
1 Minggu kemudian
Saat ini Talitha dan Rando sedang dalam perjalanan menuju sekolah
"Sayang, selama aku di rumah sakit, apa yang Bima lakukan padamu??" Tanya Rando
"Selama kamu di rumah sakit Bima pernah menyatakan perasaannya padaku, tapi aku tolak, dan aku juga sudah melaporkan kelakuan Bima kepada pihak sekolah dan orang tuanya, akhirnya Bima di keluarkan dari sekolah dan orang tua Bima mengirim Bima ke Aceh untuk bersekolah disana" jelas Talitha
"Syukurlah, dia tidak berbuat macam - macam padamu, kalau tidak, hari ini akan aku patahkan semua tulangnya" balas Rando
Talitha tersenyum melihat tingkah posesif Rando sang pacar
Saat sudah di sekolah
"Cie.. yang udah jadian ni e..." kata Vania yang tiba - tiba muncul
Talitha merona karena malu namun Talitha segera mencubit lengan Vania karena suara yang lantang
"Syuuut.. jangan keras - keras ngomongnya, malu tahu" bisik Talitha
"Biarin aja sayang, biar semua orang tahu, dan kamu nggak bakal di gangguin" balas Rando
"Ihh apaan sih kamu, dasar posesif" kesal Talitha
"Bener tuh apa kata pacarmu" balas Vania
"Ini juga, malah ikut - ikutan" kesal Talitha pada Vania
"Hahahaha..." tawa lepas Vania
"Ehh ada si kismin nih, masih brani juga lo sekolah di sini? Uang SPP-nya nggak murah tau" ucap Angel yang tiba- tiba muncul
__ADS_1
"Tau nih, nggak takut malu apa... hah??" balas Putri
Vania hanya terseyum getir untuk menanggapi ocehan dua gadis menyebalkan itu
"Siapa bilang Vania jatuh miskin?? Dapat info dari mana kalian??....Nggak kerjaan banget sih sampe kepo sama hidup orang lain" balas Talitha
"Udah sayang, nggak usah diladenin orang - orang nyebelin kayak mereka, nggak guna" balas Rando
Angel dan Putri kaget ketika mendengar Rando memamggil Talitha sayang
"Sa..sayang??" tanya Putri
"Iaa kenapa?? Kaget?? Kaget kalau Rando adalah pacarku?? Hah??" balas Talitha sinis
Angel dan Putri saling menatap tak percaya
"Udah Litha, nggak usah hirauin orang yang suka kepo sama hidup orang lain" kata Vania melirik Angel dan Putri
"Ke kelas yuk yank" ucap Rando sembari menggandeng tangan Talitha
"Ada orang woi..kalau mau pamer kemesraan yang disini, kasian ni orang jomblo" balas Vania
Rando dan Talitha menjadi kikuk dengan perkataan Vania
-.-.-.-.-.-.-.
Jam menunjukkan waktu makan siang
David keluar dari ruangannya mencari Valerie di ruangannya
tok..tok..
__ADS_1
"masuk" ucap Valerie
"Sayang, ayo kita makan siang bersama" tawar David
"Sepertinya aku melewatkan makan siang karena pekerjaanku sangatlah banyak"balas Valerie
"Tidak! kamu juga harus makan, aku tidak mau kamu sakit sayang" ucap David menggenggam tangan Valerie
"Tapi dok..."
"Aku tidak menerima penolakan.. dan jika kita sedang berdua seperti ini, jangan memanggilku Dr, panggil aku SAYANG!!" ucap David
Valerie terdiam
"Sudahlah, ayo kita makan sekarang, aku sudah sangat lapar" ucap David menarik tangan Valerie
"Baiklah dok..ehh maksudnya sayang" ucap Valerie malu - malu
"Tidak masalah jika kau masih malu - malu, suatu saat juga pasti kamu terbiasa" balas David dengan seyuman manis dibibirnya
Melihat David tersenyum, Valerie merasa indah sekali hari ini
"Aku mencintaimu Dr. David....cup" ucap Valerie kemudian mencium bibir David dengan cepat
Tubung David menegang setelah mendapat ciuman mendadak dari Valerie
"Kau mulai nakal yah sayang" ucap David mencolek hidung mancung Valerie
Valerie semakin merona, jantungnya berdegub begitu kencang
LANJOOOOOTT
__ADS_1
L.F💜