Kisah Kehidupan Mira Si Cantik

Kisah Kehidupan Mira Si Cantik
Bab 18 | Ketakutan Siska


__ADS_3

“Fin mau aku bantu rapikan kamarnya?”, tanya Mira kepada Fina, “boleh, itu pun kalau tidak ngerepotin dan kamunya nggak lagi sibuk sih, kalau lagi sibuk aku beresin sendiri juga tidak apa – apa”, jawab Fina. “Tapi tunggu sebentar ya aku mau lihat jam dulu, soalnya aku masuk kerja siang jadi biar tidak takut telat, bentar aja kok”, jawab Mira, “kalau begitu nggak usah saja Ra, entar takutnya malah aku bikin kamu telat berangkat kerjanya, aku bisa sendiri kok ngerapihin barangnya”, jawab Fina yang tidak enak jika membuat Mira sampai terlambat berangkat kerja.


    “Tidak kok Fin,santai saja”, jawab Mira memastikan, “setelah aku lihat masih jam 10 pagi kok, masih semoatlah aku ngebantuin kamu kalau hanya satu jam saja, kamu nggak apa – apa kan kalau aku cuma bisa bantuinnya satu jam saja?”, tanya Mira, “tentu saja nggak apa – apa Ra,yang penting kan kamu sudah ngebantuin, satu jam aja aku sudah senang”, jawab Fina.


Lalu mereka pun segera memulai membereskan kamar yang akan ditempati Fina, mulai dari membersihkan lantai, memindah – mindahkan lemari, kasur, meja dan kursi sesuai dengan posisi yang diinginkan Fina agar merasa lebih nyaman.


    “Fin, aku mau tanya boleh tidak?”, tanya Mira disela – sela mereka beberes kamar, “boleh saja, memang mau tanya apa Ra?”, jawab Fina, “kamu itu kerjanya dimana ya?”, tanya Mira. “Aku sih kerja di Pt. Mitra Xxxxx, memangnya kenapa Ra?”, jawab Fina, “ah enggak, ehmm berarti dekat dengan tempat aku kerja Fin”, jawab Mira, “apa iya Ra”, jawab Fina, “iya Fin, deket banget”, jawab Mira.


“Semoga kita jadi teman baik di sini”, kata Mira berharap, “iya sama – sama Ra, aku senang banget malah bisa langsung mendapatakan teman apalagi satu kost juga”, jawab Fina lega. Setelah kamar kost Fina sudah terlihat rapi dan bersih, Mira pun pamitan kepada Fina karena ingin bersiap – siap untuk berangkat kerja. “Fin, aku pamit dulu untuk mandi buat siap – siap berangkat kerja”, kata Mira, “oh iya Ra, nggak kerasa ya udah siang aja”, jawab Fina kepada Mira. “Makasih lho Ra, sudah mau membantu aku bersih – bersih dan ngeberesin barang di kamar ku, jadi kelihatan lebih rapi dan nyaman”, imbuhnya, “iya Fin, sama – sama kan kita sekarang jadi teman satu kost jadi harus saling membantu”, jawab Mira..


    “Ya sudah aku pergi dulu, kalau kamu ada apa – apa bilang saja sama aku atau bu Sari ya, kalau bisa pasti akan langsung membantumu”, kata Mira sebelum kembali kekamanya. “Ok siap Ra”, jawab Fina. Setelah selesai membantu Fina merapikan kamar kostnya, Mira pun bergegas berjalan menuju kamarnya untuk bersiap – siap berangkat kerja, “seneng banget punya teman lagi apalagi tempat kost yang sama, jadi lebih ramai dan gak sepi lagi seperti kemarin – kemarin”, batin Mira. Sesampai di kamar Mira bergegas mengambil pakaian dan handuk untuk mandi dan segera bergegas menuju kamar mandi agar tidak telat berangkat kerja.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Mira langsung menuju meja rias untuk sedikit berdandan agar terlihat lebih segar. Saat sedang berdandan terdengar ada yang mengetuk pintu dari luar kost Mira, Mira pun segera berdiri dan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintunya itu, setelah mengintip dari jendela kamarnya dan melihat ternyata yang mengetuk adalah sahabatnya Siska, Mira untuk bergegas membukakan pintu untuknya.


    "Ayo masuk Sis, kenapa masih di luar?", kata Mira, “iya bentar, eh itu siapa Ra?”, tanya Siska. “Ohhh, itu Fina dia baru ngekos disini baru aja pindah, Kenapa Sis?”, jawab Mira. “Ahh, tidak apa – apa kok ,cuma baru lihat saja makanya aku nanya”, jawab Siska, “ya sudah sini masuk malah masih diluar saja kamu ini”, ajak Mira, “iya – iya sahabatku yang bawel”, jawab Siska gemas.


    “Oh iya Ra, aku mau cerita nih sama kamu”, kata Siska setelah masuk kekamar Mira, “cerita tentang apa Sis?”, tanya Mira, “cerita tentang calon suamiku Ra”, jawab Siska. “Ya bentar aku selesain dulu dandananku biar nanti kalau mau berangkat kerja tidak terburu – buru”, jawab Mira sembari menyelesaikan dandanannya yang sempat tertunda, “Ok deh Ra! Santai saja jangan buru – buru aku pasti tunggu kok”, jawab Siska.


Sembari nunggu Mira menyelesaikan dandanannya, Siska memainkan ponselnya agar tidak merasa jenuh dan bosan. “Nah ayo Sis, aku sudah selesai nih, katanya kamu mau cerita?”, kata Mira memecah keheningan, “Iya Ra, ini mau cerita Ra”, jawab Siska yang sedikit terkejut karena sedang fokus memainkan ponselnya.


    “Emm gini lho Ra, aku itu sudah telat tidak datang bulan Ra”, kata Siska ragu saat memulai ceritanya pada Mira, “lah kok bisa Sis? Memangnya kamu sudah pernah ngelakuin itu dengan calon suamimu Sis?”, tanya Mira sedikit terkejut mendengar pernyataan Siska. “Jujur saja ya Ra, aku sudah pernah ngelakuin itu dengannya”, jawab Siska, “terus kamu sudah cek belum? Kalau belum coba di cek dulu saja Sis, agar tahu kamu hamil atau tidak”, jawab Mira mencoba memberi saran.


    “Setahuku sih belum soalnya aku belum cerita dengan mereka karena kalau soal masalah ini, aku ceritanya cuma sama kamu Ra, kalau sama mereka aku nggak cerita”, jawab Siska.

__ADS_1


“Karena kalau aku cerita ke mereka aku kasihan Ra, mereka juga sudah memiliki banyak masalah tentang pacar – pacarnya, maka dari itu aku cerita ini cuma sama kamu sahabatku yang manis”, jawab Siska. “Memangnya kamu tahu darimana kalau mereka punya masalah dengan pacar masing – masing?”, tanya Mira, “iya tahu dong! Mereka kan kalau ada masalah selalu cerita sama aku jadinya aku tahu semua tentang mereka”, jawab Siska. “Ohh begitu, makanya kamu hafal semua karakter tentang mereka Sis”, jawab Mira.


    “Cuma kamu yang belum pernahcerita sama aku kan?”, tanya Siska kepada Mira, “ya aku belum ada masalah kok Sis, jadinya aku belum cerita sama kamu”, jawab Mira. “Ya kalau boleh jujur sebenarnya aku juga sedang ada masalah, tapi kalau aku masih bisa menyelesaikannya sendiri ya aku coba selesaikan dulu, baru kalau sekiranya tidak bisa, baru mau ceritakan ke kalian”, batin Mira.


    “Enak ya jadi kamu, tidak ada beban di pikiran jadi tidak terlalu pusing mikirin ini dan itu Ra”,kata Siska sedikit iri, “ya tidak begitu juga Sis”, jawab Mira. “Oh ya, besok pagi kan aku libur nih dan mau pulang dulu, aku mau nengok keluargaku karena aku sangat kangen dengan mereka, kamu aku tinggal jangan kangen ya sama aku hehehehe”, jawab Miramencoba mengalihkan pembicaraan. “Ah, tidak kangen kok, tapi hanya sedih saja di tinggal sama sahabatku”, jawab Siska, “halah, cuma satu hari kok bukan selamanya kan?”, sanggah Mira. “Iya sih, memang bukan selamanya tapi sama saja kalau tidak ada kamu itu tidak seru kok Ra”, kata Siska, “kamu itu orangnya baik, suka membantu apalagi tidak beda – bedakan orang lain”, imbuhnya.


    Saat mereka tengah asyik ngobrol tanpa terasa sudah hampir pukul dua belas siang, mereka sangat terkejut karena sudah hampir jam kerja mereka, mereka un buru – buru merapikan baju kerja untuk bergegas berangkat. “Ayo Sis, kita siap – siap untuk berangkat agar tidak terlambat masuk kerjanya”, ajak Mira bergegas berdiri dari tempat duduknya, “Sis jangan sampai ada yang ketinggilan lho? Agar tidak bolak – balik lagi”, kata Mira mengingatkan, “iya Ra Siap!!”, jawab Suska. “Sudah di cek semua dan tidak ada yang ketinggalan, ayo kita berangkat Ra”, ajak Siska. “Bentar – bentar aku ambil kunci motor dan kunci kost dulu”, jawab Mira, “dah, yuk berangkat”, ajaknya.


    Saat Mira mengunci pintu kost, Fina menyapanya, “mau berangkat ya Ra?”, tanya Fina. “Iya Fin, lah kamu mau kemana?”, jawab Mira, “ooh, aku mau cari makan siang nih, soalnya aku masuk malam”, jawab Fina, “Ini teman kamu ya Ra?”, tanya Fina. “Owh iya ini kenalin sahabatku Siska”, jawab Mira sembari memperkenalkan Siska, “salam kenal, namaku Fina”, jawab Fina, “oh ya, salam kenal juga aku Siska.


“Ya sudah kalian hati – hati di jalan ya”, jawab Fina, “iya makasih. Itu sudah pasti kok”, jawab Mira sembari menaiki motornya, lalu Mira dan Siska berangkat bersama mengendarai motor masing - masing agar ketika waktu pulang kerja Siska bisa langsung ke apotek.

__ADS_1


    Sesampainya di pakiran Mira sudah ditunggu oleh Ridwan yang telah mencarikan tempat pakir untuk Mira, “buat aku tidak ada nih? kok cuma buat Mira saja sih”, tanya Siska sedikit protes namun menggoda Ridwan. “Ya kan aku tidak tahu kalau kamu datangnya sama Mira, lagian kamu tidak mengabariku dulu sih, kalau sudah ngabari kan aku pasti juga nyarikan buat kamu hahahaha”, jawab Ridwan sambil tertawa, “aku hanya bercanda Wan”, balas Siska, “ya sudah aku pakir disana saja mumpung masih ada yang kosong”, imbuh Siska. “Kamu turun saja dulu biar aku pakirkan Ra”, kata Ridwan pada Mira, “tidak usah Wan, biar aku pakirkan sendiri aku bisa kok”, jawab Mira


Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...


__ADS_2