
Saat Siska dan sahabat – sahabatnya masuk, Ridwan ingin mengajak Mira untuk makan bersama, “aku hari ini kayaknya nggak bisa deh Wan, soalnya aku mau pulang ke rumah, besok kan aku libur jadi aku mau pulang dulu”, jawab Mira, “kok tidak besok pagi saja sih, kan jalan malam lebih berbahaya Ra”, jawab Ridwan yang merasa kaget sekaligus cemas karena Mira ingin pulang malam ini, “Iya Wan, aku juga tahu kalau perjalanan malam itu bahaya, tapi kalau pagi aku pasti capek nanti sampai sana malah kurang istirahat”, jawab Mira.
“Kamu yakin Ra, setelah pulang kerja kamu mau pulang kerumah?”, tanya Ridwan meyakinkan, “iya Wan, aku yakin kok, doain saja aku tidak kenapa – kenapa di jalan ya dan terus kita makannya hari selasa saja”, jawab Mira membuat janji pada Ridwan. “Ya ok deh kalau kamu yakin Ra!! Aku tunggu lho besok selasa”, jawab Ridwan mengalah.
“Yukk masuk, dah waktunya kerja lagi karena ini juga bentar lagi jam istirahatnya selesai”, kata Mira mengajak Ridwan untuk masuk ke kerja lagi, mereka jalan bersama banyak temen – teman Ridwan yang melihat terus memperhatikan Ridwan dan Mira yang berjalan bersama. Setelah sampai mereka berdua berpisah karena mmemang mereka ditempat produksi yang berbeda. Para sahabatnya sudah menunggu Mira yang lama tidak kujung masuk, “lah kenapa?”, tanya Mira pada sahabatnya yang sedari tadi terus memperhatikannya. “Ra, Ridwan mengajak kamu kencan ya?”, tanya Siska penasaran, “iya”, jawab Mira singkat, “tapi sayangnya aku tidak bisa karena aku besok kan libur, jadi aku ingin pulang kerumah banyak yang harus aku kerjaan besok”, imbuhnya. “Haaa, kok banyak yang harus kamu kerjakan, memangnya ada apa?”, tanya Rani yang ikut penasaran, “tidak apa – apa Ran”, jawab Mira sungkan untuk memberitahukan, “ahh tidak mungkin kalau tidak terjadi apa – apa”, jawab Rani menyelidik.
“Cerita saja sama kita, kan kita juga sudah seperti saudara sendiri kalau ada apa – apa jangan sungkan buat cerita gitu lho Ra”, bujuk Rere. “Kita pasti siap untuk mendengar cerita kamu, aku tahu pasti masalah keluarga kan Ra”, tebak Siska, Mira tidak menjawab pertanyaan Rani dan hanya menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa jawabannya benar saat Siska menebaknya, “memangnya kenapa dengan keluarga kamu Ra?”, tanya Rere.
“Kata dokter papaku terkena penyakit paru – paru, karena itu aku mau pulang untuk melihat kondisi papaku”, jawab Mira lesu, “jadi setelah pulang kerja ini, aku langsung pulang kerumah”, imbuhnya, “beneran kamu mau pulang setelah pulang kerja? Kan jaraknya jauh Ra apalagi kamu pasti capek”, jawab Siska sedikit mereka cemas pada Mira. “Secapek – capeknya aku, aku tetap harus kesana karena aku sudah janji dengan mamaku kalau aku libur akan pulang”, jawab Mira, “ya sudah, kamu jangan sedih gitu, kamu harus kuat”, jawab Siska menyemangati. “Aku sih sebenernya pengen ikut, tapi kan kita tidak bisa ambil liburnya bersamaan”, kata Rani menyayangkan, “ya mau bagaimana lagi, kita cuma bisa mendoakan agar kamu sampai tempat tujuan dengan selamat dan mendoakan yang terbaik untuk papa kamu Ra”, imbuhnya. “Ridwan sudah tahu ini juga Ra?”, tanya Siska, “iya sudah tahu, tadi aku juga sudah bilang sama dia kok”, jawab Mira.
“Ya bagus kalau sudah tahu biar kita tidak perlu memberitahukannya lagi, tapi benar lho kamu harus hati - hati pulangnya jangan ngebut – ngebut diperjalanan pulangnya, pelan – pelan tapi cepat yang penting fokus agar bisa sampai tujuan dengan selamat”, kata Siska mengingatkan sahabatnya yang kerap kali terbawa perasaan dan tidak fokus berkendara. “Salam untuk orang tua kamu ya, yukk kita lanjutin lagi kerjanya nanti malah kita kena marah sama penanggungjawab”, jawab Rere.
***
__ADS_1
Tanpa terasa waktu untuk pulang sudah tiba, Mira dan sahabatnya tidak lupa untuk mengambil barang di loker masing – masing dan merapikannya, setelah selesai merapikan barang serta memastikan tidak ada yang tertinggal mereka menuju ke tempat absen untuk absensi pulang dan saat menuju kesana Mira berpapasan sama seseorang. Mira merasa tidak asing dengan wajah tersebut, disaat Mira menoleh dan ingin mencarinya, orang tersebut sudah tidak terlihat lagi, “kamu kenapa Ra?”, tanya Siska yang heran melihat Mira celingukan seakan mencari sesuatu, “ahh tidak, tadi sepertinya aku melihat seorang lelaki yang aku rasa kenal dan tidak asing wajahnya dan saat aku cari lagi ternyata sudah tidak ada”, jawab Mira pada Siska.
Kamu salah lihat kali Ra atau lagi halu jadi memikirkan hal yang tidak – tidak”, jawab Siska yang seakan tidak percaya, “aku tidak halu kok tapi ini beneran Sis”, jawab Mira mencoba meyakinkan Siska akan apa yang dia lihat, “ya sudah, besok kan juga bisa ketemu lagi”, jawab Siska, “yang penting kita absen dulu biar tidak antri”, imbuhnya. “Ok deh yuk!!”, jawab Mira setuju.
Selesai absen Mira langsung berpamitan dengan sahabat – sahabatnya, “iya hati – hati pulangnya ya Ra, kalau sudah sampai jangan lupa kita di kabarin”, jawab Rani, “iya kalau itu pasti aku kabarin”, jawab Mira. Mira langsung menuju tempat pakir untuk mengambil sepeda motornya, sesampainya ditempat parkir ternyata motornya sudah di siapkan oleh Ridwan, “kamu yang ngelakuin ini Wan”, tanya Mira sedikit cemberut, “jangan marah gitu dong, nanti cantiknya hilang lho”, rayu Ridwan agar Mira tidak cemberut lagi, “makasih banyak ya Wan, sudah menyiapkan motornya”, jawab Mira malu – malu.
“Sudah tahu belum masalahnya apa?”, Kulik Siska, “Kalau itu aku nggak tahu, karena Mira nggak memberitahukan padaku langsung”, jawab Ridwan. “Mira tuh pulang karena saat ini panya sedang sakit dan penyakitnya itu penyakit dalam Wan”, jawab Siska menjelaskan alasan Mira pulang kerumah, “hmmmm...kenapa Mira tidak cerita sama aku ya?”, tanya Ridwan yang sedikit kecewa karena dia tahu dari orang lain. “Kalau masalah itu aku kurang tahu juga Wan”, jawab Siska, “mungkin dia tidak mau merepotkan kamu jadi dia belum cerita ke kamu”, jawab Rani sekenanya, “ya coba deh nanti di kirim pesan saja tanya sudah sampai atau belum kalau tidak salah perjalanan dari sini sampai sana sekitar tiga jam”, jawab Ridwan.
Mira pulang dengan kecepatan sedang dalam perjalanannya, karena kalau malam Mira tidak berani terlalu kencang karena jarak pandang yang terbatas, disaat dalam perjalanan perut Mira terasa lapar dan Mira pun mencari tempat makan yang berada di sekitar jalan menuju rumahnya terlebih dahulu, saat dia melihat ada lampongan yang tidak jauh dari posisinya, Mira langsung mendekati lamongan itu untuk makan terlebih dahulu agar tidak masuk angin.
Setelah memarkirkan motornya didekat lamongan, Mira memesan ayam goreng dan minum teh hangat, sembari menunggu makanannya jadi Mira mengambil ponselnya untuk memberi kabar pada mamanya bahwa dia sudah di jalan menuju kerumah, sambil menunggu balasan dari mamanya, Mira mengirim pesan pada Ridwan, “sudah tidur belum? Jangan khawatir aku juga lagi berhenti untuk makan nih, kalau belum tidur tolong di balas ya”, kata Mira dalam pesannya pada Ridwan. Langsung saja pesan itu di kirim ke Ridwan. Setelah selesai mengirim pesan tak lama kemudian ada balasan dari mamanya, langsung saja di buka isi pesan dari mamanya itu, “iya nak hati – hati di jalan, mama tunggu sampai kamu sampai di rumah”, jawab mamanya dalam pesan tersebut.
__ADS_1
Mira pun langsung membalasnya, “iya ma, makasih sudah nunggu Mira sampai rumah”, balas Mira,
“permisi mbak,,,ini makanannya dan minumnya”, kata pelayan di lamongan itu yang mengantarkan pesanan Mira,
“Ah..iya mas, terima kasih”, jawab Mira pada pelayan yang mengantarkan makan dan minumnya. Mira pun makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya untuk ulang, saat sedang menikmati makanannya tiba – tiba ponselnya bunyi dan Mira pun langsung melihat siapa yang membalas pesannya, ternyata balasan dari Ridwan tapi Mira belum bisa buka pesan itu karena belum selesai makan.
Setelah menyelesaikan makanannya, Mira mencuci tangan dan langsung mengambil ponselnya untuk membuka isi pesan dari Ridwan yang belum sempat dibukanya,
“Aku belum tidur, kamu sudah sampai mana? Jangan ngebut – ngebut ya pulangnya, walapun aku khawatir sama kamu”, isi balasan dari Ridwan, Mira pun membalas “aku baru sampai berbatasan ini, ini saja aku habis selesai makan juga, kamu sudah makan belum?”, tanya Mira dalam balasannya pada Ridwan, setelah selesai mengirim pesan balasan pada Ridwan Mira langsung ke penjual untuk membayar makanannya, setelah selesai membayar makanannya Mira langsung melanjutkan perjalanannya agar tidak kemalaman sampai rumah.
Saat dalam perjalanan tiba – tiba ada kemacetan yang agak panjang membuat perjalananMira sedikit terhambat, “aduh kok macet begini sih, apa ada kecelakaan ya? Tidak seperti biasanya macet kayak gini”, batin Mira “ah mungkin memang kecelakaan didepan”, imbuhnya. Setelah beberapa menit kemudian baru bisa kembali lancar walapun harus melaju dengan pelan – pelan dan saat sampai di mana kemacetan itu bermula, ternyata benar ada kecelakaan beruntun jadi penyebabnya, tapi Mira tidak berani melihatnya karena takut kalau – kalau dia melihat ada korban disitu.
Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...
__ADS_1