Kisah Kehidupan Mira Si Cantik

Kisah Kehidupan Mira Si Cantik
Bab 2 | Pesan Kedua Orang Tua Kepada Mira


__ADS_3

"**Gimana Mbak Mira suka dengan kamar dan tempatnya?"\_ tanya bu Sari setelah mereka mendekatinya, "hemmm gimana ya bu....sepertinya saya suka banget Bu dengan kamarnya karena bersih dan nyaman buat ditempati", jawab Mira yang sangat senang dengan kamar kostnya setelah itu Mira memberikan uang untuk membayar kamar kost tersebut untuk bulan ini kepada Bu Sari pemilik kosannya**.


“ini ya Mbak Mira kunci kostnya semoga Mbak Mira betah tinggal di sini ya”, ujar bu Sari sembari memberikan kunci kamarnya pada Mira. “Ohhh iya Bu, terima kasih”, jawab Mira, “saya pasti betah kok soal tempatnya nyaman untuk istirahat setelah pulang kerja”, imbuhnya. “Terima kasih kepada Mbak Siska sudah bawa temannya buat tinggal dikostnya Ibu”, kata bu Sari pada Siska, “iya bu sama-sama”, jawab Siska. Setelah menyelesaikan urusan tempat tinggal untuk Mira kemudian Siska berpamitan pada sahabatnya Mira dan pemilik kost untuk pulang kerumahnya.


**Setelah Siska pergi, Mira pun berpamitan dengan pemilik kost untuk pulang dan mengambil baju dan perlengkapan lainnya, “bu, saya pamit pulang dulu, besok saya kembali dengan membawa perlengkapan yang saya butuhkan disini”, kata Mira berpamitan pada bu Sari. “Iya nak, hati-hati di jalan dan jangan ngebut-ngebut ya”, jawab bu Sari sembari menasehati Mira. “iya siapp Bu Sari saya akan berhati-hati di jalan kok, makasih Bu”, jawab Mira kembali. “Iya sama-sama Mbak Mira”, jawab bu Sari**.


Setelah selesai berpamitan Mira pun langsung mengambil motor dan tancap gas untuk pulang kerumahnya yang jauh dari tempat kostnya untuk menngemas barang - barang yang perlu Mira bawa untuk ketempat kost nya esok hari. Karena rumah Mira memiliki jarak yang cukup jauh, dari tempat kost Mira hingga sampai rumahnya menempuh kurang lebih 3 jam perjalanan. sesampainya dirumah Mira pun istirahat terlebih dahulu sembari mengambil minum karena perjalan cukup melelahkan karena jarak yang cukup jauh.


**Ibu Mira bernama Bu Hartanti mengetahui anaknya telah sampai dirumah, ia pun menghampiri putrinya yang manis dan cantik itu. “Baru sampai nak, gimana dengan pekerjaanmu disana? Lancar?”, tanya Ibunya sembari mengusap kepala putrinya, “baik kok mah, teman – teman Mira disana juga baik - baik semua, apalagi teman Mira yang namanya Siska Mah, dia sangat baik sampai mau menemani Mira mencarikan kost untukku disana”, jawab Mira antusias**.



**Melihat wajah putrinya yang berseri menceritakan mengenai pekerjaan dan teman – temannya bu Hartanti pun ikut senang lihatnya. “Ya syukurlah kalau begitu, tapi pesennya Mamah jaga diri disana ya Nak, kalau ada apa - apa langsung kabari Mamah atau Papah agar kami tidak khawatir”, ujar bu Hartanti menasehati putrinya itu. “iya mah, Mira pasti bisa jaga diri kok dan jika ada masalah atau apapun bakal ngasih tahu mamah atau papah”, jawab Mira menenangkan ibunya, “Mira janji nggak bakal mempermalukan keluarga dan selalu memberi kabar mamah dan papah”, imbuhnya, dengan tingkah polahnya yang lucu membuat Mamahnya tertawa geli..... “ahh anak Mamah ini sekarang sudah bisa bikin Mamah ketawa ya”, kata Mira. Mira senyum puas melihat Mamahnya dapat tertawa sehingga dia pun merasa senang, sebenarnya keluarga Mira itu tergolong keluarga yang berkecukupan walau bukan keluarga yang dipenuhi kemewahan namun jika hanya sandang, pangan dan papan masih sangat cukup**.


__ADS_1


**Yang dapat dikatakan mewah adalah keluarga mereka itu sangat harmonis dan komunikasi antara anggota keluarganya sangat baik, menerima apa adanya dan suka menolong walapun dalam kesulitan. Tapi Mira senang dan bangga dengan keluarganya yang selalu bahagia dan selalu bersyukur dalam setiap hal apapun. Sebenarnya Mira berat meninggalkan Mamah, Papah dan adiknya yang masih sekolah, namun demi membantu orang tuanya membiayai sekolah adiknya Mira pun mau bekerja diluar kota dan meninggalkan untuk sementara selain itu dalam hati Mira telah berjanji akan membahagiakan kedua orang tuanya**.



**Selesai mandi Mira dipanggil oleh mamahnya, “Mira... Mira... Ayo makan bersama sudah di tunggu sama Papah dan adikmu ini”, kata mamahnya sedikit berteriak ringan memanggil Mira. “iya Mah bentar lagi Mira kesitu”, jawab Mira. Mira bergegas menghampiri keluarganya yang telah menunggu dimeja makan yang telah disiapkan mamahnya, sesampainya di ruang makan Mira kaget lihat hidangan yang di atas meja begitu banyak dan tidak seperti biasa**.



“**Mah kok makanannya banyak banget sih, ini kan bukan hari ulang tahun aku Mah”, tanya Mira. “Iya memang benar ini bukan hari ulang tahun kamu nak, tapi buat merayakan kamu yang sudah mendapat kerja dan dapat teman baru yang baik dan kepulanganmu hari ini”, jawab mamahnya. “Lagipula mulai besok kan tidak bisa makan malam bersama, soalnya kamu kan tinggal di kost”, imbuhnya lirih. Mira nangis melihat dan mendengar ibunya mengatakan itu dengan lirih, serta kepedulian orang tua kepada dirinya, “terima kasih pah, mah,dan adek atas perhatian kalian ini”, kata Mira yang mengusap air matanya, “dan sudah membesarkan Mira sampai saat ini”, imbuhnya**.




**Setelah selesai makan malam, sekarang Mira tinggal menyiapkan semua baju dan perlengkapan lainnya yang akan dibawa ketempat kost nya, baju – baju dan perlengkapan serta peralatan yang telah dipilih dimasukkan kedalam tasnya dan dirapihkan agar lebih mudah untuk dibawa keesokan harinya. Pagi – pagi sekali Mira sudah bangun untuk bersiap berangkat kerja karena Mira masuk shift pagi dan juga harus mampir ke tempat kost untuk menaruh barang – barang yang telah dipersiapkan semalam, agar tidak telat untuk masuk kerja, setelah semua persiapan beres dan siap untuk berangkat Mira berpamitan kepada kedua orang tua untuk berangkat tidak lupa meminta doa dari orang tuanya**.

__ADS_1


“Mah Pah Mira berangkat dulu ya, doain Mira sampai ditempat tujuan dengan selamat”, ucap Mira berpamitan pada orang tuanya, “iya nak, kami selalu mendoakanmu tanpa diminta”, jawab orang tua Mira. Kedua orang tua melihat anaknya yang akan berangkat dengan sedih, “hati - hati dijalan ya anakku, jangan ngebut – ngebut ya pelan saja asal selamat”, jawab papah nya menasehati Mira, “iya Mah Pah, Mira akan berhati – hati dan akan sering memberi kabar”, jawab Mira sembari memeluk kedua orang tuanya bergantian.


**Setelah selesai berpamitan dengan kecepatan standar Mira berangkat menuju ketempat kostnya terlebih dahulu untuk meletakkan barang bawaannya, setelah sampai di tempat kost yang akan ditempatinya Mira memakirkan kendaraan Mira dan mengambil kunci kamar untuk buka pintu kamarnya, saat akan masuk kamar Mira kaget karena pemilik kost memanggil Mira. “Selamat pagi Mbak Mira!”, ucap bu Sari, karena kaget Mira yang latahpun terlatah, “eehhhh copot...copot...”, ucap Mira latah, “ahh, bu Sari toh dibelakang Mira, iya bu selamat pagi, Aahh bu Sari ini ngagetin Mira saja, hampir saja jantung Mira seperti mau copot Bu”, kata Mira yang terkaget karena bu Sari yang tiba – tiba dibelakangnya sambil memanggil. “Oohhhh maafkan Ibu sudah buat Mbak Mira kaget ya?!”, jawab bu Sari yang tidak enak membuat Mira terkejut, “iya tidak apa-apa kok Bu, Eehhh iya Bu jangan panggil Mbak dong panggil saja Mira biar lebih akrab gitu”, jawab Mira, “ohh iya mbak eh Mira”, jawab bu Sari**.



“**Pasti capek ya Mira, baru sampai setelah perjalanan jauh kalau iya buat istirahat dulu biar capeknya hilang agar tidak terlalu capek waktu dikerjaan”, kata bu Sari. “Iya Bu, ini saya mau rebahan bentar setelah memasukkan baju pakai ke lemari”, jawab Mira, “Ya sudah ya Ibu, Mira tinggal dulu untuk merapikan baju dan perlengkapan Mira dulu”, imbuhnya. “Iya nak, kalau Mira butuh bantuan panggil Ibu saja”, jawab bu Sari sembari berjalan menuju rumahnya, “iya bu”, jawab Mira pada Bu Sari**.


Setelah selesai masukan baju - bajunya kedalam lemari dengan rapi dan beristirahat sebentar Mira pun bangun untuk bersiap berangkat, “Ahhh siap - siap dulu buat berangkat dulu deh kalau keterusan malah nanti ketiduran”, kata Mira sembari bangun dari tempat tidurnya. Karena kost dengan tempatnya bekerjanya tidak terlalu jauh jadinya aku tidak keburu – buru untuk bersiap – siap dan juga mengendarai motornya, setelah bersiap Mira langsung mengambil kunci motornya yang diletakkan diatas meja dan tidak lupa buat mengunci kamar kostnya sebelum berangkat.


**Setelah mengunci pintu kamarnya, Mira bergegas menuju parkiran dan menaiki motornya untuk berangkat bekerja, setelah beberapa menit berkendara sampailah Mira ke pabrik tempatnya bekerja, ia langsung menuju tempat parkir karyawan didalam area pabrik dan sesampai di pakiran tempat kerja, “Pagi Ra”, sapa Siska yang telah sampai terlebih dahulu, “pagi juga Sis”, jawab Mira sambil tersenyum “gimana tadi perjalannya dari rumah kamu sampai tempat kost? Lancar kan?”, tanya Siska kepada bestinya**.



“**Pastilah lancar dong, kan pengen cepat - cepat buat ketemu sahabatku”, jawab Mira semangat. “Ketemu aku apa mau ketemu si....sii...siii ehem...ehem...”, jawab Siska sedikit menggoda Mira, “si?..sii....sii apa yang kamu maksud yang jelas dong kalau ngimong Sis, biar aku paham apa yang kamu bicarakan”, jawab Mira. “Ya siapa lagi kalau bukan si ganteng Ridwan itu Ra”, jawab Siska gemas, “enggaklah kan aku pengen ketemunya sama kamu Sis”, jawab Mira singkat. Kemudian Mira dengan muka cemberut meninggalkan sahabatnya sambil jalan menuju ketempat absen kerja, “eh...eh...tunggu aku dong besti kok aku malah ditinggalin begitu”, ujar Siska setengah berlari**

__ADS_1


“Idiiih mukanya kok cemberut begitu, kenapa? marah ya sama aku?, jangan marah gitu dong, aku kan Cuma becanda bestie, senyumlah bestiku yang cantik dan baik hati”, bujuk Siska.


Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...


__ADS_2