
Talitha berlari menuju gerbang sekolah dengan wajah panik, khawatir dan perasaan bersalah
Sesampainya di rumah sakit, semua perawat menunduk hormat kepadanya, karena Talitha adalah anak pemilik Rumah sakit
Tapi Talitha tidak memlerdulikan hal ini karena sekarang Rando lebih penting
Dia berlari menuju ruangan kakaknya namun tidak di temukannya hingga Talitha memutuskan untuk bertanya pada suster jaga
"Suster, di mana kak David sekarang??" tanya Litha pada suster yang sedang berjaga
"Dr. David sedang melaksanakan operasi non" balas suster itu
"Beritahu saya ruangan pasien atas nama Kevin Rando Wijaya" ucap Talitha
"Sebentar non" ucap suster itu
"Maaf non, pasien atas nama yang anda minta, sedang menjalani operasi yang di tangani oleh Dr.David" ucap suster
"APA??! OPERASI??!" teriak Talitha
"I..i..iaa non, karena berdasarkan data, pasien mengalami pergeseran rahang, karena disebabkan oleh pukulan yang cukup kuat" jelas suster
Talitha menangis di depan meja suster jaga
'ini semua gara - garaku, aku terlalu bodoh dalam mengambil tindakan' batin Talitha
Valerie yang mendengar suara teriak kaget, dan berlari ke arah sumber suara
Di dapatinya Talitha yang tengah menangis di depan meja suster jaga kemudian memapah Talitha dan di bawa ke ruangan David
__ADS_1
"Talitha...kamu kenapa sayang??" tanya Valerie
"Kak, semua ini salahku kak, coba saja aku mendengarkan nasihatmu kemarin, pasti Rando tidak akan kenapa - kenapa sekarang" ucap Talitha yang tengan menangis
"Sudah..jangan menangis, kamu tidak boleh menyalahkan dirimu, mungkin ini sudah takdirnya," ucap Valerie kemudian menarik Talitha dalam pelukannya
"Jangan terus menangis Litha, jadikan ini sebagai pelajaran untukmu, agar kamu lebih dewasa" ucap Valerie
"Makasih kak" ucap Talitha
Tanpa sadar sedari tadi David sedang mendengarkan percakapan dua orang yang dicintainya itu, karena operasi baru saja selesai
'kau membuatku semakin kagum padamu Valerie' batin David
David memasuki ruangannya dengan wajah datar
David menghembuskan nafasnya pelan
"Talitha, Rando masih dalam massa kritisnya, sekarang kita hanya perlu berdoa agar dia segera sadar" ucap David lembut
Seketika Talitha memeluk tubuh kekar kakaknya itu dan menangis kembali dalam pelukannya
"Kak, semua ini salahku kak." ucap Talitha
"Sudah..sudah..jangan menyalahkan dirimu terus sayang" ucap David sembari mengelus rambut panjang milik Talitha dan memeluknya erat
"Kak, apa aku boleh ke ruangan Rando??" tanya Talitha
"Tentu saja, biar kakak temani" balas David
__ADS_1
Mereka menuju ruangan Rando,
Sesampainya di ruangan Rando, Talitha melihat seorang wanita paruh baya yang setia menunggu anaknya bangun
"Permisi bu Jessica, saya kesini bersama adik saya, dia adalah teman sekelasnya Rando" ucap David
"Litha, kenalkan ini ibu Jessica, mamanya Rando" ucap David
"Talitha, tante, teman sekelasnya Rando" ucap Talitha sembari mengulurkan tangan
"Hai Talitha, saya mamanya Rando" ucap bu Jessica sembari membalas uluran tangan Talitha
"Bu Jessica, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan mengenai keadaan Rando, bisa kita bicara di ruangan saya??" tanya David
"Bisa dok, tapi.."ucap bu Jessica terpotong
"Tenang.. adik saya akan menjaga Rando disini" ucap David
"Baiklah dok," ucap bu Jessica
"Mari bu, kita ke ruangan saya" ucap David
"Nak, tante titip Rando sebentar yah" ucap bu Jessica kepada Talitha
"Iaa tante saya akan jaga Rando kok" ucap Talitha
Lanjut di next episode
L.F💜
__ADS_1