
Suasana yang hangat itu berubah menjadi bahagia karena tak lama setelahnya Rando terbangun dari massa kritisnya selama ini
"Litha..Litha..." ucap Rando dengan suara lemahnya
"Aku disini Rando..syukurlah akhirnya kamu sudah sadar, aku sangat merindukanmu Rando" ucap Litha bahagia
"Aku juga merindukanmu" balas Rando
"Ehemm" David berdehem
"Rando baru sadar dari masa kritisnya jadi masih sangat lemah, jangan dulu di ajak banyak bicara" jelas David
"Kakak priksa keadaan kamu dulu yah Do" lanjut David
"Bagaimana Dr, keadaan anak saya??" tanya bu Jessica
"Keadaan Rando berangsur pulih, tapi saya sarankan, untuk Rando tidak banyak bicara karena rahang Rando belum terlalu kuat" jelas David
"Terus kalau Rando mau makan gimana kak??" tanya Talitha
"Dia bisa makan bubur tapi langsung ditelan, jangan di kunyah lagi" ucap David
Wajah Talitha terlihat sedih
"Tenang, Rando masih bisa tersenyum untukmu setiap hari" bisik David
Bluss
"Ciee wajahnya merona gitu" ucap David menggoda
__ADS_1
"Apaan sih kak" elak Talitha
Rando hanya tersenyum melihat wajah imut Talitha
"Aku mencintaimu Talitha" kata Rando dalam hati
-.-.-.-.-.-.-.
Di tempat lain
"Kau lihat, akibat perbuatanmu papa kehilangan semuanya, papa kehilangan milik papa hanya dalam beberapa detik dan semua itu karena ulahmu, dasar bodoh!!" ucap pria paruh baya itu marah
"Papa jahat!!!papa nggak sayang sama Vania, lebih baik Vania mati aja pa, Vania udah nggak kuat, dari kecil Vania nggak pernah dapat perhatian sedikitpun dari papa, Vania nggak bisa kayak teman- teman Vania yang lain yang selalu dimanja oleh papa mereka, Vania benci papa" ucap Vania marah dan berlari meninggalkan papa Rangga yang terdiam mematung karena penuturan Vania
Tiba - tiba
"VANIIAAAAAAA..." Teriak papa Rangga
Vania menjadi korban tabrak lari hingga tubuhnya terpental di pinggir jalan dan kepalanya terbentur trotoar cukup kuat hingga kepalanya berdarah
Papa Rangga segera membawa Vania ke rumah sakit
Sesampai di rumah sakit, papa Rangga mondar mandir di depan pintu IGD menunggu dokter keluar dan meberitahukan keadaan Vania
30 menit kemudian
"Vania kehilangan banyak darah, dan stok darah yang sama dengan darah Vania sekarang sedang tidak ada, maka dari itu kami membutuhkan pendonor" ucap Dokter
"Ambil darah saya dan selamatkan putri saya dok" ucap papa Rangga
__ADS_1
"Baiklah, suster urus semuanya" ucap dokter
"Baik dok,mari pak ikut saya"balas suster
Kini keadaan Vania masih kritis karena kecelakaan yang dialaminya membuat beberapa tulang Vania patah
"Papa minta maaf sayang, karena papa kurang memberimu perhatian, papa minta maaf jika selama ini papa selalu sibuk dengan pekerjaan papa dan tidak pernah meluangkan waktu untukmu sayang" ucap papa Rangga menyesal
"Saya akan membantu anda untuk mendapatkan kembali semua yang anda punya, tapi dengan satu syarat, anda harus bisa mendidik anak anda menjadi gadis yang baik dan anda harus meluangkan waktu anda untuk anak anda walaupun anda sibuk" jelas orang misterius itu
"Siapa kamu??" ucap papa Rangga
"Saya David Nathanael Aditama, putra sulung Joseph Aditama" balas pria misterius itu yang ternyata adalah David
"Saya minta maaf atas perbuatan anak saya terhadap keluarga anda Dr, saya mengaku, saya sudah salah dalam mendidik anak saya" ucap papa Rangga
"Tidak usah memanggil saya dengan formal seperti itu,anda lebih tua dari pada saya pak" ucap David ramah
"Kau sungguh berhati mulia Dr" ucap papa Rangga
"Sudah saya bilang jangan panggil saya seperti itu, terlalu formal, panggil saja David" balas David
Papa Rangga hanya tersenyum kagum dengan sikap ramah David walaupun anaknya telah berbuat jahat pada keluarganya
David dan Talitha diajarkan seperti itu oleh pak Joseph karena mereka tidak ingin mempunyai musuh
LANJOOOOOOOT
L.F💜
__ADS_1