 3 tahun belakangan ini tapi tak kunjung dapat
"Dih..siapa juga yang deketin pacar mba, saya disini cuman magang, dan kebetulan pak David adalah dokter pembimbing saya" jelas Valerie dengan nada bicara yang menantang
"Bagus kalau begitu, tapi ingat!! jangan sampai kamu coba - coba mendekati David" ancam Stella lagi
Setelah kepergian Stella, Valerie nampak begitu kesal terhadap perbuatan Stella
"Val..lo nggak papa kan??" tanya Helvi
"Gue nggak papa kok Vi, gue nggak takut sama tu mak lampir" timpal Valerie
"Dia itu Stella, anak orang kaya ke 2 di kota kita,setelah keluarganya Dr.David. Dari info yang gue denger sih, Stella itu suka sama Dr. David 3 tahun belakang ini makanya dia selalu ngancem semua perempuan yang deketin Dr. David, Tapi Dr. David nggak pernah suka sama dia, gimana mau suka tampilannya aja gitu amat, make up nya menor abis" jelas Helvi sembari tertawa kecil
"What?? Dia suka sama Dr.David tapi Dr. David nggak suka sama dia??" tanya Valerie tak percaya
"Iaa Val.."
__ADS_1
"Hahaha...kasian amat tu mak lampir suka sama Dr. David udah 3 tahun malah ngak dapet - dapet, trus ngaku - ngaku lagi kalau dia pacarnya Dr. David, hahahahahha..Urat malunya udah pada putus kali yah" ejek Valerie. Helvi hanya tertawa terbahak - bahak mendengar kata - kata pedas Valerie
Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang terus memandangi mereka. Siapa lagi kalau bukan DR. DAVID NATHANAEL ADITAMA
Sebelumnya.......
"Arrghh, kenapa nggak fokus gini sih," kesal David "lebih baik aku pergi ke kantin untuk menghilangkan ingatanku tentang kejadian tadi pagi" ucap mantap David
Ketika sedang berjalan menuju kantin, tak sengaja David mendengar percakapan antara Helvi dan Valerie yang membahas tentang kejadian tadi pagi sehingga membuat Valerie senyum - senyum sendiri, dan David juga tersenyum kecut.
Tapi, ketika hendak membeli minuman, David melihat sosok Stella tengah berjalan dari sana, David memutuskan untuk bersembunyi dan menonton pertunjukan antara Stella dan Valerie hingga membuat Dr. David kagum dengan sikap tegas Valerie
Selama ini, setiap cewe yang diancam Stella akan langsung mundur, tapi berbeda halnya dengan Valerie, itu sebabnya mengapa David makin ingin menjadikan Valerie menjadi miliknya
"Ya ampun Vi, gue lupa, sekarang waktunya gue nemenin Dr.David visit ke kamar pasien... mati gue, kena hukuman lagi nih.. gue duluan yah Vi.. bye.." ucap Valerie sembari berlari ke ruangan David
Setibanya di ruangan David, Valerie nampak cemas karena takut dihukum karena terlambat
Tok...tok.tok..tok..
"Masuk" ucap David datar
"Permisi dok, apakah saya terlambat??" tanya Valerie hati - hati
'se seram itukah aku sampai - sampai kamu takut melihatku' batin David
__ADS_1
"Ya, kamu terlambat 1 menit, itu artinya kamu harus di hukum" ucap David
'apa- apaan nih?? terlambat 1 menit saja dihukum?? arrgghhh... dasar manusia kutub utara' batin Valerie
"Tolong dok, jangan hukum saya lagi dok, saya mohon" pinta Valerie
"Tidak!! kamu akan tetap saya hukum dan hukuman kamu adalah menjadi assiten pribadi saya selama 2 bulan kedepan" tegas David
"Tapi dok.." ucap Valerie terpotong
"Saya tidak menerima penolakkan!!" tegas David
"Loh dok, tidak bisa seperti itu dong dok..." ucap Valerie marah
"Kalau kamu tidak mau nilaimu bagus dan lulus menjadi dokter, saya tidak masalah" ancam David
'kalau bukan karena nilaiku, malas aku memenuhi permintaan mu'batin Valerie
Valerie membuang nafasnya kasar
"Baiklah dok" ucap Valerie pasrah
'akanku pastikan kamu akan jatuh hati kepadaku Valerie' batin David
L.F💜
__ADS_1