
Flash back
"Sayang, kamu duluan gih ke mobil, aku ke toilet bentar" ucap Rando
"Baiklah" balas Talitha
Talitha menunggu Rando selama 10 menit namun belum juga kembali
Sekolah semakin sepi, dan satpam sekolah sedang berjalan mengecek keadaan sekolah
Ketika sedang menunggu Rando, 2 orang preman bertubuh besar turun dari mobil hitam menghampiri Talitha dan membawanya pergi
"Rando tolong..."teriak Talitha
"Talitha...sayang.." teriak Rando berlari mengejar Talitha namun preman - preman itu bergerak begitu cepat hingga Rando kehilangan jejak Talitha
Di dalam mobil penculik Talitha
"Tolong...tolong...hiks...hiks..hiks.." Talitha terisak
"Diam kamu..atau akan aku siksa sekarang juga" ucap salah satu preman
"Siapa yang menyuruh kalian, katakan!!" balas Talitha
"Kau tidak perlu tau, kau hanya perlu berdiam sekarang" ucap preman itu
"Hiks...hiks...jikalau aku mati hari ini, biarkan aku menelfon kakakku untuk mengucapkan perpisahan..aku mohon" pinta Talitha
"Bagaimana ini??" tanya preman itu pada temannya
"Biarkan saja" balas preman yang lain
"Aku akan menelfon kakakmu, berikan nomor kakakmu" ucap preman itu
Telfon terhubung dan terdengar suara David
"Halo.."
"Haloo kak tolongin Litha diculik" teriak Litha
__ADS_1
tut..tut..
"Kurang ajar..brani - braninya kau melaporkan pada kakakmu.... tambahkan kecepatan mobil, aku ingin segera sampai di gudang dan menyiksanya" ucap preman itu
-.-.-.-.-.-
"Litha sayang, maafkan aku tidak bisa menjagamu sayang.." gumam Rando
kring...kring...
"Kak Valerie" gumam Rando
"Hallo kak" sapa Rando
"Ke rumah sakit bersama Vania sekarang, ada hal yang ingin kakak tanyakan padamu" ucap Valerie
"Tapi kak"ucap Rando terpotong
"Kakak sudah tahu keadaan Litha, sekarang kamu ke rumah sakit bersama Vania" ucap Valerie
"Baik kak" balas Rando
-.-.-.-.-.-
"Hallo pak, kami sudah mendapatkan tempat penculik non Talitha berada" ucap anak buah David di seberang telefon
"Bagus, segera kesana bersama team dan bawa polisi, atur strategi sebagus mungkin" perintah David
"Siapapun dalangnya, tak akan aku ampuni" ucap David
"Sabar nak, papa juga tidak akan mengampuni orang yang sudah melakukan semua ini tapi kita tidak boleh dikuasai emosi kalau tidak kita akan salah langkah" ucap pak Joseph menenangkan
"Iaa pap, David pastikan mereka akan mati di tangan David jika Talitha terluka walaupun hanya 1 cm" ucap David
-.-.-.-.-.-
"Jelaskan kronologi kejadiannya Rando" ucap Valerie
Rando menceritakan semuanya, Vania yang tadinya tidak tahu bahwa Talitha di culik menjadi khawatir dengan keadaan Talitha
__ADS_1
"Kak, beritahu aku dimana lokasi penculikan Talitha, aku ingin menyusulnya" ucap Rando
"Apa kau gila?? Kondisimu saja masih lemah, bagaimana bisa kau pergi mencari Talitha" balas Valerie
"Benar kata kak Valerie Rando, sebaiknya sekarang kita berdoa untuk keselamatan Talitha dan yang lainnya" ucap Vania
"Baiklah" balas Rando
-.-.-.--.
"Kepung semua sudut gudang ini, pastikan semuanya sesuai rencana" perintah David
"Baik pak" balas anak buah David
"Papa, kita akan masuk setelah mereka semua dikepung" ucap David
"Papa mengikutimu David" balas pak Joseph
Dor..dor..
"Jangan bergerak, kalian sudah kami kepung" ucap polisi
"Borgol mereka" perintah David
"Tolongg...." teriak Talitha
"Itu pasti Talitha, ayo kita kesana David" ucap pak Joseph
Brakkk
David mendobrak pintu
"Kak David.. Papa..tolongin Litha" teriak Litha
"Kamu tenang aja sayang, kakak ada disini kamu sudah aman" ucap David
"Jangan mendekat!! atau adikmu akan mati dihadapanmu sekarang juga" ucap seseorang
Siapa yah??
__ADS_1
LANJOOOOOOTT
L.F💜