Kisah Kehidupan Mira Si Cantik

Kisah Kehidupan Mira Si Cantik
Bab 31 | Kepanikkan Mira


__ADS_3

“Terus kata dokter apa lagi yang sakit pah?”, tanya Mira yang penasaran dan cemas akan sakit yang diderita papahnya, “tidak ada nak cuma ini saja, lalu kata dokter juga harus berhenti merokok agar tidak kambuh lagi penyakitnya”, jawab papah menerangkan kondisi dan saran dari dokter.



“Ya bagus dong pah, kalau disuruh untuk tidak merokok lagi agar bisa lebih sehat bukan hanya untuk papah tapi untuk keluarga juga”, jawab Mira setuju dengan saran yang diberikan oleh dokter.



“Iya nak, papah juga pengennya cepat sehat kayak dulu karena itu sekarang papah lagi menghilangkan menghilangkan kebiasaan merokok papah agar tidak sakit lagi, tapi kan juga gak bisa langsung berhenti sedikit – sedikit sudah mengurangi untuk membiasakan kebiasaan yang lebih sehat”, jawab papah.


    “Iya pah, Mira pasti akan selalu mendukung usaha papah, supaya papah kalau beraktifitas bisa maksimal seperti dulu, Mira juga akan selalu doain papah agar cepat sembuh dan pulih seperti sedia kala”, jawab Mira yang memberikan semangat untuk papahnya agar segera pulih.


“Terima kasih ya anakku yang baik hati”, jawab papah yang bangga atas pribadi Mira yang baik dan santun. Saat sedang asyik mengobrol mengenai kesehatan papahnya, Sonny berpamitan kepada kedua orang tuanya dan juga kaka nya untuk segera berangkat ke sekolah.



“Pah, mah, dan kak Mira, Sonny berangkat kesekolah dulu ya, kakak dan mamah tolong jaga papah dulu ya saat Sonny sedang disekolah biar nanti kalau Sonny sudah pulang, giliran Sonny yang jagain papah”, pinta Sonny sembari berpamitan.



“Itu pasti nak, mamah pasti jagain papah kok jadi jangan khawatir ya nak baik – baik disekolah”, jawab mamah menasehati anak lelakinya yang sudah tumbuh menjadi pemuda yang bertanggung jawab.


    “Iya tenang saja dek, pasti kakak jagain kok yang penting Sonny belajar yang bener biar besok kalau sudah selesai sekolahanya bisa kerja yang lebih baik dari kakak, fokus belajarnya yang dirumah biar mamah dan kakak yang jagain”, jawab Mira yang bangga melihat adiknya yang telah menjadi lebih bijak dan dewasa.


“Siap kak!! Ya sudah Sonny berangkat dulu biar tidak telat masuk sekolahnya”, jawab Sonny yang bergegas berangkat kesekolah. “Pah aku bantuin berberes mamah dulu ya biar kerjaannya cepet selesai”, kata Mira minta izin pada papahnya untuk kembali kebelakang membereskan peralatan makan.


    “Iya nak, papah juga mau lihat televisi dulu, sambil istirahat”, jawab papah yang berjalan Indang menuju ruang keluarga untuk melihat televisi, sementara itu Mira dan mamanya tengah beberes meja makan dan mencuci semua piring dan gelas yang kotor setelah sarapan, sesudah selesai membereskan semua sisa makan di ruang makan Mira melanjutkan dengan menyapu rumahnya.

__ADS_1


***


    Hari begitu cepat berlalu tidak terasa sudah menjelang siang, Mira coba mengirim pesan ke mantannya, Mira menggambil ponsel yang sedang di cas di kamarnya. Saat sudah mengambilnya Mira langsung mengirim pesan kepada Satria mantannya.


“Hari ini kamu sibuk tidak? Aku sudah dirumah ini”, kata Mira dalam pesan yang dikirim pada Satria, sambil menunggu balasan dari Satria Mira mengirim pesan pada Siska dan Ridwan sedang melakukan kegiatan apa dan sedang apa saat ini.



“Lagi apa Sis? Terus sekarang kamu masuk shift apa?”, tanyanya pada Siska dalam pesannya, setelah selesai mengirim pesan pada Siska, tidak lupa Mira mengirimkan pesan pada Ridwan, “kamu lagi apa? Terus masuk apa hari ini?”, tanya Mira pada Ridwan.


    Sambil menunggu balasan pesan dari mereka, Mira turun untuk menemanin papanya yang sedang di bawah menonton televisi, saat Mira turun kebawah ternyata papahnya sudah tidak ada diruang keluarga, Mira yang melihat papahnya tidak ada di ruang keluarga pun segera melihat keluar rumah untuk mengecek apakah papahnya berada diluar,


Saat Mira sampai ternyata papahnya juga tidak berada diluar, “ahh...apa papah sedang ada di kamar ya?”, pikirnya untuk menenangkan kegelisahannya sendiri, “coba deh aku tanya ke mamah dulu apa papah sedang berada di kamar atau tidak”, pikirnya sembari berbalik untuk masuk dan mencari mamah. Saat Mira sedang mencari mamahnya kesana kemari ternyata mamahnya sedang mangambil minum bergegas Mira menghampiri mamanya dengan sedikit berlari kecil.


    “Ma...ma... ma...”, kata Mira memanggil mamahnya dengan terengah – engah karena telah mencari mamahnya kemana – mana, “iya, kenapa nak?”, jawab mamahnya yang heran kenapa anak gadisnya begitu panik dan lelah. “Papah kemana ma, kok Mira lihat tidak ada diruang keluarga?”, tanya Mira.


    “Ya sudah ya Ra, mamah nganterin minum ke papahmu dulu sudah ditungguin mau minum obat”, jawab mamahnya, “iya mah”, jawab Mira. Setelah mamahnya berlalu untuk kembali kekamar, tiba – tiba ponselnya bunyi dengan cepat Mira membuka ponselnya dan melihat siapa yang balas pesan darinya.


Saat membuka ternyata yang balas pesannya adalah Satria, “aku tidak sibuk kok, benaran kamu dirumah sekarang?”, tanya Satria dalam balasan pesan itu, “iya aku dirumah kok, terus jadi ketemu apa tidak karena besok aku sudah berangkat lagi”, balas Mira untuk memastikan janjian mereka jadi ataukah tidak.


    Tidak menunggu lama Satria langsung membalas pesan dari Mira itu, “iya jadi dong, kalau ketemu nanti siang kamu bisa tidak?”, tanya Satria dalam balasan pesannya, “bisa kok, mau ketemu dimana memangnya?”, tanya Mira membalas pesan Satria.


“Ketemu ditempat yang dulu kita sering ketemu itu kamu tahu kan tempatnya?”, kata Satria, “emmm yang mana ya?”, tanya Mira yang tampak sudah lupa tempat janjiannya, “itu low taman yang dulu kita sering ketemu waktu kita masih pacaran ingat kan?”, tanya Satria sembari mengingatkan.



“Ohh iya aku ingat kok terus mau jam berapa ya?”, tanya Mira memastikan jam untuk bertemu dengan Satria agar ada waktu untuk bersiap – siap dan menunggu adiknya pulang, “gimana kalau sekitar jam 2 saja apa kamu bisa?”, tanya Satria memberikan opsi waktu ketemuan, “ok kalau gitu, bisa kok”, jawab Mira singkat dan mengakhiri komunikasinya dengan Satria.

__ADS_1


    Saat melihat jam ternyata masih cukup lama jarak waktu janjian dengan Satria kurang lebih masih sekitar 5 jam, karena masih cukup lama Mira menunggu dengan menonton televisi dengan santai, saat tengah asyik menoton ponselnya bunyi lagi bergegas Mira mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang membalas pesannya kali ini.


Setelah melihat ponselnya ternyata sahabatnya yang membalas pesan yang dikirimkannya tadi. “Aku masuk siang Ra, kamu sendiri lagi apa sekarang? Gimana perjalanan kamu semalam?”, balas Siska, “aku sih lagi nonton televisi saja sekarang, ya kemeren malam saat perjalanan pulang ada insiden kecelakaan tapi aku tidak berani melihat kecelakaannya dan korbannya itu”, balas Mira menjelaskan perjalanannya, “terus gimana kabarnya Jesica?”, tanya Mira pada sahabatnya tentang keadaan Jesica.


    “Lah kecelakaannya apa sama apa Ra? Kalau Jesica sih katanya hari ini boleh pulang tadi aku dapat kabar dari Rere”, balas Siska menjawab pertanyaan Mira, “kalau kecelakaanya aku tidak sih tahu apa sama apa, tapi kayaknya sih mobil, truk sama sepeda motor kayaknya ya, ya syukur deh kalau sudah boleh pulang kerumah bertanda sudah sembuh”, balas Mira yang merasa lega mendengar perkembangan kondisi Jesica.


“Kalau mobil, truk dan sepeda motor berarti kecelakaannya sangat mengerikan dan juga menakutkan, terus kamu pulang kapan Ra?”, tanya Siska pada Mira, “ya menakutkan lah apalagi banyak yang di jalan – jalan jadi menambah kemacetan, aku pulangnya besok pagi dari sini”, jawab Mira.


    “Jadi kamu tidak bisa ikut jemput Jesica pulang donk, ya kalau besok pulang hati – hati di jalan lho, ingat tetap harus fokus di jalan kamu jangan sampai melamun apa lagi memikirkan hal lain yang bisa mengganggu konsentrasi mu!”, kata Siska yang mengingatkan Mira karena kerap kali kehilangan fokus jika terlalu banyak pikiran.


“Ahh tidak soalnya pasti sudah ada yang jemput dari keluarganya, maka dari itu aku tidak ikut jemput, iya kalau itu pasti aku tidak akan ngalamun apa lagi memikirkan yang lain”, jawab Mira mengiyakan anjuran sahabatnya itu, “iya sih ya biar ada yang mewakili dari sahabatnya saja jadi aku, Rere dan Rani ikut jemput dan biar rame saja tapi sayangnya kamu nggak bisa”, jawab Siska, “walah begitu toh, ya nggak apa – apa titip salam saja untuk Jesica dan keluarganya”, jawab Mira.


    Saat sedang berbalas pesan dengan Siska, tiba – tiba Ridwan membalas pesannya juga, “aku baru saja selesai nyuci motor nihi, aku masuk siang Ra, kamu gimana tidurnya nyenyak tidak? Terus kapan pulangnya?”, balas Ridwan dengan pertanyaan yang beruntun, “aku tidurnya nyenyak kok kalau kamu sendiri gimana? Aku pulang besok pagi dari sini, kenapa nanya memangnya kamu mau jemput? Hehehe...”, jawab Mira berkelakar.


“Aku tidurnya juga nyenyak apalagi mimpiin kamu, hehehehehe... ya kalau kamu bolehin sih aku pasti mau jemput kamu hehehehehe...”, jawab Ridwan menimpali kelakar Mira.


    “Lah kamu tidak sarapan sama pacarmu Sis?”, tanya Mira pada Siska melalui pesan sembari menunggu balasan dari Ridwan, saat mengirim pesan ke Siska selesai Ridwan pun membalas pesan, “ahh masak sih kamu mimpiin aku Wan? Hayo mimpiin aku gimana coba? Ya boleh saja sebenarnya, tapi kan kasian kamu jauh – jauh kesini cuma buat jemput aku jadi besok aku pulang sendiri saja, jadi kapan – kapan saja kamu aku ajak kesini”, balas Mira pada Ridwan.


    Selesai Mira membalas pesan dari Ridwan, gantian Mira membuka pesan dari Siska, “aku tadi sudah sarapan sama pacar aku kok, sekarang lagi nyatai saja di rumah”, balasan dari Siska, “wahh enak dong bisa sarapan bareng sama pacarnya”, jawab Mira seakan iri, “ya makanya cepat – cepat punya pacar dong, biar bisa double death gitu, biar kamu tidak kesepian juga di kost hehehehehe”, jawab Siska mulai meledek Mira.


“Ya makanya doain biar cepat dapat pacar dong bestiku”, jawab Mira menanggapi Siska, “kalau itu pasti aku doain bestiku tenang saja”, balas Siska, “iya benaran aku itu mimpin kamu ya tadi malam, mimpiin kalau kita jadian lho hehehehe... Beneran besok aku di ajak kerumah kamu? Kalau iya aku mau banget”, balas Ridwan bersamaan masuk dengan balasan dari Siska.


    “Ahh masak mimpi kita jadian sih, kalau benaran gimana coba? Iya beneran aku ajak kamu kerumahku besok”, balas Mira pada pesan Ridwan, “ya sudah, aku mau mandi dulu biar nanti berangkat kerjanya juga tidak buru – buru, ok bestiku!!”, kata Siska dalam pesannya.


“Ya kalau jadian benaran aku malah seneng bangetlah apalagi sama kamu hihihihihi”, balas Ridwan sembari tertawa, “hmmmm...memangnya kamu beneran ada rasa sama aku Wan? Kalau memang ada kok bisa kamu suka sama aku dari apanya?”, tanya Mira yang sedikit ragu dengan perkataan Ridwan.


Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...

__ADS_1


__ADS_2