
"EnakNyaaaa..... jadi kamu ya Ra, ehmmmm kalau aku tidak berani makan banyak takut gemuk", jawab Rani yang diikuti anggukan dari yang lainnya, "mereka apalagi kalau banyak ngemil pasti cepat naik berat badan", imbuhnya. Mereka bekerja diselingi dengan bercerita kesana kemari tanpa mereka sadari waktu untuk istirahat tiba, ketika Rere dan Rani pergi ke toilet untuk mmenunaikan hajatnya terlebih dahulu sementara Jesica, Mira dan Siska menuju tempat istirahat yang telah disediakan dipabrik itu.
Siska dan Jesica pergi mencari makanan yang dijajakan didekat pabrik tempat mereka bekerja, "ayoo Ra! ikut tidak?", ajak Siska, "ikut kemana? emangnya kalian mau kemana sih", tanya Mira sembari melihat kemana temannya pergi. " Aku mau cari makanan dulu didekat sana dengan Jesica kamu mau ikut nggak Ra?", kata Siska menjelaskan sekaligus kembali mengajak temannya itu, "oooh, nggak ah aku gak ikut kan aku udah bawa bekal yang dimasakkan oleh bu Sari", jawab Mira yang menolak ajakan Siska dan Jesica. "Ohhhh iya aku lupa... Ya sudah kalau gitu,, kalau nanti Rere dan Rani tanya, kamu bilang saja kami beli makanan diluar sebentar biar mereka tidak mencari - cari kami", terang Siska sembari berjalan menuju tempat untuk membeli makan, "ok bestiku tenang aja nanti kalau ditanya tapi ya, hahahahaha", jawab Mira sambil terkekeh.
Disaat Jesica dan Siska sedang jalan keluar dari pabrik untuk membeli makanan tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Ridwan, "hai Siska, hai Jes", sapa Ridwan pada mereka, "oh hai juga Wan, kamu mau kemana?", jawab Siska, "oooh ini sis, aku mau cari makan nih, kalian sendiri mau kemana?", jawab Ridwan. "Oalah kami juga sedang mau beli makan wan, karena gak terbiasa bawa bekal", jawab Jesica, "waaah kebetulan niatnya sama, apa mau barengan denganku biar bisa sambil ngobrol", jawab Ridwan, "nggak deh wan aku sama Jesica aja kamu duluan aja hehehe takut ada yang cemburu nanti", jawab Siska menolak sambil meledek Ridwan, "siapa sihh yang cemburu, orang aku belum punya pacar jadi tidak ada yang cemburulah", balas Ridwan.
__ADS_1
"Itu... tuuuuu", jawab Siska sambil memanyunkan bibirnya dan matanya memberi isyarat, "Ah siapa sih?!", jawab Ridwan sambil geleng - gelengkan kepalanya tanda ia tidak tahu, "ah masak kamu tidak tahu Wan. itu tu yang sedang duduk disana itu lhoooo yang lagi sendirian", jawab Siska gemas dengan sikap Ridwan, "Oualahh Mira toh yang kamu maksud?!", jawab Ridwan yang baru paham. "Ya iya siapa lagi kalau bukan Mira", jawab Siska sedikit kesal. "Memangnya aku dan Mira pacaran? dan apa kalian tahu kalau Mira suka sama aku atau tidak?", cecar Ridwan pada Siska yang sedari tadi menggodanya, "iya aku juga belum tahu sih sebenarnya dia suka sama kamu atau tidak, dan aku juga belum tanya sih sama dia", jawab Siska.
"Eh aku punya ide, apa kamu aja tanya sendiri Wan?", imbuh Siska sambil menggoda Ridwan, "eeeh aku? ah, tidak usahlah nanti kalau udah tiba waktunya juga tahu sendiri sekarang sih yang penting nikmati aja dulu berteman dan mengenalnya, ya sudah ya aku mau cari makan dulu nanti keburu habis jam istirahatnya", jawab Ridwan sambil berlalu meninggalkan Jesica sama Siska, mereka juga bergegas mencari makan sebelum waktu istirahatnya selesai.
Setelah selesai dari kamar mandi Rani dan Rere langsung mencari dimana mereka, tapi yang mereka lihat hanya Mira yang sedang duduk makan sendirian. Rani dan Rere pun menghampiri Mira, "eh... kamu kok makan sendirian sih, Jesica dan Siska kemana?", tanya Rere yang heran melihat Mira yang sendirian. "Ohhhh.... Mereka lagi cari makan kok tadi, katanya sih sebentar, oh ya kalian tidak makan juga?", Jawab Mira. "Iya ini aku mau makan soalnya aku bawa bekal dari rumah, tadi setelah dari kamar mandi aku dan Rere mengambil makanan dulu yang aku bawa dari rumah", jawab Rani.
__ADS_1
"Yang sabar Ra, berarti dia bukan jodohmu yang akan jadi pasangan hidup kamu Ra", sahut Rere menghibur temannya itu, "oooh begitu, terus kamu belum mau mencari pasangan yang lain Ra?", timpal Rani. "Kalau mau mencari lagi untuk saat ini nggak dulu deh, soalnya masih takut buat menjalani lagi takut dapat orang yang salah lagi", jawab Mira, "lagi pula aku masih menikmati saat - saat aku bebas berteman dengan siapa saja tanpa takut melukai orang bestie, termasuk menghabiskan waktu bersama kalian sahabat - sahabatku", tambahnya dengan riang, "ya sudah tidak apa - apa, masa lalu biar jadi masa lalu Ra, yang penting adalah masa sekarang dan masa yang akan datang", kata Rere mencoba menasehati Mira dan melapangkan hatinya. "Udah nggak usah diingat lagi biar nggak mengganggu perasaan dan pikiran kamu, yang penting sekarang kita jalani dan nikmati yang ada dulu saja Ra, kalau soal jodoh nanti ada waktunya sendiri", imbuh Rere menenangkan hati Mira.
Mira cuma terdiam dan hati kecilnya ingin rasanya menceritakan tentangnya yang mendapat pesan dari mantannya kemarin, tapi Mira masih takut untuk menceritakannya pada sahabat - sahabatnya itu. "Kenapa Ra? kok melamun sih", tanya Rani yang melihat Mira termenung, "ahhh, tidak apa - apa kok Ran, aku cuma tiba - tiba kangen dengan keluargaku yang dirumah saja", jawab Mira sekenanya untuk menenangkan teman - temannya. "Yang bener cuma karena kangen dengan keluarga saja?", tanya Rere memastikan,, "iya Re, tiba - tiba saja aku pengen banget pulang ketemu dengan keluarga, tapi ya belum bisa karena baru masuk kerja dan belum ada waktu libur", jawab Mira menerangkan dan menutupi kegundahannya.
"Ya sudah kamu sabar saja dulu, nanti kalau kamu dapat jatah libur baru pulang buat ketemu sama keluargamu, tapi kamu juga harus hati-hati kalau mau pulang jangan memikirkan hal - hal lain yang mengganggu konsentrasimu saat diperjalanan pulang nanti", kata Rere yang menghibur Mira dan diiringi anggukan dari Rani tanda persetujuan. "Makasih ya teman - temanku! Kalian sudah mau care sama aku", balas Mira yang terharu mendapatkan teman dan sahabat yang baik seperti mereka, "halahh kayak sama siapa saja kamu itu Ra, kita ini kan sahabatmu dan juga keluargamu disini yang selalu dukung dan menemani kamu, jadi kalau kamu punya masalah nggak usah sungkan buat cerita sama kita ya Ra siapa tahu kami bisa bantu", sambung Rani.
__ADS_1
"Iya, pasti, besok atau kapan pun kalau ada apa - apa aku bakalan cerita sama kalian tenang saja", jawab Mira dengan rasa haru namun tetap berusaha tersenyum, "nahh gitu dong! kan kita bisa saling menjaga dan sharing kalau punya masalah satu sama lainnya", sahut Rani dengar tawa yang khas penuh semangat. Saat mereka tengah asyik ngobrol Siska dan Jesica datang untuk mengagetkan mereka,, "hayoo! Lagi ngomongin apa?! pasti lagi ngomongin orang ya!", kata Siska mengagetkan Mira dan teman - teman lainnya yang tengah asyik mengobrol. "ehhh co--pot... co--pot... copot... sandalnya...ehh.....,, " ish kamu ini Sis sukanya kok ngagetin orang begitu! kalau ada yang punya penyakit jantung bisa meninggal tahu sis!", timpal Mira kesal.
Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...