Kisah Kehidupan Mira Si Cantik

Kisah Kehidupan Mira Si Cantik
Bab 27 | Menjenguk Jesica


__ADS_3

“Aku punya adik dua Ra, yang satu sudah SMA dan yang satu masih SD, kenapa memangnya Ra?”, balas Ridwan bertanya, “ah tidak apa – apa kok Wan, aku cuma tanya saja biar lebih tahu saja”, balas Mira, “wualah aku kirain kenapa, terus sekarang lagi apa?”, balas Ridwan. “Ini aku lagi nungguin Siska yang mau menjemput aku, soalnya mau ke rumah sakit untuk jenguk Jesica”, balas Mira.


    “Ya sudah, nanti hati – hati ya kalau waktu kesananya, bilang ke Siska jangan ngebut – ngebut agar sampai tujuan dengan selamat”, balas Ridwan mengingatkan, “iya kalau itu pasti kok, ya sudah kamu makan dulu sana setelah itu buruan mandi pasti belum mandi kan kamu?”, balas Mira. “Ihh, kok kamu tahu sih kalau aku belum mandi?”, balas Ridwan heran karena Mira tahu kalau dia belum mandi, “ya tahulah soalnya baunya ke cium sampai sini hehehehehe”, balas Mira sembari berkelakar. “Kamu ini bisa saja, paling kamu juga belum mandi kan? Karena kelihatan dari sini masih berantakkan rambutnya wkwkwkwkw”, balas Ridwan mencoba menebak.


    “Bisa saja kamu,, ya sudah ini aku juga mau mandi dulu, kamu juga mandi sana masak tidak mandi”, balas Mira sembari berpamitan untuk mandi. Setelah selesai mandi Mira bergegas untuk dandan seperti biasa dan mempersiapkan semuanya sembari menunggu Siska menjemputnya untuk menjenguk Jesica, sekitaran setengah jam setelah Mira selesai besiap – siap, Siska sampai di kostnya dan lamngsung mengetuk pintu sembari memanggil Mira, Mira langsung membuka pintu dan menyuruhnya masuk. Setelah masuk Siska duduk santai terlebih dahulu di kasurnya Mira kemudian rebahan, “lah kok malah rebahan sih Sis, ayo katanya mau berangkat?!”, kata Mira yang melihat Siska merebahkan diri diatas kasur, “sebentar saja Ra, aku mau rebahan sebentar saja, ngelurusin punggung dulu capek banget rasanya”, jawab Siska.


    “Ya ok deh bestiku, terus mau berangkat jam berapa?”, tanya Mira, “sebentar lagi Ra, 10 menit lagi deh, aku tiduran bentar saja capek karena tadi habis bersih – bersih sama mencuci baju”, jawab Siska, “ya sudah kalau begitu aku lanjutkan dulu dandanku”, jawab Mira. Jam sudah menunjukan pukul sembilan, mereka pun langsung berangkat menuju rumah sakit tidak lupa juga membawakan buah untuk Jesica, dengan kecepatan sedang Siska mampir dulu di toko buah.


Sesudah selesai membeli buah untuk dibawa, mereka langsung berangkat lagi dengan kecepatan sedang biar lebih aman di jalan, tidak lama dalam perjalanan mereka sudah sampai di depan rumah sakit, langsung saja mereka memakirkan kendaraannya. Mira dan Siska langsung menuju kamar rawat yang sudah di beritahu oleh Rani sebelumnya, sambil jalan menelusuri lorong mencari nomor kamar Jesica selama beberapa saat, mereka sampai juga di nomor yang sudah diberitahukan oleh Rani. Mira mengetuk pintu kamar lalu Rani menyuruhnya untuk masuk saja, saat melihat Mira dan Siska yang datang Jesica senang banget apalagi membawakan buah untuknya.


    “Gimana Jes keadaan kamu sekarang?”, tanya Mira kepada Jesica, “sudah mendingan kok, apalagi kalian kesini membuat aku lebih cepat sembuh”, jawab Jesica, “terus yang sakit mana saja Jes?”, tanya Siska, “ini tangan, kaki, dan dibadan”, jawab Jesica memberitahukan beberapa bagian yang masih terasa sakit, “tapi tidak ada yang retak atau patah kan”, tanya Mira yang melepaskan kekhawatirannya. “Tidak ada kok, jadi pulihnya bisa lebih cepat”, jawab Jesica semangat, “Jes, sebenarnya kejadiannya gimana sih kok bisa sampai begini?”, tanya Mira sedikit penasaran dengan kejadian yang dialami Jesica, “aku sendiri bingung Ra, karena kejadiannya sangat cepat yang aku ingat saat di pertigaan tahu – tahu ada yang naik motornya dengan kecepatan yang tinggi dan tidak mengerem atau berhenti dulu, langsung jalan terus saja sedangkan kami tidak sempat menghindar jadinya nabrak motor kami”, jelas Jesica.

__ADS_1


    “Memangnya saat itu kamu sama siapa waktu kejadian ini Jes”, tanya Siska, “ohh aku sama pacarku Sis, tadi dia juga kesini untuk menjenguk aku, tapi sekarang sudah pulang”, jawab Jesica, “ya untung deh kalian tidak ada yang cidera berat, kalau gitu besok – besok kamu harus hati – hati ya mau sendiri atau pun waktu sama pacarmu lagi jangan sampai kejadian ini terulang lagi”, jawab Siska mengingatkan. “Siap Sis!”, jawab Jesica mengiyakan. “Lah kalian tadi jam berapa kamu sampai sini Re Ra? Kok sudah sampai disini saja”, tanya Siska, “kalau kami tadi jam 9an sampai sini”, jawab Rere, “oh ya nanti kita mau pulang jam berapa kan kita masuk siang”, tanya Siska.


“Paling habis ini kita pulang duluan biar tidak capek juga buat berangkat kerjanya”, jawab Rani, “ya ok deh hati – hati nanti lho pulangnya jangan ngebut – ngebut”, jawab Jesica mengingatnya. “Siap deh!! Cepat sembuh ya Jes, biar kita bisa ngobrol – ngobrol lagi bersama dan canda bersama juga, sepi juga kalau tidak ada kamu”, kata Mira, “ohh iya ada pesen juga dari ibu kost buatmu lho, beliau bilang cepat sembuh dan kapan mau main ke kost lagi gitu”, imbuh Mira.


    “Salamkan balik ya Ra ke beliau makasih atas doanya, pasti kalau sudah sembuh akan main kesana lagi”, jawab Jesica yang senang begitu banyak orang yang perhatian dan mengkhawatirkannya, “pasti nanti aku sampaikan pada beliau jadi tenang saja”, jawab Mira.


“Kamu juga jangan banyak pikiran juga biar pemulihannya lebih cepat”, kata Mira menasehati, “siap deh sahabatku yang bawel”, jawab Jesica. Rani dan Rere berpamitan untuk pulang terlebih dahulu karena rumah mereka lumayan jauh dengan tempat kerjaanya. “Aku pamit dulu ya Jes, Ra, Sis”, kata Rere, “aku pulang dulu”, kata Rani, “iya hati – hati di jalannya ya Rani, Rere juga ya”, jawab Mira, “ok pasti kok kalau itu”, jawab Rani mewakili Rere.



__ADS_1


“Bisa saja kok, kita lihat saja Jes, nanti tahu – tahu kan ada kabar kalau Mira dan Ridwan jadian”, jawab Siska menggoda Mira, “ahh kamu ini Sis asal ngomong deh, belum tentu juga ya kamu jangan kayak gitu”, jawab Mira. “Iya ya maaf kalau aku salah ngomong gitu Ra, tapi kenapa muka kamu jadi merah gitu? Pasti lagi mikirin yang tadi aku ngomong ya? Cie cie cie”, tanya Jesica mengoda Mira, “ahh kamu ikut – ikutan saja Jes, suka banget kalian berdua godain aku”, jawab Mira.


    “Ya kamu itu kalau suka sama Ridwan langsung ngomong saja dari pada keburu di rebut cewek lain lho, nanti kamu menyesal terus merengek – regek deh sama aku karena patah hati hehehehehe”, kata Siska menggoda Mira. “Ya tidak begitu juga Sis, nanti kalau memang hatiku sudah nyaman sama dia, pasti akan terjadi kok dan jangan terus godain aku napa sih?!, malu tahu kalau di gituin terus untung saja cuma kalian saja yang tahu tidak seluruh pabrik, kalau seluruh pabrik mau ditaruh di mana muka aku”, jawab Mira semakin memerah mukanya.


    “Ya muka kamu di taruh ditempatnyalah masak iya mau di taruh perut nanti jadi viral dong Ra hahahahahaha...”, jawab Siska sambil ketawa yang melihat mimik mukanya Mira yang semakin malu semakin menggemaskan untuk digoda, “ya ya terserah kamu saja mau ngomong apa,aku diem saja deh”, jawab Mira yang pura – ura ngambek pada Siska. “Jangan ngambek gitu donk Ra, kan aku cuma bercanda biar Jeisca itu cepat sembuh, tuh lihat Jesica bisa ketawa kan?”, jawab Siska, “benar – bener ya kalian ini memang besti yang sangat erat dan sukanya bercanda gitu makanya dari itu kenapa kalau aku lihat kalian senang karena kalian itu selalu bisa membuat ketawa semua orang”, jawab Jesica yang tidak berhenti tertawa melihat tingkah Siska dan Mira.


“Kamu sudah makan belum Jes?”, tanya Mira “kalau aku sudah Ra, tadi pagi makan bubur saja”, jawab Jesica, “hemmm pasti tidak enak ya makan makanan rumah sakit?”, tanya Siska, “ya begiitulah, kamu juga pasti tahu”, jawab Jesica. “Iya aku juga tahu kok, makanan rumah sakit gimana”, sahut Siska, “memangnya kamu sudah pernah masuk rumah sakit Sis?”, tanya Mira. “Wahh kalau itu sih dulu pernah, jadinya aku tahu rasanya gimana”, jawab Siska, “kamu sakit apa memamngnya”, tanya Mira, “aku sakit tipes jadinya tahu lah, apalagi sakit tipes itu banyak banget yang di pantang, nggak boleh makan yang pedes lah, yang asem lah, dan masih banyak lagi”, jawab Siska.


    “Lama tidak waktu kamu masuk rumah sakit waktu kamu sakit tipes itu Sis?”, tanya Mira, “ya lumayan sih, sekitar satu minggulah kurang lebih di rumah sakit”, jawab Siska. Saat Mira melihat ponselnya kaget kalau jam sudah menunjukan pukul 11 siang, Mira langsung memberitahu Siska kalau sudah siang.


Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...

__ADS_1


__ADS_2