
"Maksud kakak??" tanya Talitha
"Kita duduk dulu, baru kakak jelaskan
Semuanya menuruti perkataan David dan sekarang David duduk berhadapan dengan Valerie, sedangkan Rando berhadapan dengan Talitha
Karena Talitha tidak mau berdekatan dengan Rando
"Baiklah kak,sekarang katakan apa maksud perkataanmu tadi??" ucap Talitha
"Aku tidak begitu mengetahui hal itu, yang lebih mengetahui hal itu hanya Rando" balas David
"Maksud kakak??" tanya Litha
"Sebenarnya akulah yang meminta bantuan ka David untuk mempertemukan kita Litha, karena aku ingin menjelaskan semuanya untuk mu" Rando mulai angkat bicara
"Simpan saja penjelasanmu itu!!" ucap tegas Talitha sembari berlalu
Namun tangannya ditahan oleh Valerie
"Litha, sebaiknya jika ada masalah, segera diselesaikan jangan terus menghindar, apalagi kamu hanya melihat dari sudut pandangmu, cobalah untuk melihat dari sudut pandang Rando agar selanjutnya kita memikirkan jalan keluarnya" saran Valerie
'sangat cocok dijadikan istri' batin David
"Kamu tidak boleh egois Litha, kamu makin hari makin dewasa, kakak tidak suka dengan sifat keras kepala mu ini" ucap David
'sungguh sempurna laki - laki ini' batin Valerie
__ADS_1
"Maksud kakak apa?? kenapa kakak jadi membela Rando?? aku adikmu kak, bukan Rando" ucap Talitha
"Kakak tidak membela siapapun Litha, kakak hanya mengajarimu untuk tidak egois" bentak David tegas
Talitha yang dibentak oleh David membuat matanya kini berkaca - kaca, Valerie yang melihat Talitha hampir menangis segera memeluknya
"Sudah kak, tidak apa - apa, itu hak Talitha untuk membenciku, aku tidak masalah.." ucap Rando
"Litha aku hanya ingin bilang kalau semua yang terjadi itu karena sebelumnya ada masalah dalam keluargaku yang membuat aku marah kemudian Bima datang dan menuduhku dengan tidak - tidak sehingga membuatku semakin terbakar rasa marahku dan tanpa sadar aku memukulnya, aku sudah menjelaskan semuanya kepadamu, sekarang terserah padamu mau percaya atau tidak, mau terus berteman dengan ku atau tidak. Kalau begitu aku pamit kak David, kak Valerie" jelas panjang lebar Rando
Rando pergi dengan sedikit kelegaan karena sudah menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan untuk Talitha.
-.-.-.-.-.-.-
"Kakak kecewa denganmu Litha" ucap David
"Talitha akan diantar supir, kau tetap disini bersamaku" ucap David
"Kasian dok, lebih baik kita pulang saja, Litha membutuhkan teman untuk saling berbagi masalah" ucap Valerie
"Tapi Val..." ucap David terpotong
"Kak, maafkan Litha, tapi yang dibilang kak Valerie benar kak" ucap Litha tiba - tiba
David menghembuskan nafasnya berat
"Baiklah.. tapi lain kali kejadian seperti ini jangan sampai terulang," ucap David
__ADS_1
"Jangan sampai terulang karena ini merusak rencanaku" bisik David yang dibalas senyum kecil dan anggukan Talitha
"Ayo pulang" ucap David
- - - - - - - - -
Sementara di tempat lain
Setelah sampai parkiran hotel kini Ra do melajukan mobilnya ke suatu tempat favoritnya untuk meluapkan kekesalannya
Dalam perjalanan Rando terlihat frustasi karena dia tidak mendapat jawaban setelah dia menjelaskan semua hal yang di pendamnya kepada Talitha
Rando memukul - mukul setir mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
Untungnya jalanan saat itu tidak terlalu ramai seperti biasanya
Rando sudah berada di pinggir jembatan dan
"Aaaaaaaaaaa...." teriak Rando di pinggir jembatan
Tiba - tiba datanglah 2 orang pria bertubuh besar memukul Rando hingga Rando babak belur kemudian pingsan
Orang - orang yang melihat kejadian itu segera membawa Rando ke rumah sakit dan menghubungi keluarganya karena hp Rando menggunakan sidik jari
Lanjooooottt
L.F💜
__ADS_1