
TALITHA POV
Litha kini sedang duduk memeluk kedua lututnya di tepi ranjang dan menangis setelah mendengarkan penjelasan Rando
"Kenapa kau begitu bodoh Litha, tidak seharusnya kau langsung bertindak seperti ini" ucap Litha merutuki dirinya
Tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu
Tok..tok..
"Litha...sayang..boleh papa masuk??" ucap pak Joseph dari depan pintu
"Masuk saja pa, pintunya tidak di kunci" ucap Talitha sambil menghapus air matanya
Ceklek...pintu terbuka
"Kamu kenapa sayang??apa yang membuatmu bersedih??" tanya pak Joseph sembari memeluk putri kecilnya itu.
Ya,pak Joseph selalu menganggap Talitha adalah putri kecilnya
"Aku tidak papa pa," elak Talitha dengan senyum yang terpaksa
"Kamu tidak pandai berbohong pada papa sayang...ceritakanlah masalahmu pada papa" ucap pak Joseph lembut
Talitha terdiam dan tanpa sadar, air matanya keluar begitu saja
"Menangislah nak, agar kau merasa sedikit lebih baik" ucap pak Joseph yang masih memeluk putri kecilnya dan mengusap lembut rambut Talitha
"Pa, aku merasa bersalah pada temanku pa, karena aku tidak mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu, pasti sekarang dia tidak mau bertemu lagi denganku" ucap Talitha dalam dekapan papanya
__ADS_1
"Boleh papa kasi saran??" tanya pak Joseph
Talitha menggangguk dan melepaskan pelukan papanya
"Kamu sudah dewasa sayang, untuk menyelesaikan suatu masalah jangan pernah menggunakan dan menuruti egomu, karena itu akan memperpanjang masalah" saran pak Joseph
"Iaa pa, Talitha mengakui Talitha sangat egois dan tidak memikirkan perasaan orang lain" balas Talitha dengan wajah sendu
"Kalau begitu minta maaflah, agar tidak ada salah paham lagi diantara kalian" ucap pak Joseph
"Iaa pa, besok Litha akan minta maaf" ucap Litha
-.-.-.-.-.-.-
Di rumah sakit
"Suster..dokter.. tolong saya" teriak orang yang membawa Rando ke rumah sakit
15 menit kemudian, ibu Jessica, ibunya Rando datang ke rumah sakit tempat Rando dirawat
"Pak, apakah anda yang membawa anak saya kemari??" tanya mama Rando
"Iaa bu, ibu, keluarganya anak yang di dalam??" tanya bapak itu
"Ia pak, saya mamanya...terima kasih pak, ambillah ini sebagai bentuk trima kasih saya" ucap ibu Jessica sembari memberi amplop berisikan uang
"Astaga,, saya menolong dengan iklash bu, saya tidak meminta imbalan" tolak pak Sani, orang yg menolong Rando sembari mengembalikan amplop tersebut
"Tidak pak, bagi saya ini tidak ada nilainya dibanding pengorbanan bapak yang sudah menolong anak saya" balas bu Jessica
__ADS_1
"Tapi bu..." ucap pak Sani terpotong
"Saya mohon ambillah" pinta bu Jessica
"Baiklah bu" ucap pak Sani
20 menit kemudian pintu IGD terbuka, dokter keluar
"Dok, bagaimana keadaan anak saya??" tanya bu Jessica
"Pukulan yang di alami anak ibu cukup parah karena pukulannya cukup keras hingga rahang kanan anak anda sedikit tergeser" jelas dokter
Bu Jessica merasa begitu terpukul dengan penjelasan dokter barusan hingga bu Jessica menangis tersedu - sedu
"Yang sabar bu" ucap pak Sani
"Makasih pak" balas bu Jessica
"Kalau begitu saya permisi" ucap dokter
"Bu, saya juga permisi yah, anak dan istri saya juga sedang menunggu di rumah" pamit pak Sani
"Baiklah pak, sekali lagi, terima kasih" balas bu Jessica
Kini bu Jessica sudah berada di ruang perawatan biasa yang Rando tempati karena Rando telah dipindahkan
"Rando, bangun nak, mama tidak kuat melihat kamu seperti ini nak, karena hanya kamu satu - satunya harta yang paling berharga yang mama punya" ucap bu Jessica yang menangis melihat kondisi anaknya
Sedih Aku tuh wahai netijen alias readers yang budiman 😢😢
__ADS_1
LANJOOOOOTT
L.F💜