
"Tante dan Rando begitu bersyukur bisa mengenalmu, Dr David dan Dr Valerie, kalian adalah orang baik yang Tuhan berikan untuk menemani tante dan Rando disaat seperti ini" ucap bu Jessica
"Litha,kak David dan kak Valerie akan selalu menemani tante dan Rando setiap saat Tante, karena Litha sudah mengangap kalian sebagai bagian penting dalam hidup Litha" balas Litha
"Nak, jangan sungkan dengan tante, anggap saja tante adalah mama kamu juga mulai sekarang siapa tahu, nantinya kamu jadi anak tante, anak mantu mungkin" celetuk bu Jessica
Pipi Talitha memerah dibuat bu Jessica
"Ehh kamu kenapa sayang?? kenapa pipi merah?? kamu sakit??" ucap bu Jessica pura - pura tidak tahu
"Ng..ng.nggak papa kok tante" ucap Litha terbata - bata
Tanpa sadar, sedari tadi ada empat pasang mata yang memperhatikan dan mendengarakan semuanya.
Mereka adalah Bima dan Vania
"Siall!!..Kita kalah satu langkah dari dia, kita harus berusaha bikin mamanya Rando benci sama Talitha atau rencana kita yang kita susun akan hancur begitu saja" ucap Vania
"Ya, aku setuju" balas Bima
-.-.-.-.-.-.-
Ruangan David
Waktu menunjukkan pukul 12 siang, tiba waktunya untuk istirahat
Valerie kini akan beranjak dari ruangan David, namun ditahan oleh David
"Mau kemana kamu??" tanya David datar
"Sudah jam istirahat dok, saya akan pergi makan siang" jelas Valerie
__ADS_1
"Kita makan bersama untuk mengganti makan malam yang kemarin tertunda" balas David datar
'dih,dasar dokter otoriter'batin Valerie
Saat ingin beranjak, David tidak sengaja melihat sebuah handphone yang tak lain adalah milik Talitha dan berjalan mendekati sofa untuk menggapainya
'kenapa aku merasa ada sesuatu yang penting dalam ponsel Talitha yah??' batin David
"Dok, katanya tadi ingin makan siang bersama,kenapa malah bengong disini??" ucap Valerie
"Ohh maaf...maaf..ayo kita pergi makan" ucap David
"Dok mau pesan apa?? biar saya pesankan" tanya Litha
"Samakan saja dengan punyamu" balas David yang masih fokus mengotak - atik ponsel pintar Talitha
"Baik dok"balas Valerie
"Dok, ini makanannya" ucap Valerie
"Iaa, terima kasih" ucap David yang masih fokus pada ponsel Talitha
10 menit kemudian,
"Dok, lebih baik makan dulu dok, nanti makanannya keburu dingin" ucap Valerie
David tidak memperdulikannya, akhirnya Valerie mengambil inisiatif untuk menyuapi dokter pembimbingnya itu
"Dok, buka mulutnya" ucap Valerie sembari menyodorkan sendok berisi makanan
Seketika David tehenti dari kegiatan mengotak - atik ponsel Talitha dan menatap Valerie dalam - dalam hingga keduanya saling bertatapan dalam beberapa detik
__ADS_1
Braaakk... terdengar suara meja dipukul dengan kuat hingga David dan Valerie berhenti saling tatap
"Maksudnya apa nih?? Ehh lo cewe ganjen, ngapain lo deketin David?? lo tu lupa apa gimana sih?? kan udah gue peringatin buat jauhin David, kenapa lo deketin?? David punya gue!!" tegas Stella yang tiba - tiba muncul
"Stellaaa!!.... maksud kamu apa aku milik kamu?? Ingat yah, kita nggak ada hubungan apa - apa!!" tegas David
"Tapi Vid, aku itu cinta sama kamu...dan aku yakin kamu juga cintakan sama aku??" ucap Stella
"Kamu terlalu percaya diri dengan kata - katamu itu Stella!!" tegas David
"Kenapa??...Ohh..aku tahu, pasti gara - gara cewe ganjen ini kan??... dasar cewe nggak tahu malu..." tegas Stella
Plaaakkkk
Satu tamparan Stella bertemu dengan pipi mulus Valerie
"Stellaaaa..!!" teriak David
"Valerie kamu nggak papakan??" tanya David khawatir
Valerie tidak menjawab, dia memilih pergi meninggalkan David dan Stella
"Jangan pernah ganggu kehidupanku lagi!! dan ingat!! jangan pernah mengaku aku adalah milikmu!!" ancam David sembari pergi meninggalkan Stella
'kau hanya milikku David,bukan orang lain' batin Stella
Valerie menangis sejadi - jadinya di taman rumah sakit
LANJOOOOOOTTT
L.F💜
__ADS_1