
David dan Valerie yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka menjadi geram
Sedangkan Talitha dia takut karena melihat wajah bu Jessica yang merah padam
"Kak, kita nggak usah pamit lagi sama bu Jessica ya, Litha takut" ucap Litha yang sudah menangis ketakutan
"Tidak Litha, kakak harus menyelesaikan semua in sekarang" ucap David tegas
"Tapi kak.." ucap Litha terpotong
"Kakak tahu kamu sekarang sedang takut, tapi kamu tidak perlu takut karena ada kakak untuk kamu disini sayang" ucap David
"Val, kamu temani Litha di sini saja, biar aku yang masuk" kata David
"Baiklah.." ucap Valerie
"Kak tunggu..." ucap Litha menghentikan langkah kaki David
"Ada apa??" tanya David
"Bawa ini kedalam kak, dan dengarkan kepada bu Jessica" ucap Litha
Talitha memberikan ponselnya yang berisi rekaman hasil pembicaraan Vania dan teman- temannya di toilet tadi pagi
"Rekaman apa ini Litha??" tanya David
"Rekaman hasil pembicaraan Vania dan teman - temannya di toilet tadi pagi kak" balas Litha
__ADS_1
"Baiklah" ucap Davi sembari pergi meninggalkan Litha dan Valerie
"Siapa yang anda maksud bu Jessica??" ucap David yang sudah ada di dalam ruang rawat Rando
"Dasar Dr munafik, kau dan adikmu adalah pengkhianat, pura - pura mengobati Rando hanya untuk menutupi kesalahan adik mu yang jahat itu, sungguh memalukan!!" ucap bu Jessica penuh emosi
"Sungguh gampang sekali anda untuk masuk ke dalam jebakan wanita picik seperti dia" ucap David menatap Vania tajam
"A..apa..maksud anda Dr??" ucap Vania gugup
"Jangan suka melemparkan kesalahanmu kepada orang lain, dasar munafik!!!" ucap bu Jessica
"Saya memberi anda pilihan, jelaskan dengan jujur atau kantor polisi??" tanya David menatap tajam Vania
"Jangan pernah mengancamku, kau tidak tahu siapa diriku?? Aku adalah anak pemilik Rahardi group" ucap Vania
"Hallo..buat bangkrut Rahardi group SEKARANG JUGA!!, karena anaknya sudah menyakiti adikku"ucap David pada seseorang di seberang telefon
"Dan untuk anda bu Jessica.." ucap David sembari memperdengarkan rekaman pembicaraan Vania dan teman - temannya di toilet tadi pagi
Vania teperanjat dan menjadi panik seketika,sedangkan bu Jessica kaget dan menatap tajam Vania
'arrrgghh..kenapa jadi berantakan begini sih' batin Vania
"Apa maksud mu melakukan ini Vania?? apa kau gila??" ucap bu Jessica marah
PLAKKK
__ADS_1
Sebuah tamparan yang kuat mendarat pada pipi mulus Vania
Tiba - tiba ponsel Vania berbunyi, yang menelfonnya adalah papanya
"Anak bodoh!! siapa yang mendidikmu untuk melakukan hal yang rendahan seperti ini?? Haah?? gara - gara ulahmu, sekarang kita kehilangan semua harta kita, dasar anak bodoh!!" ucap papa Vania marah
Vania merasa hatinya sakit karena perkataan papa nya yang mengatakan dia adalah anak bodoh dan sikap papa nya yang tidak menyayangi dirinya tetapi lebih memilih hartanya
Vania menatap David dan bu Jessica bergantian setelah itu dia keluar dari ruang rawat Rando dengan air mata yang berlinang dan pipi kiri yang merah karena tamparan bu Jessica
Talitha yang melihat keadaan Vania menjadi panik karena dia mengira yang melukai Vania adalah David
"Kak, kenapa kakak menampar Vania??" tanya Talitha dengan nada sedikit tinggi
Ketika David ingin menjelaskan, tapi dipotong oleh bu Jessica
"Tante yang menamparnya Litha, tante melakukannya setelah mengetahui bahwa dialah yang menyebabkan Rando seperti ini.." ucap bu Jessica yang sudah menangis
Talitha segera merangkul bu Jessica dan mengusap lembut pundaknya untuk menenangkan bu Jessica
"Litha, Dr David,saya minta maaf atas perkataan saya yang tadi, karena termakan omongan Vania hingga saya berkata kasar kepada kalian" ucap bu Jessica dalam sela tangisnya
"Sudahlah tante, Litha nggak papa kok, Litha ngerti perasaan tante kok" ucap Litha
David dan Valerie yang melihat kejadian itu tersenyum karena hati Talitha yang begitu tulus
David merangkul Valerie ke dalam pelukannya, Valerie yang merasa di perlakukan seperti itu kaget dan membalas dengan memeluk pinggang David
__ADS_1
LANJOOOOOOOTT
L.F💜