
Akhirnya selesai juga yang bersih – bersih, Mira menarik nafas dalam dan mengeluarkannya “leganya sudah beres semua sekarang tinggal mandi saja, tapi bentar dulu deh masih capek dan gerah aku istirahat bentaran biar keringatnya hilang dulu”, gumam Mira yang baru selesai beberes dan menyapu kamar kostnya sendiri. Dia istirahat sejenak untuk menghilangkan gerah sebelum beranjak mandi, Mira pun duduk dan mengambil ponselnya untuk melihat youtube, saat tengah memainkan ponselnya tiba – tiba ada pesan masuk yang muncul di layar ponselnya. Karena Mira sedang memainkan ponsel, dia bisa langsung melihat siapa yang mengirimkan pesan itu dan saat melihat pesan masuk itu dia terkejut karena yang mengirimnya adalah mantan kekasihnya Satria.
Saat Mira mengetahui itu dia sangat takut untuk membuka pesan itu karena Mira tahu bahwa isinya pastilah ancaman untuknya seperti pesan – pesan yang dia kirimkan sebelumnya, “giman nih, aku takut membuka pesan darinya tapi kalau tidak aku buka, aku juga tidak tahu apa isi pesannya”, pikir Mira yang kebingungan apa yang harus dia lakukan saat ini. Dengan hati yang tidak karuan Mira memberanikan diri buat membuka isi pesan yang dikirimkan oleh Satria itu, Mira membuka pesan dengan pelan – pelan dan ternyata isi pesannya itu adalah mantan Mira mengajak Mira untuk pergi ke suatu tempat.
Mira diam dan memikirkan apa jawaban yang akan dia berikan pada mantannya itu, “apa aku temui saja dia? Atau tidak?”, tanya pada diri sendiri. “Kalau aku temui dia,aku takut kalau di apa – apain sama Satria, tapi disisi lain aku juga bisa memintanya untuk jangan mengganggu ku lagi, hemmmm apa aku mengajak sahabatku ya agar aku tidak menemuinya sendiri dan akan lebih aman untukku”,pikirnya lagi yang masih bingung apa yang akan dia lakukan. “Tapi kalau aku mengajak sahabatku, aku belum sempat menceritakan masalah ini pada mereka takutnya nanti terjadi ke salah pahaman terhadapku”, pikirnya lagi.
“Ya Tuhan berikanlah aku petunjukMu dalam menghadau masalah ini, aku tidak tahu harus menemuinya ataukah tidak? Aku sangat bingung ya Tuhan....”, gumamnya berdoa, Mira masih belum mau membalas isi pesan dari Satria karena dia belum memutuskan akan menemuinya ataukah tidak, dan untuk menyetujui ajakannya untuk pergi dengan dia. “Aku hanya tidak ingin hal yang dulu terulang kembali pada ku, aku cuma ingin menjalani hidup yang tenang dan bahagia seperti saat ini, tapi kenapa dia muncul lagi saat aku sudah mampu menjalani kehidupan yang ku jalani saat ini!”, batin Mira dengan penuh amarah karena kehidupan yang dia bangun dengan susah payah diganggu dengan kemunculan mantannya itu.
“Semoga saja dia tidak sampai kesini biar hari – hariku terasa nyaman dan tentram”, gumam Mira berharap. Mira diam sejenak memikirkan dari Satria tadi dan mempertimbangkan untuk bertemu dengan Satria, saat memikirkan tentang dia ingin mengajak aku kesuatu tempat itu kira – kira dimana ya? Dan apa yang diinginkan Satria mengajakku ketemu?”, batin Mira bertanya – tanya.
“Apa aku balas saja pesan Satria tadi ya?”, batinnya bertanya sendiri. Beberapa menit Mira kebingungan akan membalas atau tidak , “dibalas saja kan tidak apa – apa, kalau tidak dibalas bagaimana kamu tahu apa dan dimana dia mengajakmu pergi serta alasannya Ra”, kata hati kecil Mira. Lalu Mira akhirnya membalas pesan dari Satria tersebut, “iya besok saat aku sudah pulang aku akan mengabari kamu”, balas Mira.
__ADS_1
“Oh ya, memangnya kamu mau mengajakku kemana ya? Kalau boleh tahu”, tanya Mira, sambil menunggu balasan pesan yang dikirimkannya pada Satria, Mira duduk di teras depan kost. Beberapa menit kemudian Satria membalas pesan Mira dan Mira langsung membuka isi pesan dari Satria itu, “aku akan mengajak kamu ke suatu tempat yang bakalan membuatmu kamu terkejut”, isi balasan Satria pada Mira.
“Ya tempat itu dimana?”, balas Mira lagi, “ya pokoknya besok pasti kamu tahu sendiri kok”, balasan pesan dari Satria ke Mira. “Kenapa kamu tidak bicara sekarang saja?!”, tanya Mira sedikit kesal, “ya kalau aku bicara sekarang jadi tidak kejutan lagi buat kamu”, balas Satria. “Tapi kamu tidak akan melakukan yang macam – macam terhadap aku kan?”, tanya Mira, “tidak kok, kamu tenang saja Ra, aku tidak akan berbuat macam – macam ke kamu”, balas Satria.
“Yaa sudah, kalau memang kamu benar tidak akan melakukan hal yang macam – macam terhadap aku besok kalau aku sudah pulang akan mengabarui kamu”, balas Mira memberi kepastian. “Ok kalau gitu aku akan menunggu kabar kepulangab kamu”, balas Satria. “Ya semoga saja Satria benar – benar tidak melakukan hal yang macam – macam pada aku nanti saat bertemu, awas saja kalau sampai dia berani macam – macam denganku di sana nanti!!”, bantuin Mira.
Saat ingin kembali masuk kedalam kamar kost nya, ada seseorang wanita yang bertanya pada Mira, “permisi mbak, apa benar disini menerima kost untuk wanita?”, tanya wanita itu kepada Mira. “Iyaa mbak benar sekali , apa mbak sedang mencari tempat kost?”, tanya Mira, “iya mbak soalnya saya baru saja diterima kerja dan tempatnya di dekat sini, makanya tadi sambil jalan – jalan saya mencari tempat kost dan akhirnya saya melihat dari jalan ada tulisan didepan maka saya langsung kesini”, jelas wanita itu.
“Ohhh iya nama mbak siapa ya?”, tanya Mira pada wanita itu, “oh perkenalkan nama saya Fina mbak, kalau mbak sendiri namanya siapa?”, jawab Fina ke Mira. “Kalau saya Mira, salam kenal ya Fina”, jawab Mira. “Iya mbak, salam kenal juga”, jawab Fina, disaat berjalan dan saling berkenalan tanpa terasa sudah sampai di depan rumah Bu Sari, Mira pun langsung mengetuk pintu rumahbu Sari, tokk.. tokk.. tokk..... Beberapa saat kemudian pintu dibuka oleh Bu Sari.
“Owhhh Mira, ada apa Ra?”, tanya Bu Sari kepada Mira, “ini bu ada yang ingin ngekost disini bu”, jawab Mira. “Oh ya, lalu orangnya ada dimana?”, tanya bu Sari, “itu bu aadadibelakang saya”, jawab Mira kepada Bu Sari. “Ohhhh itu orangnya, sini nak”, jawab bu Sari sambil memanggil wanita yang ada di belakang Mira, “iya saya bu?”, tanya wanita itu pada bu Sari. “Ya iya dong, memangnya siapa lagi yang disini, kan cuma ada kamu”, jawab Bu Sari padanya sedikit berkelakar. “Katanya kamu mau ngekost disini?”, tanya Bu Sari pada wanita itu. “Iya Bu! Kalau boleh tahu 1 bulannya berapa ya bu?”, tanya Fina ke pemilik kost. “Murah saja kok nak, tidak mahal – mahal juga, yang kamar mandi dalam cuma Lima Ratus Rupiah saja”, jawab bu Sari, “wahhh, kalau begitu saya mau Bu”, jawab Fina.
__ADS_1
“Ya sudah, Ayo ikut ibu lihat – lihat kamarnya”, ajak bu Sari pada Fina, tidak lupa Bu Sari pun mengajak Mira juga buat ikut bersamanya, “sini Ra ikut temenin ibu juga”, jawab Bu Sari.
Sembari berjalan menuju kamar kost Bu Sari menanyakan beberapa pertanyaan pada wanita tersebut, “oh iya nak, nama kamu siapa ya?”, tanya Bu Sari, “perkenalkan nama saya Fina bu”, jawab Fina pada bu Sari.
“Ooh namanya bagus, salam kenal ya nak Fina”, jawab bu Sari, “kalau nama saya Sari tapi biasanya yang ngekost disini memanggil saya Bu Sari gitu, jadi nak Fina panggil saja Bu Sari”, jawab bu Sari. “baik Bu Sari!”, jawab Fina. Karena berjalan sambil berbincang – bincang tanpa terasa sudah sampai di depan kamar kost yang dimaksud, “ini mbak Fina kamarnya, silahkan kalau mau lihat – lihat isi di dalam bisa langsung saja masuk”, kata bu Sari. “Baik Bu! Permisi saya masuk dulu”, jawab Fina, “ayo Ra ikutan masuk juga”, ajak bu Sari, “Mira disini saja Bu”, jawab Mira yang memilih untuk menunggu dan duduk diluar kamar, “iya Ra tunggu disitu dulu juga tidak apa – apa, ibu masuk dulu menemani mbak Fina”, jawab bu Sari sembari masuk kedalam kamar kost.
Mira menunggu bu Sari dan Fina yang sedang melihat kamar kost dengan mendengarkan musik dari ponselnya, selang beberapa menit kemudian mereka sudah selesai melihat – lihat kamar kostnya dan Fina ternyata telah sepakat untuk mengambil kamar ditempat kostnya. Mira yang mengetahui itu sangat senang, karena tambah teman lagi yang dapat menjadi teman yang baik semoga. Mira langsung menghampiri mereka berdua untuk bertanya sama Fina, “gimana Fin kamu ambil tempatnya apa tidak?”, tanya Mira ke Fina.
“Sudah kok, terus saya ambil soal tempatnya enak dan nyaman untuk di tinggalin”, jawab Fina, “berarti kita jadi teman dong, “waaah asik jadi nambah teman baru lagi, satu tempat kost juga”, ujar Mira. “Makasih Ra, sudah mau menjadi teman aku”, jawab Fina, “iya sama – sama, malah enak tambah ramai jadi tidak terlalu sepi, benar kan bu Sari?”, tanya Mira, “betul.. betul.. “, jawab Bu Sari ke Mira. Lalu Bu Sari memberikan kunci kamar kepada Fina, “ya sudah, selamat istirahat nak Fina, ibu mau masuk kerumah dulu ya”, jawab Bu Sari meninggalkan mereka berdua.
Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...
__ADS_1