Kisah Cinta Kakak Adik

Kisah Cinta Kakak Adik
Bab 45


__ADS_3

"Kamu kenal Litha udah lama??" tanya Angga penuh sidik


"Aku kenal Litha udah lama, dulu aku musuhan sama Litha karna di sekolah semua cowo menyukainya, dan apapun yang dia mau selalu saja dia dapatkan maka itu membuatku iri tapi karena satu kejadian aku jadi sadar dan akhirnya aku berteman baik dengannya dan dia berpacaran dengan Rando sekarang" jelas Vania


"Memangnya kenapa kakak bertanya seperti itu??" tanya balik Vania


"Ahh tidak, hanya ingin tahu saja sejauh mana perkenalan kalian" elak Angga


Vania hanya mengangguk tapi dia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Angga


'aku merasakan sesuatu yang tidak enak' batin Vania


-.-.-.-.-.-.-


Ruang rawat David


"Sayang, aku bosan di kamar terus, aku ingin jalan - jalan di taman bersamamu" pinta David


"Tidak David, kamu masih harus istirahat" balas Valerie


"Sayang aku sudah sehat kok" ucap David


"Tidak dokter pasti tidak mengijinkanmu jalan - jalan karena kondisimu masih belum stabil" jelas Valerie


"Sayang...apa kamu lupa pekerjaan pacar sekaligus calon suamimu ini??" ucap David lembut


"Aku tahu kamu itu dokter sayang, tapi kamu bukan dokter spesialis ahli dalam, kamu itu dokter tulang sayang" balas Valerie


"Tapi sayang..." ucap David terpotong

__ADS_1


"Jangan membantah atau aku pergi meninggalkanmu sendirian" ancam Valerie


"Baiklah aku mengalah" ucap David pasrah


"Tapi kamu harus berjanji untuk menemaniku besok selama 1 hari untuk jalan - jalan jika dokter mengatakan aku sudah baik - baik saja" ucap tegas David


"Baiklah...sekarang kamu istirahat" ucap Valerie


-.-.-.-.-.-.-.-


"Bagaimana perkembangan kasus anakku??" tanya pak Joseph tegas


"Sudah sesuai permintaan anda tuan besar" ucap anak buah pak Joseph


"Bagus, buat mereka jatuh miskin dan jangan biarkan mereka masuk ke kota ini" ucap pak Joseph


"Baik tuan...saya permisi" ucap anak buah pak Joseph


'aku tidak akan mengampuni mereka yang sudah melukai anak - anakku' batin pak Joseph


-.-.-.-.-.-


Keesokkan harinya


Di ruang rawat David semua orang telah berkumpul


"Dr. David sudah sehat, hanya saja saya sarankan untuk tidak terlalu banyak menggerakkan tangannya agar lukanya tidak terbuka dan cepat kering" jelas Dr yang menangani David


"Dok, apa saya sudah boleh jalan - jalan keliling taman??" tanya David

__ADS_1


"Sudah, bahkan anda sudah boleh pulang sekarang" ucap Dr


"Baiklah, trima kasih Dr" ucap Talitha


"Sama - sama nona muda, saya permisi tuan besar" ucap Dr tersebut


Pak Joseph hanya mengangguk


"Yeeaayy..akhirnya kakak sudah bisa pulang, Litha kangen tahu sama kakak, 1 hari tidak bertemu dengan kakak, Litha kesepian kak" ucap Litha dengan wajah sendu


"Uhh kasian adik kakak yang manja ini... tenanglah, satu hari ini kakak akan terus bersamamu dirumah begitu juga dengan kak Valerie" ucap David melirik Valerie


"Sungguh??" tanya Litha antusias


"Kau meragukan kakakmu yang tamvan ini??" tanya David


"Ihh kau sangat percaya diri kakak" ledek Litha


"Kalau begitu aku ikut" ucap Angga


"Aku juga ikut" ucap Rando


"Aku juga" ucap Vania


Talitha hanya terkekeh melihat ekspressi cemburu Rando yang begitu menggemaskan


"Hei..ada apa ini?? kenapa mendadak kalian semua jadi seperti ini??" tanya David keheranan


"Ya, kalian sungguh aneh" timpal Valerie

__ADS_1


"Papa mencium hawa - hawa persaingan" bisik pak Joseph kepada David


"Aku juga merasakan hal yang sama" balas David


__ADS_2