
Setelah Siska sudah tahu kronologi kecelakaan dari Jesica dan pacarnya, mereka berpamitan dengan Jesica biar tidak telat yang masuk kerja, “Jes aku dan Siska pulang dulu ya, karena tinggal beberapa jam sudah masuk kerja, aku tinggal sendirian tidak apa – apa kan?”, tanya Mira. “Tenang saja, tidak apa kok bentar lagi orang tuaku pasti datang kok”, jawab Jesica menenangkan, “kamu cepat sembuh ya, biar kita bisa berkumpul bersama – sama lagi”, kata Mira sebelum dia dan Siska beranjak keluar kamar Jesica.
Mira dan Siska bergegas menuju tempat parkir untuk mengambil motornya yang ada di pakiran rumah sakit, sesudah keluar dari pakiran rumah sakit Siska tancap gas dengan kecepatan sedang namun agak cepat agar tidak terlambat sampai tempat kerja. “Untungnya jalan tidak terlalu macet ya Ra, jadi cepat sampai ke kost kamu Ra”, kata Siska.
***
Setelah berapa lama dalam perjalanan, mereka sampai ditempat kost Mira, setelah sampai di depan kamarnya Mira turun dari motor untuk membuka pintu kostnya, setelah pintu kamar terbuka Siska buru – buru masuk. “Wah gerah banget kalau di luar, panas”, kata Siska sambil duduk di kasur, “Siska kamu mau mandi lagi nggak?”, tanya Mira, “iya Ra, tapi bentar lagi aku istirahat dulu baru mandi, terus habis mandi langsung dandan”, jawab Siska memastikan, beberapa menit setelah capeknya hilang, Siska langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Sembari menunggu Siska mandi, Mira membuatkan minuman untuk di nikmatin bersama – sama, setelah selesai mandi Siska berganti pakaian dan tidak lupa juga untuk berdandan, “nih aku sudah selesai sekarang giliran kamu Ra, biar seger badannya soalnya kan habis dari rumah sakit dan lengket berkeringat”, kata Siska yang sudah rapi dan siap berangkat kerja. Setelah Siska berkata begitu Mira bergegas menuju kamar mandi, saat Siska merapikan perlengkapan make up nya, ponselnya berbunyi dan bergegas mengambil ponsel itu dan membukanya untuk mengecek siapa yang mengirim pesan padanya, dan setelah dilihatnya ternyata dari pacarnya.
Setelah membuka dan membaca pesan dari pacarnya, Siska membalas pesan dari pacarnya itu sambil meneruskan membereskan peralatan dandan, tanpa terasa Mira juga sudah selesai mandi dan Mira langsung berganti pakaian serta tidak lupa untuk dandan, “gimana sudah seger belum?”, tanya Siska, “wuahh seger poll jadi rasanya rilex banget selesai mandi, apalagu diluar panas dan gerah banget”, jawab Mira, “tadi lagi berkirim pesan sama siapa? Hayoo”, tanya Mira mencoba menggoda Siska, “sama pacar atau sama selingkuhannya nih?hehehehe”, goda Mira sembari tertawa.
__ADS_1
“Wah ya tentu saja bukanlah”, jawab Siska, “la terus siapa?!”, tanya Mira penasaran, “ya coba kamu tebak saja aku berkirim pesan sama siapa”, jawab Siska mengerjai, “aahhh, kalau tidak sama mantan pacarnya ya”, cecar Mira, “enggak ya, aku sudah tidak pernah berkomunikasi dengan mantan – mantanku lagi Ra”, jawab Siska, “la terus sama siapa donk?”, tanya Mira semakin penasaran.”Kamu ini tumben kepo Ra, ya sudah pasti sama pacarku tercintalah Ra, makanya kamu cepat – cepat cari pacar biar ada yang menyayangi dirimu Ra hahahaha”, jawab Siska sambil tertawa meledek Mira.
“Kalau menyayangiku sih udah ada kok Sis”, jawab Mira, “siapa coba yang sayang ma kamu? Kan mesti belum tentu juga kan”, jawab Siska, “yaa sudah, aku cepat dandan dulu, malah cerita disini nanti kalau kita terlambat gimana?”, tanya Mira mencoba mengalihkan pembicaraan, “kalau masalah siapa yang sayang denganku itu nanti juga pasti muncul sendiri kok, tapi memang belum saat – saat sekarang”, jawab Mira.
“Nanti kalau Ridwan di ambil orang gimana? Apa kamu tidak menyesal?”, tanya Siska meledek, “kalau masalah itu sih, aku tidak terlalu memikirkannya Sis, soalnya kalau nanti aku dan Ridwan memiliki rasa yang sama pasti bersatu juga kok pada waktunya”, jawab Mira kepada Siska. “Cie cie cie yang sudah mulai pintar masalah cinta ya kamu dan mulai bijak”, jawab Siska dengan nada sedikit meledek, “ahh kamu ini lho Sis, selalu saja ngeledekin aku tidak pernah bantu aku gimana gitu kek”, jawab Mira sedikit manyun pura – pura ngambek. “Iya iya maaf Miraku sayang, kamu sih bikin aku gregetan dengan tingkahmu kalau masalah cinta, jadi pengen aja ngejahilin kamu”, jawab Siska, “lah kamu sendiri gimana sama calonmu sudah tahu kapannya yang lamarannya? Apa kamu sudah hamil kali ini?”, tanya Mira, “belum tahu Ra, soal lamarannya kapan karena aku belum di kasih tahu juga dan kalau masalah itu aku tidak hamil kok weeeek”, jawab Siska sambil mengejek Mira lagi.
“Ya ya aku kalah deh kalau masalah kayak ginian sama kamu, soalnya lebih mengerti kamu bestiku, aku sih tidak tahu apa – apa kalau masalah cinta - cintaan karena aku lagi banyak pikiran juga”, jawab Mira mengalah. “Ahh kamu lagi banyak pikiran? Kamu kenapa bestiku? Cerita dong sama aku kalau kamu ada masalah, biar kita cari jalan keluarnya sama – sama”, tanya Siska mencoba membujuk sahabatnya untuk bercerita, “nggak ah, aku dah sebel sama kamu Sis, soalnya selalu mengejek aku”, jawab Mira memanyunkan bibirnya pura – pura ngambek dan kesal. “Ya maaf Ra, kan itu juga cuma bercanda saja, terus ada masalah apa Ra?”, tanya Siska lembut dan penasaran, “iya deh, besok aku ceritakan kalau kita banyak waktu”, jawab Mira yang telah menyelesaikan dandanannya dah sudah rapi.
Setelah mengunci pintu dan mengeluarkan motor dari parkiran kost, mereka langsung berangkat menuju pabrik dengan kecepatan yang tidak kencang karena memang tidak terlalu jauh, beberapa menit saja mereka sudah memasuki pintu gerbang dan mereka langsung mencari tempat untuk parkir yang enak dan tidak terlalu jauh, Mira menoleh kanan kiri seakan mencari seseorang, “kok Ridwan tidak ada ya, biasanya jam segini sudah ada di parkiran menunggu aku”, batin Mira dengan pikiran yang khawatir Mira menggambil ponsel yang ada di dalam tas buat mengirim pesan pada Ridwan.
Saat akan mengirim pesan untuk Ridwan, terlihat Ridwan yang baru saja sampai di tempat parkiran tersebut dan mengejutkannya dari belakang sontak saja Mira kaget, “ehh ayam ayam copot eh ayam copot, ah! Kamu ini bikin aku jadi kaget saja Wan!”, kata Mira sedikit kesal karena dikagetkan oleh Ridwan, “eh iya maaf – maaf, sudah bikin kamu jadi kaget gini Ra hehehehe habis iseng aja”, jawab Ridwan meminta maaf atas kelakuannya. “Iya aku maafin kok, tapi kamu kok tumben sih baru sampai jam segini biasanya kamu duluan datangnya dan nungguin aku hehehehe”, tanya Mira sambil tertawa, “ohh...ini, tadi aku ngantarin ibuku dulu kerumah temannya jadinya ya baru sampai deh”, jawab Ridwan menerangkan, “wualah aku kirain kamu tidak berangkat atau kamu sakit”, jawab Mira.
__ADS_1
“Cie cie cie yang mulai perhatian nih sama Ridwan”, kata Siska yang tiba – tiba datang dari belakang, “ahh kamu ini Sis selalu gitu lagi sama aku”, jawab Mira malu – malu, “tuh kan mukanya jadi merah gitu, karena malu ya Ra?”, tanya Siska meledek, “tidak kok, siapa juga yang mukanya merah dan malu”, jawab Mira mengeles ke Siska. “Ya sudah lanjutin deh yang mengobrol, yang penting jangan lupa buat absen ya biar tidak telat”, kata Siska mengingatkan mereka berdua biar tidak lupa absen biar tidak telat masuk dan Siska pun berlalu.
Setelah selesai ngobrol, Ridwan dan Mira berjalan bersama untuk absen karena tinggal berapa menit saja masuk kerja, sampai tempat absen terlihat antriannya banyak dan panjang, soantak disana Mira sangat bingung dan cemas akan kehadirannya terlambat atau tidak. “Masih bisa keburu tidak ya Wan?”, tanya Mira pada Ridwan dalam kecemasannya, “tenang saja, pasti tidak telat kok masih beberapa menit lagi, beneran tidak sampai telat”, jawab Ridwan menenangkan Mira yang terlihat gusar, kemudian mereka berpisah untuk masuk ke bagian masing – masing.
***
Tanpa terasa karena fokus dalam mengerjakan setiap tugas masing – masing untuk memenuhi target produksi, waktu istirahat pun tiba Mira, Siska , Rani dan Rere keluar untuk mencari makan karena mereka tidak membawa bekal, mereka membeli makanan diwarung yang berada di sekitaran pabrik saja. “Mau makan apa nih kita?”, tanya Siska, “kalau bakso saja gimana?”, imbuhnya. Mereka setuju dan langsung menuju warung penjual bakso, untungnya disana tidak terlalu ramai jadi dapat makan lebih enak dan nyaman. Mereka makam sambil mengobrol mengenai banyak hal entah penting maupun hanya bercanda disela obrolan Rani memberitahukan jika Jesica minggu depan sudah diperbolehkan untuk pulang, “oh iya ada kabar baik nih, minggu depan Jesica sudah boleh pulang”, kata Rani pada teman – temannya, “ah.. yang benar Ran minggu depan sudah pulang?”, tanya Mira memastikan kabar tersebut namun nampak senang di mukanya.
“Ya syukurlah, kalau sudah boleh pulang, emmm minggu depan kita kerumah saja gimana?”, jawab Siska, “ok deh, kami setuju!! Ya hitung – hitung kita menanhakan kabarnya”, jawab Rere mewakili teman yang lain. Mereka bergegas memakan makanan masing – masing karena pesanan sudah datang, “yuk makan dulu saja, nanti kita sambung lagi pembahasannya takutnya kalau gak cepat nanti telat masuk kerja lagi”, ajak Mira. Mereka un menikmati makanan dan minuman masing – masing dalam senyap dan setelah selesai makan dan membayar mereka langsung kembali masuk kepabrik, namun Mira telah di tunggu Ridwan di depan pintu masuk pabrik, melihat itu Siska mengajak teman – temannya untuk masuk terlebih dahulu, “ya sudah, kita tinggal duluan ya Ra, enakin saja ngobrolnya kita masuk dulu agar kita tidak jadi obat nyamuk dan mengganggu hehehehehe”, kata Siska dengan lirikan meledeknya.
Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...
__ADS_1