Kisah Kehidupan Mira Si Cantik

Kisah Kehidupan Mira Si Cantik
Bab 16 | Sarapan Bersama - Sama


__ADS_3

“Iya betah dan nyaman banget rumahnya Ra,, apalagi masih banyak pohon juga”, jawab Ridwan yang merasa sangat nyaman berada di rumah bu Sari, bu Sari sedang menyiapkan piring diatas meja makan, Mira yang melihat bu Sari menyiapkan piring sendirian bergegas berlari menuju dapur untuk membantu bu Sari bawa piring dan beberapa gelas juga. “Bu sini Mira bantu bawain agar ibu tidak kerepotan”, kata Mira yang mengambil piring dan beberapa gelas yang dibawa bu Sari, “iya makasih Ra”, jawab bu Sari, Mira yang membawa beberapa gelas yang masih kosong untuk di isi dengan teh manis hangat.


  Ridwan juga ikut membantu menata di ruang makan untuk mereka sarapan bersama, “Mira sini ibu bantu buat tehnya”, kata Bu Sari yang melihat Mira sibuk membuat teh untuk mereka bertiga, “ahh, tidak usah bu, ini juga sudah mau selesai kok, ibu duduk saja bersama Ridwan biar nanti saya yang bawa kemeja makan”, jawab Mira kepada bu Sari.


    Setelah Mira memintanya untuk kembali duduk, bu Sari pun kembali duduk bersama Ridwan di ruang makan, “makasih sudah bawakan ibu sarapan nak Ridwan”, kata bu Sari yang berterima kasih pada Ridwan, “sama - sama bu, soalnya sekalian saya membeli sarapan untuk saya dan membawakan sarapan juga untuk Mira”, jawab Ridwan pada bu Sari.


    Sesudah selesai membuat teh untuk mereka bertiga Mira pun langsung membawa dua cangkir teh menuju ke ruang makan, “ini teh untuk ibu”, kata Mira sambil meletakkan secangkir teh dihadapan bu Sari, “makasih Mira”, jawab bu Sari pada Mira, “dan ini teh buat Ridwan”, kata Mira sembari meletakkan secangkir teh dihadapan Ridwan, “makasih Mira”, jawab Ridwan. “Terus teh buat kamu sendiri mana Ra? Apa kamu tidak di bikin?”, tanya Ridwan, “ya pasti bikin dong, ini aku mau ambil kedapur kok”, jawab Mira sembari melengos menuju dapur, “lah kenapa tadi tidak minta bantu aku bawain sih dari pada kamu bolak – balik”, tanya Ridwan. “Ahhh tidak apa – apa kok Wan”, jawab Mira sembari mengambil teh untuk dirinya sendiri, setelah semuanya sudah di ruang makan dan telah siap semuanya, mereka pun membuka sarapan bersama – sama untuk menikmatinya bersama.


    Mereka menikmati sarapan sembari bercanda tawa di ruang makan, “kok nak Ridwan baik banget sih sama Mira kenapa ya?”, tanya bu Sari kepada Ridwan sambil sedikit menggoda, “Owhh,, kalau itu sih hanya sebagai temen kerja saja, apalagi saya teman dekat Mira jadi sudah seharusnya saya memperhatikan Mira, apalagi Mira disini tidak ada temen dan juga jauh dari orang tuanya, disini cuma ada sahabat – sahabat kerja saja jadi saya ingin menjaganya agar terhindar dari orang – orang yang tidak baik bu”, jelas Ridwan kepada bu Sari. “Ohhh begitu toh”, jawab bu Sari.


    “Tak kirain ada yang spesial gitu hehehehehe”, kata bu Sari sambil tertawa, “tidak kok bu cuma teman yang perhatian saja”, jawab Ridwan. “Kalau ada pun juga tidak apa – apa kok nak, yang terpenting harus bisa menjaga nak Mira”, jawab Bu Sari kepada Ridwan. “Ahhhh,, tidak kok bu cuma teman saja”, balas Ridwan. “Mira apa kamu suka dengan nak Ridwan ini?”, tanya Bu Sari, “kalau itu sih,,,,emmm saya juga belum tahu bu tentang perasaan saya ke Ridwan, soalnya juga kita baru saja ketemu dan juga baru saja kenal apalagi kita juga temen di satu tempat kerja bu”, jawab Mira ragu kepada Bu Sari.

__ADS_1


    “Yaa sudah kalau masalah perasaan yang tahu hanya kalian saja, yang terpenting ibu hanya mengingatkan saja kalau sudah sama – sama saling sayang menyayangi, jangan sampai malu untuk mengungkapkan agar tidak saling menyesal ke belakang nya”, jawab Bu Sari kepada mereka sembari menasehati. “Iyaa bu! Saya akan ingat pesan ibu, pasti kalau itu terjadi saya akan sangat senang bu”, jawab Ridwan memberi kode.


“Senang gimana Wan?”, tanya Mira sambil memicingkan matanya, “yaa senang kalau bisa jadi pacar kamu Ra cekkekcekcekk”, jawab Ridwan sembari tertawa. “Ahh kamu mulai gombal deh, yaa kalau masalah itu biar waktu saja yang jawab”, jawab Mira singkat. Setelah mereka selesai makan, Mira bergegas membereskan meja makan bersama Bu Sari, Ridwan yang melihat itu ingin membantu namun Mira melarangnya. “Ehh, kamu duduk saja tidak usah membantu biar aku saja yang beresin”, jawab Mira meminta Ridwan untuk duduk kembali, “lah kenapa aku nggakq boleh membantumu Ra?”, tanya Ridwan. “Yaa tidak apa – apa Wa, tapi ini kan yang pekerjaan seorang perempuan jadi kamu tunggu aku dan bu Sari selesai saja,kamu duduk saja dulu di teras biar tidak suntuk”, jawab Mira.


    “Oke deh kalau begitu!”, kata Ridwan. Di dapur Mira dan bu Sari mencuci gelas dan piring sembari mengobrol dengan Mira, “Mira kapan kamu mau pulang kerumah?”, tanya Bu Sari pada Mira, “ohh... Kalau itu sih nunggu saya libur minggu ini bu”, jawab Mira, “oalah seperti itu, terus kamu pulang kesananya berapa hari?”, tanya bu Sari. “Ya paling cuma satu hari saja kok bu, karena kasihan kalau ibu sendirian disini walapun masih ada yang ngekost lainnya tapi tetap saja Mira khawatir”, jawab Mira.


    “Besok kalau kamu mau berangkat jangan lupa ya pamitan dulu sama ibu, biar ibu tidak khawatir kalau kamu nggak ulang ke kost Ra”, kata bu Sari mengingatkan Mira untuk berpamitan terlebih dahulu. “Kalau itu sih sudah pasti bu, nggak mungkin kalau Mira nggak pamit dulu dan bikin ibu khawatir”, jawab Mira yang mencoba menenangkan bu Sari. Setelah selesai dengan urusan dapur, mereka pun menghampiri Ridwan yang sedang duduk sendirian di teras rumah Bu Sari, “sudah selesai ya Bu, Ra?”, tanya Ridwan pada bu Sari dan juga Mira, “sudah kok”, jawab mereka bersamaan, “kalau belum, mana mungkin kami kesini Wan gimana sih”, imbuh Mira sedikit bercanda.


    “Ahh,,apa iya baru sarapan bersama satu kali suda seperti keluarga?”, tawab Mira kepada Ridwan sedikit menggoda, “iya Ra, seriusan rasanya itu membuat hati tenang, adem, hangat dan ditambah dengan suasana yang nyaman beeeh kombinasi mood booster deh!!”, jawab Ridwan semangat, “apa lagi kalau seandainya bisa setiap hari begini, huh bahagiannya”, batinnya. “Hhmmmm.... Yaa syukur kalau membuatmu nyaman disini, aku juga senang kalau kamu betah disini wan”, jawab Mira. “Yaa gimana kalau besok – besok waktu nak Ridwan kesini lagi, ibu masakin biar tambah nyaman dan seru juga lebih banyak yang bisa kita obrolkan”, usul Bu Sari, “waaah yang benar Bu?!”, jawab Ridwan antusias. “Iya benar kok! Itu pun kalau nak Ridwan mau ibu masakkan”, jawab bu Sari. “Kamu belum tahu ya wan?”, tanya Mira, “tahu apa Ra? Yang pasti belum tahu kan belum di kasih tahu”, jawab Ridwan.


“Jangan bikin aku penasaran dong,, memangnya apa yang belum tahu Ra?”, tanya Ridwan pada Mira penasaran karena Mira tidak lekas memberitahunya. 

__ADS_1


    “Ahhh, itu lho masakan Bu Sari tug weeenakkkeee polll!!”, jawab Mira ke Ridwan, “Masak iya Bu?”, tanya Ridwan pada bu Sari, “ahhh, itu sih nak Mira saja yang berlebihan menilai masakan ibu, perasaan ibu sih masakan ibu biasa saja seperti masakan rumahan biasa”, jawab bu Sari merendah. “Dah nanti kamu cobain sendiri aja deh Wan, nanti kasih pendapatmu setuju atau tidak dengan kataku tadi”, timpal Mira, “ok deh Bu, besok kalau mau kesini saya kasih kabar ke Mira dulu, biar bisa di masakin sama ibu dan saya tahu rasa masakan ibu, waaah jadi tidak sabar hehehehe”, jawab Ridwan dengan sumringah tahu akan di masak kan ibu kost yang baik hati itu.


Mira dan Ridwan pun langsung pamitan kepada Bu Sari, Mira diminta oleh Bu Sari untuk mengantarkan Ridwan ke depan. 


    Mereka berjalan bersama ke depan menuju parkiran untuk mengambil motor Ridwan, dalam perjalanan Ridwan tanya kepada Mira, “Ra beneran kamu belum ada rasa apa – apa denganku?”, tanya Ridwan kepo, “rasa apa ya Wan?!”, jawab Mira yang bingung karena Ridwan tiba – tiba bertanya mengenai itu pada Mira. Sebenarnya Mira dalam hatinya sudah mengetahui apa yang dimaksud Ridwan dalam pertanyaannya itu, tapi Mira hanya pura – pura tidak memahaminya dengan polosnya. “Ahhh kamu ini masak tidak tahu sih, apa yang maksud aku Ra”, kata Ridwan. “Iyaa benaran Wan, aku nggak tahu apa maksudmu, memangnya rasa apa Wan?”, jawab Mira, “yaa sudahlah Ra, lupain saja biar nanti waktu saja yang menjawab semua itu, sekarang kita nikmati saja pertemanan kita ini”, jawab Ridwan memutuskan.


    Setelah sampai didepan kost Mira, Ridwan segera mengambil helmnya yang berada di teras kamar kost Mira, tidak lupa juga dia mengambil kunci motornya di saku celananya, setelah itu dia berpamitan dengan Mira sembari memakai helemnya. “Ra aku pulang dulu”, kata Ridwan berpamitan sembari menaiki motornya, “iya hati – hati di jalan, ingat jangan ngebut – ngebut naik motornya”, jawab Mira pada Ridwan dan mengingatkan.


    “Iyaa nggak akan ngebut – ngebut kok tenang saja, kamu jangan lupa selesai kerjaan rumah kamu”, jawab Ridwan mengingatkan apa yang tadi sedang dilakukan Mira agar menyelesaikannya. “Kalau itu sih pasti! Kan tanggung jawabku jadi harus diselesaikan”, jawab Mira. “Dahh pokoknya hati – hati, kalau dah sampai jangan lupa ngabari”, imbuh Mira sambil belambaikan tangannya ke Ridwan, “aku pulang dulu, iyaa dahhh dahhh”, kata Ridwan sambil balas lambaian tangan dari Mira. Setelah Ridwan pulang Mira pun langsung melanjutkan perekjaannya yang tadi tertunda karena kedatangan Ridwan. Sambil melihat ponselnya ada pesan atau tidak yang masuk ke ponselnya, setelah dilihat ternyata tidak ada, Mira melihat jam di ponselnya ternyata sudah menunjukkan pukul 7.20 WIB. “Ya sudah aku selesain ini dululah, setelah selesai baru aku mandi agat lebih segar badan”, batin Mira.


    Setelah beberapa menit Mira membereskan kamarnya, “akhirnya selesai juga, sekarang tinggal mandi aja deh”, gumam Mira yang bergegas mengambil pakaian ganti dan juga handuk lalu pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...


__ADS_2