
"Coba kamu santai dan tenang dulu mencarinya agar ingat dan ketemu, jangan keburu panik nanti malah nggak ketemu Ra", kata Bu Sari menasehati, tapi Ibu lihat wajah kamu kok pucat begitu Ra? Kamu sakit ya?", tanya Bu Sari yang melihat wajah Mira pucat dan membuatnya khawatir. "Tidak Bu, hanya saja rasanya badan saya capek banget saja bu", jawab Mira tidak ingin membuat ibu Sari khawatir, "apa mau Ibu kerokin saja biar lebih enakkan badan kamu", kata bu Sari menawari.
"Kalau tidak merepotkan dan ibu tidak keberatan Mira mau Bu", jawab Mira menyetujui tawaran orang yang telah di anggapnya ibu sendiri, "wahh ya tentu tidak merepotkan dan tidak keberatanlah Ra, kan kamu sudah kuanggap anak sendiri jadi bagi Ibu tidak masalah", jawab bu Sari. "Terima kasih ya bu, maaf Mira jadi membuat ibu khawatir dan repot", kata Mira merasa tidak enak, "jangan bilang begitu Ra, lain kali kalau ada masalah cerita saja sama Ibu biar beban yang kamu rasakan bisa terasa ringan, kamu juga punya sahabat - sahabat yang baik dan pengertian jadinya bisa cerita sama mereka juga jangan dipendam sendiri, nanti yang kesulitan itu kamu sendiri Ra", kata bu Sari menasehati Mira.
"Makasih ya Bu sudah baik banget sama Mira, Mira bersyukur sekali disaat Mira jauh dari keluarga tapi bertemu dan mendapatkan keluarga baru disini", balas Mira yang terharu, "iyaa sama - sama Ra, terus kuncinya sudah ketemu belum?", tanya bu Sari, "ini Bu ternyata kuncinya ngumpet di dompet hehehehe...", jawab Mira sembari ketawa.
"Tuh kan kalau pikiran dan hati tenang apa - apa akan baik - baik saja, yaa sudah kalau gitu Ibu mau ambil balsem sama koin dulu ya buat ngerokin kamu", kata bu Sari sembari berjalan menuju rumahnya. Setelah masuk ke kamar Mira langsung menganti pakaiannya dan nunggu Bu Sari datang untuk mengerokinya, setelah menunggu beberapa menit, tidak lama kemudian Bu Sari mengetuk pintu kost Mira dan Mira pun langsung membuka pintu serta mempersilahkan bu Sari masuk karena intunya tidak di kunci Bu.
Bu Sari pun masuk dan duduk di samping Mira, "sudah siap buat di kerokin belum Ra?",Tanya Bu Sari. "Sudah bu" jawab Mira, bu Sari pun langsung mengeroki Mira, Mira yang tengah di kerok pun hanyut dalam pikirannya sendiri. "Apa aku coba bertanya saja sama bu Sari ya?", batin Mira, "ya deh coba saja, toh kalau aku pikirkan sendiri tidak dapat jalan keluarnya kan tidak ada salahnya bertanya", imbuhnya dalam hati. "Bu..! Saya boleh tanya tidak dengan ibu?", tanya Mira ragu - ragu, "Tentu saja boleh dong sayangku, memang mau tanya apa?", jawab bu Sari.
"Gini lho Bu, kan saya punya mantan, tapi mantan saya memiliki sifat yang sangat keras apalagi saya sudah lama.... banget tidak berkomunikasi dan saya juga mengganti nomer ponsel saya, tapi tiba - tiba mantan saya itu menghubungi saya Bu tidak tahu darimana dia dapat nomor saya", kata Mira menceritakan secara singkat.
__ADS_1
"Terus mantannya Mira itu mengirimi pesan bagaimana",? tanya Bu Sari. "Pertamanya dia mengajak balikan tapi saya tidak menjawab permintaannya itukan, terus saya tanya dapat nomer ponselku dari mana tapi mantan saya tidak mau menjawab Bu", jawab Mira kembali menjelaskan, "balasannya cuma bilang ya adalah kamu nggak perlu tahu gitu", imbuhnya.
"Jujur ya Bu, kalau mantan saya itu mengurimi pesan membuat saya takut karena saya tahu kalau mantan saya itu orangnya sangat nekat, apalagi pernah mengirimi pesan saya begini, ' kamu tidak boleh punya pacar lain! kalau sampai aku tahu kamu sudah punya pacar lain kamu bakal menyesal!!!' kayak gitu Bu", imbuhnya lagi sembari gemetar saat mengingat isu pesan dari mantannya, "saya kan jadi takut kalau - kalau mantan saya itu melakukan sesuatu yang membahayakan bu", kata Mira mengatakan kekhawatirannya. "Saran Ibu Ra ,, mendingan kamu tidak usah dipikirkan masalah itu biar kamu tidak menjadi beban pikiran kamu", kata bu Sari memberi saran.
"Apa lagi kamu jadi sakit begini gara - gara memikirkan hal ini kan?", tanya Bu Sari. "Hehehhehehee... Iya Bu, soalnya perkataan dia selalu terbayang - bayang dipikiran saya, sampai membuat saya tidak bisa buat tidur beberapa hari ini bu", jawab Mira. "Oh iya sahabat kamu sudah tahu tentang masalah kamu ini?", tanya bu Sari, "belum Bu, saya mau cerita karena masih takut, dan takut membebani mereka juga", jawab Mira, "saya baru berani cerita ini sama ibu, karena saya menganggap ibu seperti ibu saya sendiri", imbuhnya. "Jangan Mira sayang, kamu tetap harus bercerita masalah ini ke sahabat - sahabatmu biar mereka juga tahu, dan siapa tahu bisa mencari sama - sama jalan keluarnya", kata bu Sari menasehati, "betul juga yang ibu Sari bilang tadi, iya deh aku coba beranikan diri untuk cerita dengan mereka", batin Mira.
"Baiklan bu coba besok disaat ada waktu dan kesempatan pasti saya ceritakan semua ke pada mereka, terima kasih ya Ibu sudah mau mendengarkan cerita saya dan juga sudah mau memberikan saran yang baik untuk saya", kata Mira yang telah sedikit lega hati dan pikirannya. "Iyaa sama - sama Mira, apalagi sekarang kan kamu juga anaknya Ibu, jadi tidak usah sungkan kalau mau becerita mengenai apapun terlebih jika ada masalah bisa cerita sama ibu, dan lagi jika kamu butuh apa - apa datang saja kerumah ibu kan dekat juga",balas Bu Sari.
"Siap Bu!! kalau ada apa - apa atau Mira butuh sesuatu pasti kerumah kalauun nggak pasti Mira sering main kerumah ibu", jawab Mira manja, "nah ini sudah selesai cepat sehat ya nak", kata bu Sari, "terima kasih bu", jawab Mira. "Kamu sudah makan belum Ra?", tanya Bu Sari", belum Bu", jawab Mira, "yukk makan bareng sama Ibu, biar Ibu tidak makan sendirian", ajak bu Sari, "iyaa Bu, saya ganti baju sebentar tunggu ya bu", pinta Mira.
Kemudian Mira duduk di ruang makan bersama Bu Sari , Bu Sari mempersilakan Mira makan makanan yang telah di sediakan tanpa sungkan dan ragu, "yukk nak makan sudah lapar kan?", tanya Bu Sari sembari mengajaknya untuk memulai makan. "Ahhh ,, Ibu tahu saja kalau saya sudah lapar,, hehehehehehhee", jawab Mira sambil tersenyum, karena sudah ditawarkan Mira pun mulai mengambil nasi dan lauknya yang sudah ada di meja makan, "sini Bu biar Mira yang ngambilkan nasi dan lauknya", kata Mira menawarkan untuk mengambilkan nasi. "Terima kasih Ra",sahut bu Sari memberikan piring nya, "sama - sama Bu, tapi Mira yang harusnya berterima kasih sudah diajakin makan dirumah ibu", jawab Mira, mereka makan bersama dengan gembira didalam hati yang terdalam Mira merasakan kehangatan melihat bu Sari yang bahagia walau hanya makan bersamanya, "aku sangat senang dan bahagia melihat wajah Bu Sari yang kelihatannya bahagia bisa makan bersamaku sungguh kebahagiaan orang tua itu sangatlah sederhana", batin Mira yang sangat terharu melihat kebahagiaan kecil wanita yang telah dianggapnya ibu itu.
__ADS_1
"Gimana enak tidak masakkan Ibu Ra?", tanya Bu Sari disela - sela makan mereka, "wahh bukan hanya enak bu tapi uenak puol!!", jawab Mira sambil mengacungkan jempolnya, "saya saja sampek pengen tambah ini kok bu saking enaknya", imbuhnya riang, "yaa ayo nambah - nambah, ayo ambil lagi tidak apa - apa, nggak usah sungkan ibu malah senang kalau Mira mau tambah makannya itu berarti memang enak makanannya", kata bu Saru. "Ibu senang kalau makanan bisa habis dari pada tidak habis kan dan terbuang sia - sia kan mubasir dan itu tidak baik, benar tidak Ra?", imbuh bu Sari, "Iyaa Bu benar sekali sayang juga makanan enak kayak gini tidak habis hehehe...", kata Mira sambil ketawa sembari melanjutkan makannya.
"Loh Ibu tidak tambah lagi?", tanya Mira pada bu Sari yang terlihat sudah menyelesaikan makannya, "tidak Ra, Ibu itu tidak kuat kalau makan banyak, jadi kamu saja yang lanjutkan makannya sampai kenyang ya jangan sungkan", jawab bu Sari.
"Ya sudah biar Mira saja yang tambah lagi,soalnya makanannya mantul, lezat, dan uenak poll, wahh kapan - kapan bisa dong saya dia ajarin masak Bu?", kata Mira yang sangat senang menikmati makanan dihadapannya. "Tentu saja kalau kamu mau, saya malah senang kalau kamu mau belajar masak Ra, biar tidak keseringan beli makanan cepat saji karena itu nggak baik dan lagi bermafaat untuk masa depan kamu kalau kamu sudah menikah nantinya", jelas bu Sari sembari disisipi wejangan baik ciri khas orang tua.
"Owhh iyaa saya sampai lupa Bu", ujar Mira tiba - tiba teringat sesuatu, "kenapa Ra?", tanya bu Sari memperhatikan. "Itu bu besok saat Mira dapat libur rencananya Mira mau pulang untuk bertemu keluarganya Mira Bu, soalnya Mira kangen banget sama adik dan orang tua Mira", jawab Mira menjelaskan.
"Apa tidak apa - apa jika Ibu Mira tinggal sebentar? paling lama dua hari Mira dirumah", imbuhnya sedikit ada rasa khawatir dengan bu Sari, "oalah ya tidak apa - apa Ra, tenang saja. Ibu sebelum ada kamu juga tinggal sendirian jadi sudah terbiasa", jawab Bu Sari "tenang saja Bu pasti aku cepat pulang kok karena saya juga gak tega meninggalkan ibu sendirian terlalu lama, selain Irang tua kandung Mira kan sekarang Ibu juga ibunya Mira, jadi Mira memiliki dua ibu yang hebat, mana mungkin Mira tega meninggalkan ibunya Mira ini lama - lama", jawab Mira.
"Terima kasih Ra, pesan Ibu dalam perjalanan pulang nanti kamu harus hati - hati dan harus fokus, jangan memikirkan hal - hal yang mengganggu pikiran kamu, biar tidak terjadi apa - apa saat di jalan, satu lagi sebelum berangkat berdoa dulu agar diberi perlindungan dan juga keselamatan dari Tuhan ya Ra", kata bu Sari yang menasehati Mira, "siapp Bu! Itu pasti kok aku akan ingat pesan dari Ibu", jawab Mira, "yang penting kalau ada masalah dan butuh teman untuk bercerita, cerita saja dengan ibu dan jangan di pendam sendirian lagi seperti sekarang ini ya!", kata Bu Sari mengingatkan Mira.
__ADS_1
"Siapp!!", jawab Mira, "saya bantu beresin mejanya ya Bu, biar Ibu tidak kelelahan?", imbuh Mira yang ingin membereskan meja makan dan peralatan makan yang telah dipakai. "Tidak usah Mira kan kamu juga lagi tidak enak badannya, mendingan kamu balik kekamar saja buat istirahat", sergah bu Sari, "Ibu bisa beresin semuanya kok, tenang saja dah sana kamu istirahat biar badanmu cepat pulih", imbuhnya agar Mira tidak bersikeras untuk membantunya. "Ya sudah kalau gitu saya langsung balik ke kamar ya bu, terima kasih sudah mengajak saya makan malam bersama", jawab Mira terpaksa setuju dengan perintah bu Sari sebab apa yang dikatakannya memanglah hal yang baik untuknya. "Iya sama - sama, selamat istrahat dan cepat sembuh Mira", jawab Bu Sari sembari membereskan meja makan.
Yuuukkkkk selalu ikutin terus ceritanya ya ??? Pasti akan semakin seru nantikan kelanjutannya ya..... jangan lupa untuk terus support agar dapat mengembakan ceritanya lebih menarik...