
“Pesan dari siapa Ra?”, tanya bu Sari yang tengah memperhatikan Mira yang asyik memainkan ponselnya, “ohh, dari Siska bu dia tadi bilang kalau mau kesini jam 9 pagi untuk menjemput saya dan menjenguk Jesica yang ada di rumah sakit”, jawab Mira pada bu sari, “oalah, berarti tinggal 1 jam lagi Siska sampai sini ya”, jawab Bu Sari. “Ya sudah, yuk kita selesain makannya baru nanti kamu siap – siap untuk berangkat”, ajak bu Sari, “iya Bu, ini bentar lagi juga habis terus bantu ibu untuk bersihin ini dulu”, jawab Mira, “tidak usah Ra, nanti biar ibu saja yang bersihkan kamu siap – siap saja”, sergah Bu Sari. “Tidak apa – apa kok bu, kan juga cuma bentar saja yang bersihin tidak sampai setengah jam sudah selesai kok”, jawab Mira memaksa untuk membantu, “ya sudah kalau itu maunya kamu Ra, ibu tidak bisa menolaknya lagi”, jawab Bu Sari mengalah.
Setelah selesai menikmati sarapannya bersama bu Sari, Mira membawa piring dan gelas yang sudah selesai di pakai untuk di cuci terlebih dahulu, dan untuk yang lainnya di bersihkan oleh Bu Sari. Sambil santai mencuci piring dan gelas tiba – tiba terbayang wajah Ridwan di pikirannya, “ahh,,, kenapa bisa mikirin Ridwan sih aku ini”, batin Mira. “Apa ada sesuatu aku sama Ridwan ya, kok bisa – bisanya kebayang dia di pikiranku”, imbuhnya didalam hatinya karena keheranan akan sikapnya sendiri, sesudah selesai semua Mira pun berpamitan denganBu Sari untuk kembali kekamar kostnya untuk bersiap – siap karena sebentar lagi di jemput oleh Siska.
“Terima kasih ya Bu, sudah mengajak Mira sarapan apalagi soto buatan ibu enaknya mantul, pokoknya besok ibu aku minta ngajarin cara membuatnya”, kata Mira. “Iya – iya pasti ibu ajarin kok anakku Mira, walapun kamu bukan anak kandungku sendiri tapi sudah kuanggap seperti anakku sendiri”, jawab Bu Sari, “makasih banget kalau ibu sudah anggap saya seperti anaknya sendiri, saya juga senang bisa dianggap seperti anak sendiri oleh ibu”, jawab Mira.
“Sekali lagi terima kasih Bu, saya siap – siap dulu”, kata Mira berpamitan sembari berjalan menuju ke kostnya kembali, saat berjalan kekamar kostnya Mira berpapasan dengan Fina yang baru saja pulang kerja. “Pagi Mira”, sapa Fina, “iya pagi juga Fin, kamu baru pulang kerja ya?”, tanya Mira, “iya nih, tadi sekalian aku sarapan dulu diluar sebelum pulang ke kost”, jawab Fina.
__ADS_1
“Lah kamu sendiri sudah sarapan belum Ra?”, tanya Fina, “owhh aku sudah sarapan kok, sama ibu tadi, soalnya di ajak ibu sarapan bareng”, jawab Mira, “enak donk malahan jadi lebih asyik sarapannya”, jawab Fina.
“Iya Fin! Apalagi soto buatan ibu enaknya mantul deh, ya kapan – kapan, aku kasih ke kamu kalau kamu tidak percaya”, jawab Mira senang, “ok aku tunggu deh”, jawab Fina. “Aku masuk dulu ya, soalnya badanq terasa capek banget nih”, kata Fina, “ok deh!! Itu harus buat istirahat biar capeknya hilang”, jawab Mira, “iya ini, kalau aku sampai kamar juga mau rebahan dulu”, jawab Fina.
Lalu Mira kembali berjalan menuju kamar kost nya, sesampainya dia di depan kost dia langsung membuka pintunya, dia berganti baju dan dandan seperlunya saja untuk mempercepat waktu. Setelah selesai bersiap – siap Mira melihat jam untuk mengetahui sekarang pukul berapa. Saat melihat jam ternyata ada pesan dari Ridwan ,langsung saja Mira buka dan baca isinya karena penasaran, “pagi Ra? Kamu sudah bangun belum?”, tanya Ridwan, “terus kamu jadi menjenguk Jesica?”, imbuh Ridwan bertanya.
Kemudian Mira membalas isi pesan yang Ridwan kirimkan, “pagi juga Wan, aku sudah bangun dan juga sarapan, ini aku habis siap – siap mau jenguk Jesica di jemput sama Siska jadi tenang saja kamu Wan”, balas Mira. Sambil menunggu balasan dari Ridwan, ternyata Siska sampai dan mengetuk pintu kost Mira dan Mira pun langsung membuka pintu kostnya.
__ADS_1
“Ohh iya – ya apalagi perjalanannya lumayan sedikit jauh, maka itu kita berangkat sekarang, moga – moga kita juga tidak sampai terlambat masuk kerjanya”, kata Mira. “Tadi Rani juga sudah mengirim pesan ke aku kalau dia sudah sampai dirumah sakit”, kata Siska, “lah kok bisa cepet mereka sampai sananya? Padahal kan rumah mereka lebih jauh”, jawab Mira, “iya tadi mereka berangkatnya lebih awal katanya, jadi sudah sampai”, jelas Siska, setelah Mira sudah mengkunci kamar kost mereka pun langsung berangkat menuju rumah sakit.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit jalanannya tidak terlalu macet, ramai namun lancar. “Semoga nanti bisa sampai dengan cepat”, batin Mira, Mira langsung mengambil ponsel terus menulis pesan dan mengirimkan pesannya untuk mengabari Ridwan kalau dia lagi akan berangkat kerumah sakit dengan Siska untuk menjenguk Jesica. Siska juga mengendarai motornya tidak terlalu kencang karena berhati – hati agar tidak terjadi apa – apa saat di jalan, setelah setengah jam perjalanan dari tempat kost Mira, akhirnya mereka telah sampai didepan rumah sakit dan langsung menuju ketempat pakir untuk memarkirkan motornya dulu.
Siska meminta Mira untuk mengirim pesan pada Rani untuk memberitahu posisinya di sebelah mana agar lebih gampang untuk mencari kamar rawatnya, kemudian Mira langsung mengirimkan pesan pada Rani sesuai dengan apa yang diminta Siska,setelah terkirim pesan langsung di balas oleh Rani, “sudah di tunggu didepan rumah sakit kok”, balas Rani. Kemudian mereka berjalan ke depan rumah sakit untuk menemui Rani yang sudah menunggu, setelah bertemu dengan Rani, Siska dan Mira langsung mendekati Rani dan mencari informasi mengenai keadaan Jesica, “kamu sudah ketemu sama jesica belum Ran?”, tanya Mira, “belum soalnya kita lagi nunggu kalian juga biar kita masuk dan tahu sama – sama bagaimana keadaan Jesika”, jawab Rani. Mereka langsung menuju ruangan dimana Jesica di rawat, terlihat disana sudah ada kedua orang tua Jesica yang sudah menunggu. Rani, Rere , Siska dan Mira menyapa dan berkenalan dengan orang tua dari Jesica dan menanyakan bagaimana keadaan Jesica saat ini.
“Selamat pagi Tante Om”, sapa Rani, “selamat pagi juga”, jawab orang tuanya Jesica, “saya teman Jesica satu tempat kerja dan juga sudah menjadi sahabatnya”, jelas Rani, “maaf om, tante, bagaimana sekarang keadaan Jesica sekarang?”, tanya Mira sedikit sungkan. “kami juga belum tahu, karena sedang di tangani oleh dokter”, jawab papanya Jesica, “kita menunggu saja disini dulu, agar nanti kalau dokter sudah keluar pasti di kasih tahu”, imbuh papanya Jesica. “Maaf om, kalau boleh tahu Jesica kecelakaan dengan siapa ya Om? Karena setahu kami yang lihat, dia boncengan dengan pacarnya”, tanya Siska, “lalu sekarang pacarnya Jesica juga di rawat disini juga om?”, imbuh Siska.
__ADS_1
“Kalau masalah itu om kurang tahu”, jawab papanya Jesica, “coba nanti tanya ke susternya dulu biar tahu pastinya”, jawab Siska, lalu Siska mengajak Mira untuk bertanya dengan suster, “Ra sini ikut aku sebentar”, ajak Siska, “mau kemana Sis?”, tanya Mira. “Sudah ikut saja dulu, nanti juga kamu bakal tahu kok, Rani dan Rere tunggu disini ya nanti kabarin kalau sudah tahu tentang Jesica ya”, jawab Siska. “Ok Sis!”, jawab Rani, Siska dan Mira berjalan menuju kedepan untuk bertanya dengan suster tentang kecelakaan Jesica terjadi, setelah sampai lalu Siska tanya sama suster, “maaf sus saya boleh bertanya?”, tanya Siska pada suster tersebut, “Iya boleh, mau bertanya apa mbak?”, jawab susternya, “itu teman saya atas nama Jesica yang kecelakaan, apakah bersama dengan seorang lelaki saat di bawa kesini?”, tanya Siska.
Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...