
Sudah 1 minggu Vania belum juga sadar, papa Rangga yang kini terus menemaninya menjadi sangat kacau,
Penampilannya sangatlah berantakan, bahkan ia pernah tidak makan 2 hari hanya karena menunggu Vania sadar
Tiba - tiba jari - jari lentik milik Vania bergerak diatas tangan papa Rangga,
Papa Rangga sangatlah senang dan sangatlah bahagia karena masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya
"Papa...Vania sayang sama papa.." Vania mengigau
"Vania...sayang..bangunlah, papa ada disini untukmu nak" ucap papa Rangga
"Papa...papa..." ucap Vania yang sudah membuka matanya
"Papa...kenapa Vania disini?? Kenapa semua badan Vania terasa sangat sakit??" ucap Vania
"Sayang, kamu masih lemah, jangan banyak bicara dulu yah, papa akan panggil dokter untuk mengecek keadaan kamu" ucap papa Rangga yang mendapatkan anggukan dari Vania
"Suster..Dokter..." panggil papa Rangga
David dan Talitha yang sedang berada di ruangan David mendengarkan suara teriakan yang begitu nyaring, segera berlari keluar menuju sumber suara
"Ada apa om?? Apa keadaan Vania menurun??" tanya David
"Tidak, Vania sudah sadar, om cuma mau memanggil dokter untuk mengecek keadaan Vania" jelas papa Rangga
__ADS_1
"Baiklah, biar David yang priksa keadaan Vania" balas David
"Baik, ayo masuk" ucap papa Rangga
Talitha masuk kedalam bersama David, Talitha yang ingin sekali menyapa Vania, tapi dia urungkan karena Vania telah berbicara terlebih dahulu
"Talitha..aku minta maaf untuk semua yang aku lakukan padamu, semua ini karena aku terlalu egois, aku minta maaf,jika kau ingin menghukumku aku akan menerimanya" ucap Vania dengan mata yang berkaca - kaca
"Apa yang kamu bicarakan Vania? Aku tidak menyimpan dendam padamu, aku sudah melupakan semua yang pernah terjadi"jelas Talitha
"Vania, maaf yah, kakak priksa sebentar" ucap David
"Iaa kak" balas Vania
Papa Rangga mengangguk mengerti dengan penjelasan David
"Papa, kakak Dr, bisakah aku berbicara empat mata dengan Talitha sebentar??" pinta Vania
David dan papa Rangga hanya mengangguk dan pergi meninggalkan mereka berdua
"Talitha...aku sungguh minta maaf, aku sadar kalau Rando hanya mencintaimu, aku minta maaf karena sudah menyakiti perasaanmu, aku sungguh minta maaf, aku rela jika kau menghukumku" jelas Vania
"Hey..apa yang kamu katakan?? Papa ku selalu mengajarkanku untuk selalu memaafkan orang yang sudah menyakiti kita dan tidak menyimpan dendam" balas Talitha
"Aku sangat menyesal karena pernah menyakiti orang baik sepertimu Litha" ucap Vania
__ADS_1
"Sudalah.. jangan terus bersedih, aku sudah melupakan kejadian itu" balas Talitha
"Aku juga mau berterima kasih, karena dengan kejadian ini, membuat hubunganku dan papa ku menjadi semakin dekat, terima kasih juga sudah membantu keluargaku melewati masa sulit kami" ucap Vania
"Hahaha, apa yang kau katakan?? Papamu tidaklah bangkrut Vania, kakak ku hanya menyuruh anak buahnya papa ku untuk pura - pura membuatnya bangkrut" jelas Talitha
"Tidak masalah, setidaknya sekarang papa ku sudah sadar kalau harta tidaklah penting, dan semua karena bantuan keluargamu" balas Vania menggenggam tangan Talitha
Talitha tersenyum setelah mendengarkan perkataan Vania
"Litha? Boleh aku minta sesuatu padamu??" tanya Vania
"Apa itu?? Aku akan memberikannya selagi aku mampu" balas Talitha
"Jadilah temanku, Angel dan Putri kini sudah tidak mau berteman lagi denganku karena aku sudah jatuh miskin" ucap Vania dengan wajah sendu
"Dari dulu kita adalah teman" balas Talitha yang membuat Vania tersenyum bahagia
"Terima kasih Talitha, aku bahagia mempunyai teman sepertimu" balas Vania
Talitha tersenyum dan menganggukakan kepalanya pelan
LANJOOOOOOOTT
L.F💜
__ADS_1