
Pukul 10 malam, di rumah sakit
David sudah di pindahkan ke rumah sakit milik keluarganya dan menempati ruang VVIP
"Kak, bangunlah, jangan terlalu lama tidurnya, Litha kesepian kak" gumam Talitha pelan
"Sayang, kamu jangan terus bersedih, lebih baik kau berdoa untuk kakakmu, agar segera sadar" ucap pak Joseph
Talitha mengangguk dan menatap sendu wajah David yang terlihat pucat
'kakak, Litha kangen' batin Litha
-.-.-.-.-.-
Pagi telah datang
Valerie bersiap menuju ke rumah sakit, tetapi langkahnya terhenti karena seseorang memanggil namanya
"Valerie...." teriak orang itu
"Angga??" ucap Valerie
"Iaa, ini aku Angga, sepupumu" ucap Angga
"Hah?? Sepupu??" ucap Valerie kaget dengan perkataan Angga
"Iaa, aku adalah anak paman Edward yang baru saja kembali dari Belanda" ucap Angga
"Paman Edward?? Bukankah paman Edward tidak memiliki anak??" tanya Valerie
Platakkk
"Awww.." keluh Valerie
"Kalau tidak memiliki anak, lalu aku ini apa kak??" kesal Angga
"Aku tidak percaya" balas Valerie
__ADS_1
"Aku akan buktikan, berikan nomor paman Edward kepada ku dan aku akan menelfonnya" ucap Angga
"Baiklah..ini nomornya 08XXXXXXXXXX" ucap Valerie
"Hallo ayah, kak Valerie tidak percaya aku anak ayah" kesal Angga
"Kau sudah membongkar identitasmu Angga??" ucap paman Edward
"Ya, karena aku tidak nyaman jika harus berpura - pura menjadi orang asing hanya untuk mendekatinya" jelas Angga
"Baiklah, berikan ponselnya untuk Valerie ayah ingin bicara" ucap paman Edward
"Hallo paman..apakah ini paman??" ucap Valerie
"Ini paman Valerie..." ucap paman Edward
"Sebenarnya siapa Angga??" tanya Valerie to the point
"Dia adalah anak paman yang dirawat oleh eyangnya di Belanda selama ini, karena eyangnya merasa kesepian, makanya Angga di rawat olehnya di Belanda, sekarang dia sudah kembali dan dia akan menjagamu" ucap paman Edward
"Tidak!! kalian harus selalu bersama karena hanya kalian satu - satunya harta berharga milik paman" ucap paman Edward
"Baiklah paman" ucap Valerie
"Sudah percaya aku adalah sepupumu kak??" tanya Angga
"Iaia..aku percaya, berapa umurmu??" tanya Valerie
"18 tahun" ucap Angga
Valerie hanya ber"Ohh" ria saja dan mengajak Angga ke rumah sakit bersamanya
-.-.-.-.-.-
Pukul 8 pagi, di rumah sakit
'dimana aku?? kenapa semuanya bernuansa putih??..aww tanganku sakit' batin David
__ADS_1
"Talitha...Papa...Valerie..."teriak David
"Kak, kakak sudah sadar?? Papa...kak David sudah sadar pah" teriak Talitha
Pak Joseph segera bangun dari tidurnya karena mendengar perkataan Talitha
"David, nak, akhirnya kau sadar..jangan banyak bergerak, papa akan memanggil dokter untuk memriksa kondisimu" ucap pak Joseph
"Kak, hiks..hiks..kakak jahat, kakak tidurnya terlalu lama,hiks..hiks...Litha khawatir tau sama kondisinya kakak, katanya nggak suka liat Litha nangis, tapi hobbynya bikin Litha nangis terus" ucap Litha
"Litha sayang...kakak minta maaf yah, kalau udah bikin kamu khawatir, sekarang kakak udah enakan kok jangan sedih lagi yah...sini peluk kakak, katanya kamu kangen sama kakak" ucap David sembari membuka lebar tangan kanannya yang tidak terluka
"Litha kangen banget sama kakak.." ucap Litha membalas pelukan David
"Kakak juga kok..udah jangan sedih ahh, kakak nggak suka..sekarang kamu hanya perlu tersenyum karena hanya senyummu dan kak Valerie yang mampu bangkitkan semangat kakak lagi" ucap David yang masih memeluk Talitha hangat
"Ehh kak, ngomong - ngomong soal kak Valerie kemaren kak Valerie khawatir banget loh sama kakak, kak Valerie waktu nungguin kakak di depan IGD kemaren sampe nangis bombai" jelas Talitha melepaskan pelukannya
"Benarkah??" tanya David
"Beneran kak, kak Valerie pucat pas denger kakak kehilangan banyak darah" tambah Talitha
'kau membuatku semakin yakin dengan perasaan ini sayang' batin David
"Baiklah, kalau begitu kamu harus membantu kakak" ucap David
"Bantu apa kak??" tanya Litha
David membisikkan rencananya dan Litha mengangguk mengerti dengan rencana kakaknya itu
Kira - kira apa yah rencana David??
Pantengin terus yah guys...
LANJOOOOOTT
L.F💜
__ADS_1